Reksa Dana Saham, Ini Penjelasan Lengkapnya

apa itu reksa dana saham

Dalam investasi reksa dana, terdapat empat jenis model yang bisa dipilih: reksa dana saham, reksa dana campuran, reksa dana pendapatan tetap, dan reksa dana pasar uang. Dari keempatnya, jenis pertama memiliki return atau keuntungan yang paling tinggi jika dibandingkan dengan tiga lainnya.

Namun, keuntungan yang tinggi ini juga sejalan dengan risikonya yang besar. Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk berinvestasi dalam jenis reksa dana ini, diperlukan pertimbangan yang cermat sesuai dengan tujuan keuangan yang hendak dicapai. Pada pembahasan berikutnya, akan disajikan apa itu reksa dana saham (equity mutual fund) dan hal-hal yang berkaitan dengannya.

Pengertian Reksa Dana Saham

Reksa Dana Saham adalah jenis reksa dana yang mengalokasikan investasinya untuk membeli saham-saham yang dicatat dalam Bursa Efek Indonesia. Keuntungannya adalah hasil yang akan diperoleh dari kenaikan harga yang dibeli dari bursa.

Secara umum, dalam investasi reksa dana saham, sebesar 80 persen dari keseluruhan dana investasinya akan dialokasikan untuk membeli saham. Kemudian 20 persen sisanya akan dikelola dalam pasar uang. Alokasi dana yang sangat besar untuk saham inilah yang menyebabkan reksa dana memiliki risiko yang relatif lebih besar daripada tiga jenis reksa dana umum lainnya.

Grafik alokasi investasi salah satu reksa dana saham. Mereka menempatkan 95% dana pada saham, dan sisanya pada pasar uang.
Alokasi investasi salah satu reksa dana saham top, berupa ~95% pada saham dan sisanya di pasar uang.

Ketentuan dan Regulasi

Reksa dana saham terdapat beberapa ketentuan yang harus diikuti. Di antaranya adalah saham yang dibeli harus berasal dari perusahaan yang berbadan hukum Indonesia, baik yang terdapat di bursa efek di Indonesia maupun bursa efek di luar negeri. Dengan kata lain, saham yang ingin dibeli harus berasal dari perusahaan yang tercatat di pasar modal.

Dengan aturan ini tentu saja tujuannya adalah untuk melindungi atau menjaga keamanan dari dana yang diberikan oleh pemodal. Pasalnya terdapat prosedur yang ketat dari OJK atau Otoritas Jasa Keuangan yang harus dipenuhi oleh sebuah perusahaan agar dapat mencatatkan sahamnya di bursa efek.

Di samping itu, terdapat beberapa regulasi yang juga ditetapkan oleh OJK untuk melakukan investasi reksa dana. Di antaranya, tidak diperbolehkan membeli saham dari bursa efek luar negeri dimana informasinya tidak memungkinkan untuk diakses dari Indonesia, baik lewat media massa maupun fasilitas internet.

Kemudian dalam membeli suatu saham hanya diizinkan untuk berinvestasi sebesar 10 persen dari nilai aset reksa dana yang dimiliki. Selain itu, dalam membeli saham sebuah perusahaan tidak diperkenankan untuk lebih dari 5 persen dari keseluruhan modal perusahaan tersebut.

Kelebihan dan Kekurangan Reksa Dana Saham

Faktor utama dalam menilai sebuah reksa dana salah satunya memang return atau keuntungan yang ditawarkan. Dalam hal ini, hal tersebut adalah keunggulan dari reksa dana ini yang memang memiliki tingkat keuntungan yang paling tinggi dibandingkan dengan tiga jenis reksa dana lainnya. Secara umum memang ini menawarkan keuntungan paling baik.

Sebagai ilustrasi, dalam setiap tahunnya beberapa perusahaan investasi reksa dana saham menawarkan keuntungan lebih dari 20 persen untuk para investornya. Hal ini berarti bahwa dalam 5 tahun selanjutnya keuntungan yang bisa didapatkan akan mencapai angka 100 persen. Keuntungan yang sangat besar tentunya. Keuntungan yang besar inilah yang kemudian membuat banyak orang tertarik untuk melakukan investasi pada jenis reksa dana ini.

Namun, harus diingat bahwa terdapat kekurangan berupa risiko yang tergolong paling tinggi dibandingkan tiga jenis reksa dana lainnya. Kekurangan ini bisa Anda atasi dengan menerapkan diversifikasi yang baik, contohnya mengimbanginya dengan aset aman lain seperti emas atau obligasi.

Risiko yang Perlu Diperhatikan

Dalam ilmu keuangan dikenal sebuah teori yang menyatakan bahwa high risk berarti high return. Keuntungan besar diperoleh dengan risiko yang besar pula. Apabila dikaitkan dengan reksa dana saham, maka keuntungan besar yang ditawarkannya sejalan dengan tingginya tingkat risiko yang dimilikinya.

Keuntungan yang tinggi memiliki konsekuensi risiko yang tidak kecil pula. Termasuk ke dalam risiko juga adalah fluktuasi return yang bisa bergerak sangat tajam, bahkan sampai mencapai level paling rendah. Salah satu contohnya adalah saat terjadi krisis keuangan pada tahun 2008.

Pada tahun tersebut, banyak saham yang akhirnya berjatuhan. Beberapa nilai pada saat itu mengalami tingkat penurunan yang sangat tajam. Bahkan di antaranya ada yang sampai menggerus nilai pokok dari sebuah investasi.

Kemudian nilai risiko juga dapat dilihat dari angka risiko tahunan yang dihasilkan. Beberapa perusahaan reksa dana saham yang memberikan tingkat keuntungan yang tinggi juga menunjukkan adanya angka rata-rata risiko yang cukup tinggi pula, yakni dalam kisaran 20 persen.

Dengan risiko yang tingginya mencapai angka 20 persen itu, ini berarti bahwa return atau keuntungan yang bisa didapatkan juga akan mengalami fluktuasi. Keuntungan bisa naik ke atas menjadi sebesar 20 persen atau turun ke bawah sebesar 20 persen pula dari nilai rata-ratanya.

Oleh karena itu, apabila Anda tertarik untuk melakukan investasi di reksa dana, sebaiknya faktor risiko ini juga harus dipertimbangkan. Dalam hal ini, salah satu langkah yang bisa dilakukan ketika pasar sedang tidak stabil adalah dengan tidak melakukan penjualan unit saham dengan terburu-buru. Pasalnya hal ini dapat mendatangkan kerugian yang tidak diinginkan.

Perbedaan Reksa Dana dan Saham

Dalam reksa dana, pihak yang mengelola adalah manajer investasi. Sebagai seorang investor, Anda menyerahkan sejumlah dana kepada pihak manajer investasi. Selanjutnya mereka yang akan menentukan apa saja jenis saham yang baik untuk dibeli dan dijual kembali. Dalam hal ini, Anda tidak mengeluarkan keputusan apa pun terkait investasi jual beli saham.

Sementara pada saham pihak yang mengelola adalah Anda sendiri. Anda dapat menentukan apa saja jenis saham yang ingin dibeli juga jenis saham apa yang harus dijual. Dengan kata lain, keputusan mengenai jual beli saham sepenuhnya berada di tangan Anda sebagai seorang investor saham.

Di samping itu, karena pengelolaan jual beli saham dalam investasi reksa dana dijalankan oleh pihak ketiga, yakni manajer investasi, sebagai pihak investor, ada biaya pengelolaan yang harus Anda bayarkan kepada mereka. Sementara dalam saham, tidak diperlukan biaya pengelolaan investasi karena jual beli saham sepenuhnya dijalankan oleh Anda.

Berinvestasi di Reksa Dana Saham

Dengan melihat keuntungan dan risikonya, jenis investasi reksa dana ini dianggap sangat cocok untuk para investor yang mempunyai profil risiko agresif. Dalam arti, investor yang ingin mendapatkan keuntungan dalam jangka panjang. Mereka tidak ingin terburu-buru melepas asetnya meskipun terdapat potensi keuntungan penjualan dalam jangka pendek.

Dengan kata lain, investasi ini sangat sesuai untuk investor yang mengharapkan keuntungan dalam jangka waktu 5 sampai 10 tahun ke depan.

Top 10 Reksa Dana Saham dengan rating barometer terbaik menurut Bareksa.

Demikianlah beberapa hal mendasar yang perlu Anda ketahui dalam melakukan investasi reksa dana saham. Dibandingkan jenis-jenis reksa dana lainnya, reksa dana satu ini memang memiliki return yang paling tinggi. Namun yang perlu diwaspadai adalah adanya risiko yang lebih besar juga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *