Lompat ke konten

Berapa Keuntungan Investasi Emas Dalam Setahun?

Berapa Keuntungan Investasi Emas Dalam Setahun

Emas merupakan salah satu instrumen investasi yang dianggap sebagai safe haven atau instrumen yang akan lebih banyak dibeli ketika kondisi ekonomi sedang menurun karena dianggap aman. Logika ini tentu ada benarnya juga, mengingat permintaan emas baik untuk perhiasan maupun industri relatif konstan. 

Namun demikian, hal ini bukan berarti harga logam mulia ini tidak bisa menurun. Bahkan menurut beberapa sumber, ada kemungkinan harga emas akan menurun seiring dengan perbaikan ekonomi. Logikanya adalah ketika ekonomi membaik, inflasi akan mulai naik dan masyarakat akan mengurangi alokasi mereka untuk investasi, atau kalaupun tidak dikurangi, mereka akan mencari instrumen investasi yang menawarkan tingkat keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan inflasi. Namun dampak inflasi terhadap harga logam mulia ini masih perlu penelitian lebih lanjut.

Lantas kalau begitu, berapa keuntungan investasi emas dalam setahun?

Berapa Keuntungan Investasi Emas Dalam Setahun?

Gambar 1: Harga emas dunia (Sumber: Macrotrends.net)
Gambar 1: Harga emas dunia (Sumber: Macrotrends.net)

Dari gambar 1 di atas, terlihat bahwasanya pada tahun 2020, harga emas dunia sempat naik nyaris 25%. Ini artinya, kalau Anda membeli emas seharga Rp1.000.000 pada awal tahun 2020 dan menjualnya pada akhir tahun, keuntungan yang bisa Anda peroleh maksimal adalah Rp250.000.

Hal ini menjadikan emas sebagai komoditas dengan kenaikan harga tertinggi pada periode tersebut. Kenaikan harga logam mulia ini bahkan lebih tinggi dibandingkan saham. Namun kalau dilihat lebih dalam lagi, dalam 10 tahun terakhir ini harga logam mulia ini tidak selalu mengalami kenaikan. 

Bahkan yang terburuk, harga emas tahunan sempat turun nyaris 28% pada tahun 2013. Untuk konteks saja, pada tahun tersebut terjadi kenaikan tajam pada harga minyak dunia (dan BBM di Indonesia tentunya). Oleh sebab itu, wajar kiranya kalau permintaan emas menurun dan mendorong harganya turun pula. 

Apabila data di atas ditampilkan dalam grafik, maka berikut ini grafik harga emas tersebut:

Gambar 2: Harga emas dunia (Sumber: Macrotrends.net)
Gambar 2: Harga emas dunia (Sumber: Macrotrends.net)

Dari gambar 2 di atas, tampak bahwasanya apabila harga logam mulia ini diukur dari tahun 2012-2022, maka sebenarnya perubahannya tidak signifikan. Ini artinya, jika Anda membeli 1 ons emas pada tahun 2012 dan menjualnya pada September 2022, maka jumlah keuntungan yang bisa Anda peroleh adalah 200 USD per ons (2.100-1.900). 

Akan tetapi kalau Anda membeli 1 ons emas pada tahun 2016 dan menjualnya kembali pada September 2022, maka Anda akan mendapatkan keuntungan lebih dari 1000 USD per ons. Oleh sebab itu, menghitung pergerakan harga historis emas tergantung pada rentang tahun yang Anda gunakan. 

Nick Lioudis dalam laman Investopedia juga mengungkapkan argumentasi yang mirip. Beliau menyebutkan bahwa rata-rata kenaikan harga emas dari tahun 1971-2019 adalah 10,6%.

Pada rentang waktu tersebut, harga emas sempat naik lebih dari 67% pada tahun 1974 dan pernah turun tajam sampai -32% pada tahun 1981.

Emas vs Saham

Dalam tulisannya tersebut, Nick Lioudis juga menyebutkan bahwa perkembangan harga emas cenderung fluktuatif apabila dibandingkan saham. Beliau menyebutkan bahwa:

  1. Pada periode 1971-2020, harga emas naik sebesar 5.600%, sementara saham-saham Dow Jones naik 4.500%. Ini artinya, jika Anda beli perhiasan pada tahun 1971 seharga Rp100.000, maka kini emas Anda akan bernilai Rp5.600.000
  2. Pada periode tahun 1999-2020, harga emas naik hingga 360%, sementara saham-saham yang masuk Indeks Dow Jones naik hingga 991%. Ini artinya, jika Anda beli perhiasan pada tahun 1999 seharga Rp100.000, maka kini emas Anda akan bernilai Rp360.000.
  3. Pada periode tahun 2005-2020, harga emas naik hingga 330%, sementara saham-saham yang masuk Indeks Dow Jones naik hingga 153%. Ini artinya, jika Anda beli perhiasan pada tahun 2005 seharga Rp100.000, maka kini emas Anda akan bernilai Rp330.000.
  4. Pada periode tahun 2015-2020, pertumbuhan harga saham cenderung lebih cepat dibandingkan emas, namun apabila menilik pertumbuhan harga pada tahun 2020 dan 2021 saja, maka tingkat kenaikan harga emas lebih tinggi akibat tingginya ketidakpastian dalam ekonomi dunia.
Gambar 3: Harga emas vs saham (Sumber: Investopedia)
Gambar 3: Harga emas vs saham (Sumber: Investopedia)
Gambar 3: Harga saham DJIA (Sumber: Google)
Gambar 3: Harga saham DJIA (Sumber: Google)

Tips Memaksimalkan Keuntungan Investasi Emas

Dari pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwasanya keuntungan investasi emas cenderung cocok untuk jangka panjang hingga sangat panjang (lebih dari 10 tahun-40 tahun). Namun, perkembangan harga komoditas yang satu ini sangat dipengaruhi oleh perkembangan ekonomi secara keseluruhan. Oleh sebab itu, berikut ini tips memaksimalkan keuntungan investasi emas.

1. Untuk jangka panjang

Meskipun tingkat kenaikannya tidak semulus dan setinggi saham, namun emas relatif terbukti menjadi instrumen investasi jangka panjang (10 tahun lebih) yang cukup menjanjikan sementara untuk jangka pendek atau menengah (1-10 tahun) cenderung fluktuatif. Maka dari itu, sebaiknya Anda membeli instrumen ini tidak hanya sebagai safe haven saat krisis saja, tetapi juga menjadikannya sebagai jaring pengaman investasi secara keseluruhan. 

2. Lihat perkembangan ekonomi

Kenaikan harga BBM, inflasi, krisis, semua secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi harga emas. BBM dan inflasi kemungkinan besar menurunkan permintaan emas akibat masyarakat yang lebih butuh untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari. 

Adapun emas cenderung naik saat krisis, karena banyak orang menganggap investasi yang satu ini relatif aman dibandingkan saham. Akibatnya, banyak orang membelinya dan harga emas dipasaran dalam jangaka pendek mengalami kenaikan. 

Sebaiknya, Anda juga mengembangkan analisis Anda dengan mempelajari dampak-dampak kondisi makroekonomi di atas dengan membaca berbagai penelitian, khususnya di Indonesia. Sebab, ada kalanya pasar komoditas di Indonesia bergerak ke arah yang berbeda dari pasar komoditas Amerika maupun negara lainnya. 

3. Lihat berbagai biaya yang menyertai

Dalam kasus jual beli emas di Indonesia, ada banyak metode jual beli yang bisa Anda coba. Mulai dari jual beli emas batangan, perhiasan, hingga dalam bentuk tabungan emas di bank maupun pegadaian. Mulai dari pengiriman fisik hingga hanya memiliki emas digital. 

Masing-masing metode memiliki biaya tersembunyi sendiri, seperti ongkos kirim jika Anda membeli emas fisik secara online, biaya penitipan dan pembuatan akun tabungan emas, hingga selisih antara harga jual dan harga beli kembali (buyback). Pertimbangkan biaya-biaya tersembunyi seperti untuk memaksimalkan keuntungan investasi.

nv-author-image

Farichatul Chusna

Setelah lulus dari Ilmu Ekonomi Universitas Gadjah Mada, Farichatul Chusna aktif sebagai penulis artikel ekonomi, investasi, bisnis, dan keuangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.