Lompat ke konten

Cara Menentukan Besar Volume Order

Cara Menentukan Besar Volume Order

Volume adalah salah satu faktor penting dalam trading instrumen apapun termasuk forex. Volume penjualan yang besar dengan tanpa diiringi volume permintaan yang sama besarnya dapat mengakibatkan harga suatu instrumen turun, begitu pula sebaliknya. Ini artinya, volume trading yang besar berpotensi untuk mendapatkan keuntungan dan kerugian yang besar pula. 

Oleh karena itu, tidak jarang trader atau investor yang kebingungan berapakah volume order yang cocok untuk diperdagangkan dalam satu periode waktu trading tertentu. Berikut ini beberapa cara menentukan besar volume order yang cocok untuk gaya trading Anda:

Cara Menentukan Besar Volume Order

1. Ukuran tetap

Cara yang pertama adalah Anda memperjualbelikan mata uang dengan jumlah volume yang tetap pada setiap sesi perdagangan. Misalnya, Anda menjual $100 dalam 10 kali penjualan ketika nilai ekuitas yang Anda miliki sebanyak $1.000. 

Kelebihan dari cara ini adalah mudah dipahami sehingga cocok untuk diterapkan oleh pemula. Selain itu, ada kemungkinan biaya spread yang harus Anda bayarkan juga konstan sehingga mudah dihitung.

Kekurangannya adalah Anda tidak bisa memaksimalkan keuntungan karena tidak bisa menjual atau membeli banyak mata uang ketika harga mata uang tersebut sedang tinggi atau rendah.

2. Berdasarkan harga

Cara menentukan besar volume order yang kedua adalah berdasarkan harga instrumen tersebut. Contohnya, nilai margin equity yang Anda miliki adalah sebesar Rp1.400.000 dan nilai tukar USD terhadap rupiah adalah 1 USD sama dengan 14.000. Maka dengan uang Rp1.400.000 dan dengan asumsi ada gratis biaya transaksi, maka Anda bisa mendapatkan dolar sebanyak 100 unit atau 1 nano lot. 

Untuk menerapkan strategi trading volume order ini, Anda harus tahu terlebih dahulu berapa uang yang akan dipakai untuk membeli satu mata uang dan berapa modal yang akan dipakai untuk membeli mata uang lainnya atau instrumen lain. Sebab, diversifikasi adalah hal penting dalam trading. 

3. Sesuai persentase ekuitas

Selain dengan harga, Anda juga bisa menentukan besar volume order dengan total ekuitas yang Anda miliki. Semakin besar persentase volume order dibandingkan dengan total ekuitas, maka semakin besar pula risiko trading yang harus Anda tanggung. Oleh karena itu, sebaiknya rasio volume trading ini tidak lebih dari 1%-2% dari total ekuitas sehingga ketika merugi, ekuitas yang Anda miliki tidak hilang semua. 

Adapun rumus menghitung volume order menggunakan cara ini adalah:

Volume order = Ekuitas * Risiko (%) / Jumlah yang ingin diperdagangkan * Leverage

Contohnya, Anda memiliki total ekuitas (termasuk floating profit dan loss) sebesar $1.000 dan rasio risiko yang bisa Anda korbankan adalah 2%. Jika Anda ingin trading sebanyak 10.000 lot dan broker menawarkan leverage 1:100 Maka, total maksimal volume trading yang bisa Anda jual belikan adalah sebesar:

Volume order = 1.000* 2% / 10.000 * 100 = 0,02 lot.

Kelebihan cara ini adalah pertama, jumlah volume yang Anda tradingkan bisa meningkat seiring dengan peningkatan total ekuitas yang Anda miliki. Kedua, pendekatan ini cocok untuk trader dengan modal minim. Kekurangannya adalah meskipun sudah mendefinisikan risiko, pendekatan ini masih belum menghitung pada level berapa stop loss harus di pasang. 

4. Menentukan besaran volume order dengan stop loss

Rumusnya adalah:

Volume order = Ekuitas * Risiko (%) / (Stop Loss dalam pip * Jumlah transaksi yang diinginkan dalam bentuk pip)

Dalam menggunakan pendekatan ini, Anda harus ingat bahwasanya pip adalah 4 angka di belakang koma sehingga ketika harga berubah 1 pip untuk kontrak standar (100.000 unit) setara dengan $10 didapat dari 0.0001 x 100.000. Jadi, kalau Anda ingin trading 1000 lot mata uang, maka nilai pip-nya adalah 0,01 (0.0001 x 1000). 

Berikut ini beberapa langkah untuk menentukan volume order menggunakan pendekatan ini:

  1. Tentukan persentase risiko. Sekali lagi persentase risiko tidak direkomendasikan di atas 2%. 
  2. Tetapkan level stop loss dengan hitungan pip. Misalnya, Anda ingin membeli EUR/USD dengan harga 1 EUR setara dengan 1.0600 USD dan level stop loss dipasang pada level EUR/USD 1 Euro setara dengan 1.0620 USD, maka level stop loss Anda adalah 20 pip (1.0620 USD- 1.0600 USD). 
  3. Masukkan hasil poin 1 dan 2 ke dalam rumus di atas. 

Contoh:

Diketahui:

  1. Anda punya ekuitas total $1.000.
  2. persentase risiko 2%.
  3. Nilai tukar 1 EUR sama dengan 1.0600 USD.
  4. Mtop loss dipasang pada level 1.0620 USD.
  5. Anda ingin bertransaksi sebanyak 100.000 unit atau standard lot. Dalam satuan pip, nilai ini setara dengan 10 USD (0.0001 x 100.000).

Maka, jumlah volume order yang bisa Anda perjualbelikan supaya impas adalah:

Volume order = 1000 * 2% / (20* 10) / 100= 20/200=0,1 standard lot.

5. Menggunakan Kelly Criterion

Kelly criterion adalah formula matematika yang dirumuskan oleh John L. Kelly Jr pada tahun 1956. Segera setelah dipublikasikan, teori ini banyak dipakai untuk menentukan volume trading dan jumlah taruhan dalam judi. 

Dalam pendekatan ini, Anda menentukan jumlah volume trading berdasarkan probabilitas riwayat kemenangan dan kekalahan yang telah Anda dapatkan sebelumnya. 

Adapun rumus dari Kelly Criterion adalah:

K = p x B (1 – p) / B

Keterangan:

K = Jumlah volume trading dalam Kelly Criterion. 

p = Persentase probabilitas kemenangan. 

1 – p = Persentase kerugian. Variabel ini biasanya juga didenominasikan dengan q. 

B = Reward/risk ratio yang bersedia dikorbankan oleh trader. Misalnya, jika seorang trader bersedia mengorbankan seluruh potensi keuntungan yang didapatkan, maka nilai B sama dengan 1/1.

Contoh:

Seorang trader ingin mulai trading. Dia bersedia mengorbankan seluruh keuntungan yang diperolehnya untuk trading sehingga nilai B sama dengan 1/1. Jika dalam trading sebelumnya rasio kemenangan yang diperolehnya hanya 65%, maka berapakah jumlah volume trading yang bisa dipertaruhkan?

K = p x B (1 – p) / B

K= 0,65 x 1 -0,35)/1

K =(0,65 x 1- 0,35)/1

K = 0,65-0,35/1

K= 0,30 atau 30% dari total ekuitas sehingga kalau total ekuitas yang Anda miliki adalah $1000, maka Anda disarankan untuk trading dengan volume yang setara $300. 

Dalam pendekatan ini, trader tidak disarankan untuk mulai trading apabila nilai B=p/q atau ketika jumlah risk/reward ratio sama dengan persentase riwayat kemenangan dan kekalahan yang telah didapatkan sebelumnya.

nv-author-image

Farichatul Chusna

Setelah lulus dari Ilmu Ekonomi Universitas Gadjah Mada, Farichatul Chusna aktif sebagai penulis artikel ekonomi, investasi, bisnis, dan keuangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.