Lompat ke konten
Daftar Isi
ForexIMF leaderboard banner ads.

Cara Investasi Saham Jangka Pendek

Investasi Modal Kecil dengan Untung Besar

Saham umumnya dikenal sebagai instrumen investasi yang cocok untuk jangka panjang. Adapun yang dimaksud dengan jangka panjang disini adalah investasi selama minimal 3 tahun. Pasalnya, harga saham cenderung berfluktuasi tajam dalam jangka pendek, sehingga cukup berisiko untuk pemula. 

Namun demikian, bukan berarti saham tidak bisa digunakan sebagai instrumen investasi jangka pendek, yaitu kurang dari 1 tahun tapi lebih dari 3 bulan, sehingga tidak cocok untuk masuk klasifikasi swing trading. Lantas, bagaimana cara investasi saham jangka pendek ini?

1. Pilih Saham Dari Sektor Yang Diuntungkan

Salah satu faktor yang perlu Anda pertimbangkan saat memilih saham untuk investasi dengan jangka waktu investasi kurang dari 1 tahun adalah kondisi ekonomi nasional dan internasional terkini. Pilihlah market leader (pemimpin pasar) dari sektor saham yang diuntungkan dari kondisi ekonomi tersebut. 

Data saham terbaik per sektor ini bisa Anda peroleh di fund fact sheet indeks masing-masing sektor. Meskipun data FFS tersebut akan selalu diperbaharui setiap periode, namun informasinya berguna untuk memilih saham terbaik dari sektor yang sedang trend. 

2. Investasi Berdasarkan Trend

Selain dari perkiraan sektor mana yang akan diuntungkan, Anda juga bisa membeli saham berdasarkan sektor yang harganya sedang naik dalam beberapa waktu tertentu. Untungnya, saat ini perubahan harga indeks saham sektoral di Indonesia sudah bisa Anda akses dengan mudah. Gunakan chart perubahan harga tersebut untuk menentukan apakah saham sektor ini berpotensi terus naik dalam jangka agak panjang atau tidak. 

Alih-alih hanya menggunakan chart kosongan, pastikan Anda juga menggunakan berbagai indikator teknis yang dibutuhkan untuk memperkirakan tingkat kekuatan trend. Gunakan juga time frame analisis yang agak panjang (beberapa minggu sekaligus), supaya Anda tidak terjebak menganalisis trend jangka pendek. 

3. Pilih Saham Yang Membagikan Dividen

Kategori kedua yang perlu Anda pertimbangkan adalah jadwal pembagian dividen. Pasalnya, banyak saham-saham di Indonesia maupun di luar negeri yang rutin membagikan dividen pada tanggal dan bulan tertentu. Anda bisa memanfaatkan hal ini untuk mendapatkan penghasilan tambahan meskipun hanya untuk investasi jangka pendek saja. Ada baiknya memilih saham dengan dividen tinggi agar untung yang didapatkan juga meningkat.

Saham yang rutin membagikan dividen ini bisa Anda akses datanya di indeks HighDiv20, sementara jadwalnya secara umum bisa Anda ketahui dengan membuka kanal YouTube Kanala.id, sementara jadwal rincinya bisa Anda akses di aplikasi trading saham masing-masing atau laman web Investing.com.

4. Memperhatikan Pergerakan Bandar

Bandar adalah trader individu atau institusi yang mampu menggerakkan pasar saham dengan skala yang lebih besar dibandingkan dengan rata-rata investor lainnya. Hal ini karena individu dan institusi seperti ini memiliki modal yang mencukupi untuk memperjualbelikan saham dalam jumlah besar. 

Tidak hanya dari segi modal, pergerakan bandar juga harus diperhatikan karena investor seperti ini umumnya memiliki tim analisis ahli atau bisa mengakses informasi keuangan yang lebih besar dibandingkan dengan investor retail pada umumnya. Akibatnya, tidak menutup kemungkinan pergerakan bandar bisa menunjukkan kemana arah harga saham akan bergerak dalam waktu kurang dari 1 tahun kedepan. 

Untuk melihat pergerakan para bandar ini, Anda bisa memilih 5 perusahaan dengan nilai transaksi tertinggi dan terendah di fitur broker summary di aplikasi trading Anda masing-masing atau menggunakan aplikasi terpisah bernama aplikasi bandar detector.

5. Pilih Saham Berdasarkan Analisis 

Bandar, baik itu investor institusi, investor retail bermodal besar atau trader tidak menutup kemungkinan membeli atau menjual saham dengan alasan yang kurang baik, entah itu menjadikan saham tersebut sebagai saham gorengan atau ada maksud-maksud tertentu. Oleh sebab itu, investor saham jangka pendek pun dituntut untuk memilih saham berdasarkan analisis fundamental dan teknikal yang komprehensif.

Diantara sekian banyak tantangan investasi jangka pendek kurang dari 1 tahun adalah menyeimbangkan analisis fundamental dan teknis sebagai bahan utama analisis. Pasalnya, investasi saham jangka panjang cenderung mengandalkan analisis fundamental dan sebaliknya, untuk trading, analisis teknikal lebih diutamakan. 

Anda harus menentukan indikator-indikator fundamental dan teknikal apa saja yang menurut Anda berpengaruh terhadap kondisi keuangan perusahaan dalam waktu kurang dari satu tahun. Indikator ini seperti, berapa jumlah free cash flow-nya, current ratio-nya dan lain sebagainya. 

Indikator-indikator ini berguna untuk menentukan kapan Anda harus menjual dan kapan Anda harus membeli saham tersebut. Selain itu, sama seperti yang disebutkan di atas, indikator ini juga bertujuan untuk menghindarkan Anda dari aksi goreng saham oknum-oknum tertentu. 

6. Awas Terhadap Reversal

Salah satu kekurangan dari investasi berdasarkan trend jangka pendek baik secara teknis maupun bisnis adalah, Anda tidak tahu kapan trend tersebut akan berhenti dan berbalik arah. Untuk mengantisipasinya, Anda dapat melakukan beberapa hal berikut:

  • Menggunakan indikator teknis baik itu price action maupun indikator teknis statistik untuk memastikan kekuatan trend. Indikator price action seperti ada atau tidaknya pola candlestick yang mengindikasikan reversal, sedangkan indikator teknis statistik seperti bollinger band, RSI dan lain sebagainya.
  • Memasang stop loss untuk berjaga-jaga apabila harga saham tersebut turun hingga di bawah perkiraan. 
  • Terus up to date terhadap kondisi ekonomi dan bisnis terkini entah itu melalui berita, maupun melalui hasil penelitian para ahli. 

7. Rencanakan Investasi Anda Dengan Baik

Tantangan lain yang harus dihadapi oleh investor saham jangka pendek adalah memastikan bahwa dirinya tidak membeli atau menjual saham karena fear of missing out (FOMO). Selain rawan masuk jebakan saham gorengan, investasi saham karena FOMO juga mencegah Anda untuk mendapatkan keuntungan besar karena buru-buru menjualnya ketika harga aset tersebut turun. 

Untuk mencegah hal ini, pastikan Anda merencanakan investasi tersebut sebaik mungkin. Selain menentukan saham apa yang terbaik, kapan harus beli dan kapan harus jual, pastikan juga rencana tersebut mencakup jadwal analisis Anda. Tujuannya supaya ketika Anda menganalisis pasar saham, kondisi emosional dan fisik Anda sedang mendukung untuk berpikir logis.

nv-author-image

Farichatul Chusna

Setelah lulus dari Ilmu Ekonomi Universitas Gadjah Mada, Farichatul Chusna aktif sebagai penulis artikel ekonomi, investasi, bisnis, dan keuangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *