Lompat ke konten
Daftar Isi
ForexIMF leaderboard banner ads.

Cara Cek Riwayat Kredit Online dan Tips Membersihkannya

Cara Cek Riwayat Kredit Online

Riwayat kredit di BI Checking atau SLIK merupakan salah satu faktor yang akan dipertimbangkan oleh bank untuk memberikan persetujuan pinjaman kepada nasabahnya. Sebab tentunya bank tidak ingin memberikan pinjaman kepada nasabah yang memiliki riwayat kredit buruk, entah itu akibat telat bayar tagihan terus atau bahkan gagal membayar utang kreditnya.

Semakin bagus riwayat kredit tersebut, maka semakin mudah pula nasabah menerima dana pinjaman baik itu dalam bentuk kartu kredit, KPR maupun pinjaman lainnya. Oleh karena itu, sebaiknya Anda memeriksa riwayat kredit Anda sebelum mengajukan pinjaman ke bank. Berikut ini cara cek riwayat kredit online dan tips membersihkannya:

Cara Cek Riwayat Kredit Online

Berikut ini langkah-langkah untuk mengecek riwayat kredit secara online:

  1. Siapkan dokumen. Adapun dokumen yang perlu Anda siapkan adalah KTP untuk WNI, Paspor untuk WNA, NPWP, akta pendirian perusahaan dan KTP pengurus untuk badan usaha. 
  2. Membuka laman konsumen.ojk.go.id/minisitedplk/registrasi. 
  3. Pilih tanggal dan nomor antrian.
  4. Isi data diri dan unggah dokumen yang dibutuhkan. 
  5. Isi captcha dan klik kirim. 
  6. Surat persetujuan dan verifikasi akan dikirim ke email Anda. 
  7. Tunggu hasil verifikasi, paling lambat H-2 sebelum antrian. 
  8. Setelah dinyatakan valid, silahkan cetak formulir dan bubuhkan tanda tangan Anda ke formulir tersebut. 
  9. Verifikasi data ke Whatsapp OJK. Nomor whatsapp ini tertera pada formulir yang Anda dapatkan. Dalam tahap ini, Anda akan diminta untuk selfie dengan KTP dan mengunggah ulang formulir yang telah Anda isi dan tandatangani. 
  10. Setelah diverifikasi dan lolos, pihak OJK akan mengirimkan hasil identifikasi layanan informasi debitur (iDEB) kepada Anda. 

Selain dengan cara online, Anda juga dapat mengecek riwayat kredit yang Anda miliki dengan mengunjungi kantor OJK terdekat. 

Mengenal Credit Scoring

Saat melihat hasil iDEB, Anda akan melihat nilai skor kredit (credit scoring) yang Anda miliki. Skor kredit inilah yang berperan penting dalam menentukan kebijakan bank apakah akan memberi Anda pinjaman atau tidak. Di Indonesia, skor kredit ini dibagi menjadi 5 peringkat, yaitu:

  1. Skor 1: Kredit lancar. Debitur (peminjam) membayar tagihan kredit beserta bunganya setiap bulan sampai lunas. 
  2. Skor 2: Dalam perhatian khusus (DPK). Nasabah tercatat pernah tidak membayar tagihan selama 1-90 hari. 
  3. Skor 3: Kredit tidak lancar. Nasabah tercatat pernah tidak membayar tagihan selama 90-120 hari.
  4. Skor 4: Kredit diragukan. Nasabah tercatat pernah tidak membayar tagihan tagihan selama 120-180 hari.
  5. Skor 5: Kredit macet. Nasabah tercatat pernah tidak membayar tagihan selama lebih dari 180 hari.

Semakin tinggi skor kredit yang Anda peroleh, maka semakin susah pula Anda mendapatkan pinjaman baru. 

Tips Membersihkan Utang Kredit

Skor kredit di atas merupakan skor kredit secara menyeluruh. Artinya, skor kredit tersebut bisa diakses oleh pihak penyedia pinjaman, baik itu bank, perusahaan leasing, atau P2P Lending. Skor tersebut juga mencakup berbagai jenis pinjaman perbankan yang pernah Anda ambil, mulai dari KPR hingga utang kartu kredit. 

Ini artinya, Anda tidak bisa sesimpel mengajukan pinjaman ke Bank A lalu tidak melunasinya dan mengajukan pinjaman yang sama ke Bank B. Pasalnya, Bank A dan Bank B dapat mengakses data skor kredit yang sama, sehingga apabila Anda memiliki tagihan terutang di Bank A, kemungkinan besar Anda juga tidak bisa mengakses pinjaman ke Bank B, begitupun sebaliknya. Lantas, bagaimana cara membersihkan atau menurunkan utang dan skor kredit ini? Berikut ini tipsnya:

1. Bayar tagihan tepat waktu

Tips yang pertama adalah dengan membayar tagihan tepat pada waktunya dan kalau bisa, jangan bayar pada jumlah tagihan minimum. Misalnya, tagihan minimum yang harus Anda bayarkan adalah Rp2.450.000 per bulan, maka bayarlah dengan Rp2.500.000 atau lebih. Tujuannya adalah supaya utang Anda dapat lunas lebih cepat. 

Dengan konsep compounding interest yang saat ini bekerja di perbankan Indonesia, semakin lama Anda melunasi utang, maka semakin besar pula bunga pinjaman yang harus Anda bayarkan. Bahkan dalam beberapa kasus, bank menerapkan tambahan bunga untuk keterlambatan pembayaran tagihan. Masalah ini hanya bisa diatasi dengan membayar tagihan kredit tepat waktu. 

2. Gunakan kartu kredit sebijaksana mungkin

Seperti yang telah disebutkan di atas, skor kredit digunakan secara menyeluruh, termasuk untuk kartu kredit. Oleh sebab itu, sebaiknya Anda mengontrol pengeluaran dari sumber ini sebaik mungkin. Pasalnya, kemudahan pembayaran yang ditawarkan kartu kredit acap kali membuat orang lupa untuk menggunakannya sebaik-baiknya. Padahal bunga kartu kredit tak jarang lebih besar dibandingkan pinjaman biasa. 

3. Gunakan fitur autodebet

Ada kalanya orang tidak sempat untuk mencatat keuangan mereka dan datang ke bank untuk membayar utang. Salah satu solusi yang ditawarkan oleh pihak bank untuk menghadapi nasabah yang seperti ini adalah dengan menyediakan fitur autodebet. 

Dengan fitur ini, cicilan kredit Anda akan secara otomatis dilunasi dengan cara memotong saldo tabungan Anda setiap bulannya. Kelebihannya adalah, Anda tidak perlu mencatat jumlah tagihan yang harus dibayarkan dan membayar cicilan kredit ke bank. Namun kekurangannya adalah, Anda bisa jadi lupa kalau masih memiliki tagihan kredit, tidak bisa membayar cicilan kredit lebih besar dibandingkan yang seharusnya dan mempercepat proses pelunasan.

Pembayaran kredit menggunakan sistem ini relatif lebih cocok untuk nasabah dengan pendapatan tetap (gaji) dan bukan untuk nasabah yang pendapatannya bersifat upah harian. Namun demikian, fitur ini tetap dapat dimanfaatkan untuk mengurangi risiko peningkatan skor kredit. 

4. Mengajukan kemudahan pembayaran kepada bank

Seringkali kondisi bisnis datang tak seperti yang diharapkan. Jika bisnis Anda seperti ini, salah satu cara yang bisa Anda lakukan adalah dengan mengajukan kemudahan pembayaran kredit kepada bank. 

Kemudahan pembayaran kredit ini bisa berbentuk tiga hal, yaitu program diskon pembayaran kredit, program perpanjangan cicilan kredit dengan bunga rendah atau gabungan diantara keduanya. Tentu untuk mendapatkan kemudahan ini, alasan Anda telat atau gagal bayar pinjaman harus jelas dan didukung dengan bukti-bukti lainnya. 

Jangan lupa setelah mendapatkan kemudahan pembayaran ini, Anda harus rajin membayar pinjaman kepada bank sampai lunas. Setelah lunas, jangan lupa untuk meminta sertifikat kliring pinjaman dari bank. Sertifikat ini bermanfaat untuk menjadi bukti kalau Anda sudah melunasi utang kepada bank yang sebelumnya dan untuk berjaga-jaga kalau bank tersebut lupa untuk membersihkan riwayat kredit Anda di sistem. 

Bank, sama seperti dengan individu lainnya, tentu tidak ingin meminjamkan uang dalam jumlah banyak kepada orang yang memiliki riwayat pembayaran utang yang buruk. Sebab, walau bagaimanapun, keberlangsungan usaha perbankan sangat bergantung kepada kemampuan nasabah untuk membayar dan melunasi utang.

nv-author-image

Farichatul Chusna

Setelah lulus dari Ilmu Ekonomi Universitas Gadjah Mada, Farichatul Chusna aktif sebagai penulis artikel ekonomi, investasi, bisnis, dan keuangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *