Lompat ke konten

Apa itu Pump and Dump dalam Trading?

Dump and Pump

Secara teoritis, harga sebuah komoditas di pasar apapun -termasuk pasar saham- akan dipengaruhi oleh dua hal yaitu penawaran dan permintaan. Harga akan semakin tinggi apabila permintaan semakin tinggi, begitu pula sebaliknya. 

Apabila diturunkan lagi, permintaan sebuah komoditas dipengaruhi oleh beberapa hal di antaranya:

  1. Pendapatan pembeli.
  2. Harga barang subtitusi atau komplementer. 
  3. Selera pembeli. 
  4. Sentimen atau hal-hal lain yang mempengaruhi persepsi pembeli terhadap barang terkait. 

Faktor 1 dan 2 adalah faktor yang relatif bisa dihitung dan tidak terpengaruh banyak oleh hal-hal abstrak (tidak bisa diperkirakan). Sementara faktor ketiga dan keempat adalah hal-hal yang seringkali tidak bisa diprediksi. 

Pengertian Pump and Dump

Pump and Dump adalah strategi trading ilegal yang bertujuan untuk mengerek harga sebuah saham atau komoditas lainnya dengan mempengaruhi permintaan atas saham atau aset lain tersebut.

Pump and Dump adalah tiga kosa kata Bahasa Inggris yang berarti pompa dan buang. Apabila merujuk pada aktivitas trading, pump and dump dapat dimaknai sebagai tindakan seorang trader memompa harga sebuah saham agar naik lalu membuang saham tersebut setelah harganya naik. 

Umumnya praktek ini dilakukan oleh seorang trader yang cukup berpengaruh terhadap sebuah saham dengan nilai valuasi atau kapitalisasi pasar rendah. Tujuannya adalah supaya harga saham tersebut bisa naik dan ketika harganya naik tersebut dia bisa menjualnya dan mendapatkan keuntungan. 

Praktek dump and pump ini boleh dikatakan sebagai praktik manipulasi harga saham sehingga pada dasarnya strategi ini dilarang oleh bursa efek negara manapun dan apabila ketahuan, trader atau investor terkait bisa dikenakan pelanggaran berat. 

Cara Kerja Pump and Dump

Seperti yang dijelaskan dalam beberapa faktor yang mempengaruhi permintaan terhadap sebuah komoditas, terdapat setidaknya dua faktor abstrak yang bisa dipengaruhi oleh hal-hal yang kurang logis. Dua hal tersebut adalah selera dan sentimen. 

Para trader yang berniat menggoreng saham menggunakan metode pump dan dump lantas memanfaatkan kedua faktor ini. Caranya seperti:

  1. Menghubungi trader atau investor ritel satu-satu untuk membeli saham tertentu dengan mengatakan kalau dia memiliki informasi dari orang dalam atau disebut insider trading
  2. Menyebarkan informasi palsu ke media supaya terbentuk sentimen positif terhadap saham atau perusahaan terkait. 
  3. Bekerjasama dengan influencer media sosial yang sebenarnya masih baru perihal investasi dan meminta dia memasarkan saham tertentu kepada pengikutnya (saham pom-pom). 

Hal ini akan membuat sisi psikologis investor ritel (terutama investor ritel yang kurang berpengalaman) untuk cepat-cepat membeli saham tersebut sehingga permintaan saham itu naik. 

Ketika permintaannya telah naik, maka harga saham pun naik pula. Saat harga saham naik inilah para trader tersebut akan melakukan strategi dump dengan beramai-ramai menjual saham tersebut sehingga harganya turun kembali.

Kemungkinan keberhasilan strategi ini akan semakin besar apabila trader yang menyebarkan informasi tersebut berjumlah banyak atau hanya beberapa orang saja namun mereka adalah orang-orang yang berpengalaman dan dipercaya di bidang ini.

Jenis-Jenis Pump and Dump

Terdapat beberapa skema pump and dump yang perlu Anda ketahui. Skema-skema tersebut adalah:

1. Skema klasik

Dalam skema ini, trader menyebarkan informasi palsu kepada para investor atau trader kecil yang kurang berpengalaman. Caranya bisa saja dengan menelpon investor ritel tersebut satu per satu, mengatakan punya informasi orang dalam atau menyebarkan berita palsu melalui media. 

2. Skema boiler room

Pelaku dump and pump dalam skema ini bukan merupakan trader individu melainkan perusahaan broker. Dalam hal ini perusahaan broker berusaha memasarkan saham yang nilainya dipertanyakan dengan cara yang salah seperti, memanfaatkan influencer yang kurang berpengalaman di bidang keuangan untuk memasarkan saham, membuat promo tidak masuk akal dan lain-lain. 

Ketika strategi ini berhasil dan harga saham naik, perusahaan broker ini lantas menjual saham tersebut untuk mendapatkan keuntungan. Oleh sebab itu, penting bagi investor untuk memilih perusahaan broker terpercaya.

3. Skema salah nomor

Cara ini adalah salah satu skema dump and pump terbaru. Caranya adalah trader menghubungi investor atau trader baru dengan menceritakan kalau dia punya informasi terbaru mengenai sebuah saham dan berpura-pura kalau dia salah menghubungi orang. Pada kenyataannya informasi yang dia katakan adalah salah dan dia sengaja menargetkan investor baru tersebut.

Cara Menghindari Skema Pump and Dump

Kunci dalam menghindari jebakan pump and dump adalah bersifat skeptis (tidak mudah percaya) pada setiap informasi yang ada. Bahkan jika informasi tersebut berasal dari trader atau orang yang Anda percayai atau segani. 

Selain bersikap skeptis, usahakan juga Anda menghindari sikap fear of missing out (FOMO) atau takut ketinggalan. Apabila Anda mendapat berita mengenai sebuah saham baik dari media atau orang yang Anda percaya, pastikan Anda melihat dan menganalisis secara langsung kondisi fundamental dan teknikal perusahaan terkait. 

Kalau Anda masih belum merasa cukup cakap untuk menganalisis sendiri atau masih belum percaya dengan informasi yang disampaikan, lebih baik Anda tidak membeli saham tersebut terlebih dahulu. Ingat, sebuah pepatah menyebutkan bahwa menghindari kerugian lebih baik daripada mengambil keuntungan. 

Saat ini Bursa Efek Indonesia sudah menyediakan mekanisme unusual market activity (UMA) untuk membantu investor dan trader dalam mengenali saham-saham mana yang memiliki aktivitas yang tidak wajar sehingga investor dan trader khususnya investor ritel dapat terhindar dari saham-saham yang digoreng menggunakan skema pump and dump. 

Pump and Dump pada Cryptocurrency

Skema pump and dump tidak hanya bisa terjadi di pasar saham tetapi juga di pasar mata uang kripto. Bahkan pada komoditas digital ini, indikasi pump and dump relatif lebih susah terdeteksi.

Hal ini mengingat bahwa pergerakan harga cryptocurrency sepenuhnya bergantung pada permintaan dan penawaran serta aset ini tidak memiliki aset yang mendasari (seperti fisik perusahaan dan lain-lain). Belum lagi sejauh ini tidak ada otoritas yang khusus menangani perdagangan kripto di Indonesia sebagaimana saham dengan Bursa Efek Indonesia. 

Pada mata uang kripto, trader yang ingin melakukan pump and dump akan memilih mata uang kripto yang memiliki harga rendah (exotic) dan kemudian menimbunnya secara pelan-pelan agar tidak menimbulkan kecurigaan. 

Mereka lalu menginformasikan pada trader baru bahwa harga mata uang tersebut akan naik segera. Saat trader baru mulai membeli mata uang tersebut, trader lama perlahan lahan akan menjualnya sehingga ketika harga memuncak tidak ada lagi orang yang mau membeli mata uang kripto tersebut dan para trader baru lantas membuangnya dengan harga rendah. 

Skema pump and dump membuktikan pentingnya analisis fundamental dan teknikal pada aset apapun entah itu saham atau cryptocurrency. Dengan menganalisis kondisi fundamental dan teknikal saham dengan baik, Anda akan terhindar dari perilaku FOMO dan saham-saham gorengan.

nv-author-image

Farichatul Chusna

Setelah lulus dari Ilmu Ekonomi Universitas Gadjah Mada, Farichatul Chusna aktif sebagai penulis artikel ekonomi, investasi, bisnis, dan keuangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.