Lompat ke konten

Cara Membaca Trend Harga Akan Naik Atau Turun

Cara Membaca Trend Harga Akan Naik Atau Turun

Dalam dunia trading baik forex, saham, atau crypto, pergerakan harga adalah informasi kunci yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk mendapatkan keuntungan maksimal. Masalahnya adalah harga aset dipengaruhi oleh banyak hal sehingga seringkali susah untuk diprediksi. 

Setidaknya ada dua cara yang bisa Anda lakukan untuk menentukan arah trend harga. Cara yang pertama adalah dengan menggunakan indikator teknis seperti RSI, Bollinger Bands, dan lainnya. Cara kedua adalah dengan mengamati price action atau pergerakan harga yang menunjukkan pola tertentu. 

Akan tetapi, menentukan arah trend harga dengan menggunakan indikator teknik maupun price action sama-sama membutuhkan keahlian dalam membaca trend harga.

Berikut ini langkah-langkah untuk membaca trend harga akan naik atau turun: 

1. Memasang Grafik Harga

Langkah pertama tentu saja adalah dengan memasang grafik harga. Dalam dunia trading pergerakan harga dari waktu ke waktu akan tergambar dari grafik ini dan pola grafik ini akan terus berulang dari waktu ke waktu sehingga kemampuan membaca grafik trading sangat penting bagi trader. 

Grafik harga ini kemudian bisa digabungkan dengan indikator teknis dan diubah menjadi berbagai bentuk mulai dari grafik garis sampai candlestick. Saat ini banyak aplikasi trading yang sudah menyediakan berbagai variasi bentuk grafik harga sesuai dengan kebutuhan trader. 

2. Memasang Garis Trend

Setelah grafik harga terpasang, kini saatnya Anda memasang garis trend atau yang sering juga dikenal dengan garis resistance (garis trend atas) dan garis support (garis trend bawah). Kedua garis ini bisa didapatkan dengan cara menarik garis yang menghubungkan titik-titik harga tertinggi dan titik-titik harga terendah dalam satu periode waktu. 

Adanya kedua garis ini akan memberikan gambaran umum apakah harga sedang mengalami trend kenaikan atau sedang mengalami trend penurunan. Selain itu, true breakout pada kedua garis ini juga bisa mengindikasikan kalau harga akan naik atau turun. 

3. Mengidentifikasi Pola Harga

Ada banyak pola harga atau price action yang bisa terbentuk dari grafik harga diatas. Masing-masing grafik harga bisa menunjukkan pola continuation (penerusan trend) atau reversal (pembalikan trend) sehingga dengan mengetahui indikasi dari pola harga ini, Anda bisa memperkirakan harga akan naik atau turun. 

Pola harga tersebut seperti:

  • Three white soldiers: Tiga candlestick berwarna putih atau hijau yang muncul berturut-turut untuk menunjukkan harga akan naik.
  • Three black crows: Tiga candlestick berwarna hitam atau merah yang muncul berturut-turut untuk menunjukkan harga akan turun.
  • Triangle pattern: Triangle pattern adalah pola harga yang terbentuk dari pertemuan garis resistance dan support. Terdapat tiga jenis bentuk dalam pola ini yaitu ascending triangle, symmetrical triangle dan descending triangle. Masing-masing bentuk mengindikasikan makna yang berbeda. 
  • Wedge: Sama halnya dengan pola triangle, bentuk ini dihasilkan dari gabungan garis resistance dan support. Adapun yang membedakan dengan pola sebelumnya adalah tingkat kemiringan masing-masing garis. Bentuk wedge terbagi menjadi dua yaitu falling wedge dan rising wedge.
  • Cup and handle pattern: Sesuai dengan namanya, cup and handle pattern adalah pola harga yang berbentuk mirip dengan cangkir dan gagangnya. Umumnya, pola ini menandai adanya bullish continuation pattern. 
  • Candlestick doji: Candlestick doji adalah grafik lilin yang membentuk beberapa pola tertentu sehingga bisa mengindikasikan keberlanjutan trend harga (continuation pattern) atau pola pembalikan harga (reversal pattern). 

Selain 6 pola harga di atas, ada banyak pola harga lain yang lebih advance seperti elliott wave dan harus Anda pelajari.

4. Melakukan Market Depth Chart Analysis

Market depth adalah kemampuan pasar untuk menyerap order jual dan order beli dalam jumlah yang besar dengan tanpa mengubah harga aset secara signifikan. Umumnya, semakin tinggi jumlah order yang bisa diserap oleh pasar, maka semakin dalam pula tingkat kedalaman pasar aset tersebut. 

Market depth chart analysis dapat membantu Anda untuk menentukan arah trend. Untuk lebih memahaminya, mari kita lihat gambar di bawah ini:

Market Depth Chart Analysis (Sumber: Investopedia)
Gambar 1: Market Depth Chart Analysis (Sumber: Investopedia)

Pada gambar di atas terlihat bahwa pada periode tersebut, harga MEOW berkisar antara 13,62 USD sampai 13,68 USD dengan jumlah MEOW diminta (buy) sebanyak 3.000 unit dan jumlah MEOW yang dijual (offer, sell) sebanyak 500 unit. 

Apabila pembeli berhasil mendapatkan 3.000 unit MEOW dengan harga 13,62 USD per unit, maka Unit MEOW yang selanjutnya hanya akan bisa terjual dengan harga 16,45 USD, itupun hanya 16 unit dari 20 unit tersedia yang bisa dijual.

Ini artinya apabila Anda menjual MEOW sebanyak 10.000 unit, MEOW milik Anda tersebut baru akan bisa terjual di level harga 13,35 USD karena pada level harga ini ada banyak unit MEOW yang diperdagangkan. Dengan kata lain dalam analisis kedalaman pasar di atas, harga MEOW akan cenderung turun. 

5. Validasi Analisis Dengan Indikator Teknis

Seringkali pola harga dan hasil market depth chart analysis di atas baru muncul ketika perubahan harga sudah terjadi sehingga berpotensi membuat trader kehilangan peluang untuk mendapatkan keuntungan atau terhindar dari kerugian. 

Salah satu cara untuk mengurangi risiko ini adalah dengan mendampingi grafik harga dengan indikator teknis seperti moving average dan yang lainnya sehingga ketika ada gejala perubahan trend atau keberlanjutan trend, trader sudah tahu sebelum event tersebut terjadi. Selain itu, adanya indikator analisis juga bisa mengkonfirmasi hasil analisis yang dilakukan trader dari pola dan market depth chart analysis di atas. 

Kini seluruh aplikasi trading forex sudah dilengkapi dengan puluhan indikator teknis yang bisa Anda gunakan. Tinggal bagaimana Anda bisa membaca, mendefinisikan dan menentukan keputusan berdasarkan indikator teknis tersebut. Misalnya, kalau dua garis moving average saling bersinggungan apa artinya dan bagaimana mengambil keputusan trading dari hasil persilangan tersebut dan lain-lain.

6. Lengkapi Analisis Dengan Aspek Fundamental

Meskipun umumnya trader forex sangat bergantung pada analisis teknikal seperti indikator teknis dan price action di atas, namun aspek fundamental juga tidak kalah penting khususnya berita-berita yang bisa mempengaruhi ekonomi nasional dan internasional.

Adanya berita ekonomi ini bisa menjadi faktor pertimbangan untuk menentukan keputusan trading sekaligus hal yang mengkonfirmasi hasil analisis Anda di atas. Anda bisa menemukan berita-berita ekonomi ini di berbagai laman seperti, Yahoo Finance, Bloomberg, CNBC dan lain sebagainya. 

Untuk menentukan arah trend harga aset memang dibutuhkan pengetahuan dan latihan yang banyak. Akan tetapi, belajar dan latihan tersebut merupakan investasi yang sangat diperlukan jika Anda ingin mendapatkan keuntungan dari forex trading. 

nv-author-image

Farichatul Chusna

Setelah lulus dari Ilmu Ekonomi Universitas Gadjah Mada, Farichatul Chusna aktif sebagai penulis artikel ekonomi, investasi, bisnis, dan keuangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.