8 Tips Agar Pengajuan Kartu Kredit Disetujui

Tips mengajukan kartu kredit

Metode pembayaran yang berkembang pesat membuat uang tunai bukan satu-satunya alat pembayaran yang sah. Saat ini peranan uang tunai dalam bertransaksi dapat digantikan oleh kartu kredit, sehingga tidak berlebihan jika CC disebut sudah merupakan kebutuhan bagi jual beli jaman modern.

Kartu kredit CIMB Niaga
Menggunakan tips di bawah, pengajuan kartu kredit kami disetujui oleh pihak bank penerbit.

Kemudahan, kenyamanan, dan berbagai keuntungan yang ditawarkan kartu kredit membuat masyarakat tertarik menggunakan kartu ini. Namun, tidak semua orang bisa mendapatkan credit card dengan mudah. Banyak orang yang mengajukan penerbitan kartu kredit namun ditolak hingga berkali-kali.

Tips Agar Pengajuan Kartu Kredit Disetujui

Sebelum mengajukan penerbitan kartu kredit, sebaiknya perhatikan tips di bawah ini agar aplikasi Anda disetujui:

1. Pastikan Riwayat Kredit Bersih

Riwayat kredit yang baik merupakan faktor paling penting agar kartu kredit disetujui.

Kartu kredit pada dasarnya adalah kartu utang. Segala fasilitas yang Anda nikmati dari sekeping kartu ini akan ditagihkan kepada Anda berikut bunganya, sesuai jangka waktu yang telah disepakati. Untuk itu, penerbit kartu kredit tentu akan menguji kelayakan dan kemampuan Anda dalam menanggung segala utang yang timbul nantinya.

Ketika Anda mengajukan kredit, yang pertama dilihat oleh penerbit kartu kredit adalah Informasi Debitur Individual (IDI). IDI adalah catatan riwayat kredit yang dimiliki seseorang, yang mencatat lancar atau macetnya pembayaran kredit (kolektibilitas). IDI bisa didapatkan dari Bank Indonesia (BI) sebagai pengelola Sistem Informasi Debitur (SID).

IDI akan menunjukkan kredibilitas seorang nasabah. Jika Anda memiliki riwayat kredit yang buruk sebelumnya, misalnya cicilan yang bermasalah, hal ini bisa menghambat Anda untuk mendapatkan kartu kredit. Pastikan Anda memiliki catatan kredit yang bersih sebelum memutuskan apply ke bank.

Jika Anda punya riwayat kredit yang tak terlalu bersih namun ingin tetap memiliki kartu kredit, Anda bisa coba mengajukan secured credit card (kartu kredit yang dilindungi). Prosesnya tidak membutuhkan analisa kredit, namun Anda wajib menjaminkan sejumlah uang kepada penerbit kartu. Jumlah uang yang Anda jaminkan berpengaruh terhadap limit secured credit card yang Anda miliki.

2. Perhatikan Riwayat Cash flow 3 Bulan Terakhir

Kredibilitas calon nasabah tidak hanya dinilai dari IDI, tetapi bank juga akan melihat riwayat cash flow Anda selama 3 bulan terakhir. Cash flow secara sederhana dimaknai perputaran dana dalam rekening bank Anda.

Dalam menyetujui kartu kredit, bank akan melihat jumlah pemasukan, pengeluaran, dan saldo tertinggal dalam rekening Anda. Jika pemasukan Anda lebih banyak daripada pengeluaran, tentu ini adalah hal positif untuk kredibilitas Anda. Apabila dalam 3 bulan terakhir cash flow Anda sehat dan dianggap mencukupi untuk berkomitmen terhadap kredit, kemungkinan besar kartu kredit Anda akan terbit.

3. Usahakan Tempat Tinggal Tetap

Pekerja profesional saat ini banyak yang bekerja di luar kota kelahirannya, sehingga alamat domisili tidak sesuai dengan KTP. Sebenarnya hal ini tidak masalah, asalkan Anda bisa meyakinkan pihak bank bahwa alamat domisili Anda tidak fiktif. Alamat tinggal penting bagi pihak bank supaya mereka mudah menemukan keberadaan Anda jika sewaktu-waktu terdapat masalah pada perkreditan Anda.

Akan lebih meyakinkan jika nomor telepon yang Anda berikan untuk keperluan verifikasi adalah telepon fixed line (nomor telepon rumah tetap). Jika sewaktu-waktu bank ingin melakukan survei ke tempat tinggal Anda, pastikan orang yang tinggal serumah dengan Anda diberi tahu bahwa Anda berkepentingan mengajukan kredit.

4. Pilih Bank yang Tepat

Beberapa bank terkenal “pelit” menyetujui kartu kredit bagi nasabah pemula. Terdapat banyak keluhan konsumen yang pengajuan CC-nya ditolak. Memang, credit card paling bagus biasanya memiliki persyaratan ketat dalam seleksi pengguna.

Namun, ada pula bank yang memiliki tingkat approval tinggi pada aplikan yang pertama kali mengajukan CC. Anda bisa memilih bank-bank seperti ini. Namun pastikan bahwa jenis kartu kredit dan segala pembiayaan yang timbul sesuai dengan kondisi dan kebutuhan Anda.

Agar permohonan kartu kredit lebih mudah disetujui, Anda sebaiknya mengajukannya pada bank yang digunakan kantor untuk membayar payroll. Selain menambah kredibilitas dengan statement tidak langsung mengenai pekerjaan Anda, bank yang telah bekerja sama dengan kantor akan lebih mudah memantau cash flow Anda, hal yang sangat penting dalam pengajuan kartu kredit. Tidak usah pusing, gunakan tips memilih kartu kredit dalam menentukan bank mana yang Anda pilih.

Jika Anda tidak suka mengajukan ke bank yang sama dengan payroll kantor, Anda bisa menyetor aplikasi permohonan kartu kredit ke bank yang sama tempat Anda menabung. Status nasabah kemungkinan akan memudahkan aplikasi Anda disetujui.

Kalau Anda berencana mengajukannya ke bank tempat Anda menyimpan uang, Anda bisa memanfaatkan program Member Get Member (MGM) yang biasanya diberikan bank kepada nasabah mereka. Apalagi jika keluarga, teman, atau rekan kerja Anda juga nasabah dan memiliki kartu kredit di bank tersebut. Mintalah rekomendasi dari mereka agar pengajuan kartu kredit Anda lebih mudah disetujui.

Bank yang sedang mengadakan promosi penerbitan kartu kredit juga kemungkinan lebih sering menyetujui aplikasi yang masuk ke mereka pada masa promosi.

5. Miliki Status Profesional

Penerbit kartu kredit lebih suka menerima pemohon yang memiliki status profesional tertentu, dalam artian memiliki pekerjaan dan gaji tetap di sebuah institusi. Hal ini memudahkan bank menilai kemampuan calon nasabahnya.

Kemampuan itu mencakup penghasilan yang masuk per bulan, jumlah tanggungan, jumlah utang di tempat lain, sehingga menghasilkan kesimpulan mampu tidaknya Anda membayar tagihan kartu kredit nantinya.

Jika Anda memiliki pekerjaan tetap namun bersifat informal (tidak terikat pada perusahaan tertentu) seperti pemilik usaha, Anda tetap bisa mengajukan kartu kredit dengan melampirkan kisaran aset yang Anda miliki dan penghasilan yang Anda miliki. Ini akan semakin meyakinkan jika Anda juga nasabah di bank tersebut dan perputaran uang per bulannya mencukupi dan sehat.

6. Ajukan Limit Sesuai Penghasilan

Mengajukan limit sesuai penghasilan adalah hal yang sudah sewajarnya, karena limit yang tinggi berbanding lurus dengan syarat penghasilan yang tinggi dan iuran tahunan yang lebih besar.

Bank rata-rata membatasi gaji atau penghasilan minimal untuk mengajukan kartu kredit adalah di angka tiga juta rupiah. Aplikasi pengajuan dengan gaji di bawah tiga juta biasanya akan langsung ditolak.

Status karyawan tetap di sebuah perusahaan juga mendukung gampang diterimanya pengajuan kredit. Jika penghasilan Anda lebih dari tiga juta namun status Anda bukan karyawan tetap, bank biasanya akan tetap mempertimbangkan menerbitkan kartu kredit untuk Anda dengan menambahkan persyaratan pendukung lain.

7. Jangan Ajukan Kartu Kredit Bersamaan

Jika Anda ingin mengajukan lebih dari satu credit card, usahakan jangan memasukkan permohonan dalam waktu bersamaan, meskipun di bank yang berbeda. Penerbit kartu kredit akan melakukan pengecekan terhadap reputasi kredit Anda di Bank Indonesia, dan jika bank mendapati Anda mengajukan banyak kartu kredit dalam waktu bersamaan, bisa-bisa Anda diduga sedang membutuhkan kredit dalam jumlah besar.

Hal ini selain mencederai reputasi kredit Anda, juga membuat pihak bank meragukan kemampuan Anda dalam membayar tagihan nantinya. Menurut Fool, ini adalah ide buruk karena memperbesar kemungkinan pengajuan yang bersamaan ini akan ditolak semuanya.

Sebaiknya ajukan CC secara bertahap. Beri jangka beberapa bulan dari pengajuan kartu kredit yang satu dengan lainnya. Di sini pihak bank berkesempatan melihat cash flow Anda dalam bulan-bulan jeda setelah Anda memiliki satu kartu kredit. Jika tetap sehat, Anda tentu mudah mendapatkan kartu kredit kedua.

8. Lengkapi Dokumen dan Isi Formulir dengan Benar

Pihak bank tidak akan menyetujui permohonan kartu kredit jika dokumen dan formulir yang Anda berikan tidak lengkap.

Pastikan Anda melengkapi semua persyaratan dengan dokumen yang valid, untuk memudahkan pihak bank memproses pengajuan Anda. Persyaratan yang tidak lengkap akan membuat aplikasi pengajuan Anda tertolak. Perhatikan juga beberapa hal berikut:

  • Isi formulir aplikasi dengan data yang sebenar-benarnya. Tidak perlu merahasiakan atau melebih-lebihkan kondisi tertentu. Data-data sensitif seperti NIK dan nama ibu kandung akan otomatis dilindungi oleh bank sebagai bentuk perlindungan nasabah.
  • Lengkapi dengan saksama dokumen yang disyaratkan. Umumnya untuk pengajuan kartu kredit bank akan meminta fotokopi KTP, fotokopi NPWP, slip gaji asli, dan rekening tabungan 3 bulan terakhir. Masih ada beberapa persyaratan pendukung lain tergantung masing-masing bank. Pastikan tidak ada yang tercecer.
  • Pada aplikasi pengajuan, akan ada kolom emergency contact (kontak darurat). Kondisikan dengan orang yang namanya akan Anda cantumkan sebagai kontak darurat. Ada kemungkinan bank menghubungi emergency contact Anda sewaktu-waktu, sehingga jika kontak darurat ini tidak siap atau tidak tahu menahu, bisa berpeluang mengakibatkan gagalnya pengajuan aplikasi Anda.

Anda bisa menerapkan tips di atas sebagai usaha agar pengajuan kartu kredit Anda disetujui oleh bank. Namun, selain memastikan hal-hal di atas, ada baiknya Anda juga memperhatikan alasan mengapa kartu kredit sering ditolak, padahal skor kredit Anda sudah baik menurut data.

Penyebab Permohonan Kartu Kredit Ditolak

Berikut hal-hal yang kemungkinan menyebabkan permohonan kartu kredit Anda sulit disetujui:

1. Penghasilan yang tidak tetap

Pihak bank memiliki wewenang untuk memverifikasi penghasilan Anda yang berujung pada kemampuan Anda untuk membayar tagihan kartu kredit. Jika Anda mempunyai penghasilan yang tidak menentu, atau bahkan jarang ada penghasilan sama sekali, tentu akan sulit bagi penerbit kartu kredit untuk meloloskan pengajuan Anda.

Penghasilan tidak tetap berbeda dengan penghasilan dari sektor informal (seperti usaha). Penghasilan tidak tetap berarti Anda tidak memiliki pendapatan yang ajeg. Wajar jika bank menolak aplikasi Anda karena mereka khawatir Anda akan kesulitan mengembalikan utang.

2. Rasio kredit yang terlalu tinggi

Angka ideal dari rasio pemanfaatan kredit adalah sebesar 30% dari keseluruhan limit yang diberikan. Artinya jika Anda memiliki kartu kredit dengan limit Rp 6 juta, maka rasio yang sehat adalah Anda menghabiskan tidak lebih dari Rp 2 juta.

Riwayat rasio kredit yang terlalu tinggi akan membuat kesehatan kredit Anda terganggu. Bank tidak suka dengan hal ini.

3. Anda dianggap bukan nasabah yang menguntungkan

Kartu kredit adalah salah satu produk bank, sehingga wajar jika bank menginginkan keuntungan dari diterbitkannya kartu kredit untuk nasabah. Bisa jadi pengajuan kredit Anda ditolak karena bank melihat Anda bukan sebagai nasabah yang menjanjikan keuntungan.

Misalnya saja Anda sudah memiliki kartu kredit sebelumnya namun hampir tidak pernah digunakan, atau Anda hanya mengikuti program suku bunga rendah hanya jika ada promosi. Hal-hal seperti ini bisa membuat Anda terlihat “kurang mendatangkan profit” bagi bank.

4. Anda telah memiliki terlalu banyak kartu kredit

Kartu kredit memang bermanfaat, namun memiliki terlalu banyak CC yang peruntukannya hampir sama hanya akan membuat banyak kartu menganggur sia-sia. Selain itu, bank sering kali tidak mau menyetujui permohonan kartu kredit dari nasabah yang memiliki banyak CC karena  identik dengan perilaku utang yang berlebihan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *