Perbedaan Pasar Primer dan Pasar Sekunder dalam Bursa Saham

  • Saham
pasar primer vs pasar sekunder

Menanamkan dana dalam saham cukup menjanjikan saat ini. Namun tentunya investor harus paham betul mengenai berbagai istilah dalam dunia saham. Dua istilah yang sering digunakan adalah pasar primer dan pasar sekunder. Ada beberapa perbedaan pasar primer dan pasar sekunder yang investor harus tahu.

Pasar modal berfungsi sebagai wadah berjumpanya investor dengan perusahaan yang memerlukan dana segar. Dalam perekonomian sebuah negara termasuk Indonesia, manfaat pasar modal bagi emiten dan masyarakat luas sangat vital.

Apabila dicermati waktu transaksi yang dilakukan maka pasar modal bisa dikelompokkan dalam pasar primer (perdana) dan pasar sekunder. Kedua kategori tersebut punya perbedaan pada mekanisme transaksi yang dijalankan. Berikut poin-poin penting perbedaan pasar primer dan pasar sekunder dalam pasar modal di Indonesia.

Pengertian Pasar Primer (Pasar Perdana)

Pasar primer adalah tempat dimana terjadi aktifitas jual beli surat berharga yang dijual pertama kali kepada publik, sebelum tercatat dalam Bursa Efek.

Pasar perdana bisa diadakan saat pemilik modal mendapat tawaran surat berharga dari pihak penjamin emisi atau underwriter, melalui perantara broker-dealer yang merupakan agen penjual surat berharga. Mekanisme tersebut lebih populer dengan sebutan Initial Public Offering (IPO) atau Penawaran Umum Perdana saham.

Ciri-ciri Pasar Primer

Dikutip dari buku berjudul Pasar Modal dan Manajemen Portofolio (2011) yang ditulis Mohamad Samsul disebutkan bahwa pasar primer (perdana) punya tujuh ciri pokok, terdiri dari:

  • Pihak emiten atau penerbit surat berharga menawarkan saham ke publik lewat perantara penjamin emisi. Untuk harga yang dipatok biasanya mengikuti kesepakatan kedua belah pihak.
  • Pembeli surat berharga tak dikenakan biaya transaksi.
  • Apabila dalam aktifitas itu mengalami over-subscribed atau permintaan saham lebih besar ketimbang penawaran maka pembeli belum bisa dipastikan memperoleh jumlah surat berharga yang sesuai pesanan.
  • Pemilik modal yang memesan saham atau surat berharga harus lewat penjamin emisi yang sudah ditentukan sebelumnya.
  • Periode waktu pembelian saham ini biasanya cukup singkat.
  • Penawaran penjualan saham umumnya mengikutsertakan pihak notaris, akuntan publik, konsultan hukum maupun perusahaan penilai.
  • Pasar perdana kerap pula dinamakan pasar primer atau pasar kesatu.

Memesan saham emiten yang akan menjual saham perdana alias initial public offering (IPO) kini makin simpel. Dapat dijalankan via online melalui platform e-IPO. Jadi e-IPO merupakan sistem penawaran umum berbasis website yang dapat dikunjungi dari mana saja setiap saat.

Berkat e-IPO maka calon investor bisa mengetahui data berbagai perusahaan yang tengah IPO kemudian memesan saham IPO tanpa kesulitan. Informasi yang ditampilkan itu dari fase publikasi alias pra efektif, penawaran awal alias book building, penawaran umum atau offering, penjatahan, hingga penawaran umum usai.

Pengertian Pasar Sekunder

Pasar sekunder adalah wadah berlangsungnya aktifitas jual beli surat berharga yang sudah tercatat dalam Bursa Efek. Kategori pasar ini menjadi kelanjutan pasar perdana.

Mekanisme pasar sekunder memungkinkan pemilik modal melakukan pembelian atau penjualan saham dan obligasi yang sudah dicatat dalam bursa, sesudah penjualan terhadap pasar primer diselenggarakan. Aktivitas transaksi yang berlangsung tidak lagi dari pihak investor dengan perusahaan penerbit atau emiten akan tetapi antara investor yang satu dengan yang lainnya.

Ciri-ciri Pasar Sekunder

Pasar sekunder pun memiliki 7 sifat utama meliputi :

  • Harga saham berasal dari pemegang saham lewat perantara efek maupun anggota bursa yang aktif dalam Bursa Efek.
  • Berlaku fee transaksi saat investor melakukan jual atau beli saham.
  • Order saham tanpa ada batasan.
  • Mekanismenya adalah anggota bursa menginput order jual ataupun beli saham ke sistem komputer perdagangan yang dimiliki bursa.
  • Harga saham sesuai dengan mekanisme pasar atau banyaknya permintaan atau penawaran.
  • Periode waktu order saham tanpa ada batasan.
  • Pasar sekunder kerap pula dinamakan dengan pasar kedua.

Di Indonesia dikenal 3 macam pasar sekunder pada pasar modal meliputi :

  • Pasar Reguler: yaitu pasar sekunder dimana saham yang diperjualbelikan menggunakan satuan lot. Perlu diketahui bahwa 1 lot setara dengan 100 lbr saham. Dalam pasar reguler ini akan berlangsung mekanisme tawar-menawar secara teratur hingga waktu habis. Lazimnya prosedur transaksi akan tuntas pada hari ketiga usai transaksi dilakukan (T+3). Sehingga dalam waktu itu harga saham bisa saja naik-turun (fluktuatif) untuk menjadi patokan dalam menentukan indeks saham Bursa Efek Indonesia (BEI). Lalu untuk mekanisme tawar-menawar dilaksanakan via perangkat Jakarta Automated Trading System (JATS). Supaya spekulasi harga saham tak terlalu berlebihan, bursa efek mengeluarkan sistem auto rejection baik itu untuk ambang harga atas maupun ambang harga bawah.
  • Pasar Negosiasi: pasar sekunder berikutnya adalah pasar negosiasi. Dari pasar ini, mekanisme tawar-menawar saham diselenggarakan sesama orang anggota bursa beli maupun bursa jual. Sebagai pegangan ketika proses tawar-menawar itu yakni kurs terakhir pada pasar reguler. Sehingga penyelesaian tawar-menawar itu sesuai dengan kesepakatan anggota bursa yang artinya tak berlaku batas waktu. Di samping itu dalam pasar negosiasi pun tak berlaku auto rejection untuk harga saham jika menempuh ambang atas atau ambang bawah.
  • Pasar Tunai: jenis pasar sekunder yang satu ini merupakan alternatif yang dipilih pemegang saham yang memerlukan uang pada hari itu juga. Akan tetapi, umumnya harga saham yang dipatok akan lebih murah dibanding harga saham di pasar reguler.

Perbedaan Pasar Primer dan Pasar Sekunder

Pasar primer dengan sekunder punya persamaan dimana kedua pasar itu tempat terjadinya perdagangan saham maupun surat berharga. Akan tetapi ada beberapa perbedaan antara pasar primer dan pasar sekunder:

  • Harga saham pasar primer biasanya tetap, tergantung perjanjian antara emiten dan penjamin emisi. Sementara pasar sekunder harga sahamnya naik turun, sebab sesuai dengan mekanisme pasar yang berjalan. Bila permintaan banyak maka harganya naik dan begitupun sebaliknya.
  • Pada pasar primer tanpa diberlakukan biaya transaksi, sementara pasar sekunder memberlakukan fee untuk transaksi jual maupun beli. Hanya saja fee itu cukup kecil.
  • Dalam pasar primer jangka periode pemesanan sudah ditentukan. Sedangkan untuk pasar sekunder, tak ada pembatasan periode waktu pemesanan.
  • Dalam pasar primer, transaksi yang terjadi cuma dalam pembelian saham saja, sedangkan pada pasar sekunder terjadi baik penjualan maupun pembelian saham.
  • Pemesanan saham dalam pasar perdana berlangsung melalui perantara agen penjual. Sedangkan untuk di pasar sekunder, pembelian atau order saham diselesaikan melalui anggota bursa.
  • Pada pasar primer, dana perolehan penjualan saham langsung menjadi kepunyaan emiten atau penerbit. Sedangkan pada pasar sekunder, dana perolehan penjualan bakal dimiliki penjual atau perusahaan sekuritas.

Baik pasar primer ataupun pasar sekunder menawarkan kelebihan maupun risikonya sendiri-sendiri. Oleh karena itu, investor dapat menentukan mana yang memenuhi dengan kebutuhan. Lalu pastikan juga para investor memang sudah mempelajari dengan detil dari mekanisme pasar sampai instrumen investasi yang akan dipilih. Oke, selamat berinvestasi dan meraih profit!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *