Lompat ke konten
Daftar Isi

Daftar Saham Transportasi & Logistik Terbaik di BEI (2023)

Daftar Saham Transportasi & Logistik Terbaik di BEI

Per Januari 2023, saham PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk kembali bisa diperdagangkan setelah terkena suspensi selama 1,5 tahun sejak Juni 2021. Kembalinya saham kode GIAA ini ke peredaran merupakan hasil restrukturisasi perusahaan pelat merah tersebut pasca covid19. Restrukturisasi ini dibuktikan dengan penerbitan obligasi dan sukuk baru pada Desember 2022 lalu.

Kembalinya saham GIAA ke pasaran juga menjadikan PT. Garuda Indonesia sebagai perusahaan sektor transportasi dan logistik dengan nilai kapitalisasi pasar terbesar di indeks IDX Trans. Tercatat perusahaan yang satu ini memiliki nilai market cap sebesar 9.15 triliun rupiah. Pasca dibuka dengan harga 204 rupiah per lembar, saham Garuda Indonesia sempat naik hingga 224 rupiah per lembar. Akan tetapi, ketika tulisan ini dibuat, saham perusahaan BUMN tersebut dijual dengan harga 106 rupiah per lembar.

Namun pada artikel berikut ini, penulis tidak akan memasukkan saham perusahaan pelat merah tersebut karena perusahaan ini baru memulai dari awal setelah 1,5 tahun terkena suspensi dan berbagai rekam jejak kurang baik sebelumnya. Sebagai gantinya, berikut ini beberapa saham transportasi dan logistik yang patut untuk Anda pertimbangkan pada tahun 2023 ini:

1. Mineral Sumberdaya Mandiri Tbk (AKSI)

Mineral Sumberdaya Mandiri Tbk adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang investasi. Perusahaan ini masuk ke dalam list ini karena dia merupakan pemilik saham terbesar di PT Rezki Batulicin Transportasi, sebuah perusahaan transportasi batubara yang terletak di Batulicin, Kalimantan Selatan. 

Mineral Sumberdaya Mandiri Tbk sendiri awalnya merupakan perusahaan sekuritas yang berdiri pada tahun 1990 dengan nama PT Asia Kapitalindo. Setelah sempat beberapa kali ganti nama dan bidang usaha, perusahaan ini lantas mantab di bidang investasi dan berganti nama menjadi Mineral Sumberdaya Mandiri Tbk pada akhir 2021 lalu. 

2. Adi Sarana Armada Tbk (ASSA)

Rekomendasi saham transportasi yang kedua adalah Adi Sarana Armada Tbk. Perusahaan ini bergerak di bidang jual beli dan sewa kendaraan bermotor terintegrasi, mulai dari sewa kendaraan untuk logistik, jasa penyedia driver berpengalaman, hingga baru-baru ini mengembangkan jasa kurir dengan merk AnterAja. 

Didirikan pada tahun 1999, kini Adi Sarana Armada Tbk diperkirakan memiliki 26.278 unit kendaraan, 18 kantor cabang dan 26 kantor perwakilan yang tersebar di seluruh Indonesia. Jumlah ini belum termasuk mobil bekas yang diperjualbelikan secara daring melalui website resmi perusahaan ini.

Dengan jangkauan bisnis yang luas dan klien dari kalangan individu maupun bisnis, Analisis dari Henan Putihrai Sekuritas dan Sucor Sekuritas memperkirakan bisnis ASSA akan semakin berkembang seiring dengan perbaikan kondisi ekonomi dan perkembangan dunia e-commerce di Indonesia (Bisnis).

3. Blue Bird Tbk (BIRD)

Boleh dibilang Blue Bird adalah merk penyedia jasa taksi offline yang paling terkenal di Indonesia. Meskipun beberapa sumber menyebutkan bahwa Blue Bird berdiri pada tahun 2001, namun sejarah perusahaan ini bisa ditelusuri hingga tahun 1960-an ketika Mutiara Fatimah, beserta dua anaknya, Chandra Suharto dan Purnomo Prawiro mendirikan sebuah taksi tanpa argo pertama kali. 

Hingga akhir tahun 2021, diperkirakan Blue Bird memiliki  20.000 armada dan 23.000 karyawan yang beroperasi pada 48 pool di 18 kota di seluruh Indonesia. Tidak hanya taksi, perusahaan ini juga mengembangkan layanannya di bidang transportasi lain, seperti penyewaan taksi eksekutif dan Limousin, penyediaan bus dan berbagai kendaraan logistik serta properti. Tidak dapat dipungkiri lagi bahwasanya Blue Bird dapat bertahan hingga kini karena terus berinovasi. 

4. Temas Tbk (TMAS)

Temas Tbk (TMAS) adalah perusahaan yang bergerak di bidang shipping logistik dan pelayaran di Indonesia. Perusahaan ini melayani angkut penumpang, kargo dan hewan serta bongkar muat barang di pelabuhan. Temas Tbk didirikan oleh Wong Chau Lin dan Koentojo pada tahun 1987 dengan KM. Latoa sebagai kapal pertama. 

Hingga 34 tahun setelah didirikan, perusahaan ini kini mengelola 40.458 peti kemas, 47 unit kapal dengan kapasitas 23.589 TEUs, 380.123 DWT serta memiliki 5 anak usaha. 5 anak usaha ini beroperasi secara terintegrasi mulai dari bongkar muat barang, manajemen awak kapal hingga pengelolaan peti kemas dan kapal itu sendiri. Temas Tbk juga menjadi salah satu perusahaan logistik dengan nilai kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia

5. Samudera Indonesia Tbk (SMDR)

SMDR adalah perusahaan penyedia jasa shipping terintegrasi di Indonesia. Tidak hanya melayani transportasi laut dan segala kebutuhan yang menyertainya, SMDR juga melayani distribusi produk menggunakan transportasi darat. Mulai pada tahun 2020, layanan SMDR juga tidak hanya berada di Indonesia saja, melainkan juga perusahaan ini telah membuka layanan distribusi darat di Malaysia. 

Samudera Indonesia Tbk didirikan pada tahun 1964 dan baru IPO pada tahun 1999. Hingga 57 tahun lebih didirikan, nilai kapitalisasi pasar perusahaan ini diperkirakan lebih dari 8 triliun rupiah dan merupakan salah satu perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar di bidang transportasi dan logistik.

6. AirAsia Indonesia Tbk (CMPP)

Tentu Anda sudah mengenal perusahaan maskapai penerbangan yang satu ini. AirAsia merupakan perusahaan maskapai penerbangan low-budget yang didirikan di Malaysia pada tahun 1993  dan mengoperasikan berbagai rute penerbangan baik itu lokal maupun internasional. AirAsia sendiri mulai masuk di Indonesia pada kisaran tahun 2002-2005 dengan mengakuisisi maskapai lokal PT AWAIR International. 

Selain usaha penerbangan, AirAsia Group beserta seluruh anak usahanya juga menyediakan usaha yang terkait dengan transportasi udara tersebut, seperti penanganan bagasi, kebandarudaraan, hingga layanan konsumsi. Meskipun industri penerbangan adalah salah satu industri yang paling terpukul covid19, namun perusahaan yakin bisa tumbuh lebih baik kedepannya. 

8. Transcoal Pacific Tbk (TCPI)

PT. Transcoal Pacific Tbk (TCPI) adalah perusahaan penyedia jasa penyewaan kapal dan pengangkutan barang. Perusahaan ini berdiri pada tahun 2007, memulai operasinya pada tahun 2008 dan pada tahun 2018 resmi listing di Bursa Efek Indonesia. 

Saat ini TCPI menyediakan layanan lengkap di bidang transportasi logistik dan pelayaran, mulai dari pengangkutan batubara hingga pengangkutan dan penanganan distribusi minyak (oil barges). Untuk mendukung operasinya, perusahaan ini mengoperasikan lebih dari 170 kendaraan dan alat berat baik yang dimiliki sendiri maupun dengan menyewa dari perusahaan lain. 

9. Humpuss Intermoda Transportasi Tbk  (HITS)

Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS) adalah perusahaan yang bergerak di bidang transportasi, khususnya transportasi produk-produk energi, seperti LNG, minyak dan lain sebagainya. Perusahaan ini berdiri pada tahun 1993 dan mulai listing di bursa 4 tahun kemudian. 

Layanan yang diberikan oleh perusahaan ini mulai dari shipping produk-produk energi, seperti minyak dan LNG, shipping produk-produk bahan kimia lainnya hingga penyedia jasa pelatihan kru logistik terbaik. 

10. Sillo Maritime Perdana Tbk (SHIP)

Sillo Maritime Perdana Tbk adalah perusahaan yang bergerak di bidang transportasi produk-produk energi, seperti minyak dan gas. Didirikan pada tahun 1989, awalnya perusahaan ini merupakan agen dari perusahaan internasional. Lambat laun, perusahaan pun berubah dengan mulai memiliki kapal sendiri pada tahun 2008. Saat ini, perusahaan telah mengoperasikan 15 kapal dan berbagai alat berat pendukung operasi, seperti tug boats, crew boat, self-propelled oil barge (SPOB), floating storage offloading (FSO), utility vessel dan liquified gas carrier.

Seiring dengan membaiknya kondisi perekonomian Indonesia dan dunia, diharapkan kinerja bisnis dan saham sektor ini juga membaik. Hanya saja, perbaikan kondisi eksternal tersebut tidak akan berdampak pada bisnis, apabila kinerja perusahaan tidak didukung dengan manajerial yang baik pula.

nv-author-image

Farichatul Chusna

Setelah lulus dari Ilmu Ekonomi Universitas Gadjah Mada, Farichatul Chusna aktif sebagai penulis artikel ekonomi, investasi, bisnis, dan keuangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *