Cara Membaca Laporan Keuangan Perusahaan Untuk Investor Pemula

laporan keuangan

Kemampuan untuk memahami kesehatan keuangan perusahaan merupakan salah satu keterampilan paling penting yang harus dikembangkan oleh seorang calon investor, wirausahawan, dan manajer. Berbekal pengetahuan ini, investor dapat mengidentifikasi peluang baik yang menjanjikan sambil menghindari risiko yang tidak semestinya, dan bersikap profesional dengan membuat keputusan bisnis yang lebih strategis.

Laporan keuangan dapat diibaratkan sebagai sebuah jendela dalam kesehatan perusahaan, yang mungkin sulit diukur jika hanya menggunakan metode biasa. Para akuntan dan spesialis keuangan tentunya telah dilatih untuk membaca dan memahami dokumen-dokumen laporan keuangan ini, namun tidak sama halnya dengan para profesional bisnis. Efeknya adalah munculnya kebingungan dari para profesional bisnis mengenai informasi yang penting ini.

Jika Anda baru mengenal dunia laporan keuangan, panduan ini dapat membantu Anda membaca dan memahami informasi yang terkandung di dalamnya.

Memahami Laporan Keuangan

Untuk memahami posisi keuangan perusahaan (perorangan maupun dalam industri), Anda perlu meninjau dan menganalisis beberapa laporan keuangan seperti neraca, laporan laba rugi, laporan arus kas, dan laporan tahunan. Nilai dari dokumen-dokumen ini terletak pada informasi yang dokumen-dokumen tersebut berikan saat diulas bersama.

1. Cara Membaca Neraca Keuangan

Sebuah neraca keuangan menyampaikan “nilai buku” dari sebuah perusahaan. Neraca keuangan memungkinkan Anda untuk melihat sumber daya apa yang tersedia dan bagaimana mereka dibiayai pada tanggal tertentu. Neraca menunjukkan aset, liabilitas, dan ekuitas pemiliknya (apa yang ia hutangi, miliki, dan jumlah yang diinvestasikan oleh pemegang saham).

Neraca keuangan juga menyediakan informasi yang dapat dimanfaatkan untuk menghitung tingkat pengembalian dan mengevaluasi struktur modal dengan menggunakan persamaan akuntansi: Aset = Liabilitas + Ekuitas.

persamaan akuntansi

Aset mengacu pada segala sesuatu yang dimiliki perusahaan dengan nilai yang dapat diukur.

Liabilitas mengacu pada utang yang dimiliki perusahaan kepada debitur, seperti biaya penggajian, pembayaran hutang, sewa dan utilitas, utang obligasi, dan pajak.

Ekuitas mengacu pada kekayaan bersih perusahaan. Ekuitas merupakan jumlah uang yang akan tersisa jika semua aset dijual dan semua kewajiban dibayar. Uang ini dimiliki pemegang saham, yang bisa merupakan pemilik swasta maupun investor publik.

Neraca keuangan sendiri tidak memberikan informasi tentang tren, oleh karena itu Anda perlu memeriksa laporan keuangan lainnya, termasuk laporan laba rugi dan arus kas agar dapat memahami sepenuhnya mengenai posisi keuangan perusahaan.

2. Cara Membaca Laporan Laba Rugi

Laporan laba rugi yang dikenal juga sebagai laporan profit & loss (PNL) merangkum dampak kumulatif dari transaksi pendapatan, keuntungan, beban, dan kerugian untuk periode tertentu. Dokumen tersebut sering kali dibagikan sebagai bagian dari laporan triwulanan dan tahunan, dan menunjukkan tren keuangan, aktivitas bisnis (pendapatan dan pengeluaran), dan perbandingan selama periode yang ditetapkan.

Laporan laba rugi biasanya mencakup informasi berikut:

  • Pendapatan: Jumlah uang yang didapat perusahaan
  • Pengeluaran: Jumlah uang yang dibelanjakan oleh perusahaan
  • Biaya barang yang terjual atau costs of goods sold (COGS): Biaya yang merupakan suatu komponen dari apa yang diperlukan untuk membuat apa pun yang dijual oleh perusahaan
  • Laba kotor: Pendapatan total dikurangi COGS
  • Pendapatan operasional: Laba kotor dikurangi biaya operasional
  • Pendapatan sebelum pajak: Pendapatan operasional dikurangi biaya non-operasional
  • Pendapatan bersih: Pendapatan sebelum pajak dikurangi pajak
  • Laba per saham atau earnings per share (EPS): Pembagian laba bersih dengan jumlah saham yang beredar
  • Depresiasi: Sejauh mana aset (misal: peralatan yang sudah tua) kehilangan nilainya seiring berjalannya waktu
  • Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA): Pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi

Investor, akuntan, dan profesional bisnis lainnya secara teratur meninjau laporan laba rugi, dengan tujuan:

  • Untuk memahami seberapa baik kinerja perusahaan mereka: Apakah menguntungkan? Berapa banyak uang yang dihabiskan untuk menghasilkan suatu produk? Apakah ada uang tunai untuk diinvestasikan kembali ke dalam bisnis?
  • Untuk menentukan tren keuangan: kapan biaya tertinggi? Kapan biaya terendah?

3. Cara Membaca Laporan Arus Kas

Tujuan dari adanya laporan arus kas adalah untuk memberikan gambaran rinci mengenai apa yang terjadi pada kas suatu perusahaan dalam selang waktu tertentu, yang dikenal sebagai periode akuntansi. Laporan arus kas menunjukkan kemampuan organisasi untuk beroperasi dalam jangka pendek dan panjang, berdasarkan berapa banyak uang yang mengalir masuk dan keluarnya.

Laporan arus kas dibagi menjadi tiga bagian: arus kas dari aktivitas operasi, arus kas dari aktivitas investasi, dan arus kas dari aktivitas pendanaan.

Aktivitas operasi merinci arus kas yang dihasilkan setelah perusahaan mengirimkan barang atau jasa regulernya yang mencakup pendapatan dan pengeluaran. 

Aktivitas investasi merinci arus kas dari pembelian atau penjualan aset (biasanya dalam bentuk properti fisik, seperti real estat atau kendaraan, dan properti non fisik, seperti paten) menggunakan uang tunai bukan utang. 

Aktivitas pendanaan merinci arus kas dari pembiayaan hutang dan ekuitas.

Perlu diperhatikan bahwa ada perbedaan antara arus kas dan laba. Arus kas mengacu pada uang tunai yang mengalir masuk dan keluar perusahaan, sedangkan laba mengacu pada apa yang tersisa setelah semua biaya perusahaan dikurangi dari pendapatannya. Keduanya merupakan poin penting yang perlu diketahui.

Dengan adanya laporan arus kas, Anda dapat melihat jenis aktivitas yang menghasilkan kas dan menggunakan informasi tersebut untuk membuat suatu keputusan keuangan.

Idealnya, kas dari pendapatan operasional secara rutin harus melebihi pendapatan bersih, karena arus kas yang positif menunjukkan stabilitas keuangan perusahaan dan kemampuan perusahaan untuk mengembangkan operasinya. Akan tetapi, memiliki arus kas yang positif bukan berarti suatu perusahaan menguntungkan, oleh karena itu Anda juga perlu menganalisis neraca dan laporan laba rugi.

3. Bagaimana Membaca Laporan Tahunan

Sebuah laporan tahunan merupakan suatu bentuk publikasi yang mana perusahaan publik diwajibkan untuk mempublikasikan laporan tahunannya kepada para pemegang saham untuk menggambarkan kondisi operasional dan keuangan mereka.

Laporan tahunan sering kali menyertakan editorial dan pemaparan dalam bentuk gambar, infografis, dan surat dari CEO untuk menjelaskan aktivitas, tolak ukur, dan pencapaian perusahaan. Laporan tahunan ini memberikan wawasan yang lebih luas kepada investor, pemegang saham, dan karyawan mengenai misi dan tujuan perusahaan, dibandingkan dengan laporan keuangan individu.

Di luar editorial, laporan tahunan merangkum data keuangan dan mencakup laporan laba rugi, neraca, dan laporan arus kas perusahaan. Laporan tahunan juga memberikan wawasan industri, diskusi dan analisis manajemen, kebijakan akuntansi, dan informasi investor tambahan.

Kemampuan Yang Penting Dalam Membaca Laporan Keuangan

Meninjau dan memahami dokumen keuangan ini dapat memberi Anda wawasan berharga tentang perusahaan, diantaranya:

  • Hutang dan kemampuan untuk melunasinya
  • Keuntungan dan/atau kerugian dalam kuartal atau tahun tertentu
  • Apakah laba naik atau turun dibandingkan dengan periode akuntansi sebelumnya
  • Tingkat investasi yang dibutuhkan untuk mempertahankan atau mengembangkan bisnis
  • Beban operasional, terutama pembandingan antara beban operasional dengan pendapatan yang dihasilkan dari biaya tersebut

Investor, pemegang saham, dan pimpinan perusahaan perlu menyadari perkembangan keuangan organisasinya sendiri, dan karyawan juga dapat memperoleh manfaat dari pemahaman tentang neraca, laporan laba rugi, laporan arus kas, dan laporan tahunan. Investor juga bisa menggunakannya setelah memahami analisis fundamental vs kuantitatif.

Jika Anda tidak memiliki latar belakang keuangan, tentunya ada beberapa langkah yang dapat Anda ambil untuk belajar tentang keuangan dan memulai karir Anda yaitu dengan cara membangun literasi dan keterampilan finansial Anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *