Cara Menghitung Dividen Per Saham

  • Saham
Langkah Menghitung Dividen Saham Perusahaan

Berinvestasi dalam saham adalah diantara pilihan bagi investor menikmati penghasilan pasif. Saham pun sebagai solusi menabung dengan tidak menurunkan nilai tukar. Menempatkan dana di saham maka nilai uang tak menjadi menyusut gara-gara inflasi. Terus, investor pun berkesempatan mendapatkan dividen. Berikut informasi cara menghitung dividen saham.

Membeli saham kini sangat mudah dilakukan sebab sudah banyak platform investasi saham online tersedia untuk ponsel. Bermodalkan dana dari Rp100 ribuan, investor sudah bisa membeli saham. Hanya saja bagi pemula, ada berbagai pengetahuan yang harus dipahami dengan betul. Termasuk pengetahuan itu ialah dividen. Pengertian mudahnya itu adalah laba perusahaan sebagai hak para pemegang saham ketika operasional memang berjalan lancar atau juga melebihi perkiraan.

Terkadang, kendati perusahaan memperoleh keuntungan lumayan besar, namun dividen tak dibagikan untuk pemegang saham disebabkan berbagai pertimbangan. Karenanya untuk lebih mengerti benar mengenai cara menghitung dividen yang dibagikan dan juga tatacara pemberiannya, baca terus uraiannya di bawah ini.

Mengenal Dividen Saham

Pada intinya arti dari dividen yaitu bagian atas laba perusahaan yang dialokasikan untuk setiap pemegang saham. Total dividen yang dibagikan sesuai total laba perusahaan dan jumlah saham yang dipegang investor. Lazimnya, jumlah keuntungan perusahaan yang hendak dikonversi ke dividen sudah diputuskan lebih dulu dalam RUPS (Rapat Umum Pemilik Saham).

Mekanisme pemberian dilaksanakan sesuai standar yang ditetapkan dari tiap-tiap perusahaan. Standar itu misalnya total pembayaran yang diputuskan bersama dari RUPS yang dihadiri para pemegang saham. Sehingga, tak berlaku keputusan sepihak apakah itu perusahaan atau investor ketika menetapkan porsi dividen yang hendak dibagikan.

Selanjutnya yaitu menetapkan apakah dividen itu bersifat stabil atau tidak. Maksudnya, ketika dividen stabil, otomatis nilainya bisa ditaksir. Akan tetapi, ketika dividen tidak stabil, maka totalnya bisa naik turun atau malah tak dibagikan ke investor disebabkan pertimbangan tertentu. Faktor tersebut yang berdampak para keinginan investor untuk menginvestasikan dananya ke saham. Sehingga, penentuan mengenai pembagian dividen mesti dipikirkan secara matang supaya perusahaan bisa bertumbuh sekaligus juga bisa mendatangkan investor baru.

Jenis Dividen Yang Dibayarkan

Dividen yang dihasilkan perusahaan tak hanya satu macam saja. Terdapat 5 macam dividen yang lazimnya dikeluarkan perusahaan, meliputi :

  1. Dividen Tunai :  tipe dividen ini kerap diberikan perusahaan. Sesuai istilah yang digunakan, dividen tunai diberikan berbentuk tunai atau dana cash kepada para pemegang saham. Para pemegang saham pun lebih tertarik ke perusahaan yang memberikan dividen tipe ini sebab dananya dapat langsung dimanfaatkan. Umumnya perusahaan pun memilih saham yang biasanya memberikan dividen tipe ini sebab lebih sederhana dan disukai kebanyakan investor.
  2. Dividen Saham : tipe selanjutnya yaitu dividen saham dimana laba perusahaan diberikan kepada investor berupa penambahan saham. Maksudnya, jumlah saham yang dipegang investor akan bertambah mengikuti meningkatnya keuntungan yang dibukukan perusahaan.  Ketika perusahaan menerapkan pembagian keuntungan dalam bentuk dividen saham, otomatis kondisi likuiditas cenderung tetap atau tak mengalami perubahan. Soalnya, pembagian dividen dilaksanakan dengan menambah jumlah saham kepada investor dan tak memakai arus kas sebagaimana bila memberikan dividen tunai.
  3. Dividen Barang : berikutnya dikenal pula dividen barang dimana pembagian keuntungan perusahaan berbentuk barang atau bentuk aktiva lain namun bukan uang tunai. Perusahaan yang menerapkan pembagian dividen tipe ini sebelumnya mesti bisa menjamin barang yang akan dibagikan memang mencukupi. Dengan kata lain, dividen barang mesti punya bagian yang homogen atau seragam. Bukan cuma itu, pembagian dividen barang pun harus diperhitungkan dengan seksama supaya tak menghambat produktifitas atau kinerja perusahaan. Sehingga, perusahaan bisa terus bertumbuh dan meningkatkan jumlah laba yang dapat dihasilkan.
  4. Dividen Skrip : dividen pun dapat diberikan berupa janji utang yang istilahnya skrip. Dengan skrip itu maka perusahaan akan mencantumkan hak pemilik saham yang ke depannya akan dilunasi termasuk waktu jatuh tempo. Boleh dikatakan dividen skrip adalah bukti utang perusahaan yang akan membayarkan dividen pada waktu yang sudah ditetapkan.
  5. Liquidating Dividend : para pemegang saham diberikan dividen yang diambil dari keuntungan atau laba yang dihasilkan perusahaan. Namun, pembagian dividen tipe ini acapkali malah mengakibatkan modal perusahaan menyusut. Sehingga, pemberian liquidating dividend jarang dipilih perusahaan.

Cara Menghitung Dividen Per Lembar Saham

Untuk menentukan besaran dividen per lembar saham yang diterima setidaknya 3 aspek pokok berikut ini mesti diketahui. Ketiganya ialah laba bersih perusahaan atau itilahnya Earning Per Share (EPS), rasio pembayaran dividen atau Dividend Payout Ratio (DPR), serta akumulasi saham yang beredar. EPS dan DPR merupakan 2 dari beberapa istilah dalam fundamental saham. Saat EPS telah dihitung maka perusahaan bisa menghitung pula nilai DPR dalam bentuk persentasse yang akan dibagikan ke pemegang saham. Penghitungan besaran DPR tadi dilaksanakan dengan menyelenggarakan RUPS.

Cara menghitung dividen prinsipnya cukup simpel. Nilai dividen yang hendak didistribusikan ke pemegang saham bisa ditentukan menggunakan formula:

rumus dividen = EPS x DPR

Dividen = EPS x DPR

Sesudah mengetahui besaran dividen yang bisa diberikan, perusahaan lebih dahulu harus menghitung nominal dividen per lembar saham. Formula untuk menghitung itu adalah :

Dividen per lembar Saham = Jumlah Dividen : Saham Beredar

Sehingga, bisa terungkap apabila makin banyak memegang saham, maka investor pun akan mendapatkan jumlah uang tunai dividen yang makin besar. Misalnya : investor memiliki 1 juta lembar saham PT. Adaro Energy dan kebetulan pihak perusahaan membagikan dividen per lembar saham sebesar Rp.100. Itu artinya investor akan mendapatkan total dana pembagian dividen sebesar Rp.100 x 1 juta = Rp.100 juta. Kemudian sesuaikan dengan PPH pasal 23 atas dividen.

Mekanisme Pembagian Dividen

Ketika menetapkan bahwa perusahan akan membagikan dividen, maka beberapa prosedur berikut harus dilakukan dengan urut. Mekanisme cara pembagian dividen saham ini dikelompokkan ke sedikit tanggal penting sebelum nantinya dividen didapatkan para pemegang saham. Urut-urutannya adalah sebagai berikut :

  • Tanggal Pengumuman : proses pertama sekali yaitu tanggal pengumuman yang akan memberitahukan bentuk dan jumlah dividen yang hendak diperoleh para pemegang saham. Di tahap ini pun akan diberitakan tanggal persisnya dividen akan dibagikan.
  • Tanggal Pencatatan : sesudah itu, pihak emiten langsung memberitahukan tanggal pencatatan. Pada tahap ini akan dilakukan penyusunan data nama para pemegang saham yang berhak mendapatkan dividen. Sehingga, pemegang saham namun namanya tak tercatat maka tak akan mendapatkan dividen.
  • Tanggal Cum Dividen : istilah ini pengertiannya adalah hari terakhir perdagangan saham tersebut yang punya hak menerima dividen. Itu termasuk dividen tunai maupun dividen saham.
  • Ex Dividen : istilah ini artinya yaitu dividen tak lagi menyertai saham yang sedang diperdagangkan. Dengan kata lain, pemegang saham yang baru saja membeli saham sesudah pengumuman tanggal tersebut maka tak akan memperoleh dividen pada periode berjalan.
  • Tanggal Pembayaran : istilahnya adalah Payment Date yaitu tanggal dimana perusahaan mengirimkan dividen menurut tanggal yang telah diumumkan sebelumnya ke pemegang saham. Sehingga, investor yang namanya tertera di daftar pemegang saham yang berhak memperoleh dividen bisa menariknya mulai tanggal tersebut.  Pemberian dividen biasanya menggunakan metode transfer ke nomor rekening pemegang saham.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *