Lompat ke konten

Cara Menghitung Return Saham, Baik Bulanan dan Tahunan

Hitung Return Saham

Ketika berinvestasi, para investor harus menguasai ilmu menghitung return saham yang potensial diperoleh. Hasil yang didapat bisa berupa profit atau capital gain namun bisa juga berarti sebaliknya berupa kerugian atau capital loss. Bagaimana cara menghitung return saham, baik bulanan maupun tahunan?

Cara Menghitung Return Saham

Rumus menghitung return saham adalah Return = (Pt-Pt-1) / (Pt-1).

Penjelasan: Pt merupakan harga saham di periode ke-t, sementara Pt-1 merupakan harga di periode sehari sebelumnya (t-1).

rumus menghitung return saham

Perhitungan return saham berguna untuk mengevaluasi hasil investasi, apakah sudah menguntungkan atau malah merugi.

Misalkan investor A membeli ICBP pada harga Rp 8.000. Setelah beberapa bulan, kini harganya meningkat menjadi Rp 12.000. Berarti, return saham Investor A sebesar Rp 4.000 atau 50 %. Persentase itu diperoleh dengan menghitung Rp 12.000 – Rp 8.000 lalu dibagi Rp 8.000.

Namun apabila Investor A membeli ICBP pada harga Rp 8.000 lalu harganya drop ke Rp 6.000, itu artinya penghasilannya negatif. Jadi, return saham dapat dikelompokkan dua macam. Jika positif berarti mendapatkan profit. Laba saham positif istilahnya adalah capital gain. Sementara, bila negatif dinamakan capital loss. Jika kerugian sudah terlalu besar, investor sebaiknya mempertimbangkan melakukan pemotongan kerugian.

Dalam beberapa kasus, menghitung keuntungan saham umumnya digunakan return saham per hari. Mengingat ada banyak data yang terlibat tentu lebih baik menghitung return saham menggunakan Excel.

Dalam menghitung return saham IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) prosesnya pun persis sebagaimana sebelumnya. Data-data harga saham IHSG lazimnya digunakan data satu tahun. Sehingga untuk menghitung yaitu dengan mencari return IHSG per hari, lalu dicari rata-rata profit untuk satu tahun.

Untuk para pemain saham, mereka harus mendapatkan data pengembalian IHSG untuk satu tahun lalu diperbandingkan dengan return saham yang diperoleh. Jika profit saham yang dipilih bisa melampaui nilai keuntungan IHSG, berarti bisa dianggap bahwa return saham tersebut bagus. Hanya saja, bisa jadi itu cuma kebetulan.

Jadi, saat Anda mendapati kenaikan atau penurunan saham yang dipilih lebih besar dibanding return IHSG jangan langsung menarik kesimpulan terlalu cepat. Ada indikator lain yang juga perlu diperhatikan yaitu fundamental perusahaan yang mengeluarkan saham itu.

Sesuai tujuan yang diinginkan, Anda bisa menghitung return saham dalam jangka waktu tahunan, 6 bulanan, 4 bulanan, bulanan, mingguan, atau harian.

Agar tidak terpengaruh noise, investor jangan terlalu sering menghitung keuntungan dari bermain saham, apalagi dalam jangka waktu bulanan dan harian. Ingat, investasi saham adalah permainan jangka panjang, bisa jadi perubahan harga dalam jangka waktu singkat hanyalah berasal dari volatilitas pasar semata, bukan karena adanya perubahan fundamental.

Cara menghitung return saham pada laporan keuangan cukup sederhana yaitu dengan menghitung harga rata-rata saham bulan ini dikurangi harga saham bulan sebelumnya terus dibagi harga saham bulan sebelumnya.

Bisa juga dengan cara harga saham bulan ini dibagi harga saham bulan lalu lalu perolehannya dikurangi 1.

Untuk data pertama lazimnya dibuat kosong sebab data sebelum itu tak ada. Data ini tentu berbeda dengan return of equity meskipun kelihatannya mirip. Jika Anda adalah seorang investor yang mementingkan dividen, kombinasikan dengan cara menghitung dividen untuk mendapatkan gambaran keuntungan yang utuh.

Penghitungan dengan Metode Rata-rata Aritmatik

Konsepnya adalah dengan mencari rata-rata sederhana yaitu menjumlahkan seluruh data return kemudian membaginya dengan jumlah data yang digunakan.

Investor dapat menghitung manual menggunakan program Excel yaitu fungsi SUM bila akan menghitung total return atau menggunakan fungsi COUNT bila ingin menghitung total data. Dapat juga dihitung langsung menggunakan fungi AVERAGE.

Penghitungan dengan Metode Rata-rata Geometrik

Adalah nilai rata-rata dengan memperhitungkan variabel bunga berbunga (compounding effect). Investor yang akan menggunakan metode ini, maka harus menambahkan return bulanan dengan 1. Berikutnya dari program Excel gunakan fungsi GEOMEAN lalu hasil yang didapat dikurangi dengan angka 1.

Bila ingin memperkirakan kinerja di masa yang akan datang maka dipilih rata-rata aritmatik, sedangkan bila ingin mendapatkan gambaran kinerja pada masa lalu maka dipakai return geometrik. Return geometrik dapat memberikan tingkat return yang cukup nyata. Kendati begitu, perkiraan return di masa depan pun dapat dihitung menerapkan rata-rata aritmatik sebab lebih gampang dipelajari.

Mencari Data Return Saham

Meski ada banyak situs yang menyediakan data harga saham dari waktu ke waktu, yang paling terkenal adalah Yahoo Finance. Situs ini menyajikan data-data lengkap bila ingin menghitung return saham jangka panjang.

Yahoo Finance punya data historis harga saham tiap hari seperti harga pembukaan, penutupan, tertinggi dan harga saham terendah. Caranya mudah, akses websitenya di finance.yahoo.com lalu inputkan kode saham yang hendak diketahui nilai return saham di kolom Search.

Data historis GGRM dari Yahoo Finance

Selanjutnya akan keluar detail data saham yang dicari tadi. Untuk mencari data return saham, pengguna mesti mencari dulu harga saham historis itu.

Caranya tekan opsi ‘Historical Data’. Maka selanjutnya akan keluar data historis lengkap saham yang dimaksud di opsi Time Period, pengguna dapat menyetel tanggal atau jangka waktu yang dikehendaki yang akan dihitung return sahamnya.

Bila ingin mencari return saham, sebaiknya memakai harga penutupan atau Close sebab harga penutupan merupakan harga terakhir yang sudah fix pada hari tersebut.

nv-author-image

Pratomo Eryanto

Pratomo Eryanto memiliki motto "Investasi tidak harus membosankan". Sebagai penggiat dunia pasar saham, Pratomo memiliki misi meningkatkan literasi finansial masyarakat Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.