Mengenal Reksa Dana Pasar Uang Secara Lebih Dalam

RDPU - Reksa dana pasar uang

Pertumbuhan industri reksa dana di tanah air makin menarik dari hari ke hari. Sesuai data yang dikeluarkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), total dana yang masuk ke bisnis reksa dana pada tahun 2019 lalu saja berada di besaran Rp.520 triliun. Sementara di tahun sebelumnya hanya Rp507 triliun yang artinya meningkat 2,49 %. Termasuk produk reksa dana yang menawarkan perkembangan mencolok yaitu reksa dana pasar uang (RDPU). Mari lebih mengenal investasi reksa dana pasar uang dari penjelasan berikut.

Gambaran Umum Reksa Dana Pasar Uang

Reksa dana pasar uang adalah varian reksa dana dimana seluruh uang dai investor ditempatkan dalam beberapa instrumen berikut: deposito berjangka, Sertifikat Bank Indonesia (SBI), serta obligasi dengan jatuh tempo kurang dari 1 tahun.

Reksa dana ini tak dikenakan fee pembelian ataupun penjualan. Selain itu, reksa dana tipe ini pun menjanjikan kemungkinan imbal hasil yang lebih besar dibanding rekening tabungan ataupun rekening koran.

Ditinjau dari level resiko, jenis reksa dana ini sesuai dipilih para investor yang mempunyai profil risiko konservatif yang tidak bersedia mengalami penyusutan modal secara mencolok di portofolio investasi yang dimiliki. Lazimnya, reksa dana pasar uang menawarkan tingkat return kurang dari reksa dana pendapatan tetap, akan tetapi agak lebih besar daripada bunga deposito bank.

Reksa dana pasar uang hendaknya dimasukkan dalam portofolio investasi investor tanpa memandang profil risiko yang dimiliki. Setidaknya ada dua sebab mengapa hal itu harus dilakukan investor. Pertama, reksa dana pasar uang menempatkan modal investor di instrumen investasi jangka pendek yang rendah risiko, dengan begitu bisa sebagai sarana yang tepat memarkirkan dana yang menganggur. Alasan kedua adalah keuntungan reksa dana pasar uang yang menawarkan likuiditas, yaitu gampang diuangkan. Setiap reksa dana memerlukan waktu dalam pengambilan, dimana reksa dana pasar uang adalah jenis yang tercepat cair.

pros & cons reksa dana pasar uang
Kerugian dan keuntungan berinvestasi di reksa dana pasar uang

Rekomendasi Reksa Dana Pasar Uang Terbaik

Memang ada cara investasi reksa dana pasar uang yang ada di pasaran. Namun, berhati-hatilah dalam memilih manajer investasi untuk dipercayakan uang Anda. Rekomendasi berikut ini adalah reksa dana dengan track record 3 tahun terbaik sekaligus profitable:

  • Mega Dana Kas Syariah – reksa dana keluaran perusahaan Manajer Investasi PT Mega Capital Investama ini mampu menawarkan return hingga 36,34% di tiga tahun terakhir. Target utama menanamkan dana di reksa dana ini yaitu untuk menghasilkan likuiditas tinggi dalam memenuhi kebutuhan uang cash investor, dan juga menghasilkan penghasilan yang dapat diandalkan berdasarkan kaidah syariah Islam.
  • Cipta Dana Tunai – reksa dana yang diluncurkan PT Ciptadana Asset Management dengan return mencapai 31,73% pada tiga tahun belakangan. Target utama investasi ini yaitu mendapatkan perkembangan dana jangka pendek. Oleh karena itu reksa dana ini pas untuk investor yang menghendaki perkembangan dananya dengan selalu menjaga jumlah investasi awal ditambah likuiditas tinggi untuk keperluan uang cash jangka pendek. PT Ciptadana Asset Management adalah manajer investasi yang cukup berpengalaman.
  • PNM Puas – reksa dana dari PT PNM Investment Management ini mampu menghasilkan return 184,37% di tiga tahun belakangan. Sasaran investasi reksa dana ini yaitu memperoleh peningkatan besaran investasi yang bersaing sehingga portofolio investasi pun akan beragam. Dengan begitu risiko yang dibawa akan cukup kecil. Paling banyak 100% dana akan diinvestasikan ke instrumen pasar uang atau surat utang dengan jatuh tempo kurang dari 12 bulan, apakah itu denominasi rupiah ataupun asing. Paling banyak 20% dana dialokasikan untuk kelas aset kas maupun setara kas.
  • Sucorinvest Money Market Fund – reksa dana dari PT Sucorinvest Asset Management dapat menghasilkan return 22,44% di tiga tahun belakangan ini. Investasi reksa dana ini memilik tujuan menghasilkan likuiditas tinggi dalam mencukupi kebutuhan uang cash dengan waktu singkat dan juga menawarkan besaran pendapatan investasi yang mengesankan. Penempatan aset yang dikelola Sucorinvest Money Market Fund yaitu: 57,81% untuk obligasi yang mempunyai waktu jatuh tempo di bawah satu tahun, serta 42,19% di deposito ataupun aset setara kas lainnya.

Untuk dimengerti bersama bahwa untuk investor atau calon investor yang hendak menanamkan investasi berupa reksa dana pasar uang tentu mesti cermat dalam memilihnya. Berbagai pilihan jenis reksa dana terbaik umumnya memakai tiga indikator penting, ialah return (imbal hasil), besaran sharpe ratio, serta konsistensi imbal hasil reksa dana  mengungguli indeks acuannya. Imbal hasil reksa dana dapat diketahui dari meningkatnya harga yaitu nilai aktiva bersih (NAB) per unit. Imbal hasil yang makin besar menunjukkan profit yang dihasilkan reksa dana bagi investor yang membelinya.

Untuk kalangan investor ahli, pemanfaatan metode sharpe ratio sudah sangat umum. Metode tersebut difungsikan dalam menghitung kelebihan pengembalian atau istilahnya excess in return kemudian dibagi unit deviasi dari aset investasi. Dengan begitu investor bisa menyelaraskan kinerja investasi pada tingkat risiko yang dibawa. Makin besar angka sharpe ratio, mengindikasikan jika performa sebuah portofolio itu makin bagus. Demikian juga kebalikannya, makin kecil angka sharpe ratio, mengindikasikan prestasi suatu portofolio makin jelek.

Sinyal lain yang juga penting yaitu kestabilan reksa dana ketika mengungguli indeks acuan yang umum digunakan. Konsistensi tersebut dihitung berupa persentase. Misalnya, reksa dana pasar uang menerapkan acuan yaitu indeks reksa dana pasar uang. Makin kerap imbal hasil reksa dana untuk satu tahun belakangan dapat mengungguli imbal hasil dari indeks tadi maka makin besar juga nominal yang diperoleh dari reksa dana pasar uang itu. Ada beberapa pilihan indeks reksa dana pasar uang sebagai acuan misalnya indeks yang dikeluarkan Infovesta yaitu Indeks Reksa Dana Pasar Uang (IRDPU).

Instrumen Pasar Uang di Indonesia

Sampai saat ini ada 8 instrumen pasar uang yang lazim dipilih untuk menempatkan dana pada reksa dana pasar uang yaitu :

  • Sertifikat Bank Indonesia (SBI): dikeluarkan Bank Indonesia dalam memperkuat stabilitas uang yang beredar. SBI punya jangka waktu maksimal 1 tahun.
  • Surat Berharga Pasar Uang (SBPU): diterbitkan bank umum apabila pihak bank memang sedang membutuhkan likuiditas. SBPU cuma bisa dijual ke BI.
  • Surat Perbendaharaan Negara (SPN): Surat pengakuan utang yang diterbitkan negara, dengan denominasi Rupiah dan juga Valuta asing dengan jangka waktu hingga 12 bulan dimana pemberian bunga dilakukan secara diskonto.
  • Sertifikat Deposito: dikeluarkan oleh bank yang dijamin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
  • Surat Berharga Komersial atau Commercial Paper : adalah surat promise tanpa jaminan yang dikeluarkan perusahaan kemudian diperjualbelikan lewat bank maupun perusahaan efek.
  • Call Money: aktifitas pinjam-meminjam uang antar bank ketika proses kliring di Bank Indonesia.
  • Repurchase Agreement (REPO): Transaksi jual-beli surat berharga diikuti perjanjian jika penjual bersedia membeli kembali surat berharga yang dijual itu di tanggal dan harga yang sudah disepakati. REPO pun bertindak layaknya secured loan, dengan memanfaatkan instrumen SUN, Obligasi korporasi, SBI maupun Saham untuk jaminannya.
  • Banker’s Acceptance: sebuah instrumen pasar uang yang difungsikan dalam menyediakan kredit untuk eksportir maupun importir guna melunasi sejumlah barang atau menebus valuta asing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *