Cara Investasi Perikanan

investasi sektor perikanan

Ikan dan hasil olahan laut lainnya adalah salah satu bahan makanan yang memiliki banyak manfaat untuk tubuh manusia. Belum lagi ikan dan hasil laut lainnya juga dapat diolah menjadi makanan lezat. 

Maka tidak heran jika banyak masyarakat Indonesia dari berbagai kalangan menikmati hasil olahan ikan. Mulai dari mahasiswa sampai presiden, ikan dan hasil laut dapat dinikmati oleh siapapun. 

Gambaran Industri Perikanan di Indonesia

Dengan lautan seluas 3.273.820 km2 dan daratan seluas 1.919.440 km² (Detik.com), maka tidak heran jika Indonesia disebut sebagai negara maritim. Dengan lautan yang lebih luas dari daratan dan jumlah penduduk lebih dari 270 juta jiwa, tentu pasar industri perikanan di Indonesia sangat menjanjikan. 

Industri perikanan memiliki dimensi yang luas mulai dari penangkapan dan budidaya hingga pemrosesan ikan dan produk perikanan lainnya. Hasil yang bisa dinikmati oleh konsumen pun beragam mulai dari yang paling sederhana seperti ikan lele goreng sampai yang paling rumit seperti sarden atau makanan hasil olahan laut lainnya. 

Namun sayangnya kesejahteraan pelaku industri perikanan, terutama industri perikanan bagian hulu (nelayan, penambak dan lain-lain) masih terbilang rendah. Salah satunya adalah karena keterbatasan modal yang mengakibatkan mereka sulit berkembang. 

Apalagi dulu investasi di sektor ini masih didominasi oleh perbankan atau investor-investor besar. Kini, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi memungkinkan investor ritel untuk berinvestasi di sektor ini juga melalui platform P2P lending. 

Umumnya, platform seperti ini menggaet kelompok nelayan perikanan tangkap atau membantu pembiayaan petani perikanan budidaya untuk mengembangkan bisnis mereka. Harapannya adalah dengan akses permodalan yang lebih luas dan lebih fleksibel dibandingkan bank, mereka mampu mengembangkan bisnis.

Cara Investasi Perikanan

Namun demikian karena beberapa hal, investor perlu berhati-hati sebelum memutuskan untuk berinvestasi di sektor ini. Berikut ini cara investasi perikanan yang dapat Anda ikuti:

1. Pelajari potensi keuntungan dan risiko

Menurut Deputi Sumber Daya Maritim Kemenko Investasi Maritim dalam berita yang dirilis oleh liputan6.com, investasi perikanan dapat memberikan hasil menjanjikan. Khusus untuk investasi udang misalnya, beliau menyebut hasil 0.05% – 0.10% imbal hasil investasi per bulan. 

Namun Anda perlu ingat bahwa udang berbeda dengan ikan lele. Artinya, setiap produk perikanan memiliki pangsa pasar yang berbeda dan tentu imbal hasil yang berbeda pula. Selain produk, Anda juga harus paham bahwa karakteristik investasi perikanan berbeda dengan investasi di perusahaan. 

Perbedaannya adalah:

  1. Jumlah hasil perikanan baik perikanan tangkap atau budidaya sangat bergantung pada kondisi alam. Akibatnya adalah jumlah produksi yang relatif tidak menentu. 
  2. Masih banyak nelayan dan pekerja budi daya yang tidak memahami cara pengelolaan bisnis dan keuangan yang baik sehingga potensi human error lebih tinggi daripada investasi pada instrumen lainnya. 
  3. Data hasil dan perubahan harga investasi tidak serta merta bisa ditampilkan di internet sebagaimana investasi saham, obligasi dan instrumen pasar modal lainnya. Akibatnya, Anda tidak bisa secara langsung mengawasi progress perkembangan bisnis emiten selain melalui perusahaan P2P lending tempat Anda berinvestasi. 

Singkatnya, investasi perikanan memiliki potensi keuntungan yang besar sekaligus tingkat risiko yang besar pula. Pahami potensi keuntungan dan risiko ini agar investasi Anda menguntungkan.

Selalu ikuti prinsip berinvestasi yang baik, seperti menghindari utang dan menyesuaikan profil risiko. Dengan disiplin dalam menerapkan ilmu yang dipunya, kemungkinan untung juga akan meningkat.

2. Cari platform yang legal

Setelah mengetahui potensi keuntungan dan kerugian investasi perikanan, kini saatnya Anda menentukan platform investasi yang akan menyalurkan dana Anda kepada pihak nelayan dan pekerja budi daya. 

Anda perlu berhati hati dalam memilih platform P2P lending terbaik sebab, tidak semuanya berstatus legal. Aspek legalitas ini penting karena jika platform pilihan Anda tidak legal, Anda tidak bisa serta merta mengajukan tuntutan hukum apabila suatu saat uang Anda menghilang tanpa bekas. 

Anda dapat melihat platform mana saja yang sudah mendapatkan izin operasi OJK melalui link ini. OJK akan terus memperbaharui data tersebut, jadi pastikan Anda mengakses data terbaru. 

3. Cari platform yang menawarkan keuntungan yang masuk akal

Banyak platform P2P lending (terutama P2P lending illegal) yang menawarkan tingkat imbal hasil tinggi untuk menarik minat investor. Hindari platform-platform seperti ini dan cari platform yang menawarkan keuntungan yang masuk akal. 

Sebagaimana tertulis di atas, tingkat keuntungan investasi perikanan relatif lebih tinggi daripada investasi pada instrumen lainnya. Akan tetapi, Anda perlu ingat jika tingkat imbal balik ini sangat bergantung pada jenis produk. 

Jadi, Anda perlu riset lebih lanjut mengenai berapa keuntungan investasi perikanan yang masuk akal untuk produk perikanan tertentu. 

4. Cari platform yang menawarkan informasi lengkap

Berbeda dengan saham, Anda tidak bisa mengakses pergerakan harga instrumen investasi perikanan dan tidak bisa mengakses data fundamental emiten kecuali dari data yang ditampilkan oleh platform P2P lending yang Anda pilih.

Oleh sebab itu, pastikan Anda memilih platform yang menawarkan informasi lengkap baik informasi tentang perusahaan tersebut sendiri atau tentang emiten.  Berikut ini beberapa informasi yang harus Anda peroleh dari sebuah platform P2P lending yang menawarkan investasi perikanan:

Informasi perusahaan P2P lending:

  1. Profil perusahaan meliputi sejarah, visi misi, profil manajemen dan lain-lain. 
  2. Alamat perusahaan yang telah terverifikasi.
  3. Legalitas dari OJK.
  4. Nomor contact center khusus investor. 
  5. Biaya investasi yang ditawarkan.
  6. Cara perusahaan P2P lending mengecek progress bisnis emiten. 
  7. Keamanan data perusahaan. 

Informasi emiten:

  1. Profil perusahaan meliputi sejarah, visi misi dan lain-lain. 
  2. Alamat badan usaha yang telah terverifikasi.
  3. Prospektus (laporan yang berisi tentang riwayat investasi perusahaan emiten). 
  4. Laporan keuangan emiten. 
  5. Jangka waktu dan potensi keuntungan investasi.

Karena masih banyak kelompok nelayan belum memiliki pengetahuan pengelolaan bisnis dan keuangan yang baik, maka perusahaan P2P lending yang bertanggung jawab umumnya akan memberikan pendidikan tambahan kepada emiten. 

5. Sesuaikan jangka waktu

Salah satu perbedaan investasi melalui P2P lending dan BEI adalah biasanya investasi di P2P lending tidak bisa ditarik sewaktu waktu. Apalagi jika investasi yang ditawarkan adalah investasi perikanan dan pertanian. 

Alasannya adalah produk perikanan dan pertanian tidak bisa dipanen kapan saja sehingga keuntungan investasi juga baru diperoleh ketika produk tersebut berhasil dijual. Jadi, jika Anda berminat investasi perikanan, pastikan Anda telah menyesuaikan produk investasi yang Anda pilih dengan jangka waktu yang Anda inginkan.

Industri perikanan Indonesia memang memiliki potensi besar dan peluang investasi yang terbuka lebar. Akan tetapi, sebagai investor cerdas Anda tetap perlu berhati hati dalam berinvestasi di produk ini. 

Pilih produk dan jangka investasi perikanan yang sesuai dengan keinginan Anda dan pilih platform investasi terbaik dan telah terdaftar di OJK. Selamat mencoba!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *