Lompat ke konten
Daftar Isi

Apa itu Private Banking? Pengertian, Kelebihan & Kekurangannya

private banking

Sama seperti bisnis pada umumnya, bank juga memiliki lini bisnis yang hanya melayani pelanggan-pelanggan tertentu. Salah satunya adalah layanan private banking untuk masyarakat kalangan menengah ke atas. Simak apa itu private banking dan apa bedanya dengan layanan bank biasa dengan membaca artikel berikut:

Apa itu Private Banking?

Personal banking atau private banking adalah layanan perbankan yang dikhususkan untuk melayani transaksi keuangan nasabah dari kalangan menengah ke atas. 

Menurut Investopedia, yang dimaksud dengan nasabah kalangan menengah ke atas ini adalah orang-orang yang memiliki aset likuid (termasuk uang tunai) sekitar USD$ 1 juta atau sekitar 15 miliar rupiah. Di Indonesia sendiri, beberapa perusahaan menyediakan layanan ini untuk nasabah dengan aset likuid minimal sebesar 1 miliar rupiah. 

Private bank bisa merupakan perusahaan yang berdiri sendiri, seperti CIMB Private Banking atau merupakan bagian dari layanan bank umum, seperti OCBC Private Banking. Layanan yang diberikan oleh lini bisnis ini bersifat menyeluruh, mulai dari manajemen portofolio nasabah, pengurusan pajak nasabah hingga memberikan saran-saran keuangan dan investasi. 

Cara Kerja Private Banking

Kinerja private banking kurang lebih sama seperti bank pada umumnya, hanya saja solusi keuangan yang ditawarkan lebih menyeluruh dan disesuaikan dengan kebutuhan nasabah. Dalam hal ini, bank akan menyediakan seorang “advisor”, “private banker” atau “relationship manager” yang secara khusus menangani masalah keuangan nasabah. 

Masalah keuangan yang ditangani oleh advisor khusus ini seperti, mengatur pembayaran pajak nasabah, mengatur pembayaran tagihan bulanan nasabah, memberikan saran investasi khusus, hingga membantu nasabah tersebut mengatur warisan. 

Tidak hanya layanan keuangan, seringkali layanan ini juga dilengkapi dengan fasilitas istimewa lainnya untuk menarik nasabah. Hal ini karena berbeda dengan bank biasa, private banking dituntut untuk mencari nasabah, sehingga adanya layanan istimewa berperan penting.  Layanan istimewa tersebut, seperti asuransi perjalanan, lounge khusus di bandara, hingga diskon menjadi anggota klub olahraga tertentu. 

Perbedaan Private Banking dan Wealth Management

Meskipun sama-sama mengatur aset milik masyarakat menengah ke atas, namun private banking dan wealth management sedikit berbeda. Perbedaannya adalah, private banking tidak hanya mengurus soal investasi nasabah, tetapi pembayaran dan tabungan nasabah tersebut juga. Hal ini berbeda dengan wealth management yang umumnya fokus pada pengelolaan investasi. 

Selain itu, personal banking juga menyediakan layanan konsultasi keuangan yang terpersonalisasi. Dalam hal ini misalnya, advisor A hanya akan melayani nasabah B sampai advisor A keluar dari perusahaan tempatnya bekerja. Lain halnya di wealth management. Meskipun advisor A akan berdiskusi panjang dengan setiap klien yang dilayaninya, namun  advisor A tidak hanya akan melayani nasabah B saja, tetapi juga nasabah C, D dan nasabah lainnya. 

Kelebihan Private Banking

1. Privasi

Privasi adalah keuntungan utama yang ditawarkan oleh layanan yang satu ini. Tidak jarang orang-orang kaya lebih suka jika keputusan keuangannya dirahasiakan lawan dan publik. Strategi investasi misalnya, seorang investor retail terkemuka tentu akan berpikir berkali-kali jika ingin menyebarkan strateginya ke publik, sebab apapun strategi investasi yang akan dipilihnya akan mempengaruhi kondisi pasar. 

2. Harga khusus

Tentu Anda akan memberikan harga khusus kepada pembeli yang berlangganan ke toko Anda dan dalam sekali transaksi bisa mengeluarkan banyak uang bukan? Sama halnya dengan bank. Bank juga akan memberikan harga khusus kepada nasabah pengguna layanan ini. 

Harga khusus tersebut, seperti biaya administrasi yang lebih rendah, nilai tukar mata uang yang bersaing, suku bunga pinjaman khusus ketika nasabah tersebut meminjam uang atau mengakses fasilitas kredit, hingga suku bunga simpanan khusus yang tentunya lebih tinggi dibandingkan dengan nasabah biasa. 

3. Fasilitas tambahan yang menarik

Seperti yang telah disebutkan di atas, untuk menarik nasabah “premium”, bank juga menawarkan fasilitas-fasilitas tambahan yang menarik, seperti lounge khusus di bandara, diskon hotel, poin kartu kredit yang lebih banyak dibandingkan nasabah biasa, penyediaan brankas khusus, diskon keanggotaan klub golf dan lain sebagainya. 

4. Alternatif instrumen investasi 

Hal lain yang bisa menarik nasabah premium menggunakan layanan private banking adalah perusahaan ini menawarkan alternatif instrumen investasi yang bisa jadi tidak bisa diakses oleh investor retail, seperti layanan hedging, atau produk investasi khusus yang disediakan oleh perusahaan sekuritas rekanan bank. 

5. Kemudahan layanan

Tidak hanya menyediakan saran keuangan, advisor dari personal banking juga bisa berperan sebagai staf yang membantu nasabah untuk menyelesaikan kebutuhan keuangan mereka. Misalnya, nasabah terkait sedang di luar negeri dan perlu membayar gaji staf-nya. Dengan personal banking, nasabah tersebut bisa meminta advisor-nya untuk melaksanakan pembayaran terkait. 

Kekurangan Private Banking

1. Pergantian advisor

Salah satu tantangan menggunakan personal banking adalah adanya potensi pergantian advisor. Bisa jadi, seorang nasabah premium sudah nyaman dan percaya dengan advisor tertentu, namun karena satu dan lain hal advisor tersebut harus diganti dan terpaksa nasabah dan advisor harus membangun kepercayaan kembali. 

Selain masalah kepercayaan, hal ini juga terkait dengan privasi. Bukan tidak mungkin seorang nasabah premium sudah mempercayakan banyak hal kepada advisor-nya, namun ketika advisor tersebut keluar, informasi mengenai nasabah tersebut disebarluaskan. 

2. Keterbatasan produk yang ditawarkan

Meskipun lebih leluasa dibandingkan dengan investor retail lainnya, namun pengguna private banking juga memiliki keterbatasan dalam mengakses produk investasi. Hal ini karena advisor yang dipekerjakan oleh bank cenderung bersifat generalis atau satu orang dan tim yang menguasai banyak instrumen investasi tapi secara umum saja. Hal ini berbeda jika nasabah tersebut bekerja sama dengan individu yang benar-benar memiliki spesialisasi pada produk tertentu. 

3. Kemungkinan perbedaan kepentingan

Walaupun memberikan layanan yang terpersonalisasi untuk nasabah tertentu, namun advisor bukan personal assistant nasabah. Ini artinya, advisor dibayar oleh bank dan mengikuti SOP yang diberikan oleh perusahaan tersebut. Hal ini membuat advisor tidak bisa sefleksibel personal assistant yang memang bekerja untuk nasabah terkait. 

4. Regulasi mengenai personal banking

Demi kenyamanan masyarakat, private banking juga harus tunduk pada regulasi yang berlaku. Ini artinya, pada tingkat tertentu data-data nasabah premium juga harus tetap dibagikan dengan pemerintah, sehingga nasabah tersebut tidak bisa mendapatkan privasi yang sepenuhnya.

Lalu, berapa biaya yang dibutuhkan untuk menjadi nasabah private banking? Dalam hal ini, setiap bank memiliki kebijakan yang berbeda-beda. Ada bank yang membebankan biaya komisi berupa prosentase dari kekayaan nasabah yang dikelolanya, namun ada juga bank yang menerapkan biaya sebagaimana biaya transaksi biasa namun dengan harga khusus.

Oleh sebab itu jika Anda tertarik untuk menjadi nasabah premium ini, sebaiknya Anda bertanya mengenai fasilitas, layanan dan biaya yang ditawarkan oleh bank yang Anda inginkan terlebih dahulu.

Farichatul Chusna

Farichatul Chusna

Setelah lulus dari Ilmu Ekonomi Universitas Gadjah Mada, Farichatul Chusna aktif sebagai penulis artikel ekonomi, investasi, bisnis, dan keuangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *