Lompat ke konten

Apa itu Haka dalam Saham?

Apa itu Haka dalam Saham

Haka adalah salah satu slang words atau bahasa gaul yang wajib dipahami oleh investor atau trader saham. Alasannya adalah kata ini banyak digunakan dalam komunitas trading dan investasi di Indonesia. Jadi, kalau Anda ingin bergaul dengan trader atau investor yang lebih berpengalaman, Anda harus tahu kata-kata slang seperti ini.

Lantas, apa yang dimaksud dengan Haka dan bagaimana cara menerapkannya di dalam saham? Simak pembahasannya secara tuntas di bawah ini. 

Pengertian Haka 

Haka adalah singkatan dari hajar kanan. Istilah Haka digunakan ketika seorang trader membeli saham dengan ask price berapa pun. Ask price adalah harga yang tertera di bagian kanan order book, sehingga namanya menjadi hajar kanan. 

Haka bisa terjadi karena seorang investor atau trader langsung membeli saham dengan harga pasar (market order) terlepas dari seberapa tinggi pun nilainya. Tindakan ini juga bisa terjadi karena trader memasang harga beli tinggi di order book demi mendapatkan saham terkait secepat mungkin. 

Intinya, Haka ada karena trader atau investor bersedia membeli sebuah saham dengan harga berapapun entah karena prospek saham tersebut bagus, jarang ada yang jual atau karena alasan-alasan lainnya. 

Pengertian Haki

Kebalikan dari Haka adalah Haki. Haki dalam konteks jual beli saham bukan berarti Hak Kekayaan Intelektual melainkan singkatan dari Hajar Kiri. Hajar kiri adalah istilah yang digunakan oleh investor dan trader di Indonesia ketika ada trader atau investor yang rela menjual sahamnya dengan harga berapapun. 

Disebut dengan Hajar kiri karena posisi harga jual ada di sebelah kiri order book. Haki terjadi ketika trader memasang harga jual (ask price) sesuai dengan harga beli tertinggi (bid price). Tujuannya adalah supaya aset tersebut bisa cepat terjual. 

Haki bisa terjadi ketika seorang trader merasa kalau harga saham tersebut susah untuk naik lagi atau bahkan akan turun terus sehingga dia perlu menjual saham yang dimilikinya secepat mungkin supaya terhindar dari kerugian yang lebih dalam. 

Cara Menggunakan Haka Dalam Trading

Baik Haka maupun Haki harus diterapkan ketika Anda sudah tahu potensi pergerakan harga selanjutnya. Untuk bisa mengetahui potensi pergerakan harga ini, Anda harus memahami beberapa istilah teknis seperti:

1. Continuation dan reversal pattern

Kalau ada pola pembalikan (reversal) pada trend harga yang sedang bullish, maka sebaiknya Anda memasang posisi Haki supaya ketika pembalikan tersebut terjadi, Anda sudah keluar dari pasar. Sebaliknya, kalau ada reversal pattern pada bearish trend, maka Haka adalah strategi yang baik sebab itu artinya, Anda bisa membeli saham yang berpotensi naik dengan harga yang relatif rendah. 

2. Mengetahui leading indicator

Leading indicator adalah indikator teknis yang muncul sebelum perubahan harga terjadi. Ini artinya, Anda sudah bisa bersiap membuka posisi sebelum perubahan harga terjadi sehingga ketika trend harga tersebut benar-benar berubah arah, Anda sudah siap. Contoh dari leading indicator adalah indikator stochastic dan relative strength index (RSI). 

3. Jangan lupa analisis fundamental

Analisis fundamental khususnya berita-berita terkait potensi perubahan harga saham dibutuhkan untuk menjawab pertanyaan “Mengapa harga saham tersebut naik?” atau “Mengapa harga saham tersebut turun?”. Ini artinya Anda sudah bersiap dengan strategi yang pas ketika ada pemberitaan buruk atau baik mengenai perusahaan. 

Jangan sampai Anda membeli sebuah saham dengan harga tinggi dengan tanpa tahu mengapa harga surat berharga tersebut naik tinggi secara fundamental. Sebab, bisa jadi saham tersebut merupakan saham gorengan. Saham gorengan adalah saham yang harganya sengaja dibuat naik oleh trader atau investor tertentu supaya mereka bisa menjual aset tersebut dengan harga tinggi. 

Belajar Bahasa Gaul Investasi Lainnya

Selain Haka dan Haki, Anda juga harus tahu beberapa istilah atau bahasa gaul lain yang sering digunakan dalam percakapan di kalangan komunitas trader dan investor di Indonesia. Istilah gaul itu seperti:

  1. Cuan yang berarti untung atau keuntungan.
  2. Boncos yang berarti rugi. 
  3. Saham gorengan alias saham yang kenaikan harganya disengaja oleh trader tertentu. 
  4. Saham nyangkut atau saham yang harganya saat ini lebih rendah dibandingkan harga belinya tapi belum di-cut loss oleh trader atau investor yang memilikinya. 
  5. Ketinggalan kereta. Istilah ini dipakai untuk trader atau investor yang ingin membeli sebuah saham tapi harganya sudah kelewat tinggi.
  6. Saham gocap. Istilah ini dipakai untuk saham-saham yang harganya hanya Rp. 50 per lembar. Harga Rp. 50 ini merupakan harga saham terendah di Bursa Efek Indonesia. Saham yang harganya menyentuh level ini sudah tidak bisa turun lagi. 
  7. Serok. Istilah ini dipakai ketika investor beramai-ramai membeli saham yang harganya sedang turun drastis. Sama seperti Haka dan Haki, serok juga harus dilakukan dengan pertimbangan yang matang. 
  8. Bandar adalah investor institusi atau investor individu yang memiliki modal besar sehingga apapun pergerakannya dapat mempengaruhi harga pasar. Anda bisa melihat dan menganalisis tindakan para bandar ini melalui aplikasi bandar detector 

Nah, itu tadi makna Haka, Haki dan beberapa bahasa gaul lainnya dalam trading saham. Jadi gimana? Sudah siap investasi hari ini?

nv-author-image

Farichatul Chusna

Setelah lulus dari Ilmu Ekonomi Universitas Gadjah Mada, Farichatul Chusna aktif sebagai penulis artikel ekonomi, investasi, bisnis, dan keuangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.