Lompat ke konten

6 Exchange Crypto Terbaik di Indonesia

Exchange Crypto Terbaik di Indonesia

Sama seperti saham dan instrumen lainnya, crypto juga harus diperdagangkan melalui sebuah tempat trading crypto (exchange crypto). Bedanya adalah kalau bursa saham hanya ada satu di Indonesia, yaitu Bursa Efek Indonesia (BEI), sementara exchange crypto ada beberapa bursa yang diselenggarakan oleh perusahaan swasta. 

Memilih aplikasi exchange crypto yang bagus adalah sebuah keharusan seorang crypto trader. Sebab, setiap aplikasi pasti memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Berikut ini, 6 exchange crypto terbaik di Indonesia. 

1. Pintu

Aplikasi exchange yang pertama adalah aplikasi Pintu dari PT. Pintu Kemana Saja. Saat ini, Pintu telah diunduh oleh lebih dari 4,85 juta orang baik itu di Google Play Store maupun di App Store dan telah mendapatkan legalitas dari BAPPEBTI.

Hal ini bukan tanpa alasan. Aplikasi Pintu melayani perdagangan crypto untuk 50 mata uang kripto, seperti Bitcoin, Ethereum, Tether dan lain sebagainya. Meskipun hingga tulisan ini dibuat Pintu masih belum melayani jual beli NFT, namun aplikasi ini sudah bisa digunakan untuk staking crypto (mirip deposito perbankan). Selain itu, aplikasi ini juga didesain sedemikian rupa sehingga cukup mudah dipahami dan cocok untuk trader crypto pemula. 

Sebelumnya, kami telah membahas kelebihan dan kekurangan Pintu.

Anda bisa memulai trading crypto di Pintu hanya dengan deposit sebesar 10 USD (Rp150.000) saja dengan biaya penarikan sebesar Rp4.500. Karena aplikasi ini merupakan aplikasi lokal, Anda juga bisa deposit atau menarik uang dalam bentuk mata uang fiat (rupiah) maupun menggunakan token IDRT. 

2. Tokocrypto

Platform exchange crypto terbaik kedua di Indonesia adalah Tokocrypto. Aplikasi yang dirilis pada tahun 2018 ini kini telah memiliki lisensi dari BAPPEBTI dengan nomor sertifikat 001/BAPPEBTI/CP-AK/11/2019. Tidak hanya itu, Tokocrypto juga menduduki peringkat 63 di Coin Market Cap Rank dengan volume transaksi harian mencapai lebih dari 30 juta dolar dan memiliki pengguna berjumlah lebih dari 2 juta orang. 

Hal ini karena Tokocrypto menyediakan layanan jual beli aset crypto yang bervariasi, yaitu:

  • 529 koin dan token crypto siap diperdagangkan.
  • Melayani perdagangan NFT. 
  • Bisa digunakan untuk staking. 
  • Memiliki fitur launchpad untuk Anda yang ingin membeli crypto yang baru Initial Coin Offering (ICO). 

Lain daripada itu, aplikasi Tokocrypto juga didesain dengan cukup sederhana sehingga cocok untuk trader pemula. Biaya penarikan di Tokocrypto juga tergolong murah, hanya sebesar Rp5.500 per transaksi dan dana ini bisa langsung masuk ke rekening bank Anda atau dompet digital yang Anda gunakan.

Kelebihan dan kekurangannya bisa Anda temukan di ulasan lengkap Tokocrypto.

3. Luno

Platform exchange crypto yang selanjutnya adalah Luno. Platform ini sebenarnya merupakan platform yang dibuat oleh perusahaan yang berasal dari London pada tahun 2013. Perusahaan tersebut bernama Digital Currency Group. Saat ini Digital Currency Group telah bergerak di lebih dari 30 negara di dunia menggunakan 130 anak perusahaan, termasuk diantaranya PT Luno Indonesia LTD.

Meskipun berasal dari luar negeri, platform ini telah mendapat persetujuan dari BAPPEBTI dengan nomor legalitas 007/BAPPEBTI/CP-AK/03/2020. Saat ini, Luno menyediakan perdagangan untuk 25 mata uang crypto termasuk Bitcoin, Ethereum dan USDC. Selain itu, aplikasi ini juga bisa digunakan untuk staking. 

Karena beroperasi di banyak negara, aplikasi ini telah diunduh oleh lebih dari 10 juta pengguna di seluruh dunia dan memiliki nilai transaksi harian mencapai $25.565.107 walaupun jumlah aset crypto yang diperdagangkan tidak terlalu banyak. 

Adapun untuk biaya, biaya penarikan di Luno bersifat flat hanya sebesar Rp6.500 saja, sementara untuk biaya transaksi sebesar 0,08-0,1%. 

4. Indodax

Di posisi keempat ada Indodax. Menurut data dari coin market cap, transaksi harian platform ini mencapai lebih dari $22.01.,905 dan menjadi salah satu exchange crypto asal Indonesia dengan volume transaksi terbesar. 

Saat ini Indodax melayani trading lebih dari 75 pasangan mata uang crypto dan memiliki lebih dari 2 juta pengguna di seluruh Indonesia. Anda tidak perlu khawatir soal legalitas aplikasi ini sebab, aplikasi dan website Indodax sudah terdaftar di BAPPEBTI dengan nomor pendaftaran 002/BAPPEBTI/CP-AK/01/2020. 

Adapun soal biaya, aplikasi Indodax menerapkan biaya penarikan fluktuatif dengan rasio 0,5% dan biaya transaksi 0,3%. Menurut laman perusahaan ini, untuk biaya penarikan di bawah Rp100.000.000, pengguna hanya dikenakan biaya maksimal Rp12.500.

Penting juga bagi Anda untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan Indodax

5. Upbit

Perusahaan exchange crypto lain yang secara resmi beroperasi di Indonesia selain Luno adalah Upbit. Upbit adalah aplikasi crypto exchange yang diterbitkan oleh Dunamu, sebuah perusahaan crypto yang berasal dari Korea Selatan. Di Indonesia sendiri, perusahaan ini berdiri dengan nama PT Upbit Exchange Indonesia dan telah memiliki lisensi dari Bappebti dengan nomor 002/BAPPEBTI/CP-AK/12/2019. 

Saat ini aplikasi Upbit Global telah diunduh oleh lebih dari 100 ribu pengguna di Google Play Store. Walaupun begitu, dengan menggunakan aplikasi ini Anda bisa memperjualbelikan lebih dari 150 aset crypto di 220 pasar dan menurut coin market cap, jumlah transaksi harian menggunakan platform ini mencapai $5.129.068.425.

Upbit menerapkan biaya penarikan sebesar Rp25.000, biaya transaksi (taker) sebesar 0,25% dan 0% untuk biaya transaksi maker. 

6. Rekeningku

Crypto exchange di peringkat 6 adalah platform Rekeningku. Kini aplikasi yang dirilis oleh broker crypto ini telah diunduh oleh lebih dari 100 ribu pengguna di Google Play Store dan pihak perusahaan mengklaim telah memiliki basis pengguna berjumlah lebih dari 500 ribu. 

Dengan memegang lisensi dari BAPPEBTi dengan nomor  008/BAPPEBTI/CP-AK/2020, Rekeningku kini menyediakan kurang lebih 40 pair crypto dan volume trading hariannya mencapai $20,046,330. 

Platform ini menawarkan transaksi crypto dengan biaya beli 0,12% termasuk PPn, biaya jual 0,2% termasuk PPh, minimum deposit hanya sebesar Rp30.000 dan biaya penarikan yang gratis. Tidak hanya itu, penarikan, dan deposit dari dan ke platform Rekeningku bisa melalui transfer bank, virtual account dan berbagai aplikasi dompet digital. 

Nah, itu tadi 6 tempat trading crypto terbaik di Indonesia. Hingga saat ini mayoritas platform trading tersebut hanya melayani transaksi dengan metode spot (beli dulu baru bisa dijual), sehingga tidak bisa untuk beberapa gaya trading seperti, short selling atau margin. Terlepas dari itu, platform tersebut telah mendapatkan legalitas dari BAPPEBTI, sehingga bisa beroperasi di Indonesia secara resmi.

nv-author-image

Farichatul Chusna

Setelah lulus dari Ilmu Ekonomi Universitas Gadjah Mada, Farichatul Chusna aktif sebagai penulis artikel ekonomi, investasi, bisnis, dan keuangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.