Lompat ke konten
Daftar Isi

Dividend Payout Ratio (DPR): Pengertian, Rumus, Cara Menghitung, Faktor yang Mempengaruhi

Dividend Payout Ratio

Dalam pembagian dividen, terdapat faktor penting yang sebaiknya dijadikan pertimbangan oleh investor yaitu dividend payout ratio atau DPR. Angkanya dapat digunakan pemain saham untuk menentukan seberapa banyak keuntungan yang bisa didapat disamping capital gain.

Pengertian Dividend Payout Ratio (DPR)

Dividend payout ratio adalah rasio perbandingan antara jumlah dividen yang dibagikan oleh perusahaan kepada setiap investor dengan total keuntungan bersih yang diperoleh perusahaan tersebut. 

Dalam hal ini, variabel total keuntungan bersih diwakili oleh earnings per share (EPS) atau keuntungan yang didapatkan investor dalam setiap lembar saham. Oleh sebab itu untuk menghitung rasio ini dengan tepat, Anda juga harus membagi nilai DPR sebuah perusahaan dengan jumlah saham perusahaan tersebut yang beredar di bursa. 

Cara Menghitung Dividend Payout Ratio (DPR)

Rumus Divident Payout Ratio adalah DPR = (Dividend per Share) / (Earning per Share).

Rumus lainnya adalah DPR = (Dividen yang dibagikan : Total saham beredar) / (Total keuntungan bersih : Total saham beredar).

Semua data yang diperlukan untuk analisis dapat ditemukan di ikhtisar laporan keuangan perusahaan, yang biasanya terdapat di bagian awal laporan tahunan (Annual Report). Rumus ini berguna untuk menghitung dividen per lembar saham.

Contoh Penghitungan Dividend Payout Ratio (DPR)

Pada tahun 2022, PT ABC mencatat pendapatan bersih sebesar Rp. 150.000.000 dan berencana membagikan dividen sebesar Rp. 35.000.000 kepada para investor.

Saat ini, PT ABC memiliki 100.000 lembar saham yang diperjualbelikan di Bursa Efek Indonesia. Berdasarkan data tersebut, nilai DPR PT ABC pada tahun 2022 dapat dihitung menggunakan rumus DPR = (Dividen yang dibagikan : Total saham beredar) / (Total keuntungan bersih : Total saham beredar), sehingga:

DPR = (35.000.000 : 100.000) / (150.000.000 : 100.000) = 350 / 1500 = 0,23 atau 23%.

Artinya, hanya 23% dari total laba bersih PT ABC yang akan dibagikan kepada investor. Jika Anda memiliki 1000 lembar saham PT ABC, maka keuntungan yang akan diperoleh per lembar saham adalah Rp. 350 dan totalnya adalah Rp. 350.000.

Sementara itu, sisa 77% dari laba bersih yang tidak dibagikan kepada investor akan ditahan dan dikembalikan ke dalam kas PT ABC untuk digunakan dalam pengembangan perusahaan di masa depan. Hal ini disebut retained earning atau laba ditahan.

Faktor yang Mempengaruhi Dividend Payout Ratio (DPR)

Secara umum, kebijakan pembayaran dividen oleh sebuah perusahaan sangat bergantung pada kebijakan dan kondisi keuangan perusahaan tersebut sendiri. Jika Anda ingin tahu perusahaan mana saja yang rajin membagikan dividen dan berapa nilai dividen mereka, Anda bisa melihat daftar konstituen indeks saham yang mementingkan dividen yaitu IDX High Dividen 20.

Apabila digali lebih rinci lagi, berikut ini beberapa faktor pemengaruh nilai dividend payout ratio:

1. Tingkat profitabilitas perusahaan

Perusahaan yang memiliki profit tinggi tentunya lebih punya kemungkinan tinggi untuk membagikan dividen kepada investor. Sebaliknya, jika keuntungan yang diperoleh perusahaan rendah, bisa jadi perusahaan tersebut tidak membagikan dividen dan mengalihkan hasil keuntungan tersebut untuk operasi dan inovasi di masa depan. 

2. Tingkat likuiditas

Likuiditas adalah kemampuan perusahaan dalam membayar utang jangka pendek mereka. Tingkat likuiditas ini dapat dihitung menggunakan beberapa indikator rasio likuiditas. Semakin tinggi rasio likuiditas, maka semakin tinggi pula kemungkinan perusahaan untuk membayar dividen. 

Sebab, itu artinya aset yang mereka miliki lebih dari cukup untuk membayar kewajiban jangka pendek mereka. 

3. Pertumbuhan Perusahaan

Ada perusahaan yang membukukan profit dan tingkat likuiditas yang tinggi tapi tidak membayar dividen. Biasanya, tipe seperti ini adalah tipe perusahaan yang fokus untuk berkembang sehingga seluruh atau mayoritas keuntungan yang mereka peroleh akan digunakan untuk operasi dan investasi lagi. 

4. Ukuran Perusahaan

Perusahaan yang memiliki market capitalization besar, profitabilitas dan likuiditas yang tinggi cenderung diekspektasikan untuk membayar dividen kepada investor. Hal ini karena perusahaan seperti ini umumnya bukan perusahaan yang baru masuk pasar atau baru tumbuh melainkan perusahaan yang sudah berdiri lama. 

Berapakah Nilai Dividend Payout Ratio Yang Ideal?

Sebagai seorang investor, Anda pastinya mencari perusahaan yang sering membagikan dividen dan kalau bisa nilai dividen yang dibagikan juga tinggi. Namun demikian nilai DPR yang tinggi belum tentu mengindikasikan hal yang baik. 

Nilai DPR yang mendekati 100% memiliki 2 arti yaitu:

  • Perusahaan membagikan nyaris 100% dari laba bersih yang mereka peroleh. 
  • Perusahaan hanya mengambil sedikit porsi dari laba bersih untuk operasi dan inovasi kedepannya. 

Kedua hal ini dapat mengindikasikan bahwa perusahaan sedang tidak ingin berinovasi sehingga tidak menutup kemungkinan, nilai dividen yang dibagikan perusahaan tersebut dalam jangka panjang akan menurun atau bahkan tidak membagikan dividen sama sekali. 

Sebaliknya, nilai DPR yang rendah bisa jadi disebabkan karena perusahaan terkait sedang banyak melakukan ekspansi sehingga butuh dana lebih banyak. Investor perusahaan ini diminta untuk sedikit bersabar sebelum akhirnya perusahaan membagikan keuntungan. 

Cara Menentukan Dividend Payout Ratio Yang Ideal

Untuk menentukan nilai DPR yang ideal, sebaiknya investor menganalisis kondisi keuangan dan non keuangan perusahaan terkait secara menyeluruh. Lebih baik lagi apabila analisis tersebut tidak hanya dilakukan untuk satu periode pembagian dividen tetapi lebih dari 2 periode. 

Dengan melakukan analisis komprehensif ini, investor dapat mengidentifikasi beberapa hal seperti:

  1. Apakah perusahaan sedang dalam masa pertumbuhan atau tidak. 
  2. Berapa rata-rata nilai dividend yang biasanya dibagikan oleh perusahaan. 
  3. Kira-kira faktor apa saja yang secara khusus dapat mempengaruhi nilai DPR perusahaan tersebut. 
  4. Kira-kira berapa nilai dividen dan DPR yang dapat diperoleh oleh investor tersebut di masa depan. 

Kesimpulan

Dividend payout ratio membandingkan jumlah dividen dengan nilai EPS. Untuk mengetahui nilai rasio ini, investor harus tahu berapa total dividen yang dibagikan perusahaan, total keuntungan bersih perusahaan dalam satu periode dan berapa jumlah lembar saham perusahaan tersebut yang dijual di bursa. 

Mengukur nilai rasio ini bermanfaat untuk membantu investor memprediksi potensi keuntungan yang dapat diperoleh di masa depan. Hitunglah nilai DPR perusahaan yang Anda inginkan dalam lebih dari 1 periode pembagian dividen supaya investasi Anda lebih menguntungkan.

nv-author-image

Farichatul Chusna

Setelah lulus dari Ilmu Ekonomi Universitas Gadjah Mada, Farichatul Chusna aktif sebagai penulis artikel ekonomi, investasi, bisnis, dan keuangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *