7 Ciri-Ciri Pinjaman Online Ilegal Yang Harus Diketahui

Hindari pinjol ilegal

Pinjaman online ilegal sangat mengkhawatirkan karena banyak masyarakat Indonesia yang terjebak. Penyebabnya adalah tawaran layanan yang sangat terkesan sangat mudah. Pinjol tidak resmi yang tidak diawasi OJK biasanya mendapatkan pelanggan secara direct (langsung) atau modus door to door yaitu via pesan pribadi SMS dan Whatsapp. Pada beberapa kasus, mereka juga biasa melakukan penipuan menggunakan informasi lama yang menunjukkan mereka (pernah) resmi.

Agar Anda bisa memilih aplikasi yang aman, berikut ciri-ciri pinjaman online ilegal yang bisa dikenali.

1. Tidak terdaftar di OJK

Cara pertama dan mudah untuk mengetahui ciri fintech ilegal adalah melalui OJK. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merupakan lembaga independen yang berperan penting dalam bidang keuangan baik perbankan dan non perbankan. Tugas OJK di antaranya adalah mengatur dan mengawasi industri yang terlibat di sektor keuangan, seperti fintech, P2P lending atau pinjaman online.

Sehingga jika Anda ingin mengetahui status legalitas pinjaman online, bisa langsung mengunjungi website OJK di menu IKNB > Fintech. Anda bisa download pdf yang berisi daftar fintech resmi di Indonesia. Jika pinjol tidak terdata di database OJK, maka bisa dipastikan pinjol tersebut ilegal.

Bahkan saat ini Anda bisa mengecek status fintech melalui Whatsapp OJK di nomor 081-157-157-157. Silahkan simpan nomor tersebut di hp Anda, lalu buka aplikasi Whatsapp dan kirim pesan ke nomor tersebut dengan isi nama pinjol yang ingin di cek. Selain itu Anda juga bisa melalui email di waspadainvestasi@ojk.go.id.

Semua layanan pinjaman online terbaik terdaftar di OJK sehingga selalu diawasi dan terjamin legalitasnya.

2. Penawaran melalui pesan singkat

Ciri pinjaman online ilegal lainnya adalah menawarkan jasa kredit melalui layanan pesan singkat. Selama ini, Anda mungkin sering menerima pesan penipuan berupa undian berhadiah atau uang tunai melalui sms. Pesan tersebut datang mungkin hampir setiap hari dari berbagai nomor yang berbeda. Pernah kan Anda penasaran dari mana mereka bisa mendapatkan nomor kita?

Pada kasus pinjol ilegal, mereka juga sering mengirim pesan pribadi melalui sms atau Whatsapp dengan menawarkan pinjaman cepat cair dan tawaran menarik lainnya. Jika suatu saat Anda mendapatkan pesan tersebut, sebaiknya Anda hiraukan saja. Pasalnya industri sektor keuangan termasuk fintech dilarang untuk menyebarkan pesan pribadi tanpa izin.

Apabila Anda mengalami kondisi demikian, Anda bisa melaporkannya ke OJK melalui website di Patrolisiber.id. Patroli siber merupakan platform yang dinaungi oleh Bareskrim Polri untuk menindaklanjuti kejahatan siber.

3. Biaya layanan dan bunga tidak wajar

Ciri pinjaman online penipuan selanjutnya adalah penawaran biaya layanan serta bunga yang di luar kewajaran. Alias di luar norma yang biasanya ditawarkan fintech lain.

Biaya layanan merupakan biaya yang akan timbul pada saat terjadi transaksi pinjaman online. Jumlah biaya layanan pada pinjol legal atau resmi umumnya 1% – 1.5%. Jadi misalnya Anda ingin meminjam uang sebesar Rp 1 juta, Anda akan membayar biaya layanan sebesar Rp 1.000 saja.

Biaya layanan berbeda dengan biaya bunga, karena hanya dikenakan 1 kali setiap transaksi. Sedangkan biaya bunga bisa dikenakan per bulan atau berdasarkan tenor sesuai dengan kesepakatan.

Namun jika Anda meminjam pada fintech ilegal, mereka bisa mematok biaya layanan atau fee yang besar, hingga 40%. Jadi ketika Anda meminjam uang sebesar Rp 1 juta, Anda akan diminta biaya sebesar Rp. 400 rb.

Sedangkan untuk jumlah bunga yang ditawarkan fintech legal, umumnya memiliki jumlah bunga 2-3% per bulan. Namun yang terjadi pada fintech ilegal adalah bisa mencapai 4% per hari. Artinya dalam 1 bulan, pengguna akan dikenakan bunga pinjaman mencapai lebih dari 100%.

Agar tidak terjebak, hanya ajukan kredit di pinjol dengan bunga rendah tetapi legal dan diawasi OJK.

4. Proses pinjaman sangat mudah

Syarat pengajuan pinjaman harus dipenuhi seseorang, ketika ingin mendapatkan pinjaman dana dari perusahaan fintech. Umumnya meliputi rentang umur, jumlah penghasilan, dokumen NPWP, lokasi tempat tinggal, dokumen KTP dan sebagainya. Jika Anda tidak bisa memenuhi syarat tersebut, maka secara otomatis pengajuan akan dibatalkan.

Berbeda dengan pinjol ilegal, mereka bisa mencairkan dana dengan syarat pengajuan yang sangat mudah. Seperti hanya modal KTP dan mengisi formulir saja. Kemudahan ini yang biasanya membuat seseorang menjadi terpengaruh dan mau menggunakan layanan pinjol ilegal. Sebagai referensi, pilih layanan dari daftar pinjaman online cepat cair yang pernah kami rangkum.

Kemudian pada saat Anda meminjam dana di pinjaman online, tentu akan memilih limit kredit dan tenor pengembalian dana. Namun pada kasus pinjaman online ilegal, sering kali transaksi tidak sesuai dengan perjanjian. Misalnya jika Anda memilih tenor 2 bulan, tiba-tiba 1 bulan pertama Anda sudah dihubungi pihak pinjol untuk segera melunasi pembayaran.

5. Informasi biaya dan bunga terbatas

Ciri pinjaman online palsu adalah tidak adanya informasi biaya dan bunga di aplikasi resmi mereka.

Layanan Fintech P2P Lending legal pasti memiliki portal informasi resmi seperti website, aplikasi atau platform lainnya. Melalui platform tersebut pengguna atau calon pengguna bisa mengecek informasi terkait biaya dan bunga. Hal ini sangat wajar karena untuk memastikan apakah bunga nya sesuai dengan jumlah pinjaman yang didapatkan.

Sedangkan pinjol ilegal tidak menampilkan informasi yang jelas terkait bunga dan biaya yang dibebankan kepada peminjam. Sehingga jumlah pengembalian pinjaman bisa membengkak, bahkan hingga lebih dari 100%. Pengguna juga akan kesulitan untuk mengadukan kejadian ini, karena pinjol ilegal tidak memiliki layanan pengaduan seperti pada pinjol yang resmi.

Selain itu, pinjaman online legal pasti memiliki kantor yang jelas baik gedung maupun alamatnya. Sedangkan pinjaman online ilegal identitas kantornya biasanya tidak jelas. Cara mudah untuk melihat keberadaan kantor pinjol adalah melalui Google Maps.

Alamat kantor pinjol yang legal biasanya akan muncul di Google Maps, dilengkapi dengan foto kantor dan memiliki review atau ulasan dari para pelanggannya. Sedangkan jika Anda tidak menemukan alamat pinjol sebaiknya patut untuk waspada, karena hal ini merupakan salah satu ciri pinjol ilegal.

6. Cara menagih yang menyalahi aturan

Ciri pinjol ilegal selanjutnya adalah dari cara menagih pembayaran pada pelanggannya. Pinjol ilegal tidak segan-segan menggunakan cara-cara yang tidak manusiawi, seperti teror, penghinaan bahkan kekerasan. Mereka juga bahkan bisa menyebarkan identitas diri, seperti foto, dokumen pribadi dan hal lain untuk tujuan mencemarkan nama baik.

Sedangkan pada pinjol yang legal, proses penagihan dilakukan oleh petugas yang memiliki sertifikat penagihan dari AFPI (Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia). AFPI merupakan Organisasi yang dipilih OJK sebagai lembaga resmi yang bertugas melindungi pengguna layanan fintech dan mengatur serta mengawasi pihak pelaku usaha fintech.

Sehingga pengguna layanan fintech yang terdaftar di OJK atau legal, tidak akan melakukan tindakan teror dan ancaman lain karena dilarang oleh organisasi AFPI.

7. Akses aplikasi data penting di HP

Ciri pinjaman online ilegal terakhir adalah meminta akses data penting saat Anda melakukan install di HP. Bukan hanya data esensial, namun meminta akses tidak perlu seperti ke kontak HP, media, bahkan seluruh data.

Untuk melakukan pengajuan pinjaman, pengguna harus install aplikasi terlebih dahulu. Lalu aplikasi akan minta persetujuan akses informasi di smartphone. Pada kasus pinjol ilegal, mereka akan meminta akses kontak serta foto dan video.

Secara sekilas saja bisa diketahui, bahwa hal ini tidak ada hubungannya dengan layanan pinjaman. Jika pengguna menyatakan setuju, maka aplikasi pinjol ilegal dapat mendownload atau mengakses album galeri di hp. Maka tak heran jika suatu saat pengguna tidak bisa melunasi kredit, data foto dan video pribadi pengguna akan disebarluaskan oleh pihak pinjol ilegal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *