Bitcoin vs Dogecoin, Lebih Baik Yang Mana?

btc vs doge

Belakangan ini, Dogecoin (DOGE) menjadi salah satu mata uang digital (cryptocurrency) yang popularitasnya mulai menyaingi Bitcoin (BTC). Salah satu alasannya adalah karena cuitan CEO Tesla, Elon Musk.

Lantas, mana yang lebih ideal untuk dipilih investor antara Bitcoin versus Dogecoin? 

Persamaan dan Perbedaan Bitcoin dan Dogecoin

Tak semua crypto diciptakan sama dan setara, dan hal ini bisa saja membingungkan Anda saat memilih jenis mana yang paling ideal. Namun yang jelas, masing-masing mata uang memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu disesuaikan dengan kondisi Anda. Anda pun perlu mengetahui beberapa hal terkait kedua mata uang tersebut sebelum memilih mana yang cocok dengan cara investasi Anda. 

Sama-Sama Berbasis Blockchain

Kedua cryptocurrency ini memiliki persamaan pada proses mining yang memerlukan proses khusus untuk mendapatkanya. Keduanya sama-sama berbasis blockchain yang merupakan ledger aman dan terdesentralisasi dalam mencatatkan adanya transaksi.

Untuk mendapatkan BTC ataupun DOGE, penambang harus memecahkan kode komputasi kompleks via online yang tentu saja, memerlukan sumber daya. Kedua crypto ini sama-sama menggunakan sistem proof-of-work.

Faktor Kelangkaan

Sementara untuk perbedaan mendasar di antara keduanya adalah dari segi ketersediaan. Bitcoin memiliki ketersediaan yang terbatas, yaitu 21 juta koin yang hanya 18,8 juta saja yang beredar di pasar. Seiring permintaan yang terus meningkat, pasokan semakin langka, maka harganya pun terus meningkat. Hal ini menjadikan Bitcoin lebih ideal untuk investasi yang bersifat jangka panjang. 

Sementara Dogecoin, memiliki ketersediaan yang tak terbatas dan tidak terkapitalisasi, menjadikannya tersebar dengan mudah dan lebih terjangkau. Meskipun bisa memicu dampak negatif terhadap nilainya dalam jangka waktu tertentu, hal ini memang bertujuan untuk mencegah orang menimbun Dogecoin. Dengan karakteristiknya tersebut, maka Dogecoin pun dinilai lebih ideal bagi trader yang ingin spekulasi dengan menyasar keuntungan lebih cepat.

Baik Bitcoin dan Dogecoin bisa diperdagangkan melalui aplikasi trading crypto terbaik yang ada di Indonesia maupun luar negeri. Banyak marketplace yang sudah menyediakan jasa pembelian dan penyimpanan kriptokurensi.

Teknis dan Keamanan

Meski terkesan kurang relevan, namun alasan di balik pembuatan kedua cryptocurrency ini kemudian berdampak pada teknis dan keamanan masing-masing. Bitcoin diciptakan secara serius dan mendetail agar bisa menjadi mata uang digital yang terdesentralisasi. Belasan tahun kemudian, kepercayaan atas Bitcoin semakin meningkat, bahkan di kalangan investor institusional karena dinilai cukup aman dan menjanjikan.  

Sementara Dogecoin justru diciptakan tak seserius Bitcoin dan hal ini diakui sendiri oleh sang pembuat. Hal ini kemudian membuat pengembangan teknis dan keamanan dari cryptocurrency ini dianggap lebih lemah dibanding Bitcoin. Meskipun pada akhirnya, kedua mata uang ini tetap saja memiliki risiko tersendiri sebagai pilihan aset.

Namun, karena keduanya menggunakan teknologi kriptografi, baik Bitcoin maupun Dogecoin sama-sama aman jika Anda menggunakan wallet crypto yang aman. Pastikan private key Anda tersimpan dengan aman sehingga tidak bisa diakses oleh orang yang tidak bertanggungjawab.

Faktor Distribusi

Faktor distribusi dari kedua mata uang kripto ini juga bisa menjadi dasar untuk pemilihan aset investasi Anda. Bagaimanapun, Bitcoin dianggap memiliki distribusi yang lebih baik dibanding Dogecoin dan hal ini sudah terbukti dari perjalanan crypto ini selama 12 tahun. Tentu saja, hal ini tak lepas dari alasan penciptaan di atas dimana Bitcoin memang diciptakan dengan detail sebagai mata uang digital.

Lain halnya dengan Dogecoin yang 30% dari pasokan yang ada dimiliki oleh 2 orang, menjadi pertanda bahwa meskipun terjangkau, mata uang ini tak terdistribusi dengan baik. Yang perlu menjadi catatan, seandainya teknologi Dogecoin tak kunjung berkembang, menjadikannya semakin sepi peminat, utamanya dari kalangan investor institusi, bisa saja memberikan dampak buruk pada mata uang ini.

Bitcoin vs. Dogecoin: Penambangan  

Dari segi penambangan, Bitcoin dinilai memerlukan lebih banyak sumberdaya dengan investasi yang terbilang mahal, dengan listrik, komputer dengan spesifikasi tinggi dan waktu yang lama. Untuk bisa membuat sebuah blok baru dalam Bitcoin, bisa memerlukan waktu hingga 10 menit. Dan setelah mencapai batas ketersediaan, penambang hanya bisa berharap keuntungan dari biaya transaksi yang sepertinya tak terlalu menguntungkan.

Di lain sisi, Dogecoin terbilang lebih ramah bagi penambang karena meskipun sama-sama memerlukan sumberdya besar, waktu yang dibutuhkan untuk menemukan sebuah blok hanya sekitar 1 menit saja. Tak hanya itu, Doge juga menawarkan pasokan yang lebih banyak sehingga bisa dinilai lebih menguntungkan bagi kalangan penambang untuk proyeksi jangka panjang.

Bitcoin vs. Dogecoin: Biaya Transaksi

Seperti yang diketahui, Bitcoin tak membebankan biaya transaksi sementara penambang harus menambang blok transaksi baru. Hal ini kemudian membuat pengguna perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk penambang agar transaksi bisa berjalan lebih cepat. Selain itu, masih ada biaya lain yang perlu diketahui dalam transaksi Bitcoin, misalnya jika Anda menggunakan layanan pihak ketiga.

Di lain sisi, Dogecoin justru menawarkan pendekatan transaksi yang berbeda dengan biaya tetap senilai 1 Doge/ kilobyte data yang ditransfer. Hasilnya, biaya rata-rata yang yang dikeluarkan dalam setiap transaksi adalah 2,64 Doge. Akan tetapi, seiring dengan perkembangannya, sepertinya biaya ini sdah semakin meningkat dan tak bisa lagi dikesampingkan.

Mekanisme Transaksi

Mekanisme transaksi Bitcoin

Bisa dikatakan bahwa transaksi Bitcoin yang terjadi antar dompet berjalan dengan aman. Saat jumlah Bitcoin tertentu berpindah, maka transaksi akan dicatat pada blockchain dimana setelah terdaftar di blok, catatan transaksi kemudian ditabahkan ke buku besar digital. Di sini, penambang Bitcoin memegang peranan signifikan dalam transaksi, apapun bentuknya.

Keamanan transaksi Bitcoin ditunjang oleh 3 konfirmasi yang diperlukan sebelum bisa dinyatakan selesai. Pertama, transaksi dikonfirmasi saat transaksi ditambahkan ke blok dan kedua adalah pada saat setiap blok menambahkan catatan tersebut. Setelah konfirmasi ketiga, barulah penerima bisa mulai membelanjakan Bitcoin yang mereka terima.   

Mekanisme transaksi Dogecoin

Lain lagi dengan transaksi pada Dogecoin dimana jumlah konfirmasi yang haris dilakukan bisa berbeda. Hal ini dikarenakan adanya perbedaan pada syarat penggunaan di pihak penerima. Dalam hal ini, misalnya jika alamat penerima memerlukan 2 konfirmasi, maka transaksi Dogecoin bisa lebih cepat dibanding alamat yang meminta 4 konfirmasi. Misalnya, Coinbase yang memerlukan 60 konfirmasi dan Kraken yang membutuhkan 40 konfirmasi untuk Dogecoin.

Bitcoin vs. Dogecoin: Penggunaan Harian

Anda mungkin juga ingin mempertimbangkan kedua mata uang kripto ini berdasar skenario penggunaan harian keduanya. Jelas, Bitcoin sudah sangat berpengalaman dalam penggunaan harian setelah apa yang dialaminya sebagai pionir cryptocurrency. Saat ini, Bitcoin sudah bukan sekedar alat investasi dan sudah menjadi salah satu opsi pembayaran yang cukup umum bahkan bersaing dengan layanan populer seperti PayPal dan PostePay.

Namun apa yang telah dirintis Bitcoin nyatanya juga membuka banyak peluang baru, salah satunya dimanfaatkan oleh Dogecoin. Crypto seperti Dogecoin pun semakin banyak digunakan untuk memudahkan pembayaran. Dogecoin kini digunakan oleh 48 bisnis dan retail, bahkan tim basket seperti Dallas Mavericks sebagai pembayaran.

Dogecoin vs. Bitcoin: Volatilitas

Terlepas dari berbagai faktor yang sudah dibahas di atas, salah satu hal krusial yang mungkin juga Anda nantikan dalam pembahasan ini adalah tingkat volatilitas dari kedua mata uang kripto tersebut. Dan seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, berinvestasi di Bitcoin memiliki risiko yang mungkin tak bisa ditolerir oleh setiap orang. Terutama karena jumlahnya yang terbilang besar.

Sementara Dogecoin, justru bisa dijadikan sebagai alternatif yang lebih ramah karena nilai investasi yang relatif kecil baik untuk menambang ataupun membeli aset. Karena DOGE tidak sekuat BTC dalam hal adopsi masyarakat luas, maka harganya lebih volatil namun menawarkan potensi untung yang lebih tinggi. Elon Musk dan Mark Cuban mengisyaratkan bahwa Dogecoin bisa jadi aset berguna dan menguntungkan.  

Akhir Kata

Bitcoin lebih cocok untuk investasi jangka panjang dibanding Dogecoin. Namun, Dogecoin lebih baik untuk spekulasi dibanding Bitcoin karena kemungkinan untungnya yang lebih tinggi.

Tidak ada opsi yang bisa dibilang aman 100% di antara keduanya. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan serta risiko yang harus bisa dikelola dengan bijak oleh investor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *