Lompat ke konten
Daftar Isi

7 Sekuritas Saham Luar Negeri di Indonesia (2022)

berdagang saham

Dengan jumlah penduduk lebih dari 270 juta jiwa dan 80%-nya merupakan generasi muda, maka tidak heran kalau pasar modal Indonesia diminati oleh Warga Negara Asing. Warga Negara Asing ini bisa masuk dengan menjadi investor di Bursa Efek Indonesia maupun dengan mendirikan perusahaan sekuritas di negeri ini. 

Berikut ini 7 perusahaan sekuritas saham yang berasal dari luar negeri dan memiliki cabang di Indonesia:

1. Mirae Asset Sekuritas

Mirae Asset Sekuritas adalah salah satu perusahaan efek dengan jumlah transaksi terbesar di Indonesia. Perusahaan ini merupakan cabang dari Mirae Asset Financial Group, sebuah group perusahaan keuangan yang lahir pada tahun 1997 di Korea Selatan. Pada akhir tahun 2021 saja perusahaan ini berhasil mencatatkan nilai transaksi sebesar 14,39% dari transaksi saham di seluruh Indonesia.

Hal ini bukan dengan tanpa alasan. Perusahaan yang dulunya bernama Daewoo Securities Indonesia ini menawarkan biaya transaksi rendah dan pilihan akun investasi dan trading yang lengkap. Hanya dengan biaya 0,08% hingga 0,25% per transaksi, Anda sudah bisa trading dan berinvestasi saham menggunakan jasa perusahaan ini. Mirae Asset Sekuritas juga menawarkan 4 akun trading dan investasi yaitu akun reguler, akun syariah, akun margin dan akun day trading untuk Anda yang suka trading harian. 

2. BNP Paribas

Perusahaan efek yang berasal dari jaringan perusahaan asing selanjutnya adalah PT BNP Paribas Sekuritas Indonesia. Perusahaan ini merupakan anak usaha dari BNP Paribas S.A, sebuah perusahaan keuangan dunia yang berasal dari Prancis. Selain di Indonesia, institusi ini juga memiliki cabang di 64 negara lainnya. 

Di Indonesia sendiri BNP Paribas memiliki tiga lini bisnis yang saling berkesinambungan yaitu PT BNP Paribas Sekuritas Indonesia yang melayani investasi saham dan menjadi underwriter perusahaan dan BNP Paribas Asset Management yang menerbitkan dan mengelola beberapa produk reksa dana serta 1 Bank BNP Sekuritas.

3. PT Credit Suisse Sekuritas Indonesia

Mari sedikit beranjak dari Prancis ke Swiss. Pada tahun 1856 salah satu lembaga keuangan terbesar di Swiss dan Eropa didirikan dengan nama Credit Suisse. Lini bisnis perusahaan tersebut ada 4 yaitu: Wealth Management, Investment Bank, Swiss Bank and Asset Management. Kini, Credit Suisse tidak hanya beroperasi di Switzerland saja, melainkan juga di seluruh dunia termasuk Indonesia. 

Perusahaan ini mulai masuk pasar Indonesia pada tahun 1997 tapi baru berdiri secara lengkap dan memiliki izin untuk menjadi perusahaan penjamin emisi efek (underwriter) pada tahun 2002 dengan nama PT Credit Suisse First Boston Indonesia. 20 tahun sejak resmi masuk Indonesia, perusahaan ini sejauh ini masih melayani investor institusi saja. 

4. PT Goldman Sachs Indonesia Sekuritas

Nama Goldman Sachs pasti sudah tidak asing di telinga pegiat industri keuangan di Indonesia. The Goldman Sachs Group, Inc adalah perusahaan keuangan asal Amerika Serikat yang didirikan pada tahun 1869. Menurut data dari Statista, Goldman Sachs merupakan perusahaan investment banking dengan pendapatan terbesar kedua di dunia setelah JP Morgan. 

Meskipun sudah berusia lebih dari 100 tahun, namun perusahaan ini sendiri baru membuka cabang di Indonesia pada tahun 2014. Hingga saat ini layanan utama PT Goldman Sachs Indonesia Sekuritas di Indonesia masih hanya sebagai perusahaan penjamin emisi efek (underwriter) sehingga belum tersedia untuk investor ritel. 

5. JP Morgan Sekuritas Indonesia

Berbeda dengan Goldman Sachs, JP Morgan sudah ada di Indonesia sejak tahun 1968. Sejak saat itu perusahaan asal Amerika Serikat ini telah menyediakan layanan investment banking dan commercial banking untuk emiten sektor private maupun publik di Indonesia. Tidak hanya di Indonesia, JP Morgan sejak tahun 1872 juga telah ada di pasar Asia Pasifik (APAC) dan kini memiliki 17 cabang di negara-negara kawasan ini. 

Sama seperti Goldman Sachs dan beberapa perusahaan sekuritas asing lainnya di Indonesia, sejauh ini klien JP Morgan Sekuritas baik itu dari sektor investasi maupun  banking hanya sebatas investor institusi saja termasuk pemerintah. 

6. HSBC Sekuritas Indonesia

Tidak dapat dipungkiri bahwasanya HSBC adalah salah satu institusi keuangan yang paling tua di Asia Pasifik. Didirikan sebagai bank dengan nama The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited, perusahaan ini didirikan pada tahun 1865 di Hongkong untuk memfasilitasi perdagangan antara orang-orang Eropa dan Asia (khususnya Shanghai). 

Seiring dengan berjalannya waktu, perusahaan ini kini tidak hanya bergerak di bidang perbankan saja melainkan juga merambah ke bagian industri keuangan lainnya secara luas. Termasuk diantaranya adalah mendirikan HSBC Sekuritas Indonesia. Menurut beberapa sumber, perusahaan sekuritas ini berdiri pada tahun 1989 dengan nama PT Wardley James Capel Indonesia. Namun, perusahaan ini baru mendapatkan izin untuk menjadi perusahaan perantara perdagangan efek dan perusahaan penjamin emisi pada tahun 1992. 

7. DBS Vickers Sekuritas Indonesia

Selain HSBC, perusahaan perbankan lainnya yang mendirikan perusahaan sekuritas di Indonesia adalah Bank DBS. Bank yang didirikan oleh pemerintah Singapura pada tahun 1968 dengan nama The Development Bank of Singapore Limited ini memiliki anak perusahaan yang bernama DBS Vickers Securities Holdings Pte., Ltd. Anak perusahaan inilah yang membawahi lini bisnis sekuritas Bank DBS di Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara lainnya. 

DBS Vickers Sekuritas Indonesia mendapatkan lisensi untuk menjadi perusahaan penjamin emisi efek (underwriter) dan perantara perdagangan efek (broker-dealer) masing-masing pada tahun 1992 dan 1995. Menurut beberapa sumber, perusahaan ini juga sempat memiliki lisensi untuk menjadi manajer investasi, namun karena satu dan lain hal lisensi tersebut dikembalikan kepada pemerintah. 

Nah, itu tadi beberapa perusahaan sekuritas saham yang berasal dari luar negeri. Karena lingkup bisnis yang luas, tidak semua perusahaan sekuritas di atas menyediakan layanan online trading dan pembelian saham oleh investor ritel. 

Perlu diketahui juga bahwasanya, meskipun perusahaan di atas merupakan cabang dari perusahaan luar negeri, akan tetapi belum tentu mereka memiliki layanan jual beli saham yang listing di negara asal perusahaan induk mereka.

nv-author-image

Farichatul Chusna

Setelah lulus dari Ilmu Ekonomi Universitas Gadjah Mada, Farichatul Chusna aktif sebagai penulis artikel ekonomi, investasi, bisnis, dan keuangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *