Lompat ke konten

8 Rekomendasi Saham Untuk Pemula (2022)

Saham Terbaik Untuk Pemula

Berinvestasi di pasar saham memiliki potensi keuntungan yang cukup besar jika memang mampu menguasainya. Hanya saja, banyak pemula yang masih kesulitan dalam memilih saham mana saja yang berpotensi cuan.

Dalam investasi saham dikenal yang namanya saham multibagger yang menggiurkan bagi investor karena bisa memberikan profit berkali-kali lipat. Hanya saja buat para investor pemula tentu masih kesulitan dalam memilih saham-saham multibagger tersebut. Salah satu analis mengatakan jika secara teknikal lalu mencermati peluang terjadinya recovery ekonomi maka kebanyakan saham di berbagai sektor berpotensi masuk dalam saham yang memiliki potensial untung tinggi.

Untuk meraih keuntungan dari saham multibagger maka investor harus bersabar, sebab investasi tersebut adalah jangka panjang. Dengan begitu kenaikan harga saham akan terealisasikan.

Berikut rekomendasi saham untuk pemula yang menjanjikan dan aman di tahun 2022.

1. BBNI

Bank Negara Indonesia (BBNI)

BBNI adalah salah satu saham terbaik untuk pemula karena merupakan perusahaan BUMN yang termasuk dalam saham blue chip terbaik yang ada di Indonesia.

Saham PT Bank Negara Indonesia diprediksi tetap menjanjikan sejalan dengan kapabilitas emiten mempertahankan kinerja fungsi intermediasi tengah tahun ini. Realisasi emiten ini boleh dibilang memuaskan selama tahun 2021, kendati tetap menduduki peringkat di bawah dibanding bank milik pemerintah lainnya.

Saat pandemi berlangsung, pihak bank terpaksa melakukan restrukturisasi kredit nasabah. Tampaknya, program restrukturisasi ini mulai menunjukkan hasil yang baik sehingga Di penutupan bulan Juni 2021 nilai restrukturisasi kredit di Bank BNI tinggal Rp 81,75 triliun, lebih kecil dari jumlah di bulan Desember 2020 yang menyentuh Rp 102,38 triliun.

Harapannya, dengan perbaikan ekonomi pasca pandemi nasabah kembali mampu membayar kredit dan Bank BNI bisa menyalurkannya kembali dengan berbagai program strategis yang mereka miliki seperti, bank digital.

Untuk membeli saham Bank BNI Anda perlu merogoh kocek cukup dalam. Hanya dengan 670 ribu rupiah, kini Anda bisa membeli 1 lot saham bank BUMN ini.

2. BMTR

Global Mediacom (BMTR)

BMTR atau Global Mediacom adalah perusahaan yang menaungi banyak perusahaan besar dan terkenal seperti RCTI, Global TV, MNC TV hingga Okezone. Dalam beberapa tahun kebelakang ini perusahaan juga rajin mengembangkan aplikasi media online berbasis subskripsi seperti, Roov, Vision dan lain-lain.

Lo Kheng Hong yang merupakan investor besar saham pun mengoleksi saham PT Global Mediacom Tbk (BMTR) ini. Pertimbangannya, induk usahanya yaitu PT Media Nusantara Citra selalu mencatat performa cemerlang sekaligus tata kelola berbagai perusahaannya yang tak usah dipertanyakan lagi.

Pada kuartal ketiga tahun 2021, perusahaan berhasil membukukan laba bersih sebesar 1,9 triliun. Jumlah ini meningkat 700 miliar dibandingkan kuartal sebelumnya dan 40% lebih tinggi dibandingkan periode yang sama di tahun 2020.

Harga saham perusahaan media raksasa ini boleh dibilang cukup terjangkau. Untuk satu lot saham Anda haya perlu mengeluarkan uang 26 ribuan saja.

3. MBSS

PT Mitrabahtera Segara Sejati (MBSS)

Investor ternama Indonesia Lo Kheng Hong cukup berminat dengan saham PT Mitrabahtera Segara Sejati ini. Salah satu alasannya adalah valuasi MBSS dianggap masih murah dengan nilai buku per saham Rp 1.200.

PT Mitrabahtera Segara adalah perusahaan yang bergera di bidang pengiriman bahan bakar fosil khususnya batu bara. Jadi, ketika permintaan batu bara dunia naik, makamaka kemungkinan besar potensi bisnis perusahaan ini juga akan naik.

Mitrabahtera kali pertama listing di Bursa Efek Indonesia April 2011 silam. Ketika itu saham MBSS dijual di harga Rp 1.600. Akan tetapi, harga tersebut terus turun sampai di harga Rp 221. Semenjak Lo Kheng Hong mulai membeli sahamnya di tahun 2016, harga saham MBSS mulai meningkat kembali.

4. PTRO

PT Petrosea Tbk (PTRO)

Petrosea (PTRO) adalah anak usaha PT Indika Energy (INDY). Perusahaan ini bergerak di bidang jasa penyediaan infrastruktur pertambangan di Indonesia khusunya pertambangan minyak. Sepanjang tahun 2021, saham PTRO bergerak ke arah yang positif. Namun demikian, Anda hanya perlu mengeluarkan uang sebesar 200 ribuan rupiah untuk membeli 1 lot saham perusahaaan ini.

INDY memiliki saham PTRO sebanyak 704.014.200 saham yang setara dengan 69,80%. Investor lainnya yaitu Lo Kheng Hong yang menguasai 151.422.200 saham yang setara 15,01%. Adapun kepemilikan saham publik kurang dari 5% porsinya mencapai 13,50%.

Sebagian besar pendapatan emiten dihasilkan dari usaha pertambangan, jasa, rekayasa dan konstruksi sementara pendapatan lainnya. Penyusutan pendapatan dikarenakan permintaan batubara dari beberapa pelanggan yang berkurang.

5. ADRO

Adaro Energy (ADRO)

Harga batubara internasional makin melejit. Harga batubara  untuk kontrak pengiriman Oktober 2021 di Ice Newcastle misalnya meningkat 0,68% menjadi $141,00/metrik ton. Malah pernah mencapai rekor $143/metrik ton.

Kalangan analis mencermati prospek emiten batubara masih dapat menguat, termasuk PT Adaro Energy dengan kode saham ADRO. ADRO adalah salah satu perusahaan lama yang bergerak di bidang pertambangan ini. Perusahaan ini sudah ada sejak tahun 1970an sehingga pengalaman perusahaan ini dalam mengatasi krisis sudah cukup terbukti.

Dengan memiliki pengalaman serta performa keuangan yang kian membaik di tengah pandemi, maka tidak heran jika harga saham ADARO sejak pertengahan September 2021 naik cukup tajam. Meskipun demikian, Anda masih bisa membeli saham blue chip ini hanya dengan 230 ribuan per lot.

Karena merupakan perusahaan tambang berstatus blue chip yang memiliki reputasi internasional baik, ADRO sering dianggap sebagai saham pertambangan terbaik yang bisa masuk dalam koleksi investasi saham bagi pemula.

6. BBRI

Bank Rakyat Indonesia TBK (BBRI)

Tidak dapat dipungkiri bahwasanya BRI adalah salah satu bank terbaik di Indonesia pada beberapa tahun ini. Dengan nilai kapitalisasi pasar sebesar 575 triliun rupiah dan nasabah serta kreditur yang tersebar sampai ke pelosok desa, maka tidak heran jika Bank BRI adalah saham bank terbaik sehingga potensi jangka panjangnya kami nilai sangat baik untuk dikoleksi investor yang baru memulai.

Kinerja BRI tetap positif kendati dihajar pandemi Covid-19. Emiten bisa mencatat laba Rp 19,070 triliun sampai penghujung bulan kesembilan gtahun 2021. Realisasi tersebut meningkat kurang-lebih 34% bila dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

7. KLBF

Kalbe Farma (KLBF)

Emiten Kalbe Farma dengan kode saham KLBF mampu mencatat performa memuaskan dalam kuartal ketiga tahun 2021. KLBF menghasilkan peningkatan penjualan bersih sampai 11,7% yoy sebesar Rp 19,098 triliun sementara tahun  sebelumnya hanya Rp 17,095 triliun.

Laba pun meningkat dari 2,179 triliun pada September 2020 menjadi 2,290 triliun pada September 2021. Peningkatan kinerja KLBF di tahun 2021 ini tak terlepas dari situasi perekonomian nasional yang mulai menunjukkan tanda-tanda pulih. KLBF berusaha membuat inovasi dengan pengadaan layanan maupun produk yang makin ekonomis serta dibutuhkan masyarakat.

8. PGAS

Perusahaan Gas Negara (PGAS)

Perusahaan Gas Negara adalah BUMN yang bergerak di bidang transportasi dan distribusi hasil tambang gas ke pasar domestik. Oleh sebab itu, prospek bisnis perusahaan ini boleh dibilang bagus mengingat saat ini masyarakat tidak lagi menggunakan kayu bakar untuk memasak atau mengoperasikan mesin, tetapi sudah menggunakan gas bumi.

Untuk kuartal ketiga tahun 2021, PGAS mampu mencatat laba senilai USD 329 juta. Jumlah itu naik dari periode yang sama tahun lalu yang bisa mencapai USD 82 juta saja. Hal ini menunjukkan perbaikan kinerja keuangan perusahaan gas ini seiring dengan perbaikan ekonomi nasional dan dunia. Maka tak heran juga kalau harga saham PGAS yang sempatkontraksi sepanjang pandemi kini mulai merangkak naik kembali.

PGAS akan berusaha menambah perluasan usaha LNG salah satunya adalah masuk ke pasar LNG Retail. PGAS tentunya memiliki tanggung jawab besar dalam memenuhi kebutuhan gas dalam negeri yang berkecenderungan naik di tahun-tahun mendatang.

Dengan potensi pertumbuhan yang tinggi, saham ini cocok untuk dikoleksi investor pemula untuk dimasukkan dalam portofolio jangka panjang.

List di atas adalah beberapa saham yang bisa Anda beli selaku pemula. Namun demikian, penting kiranya bagi Anda untuk tetap memperhitungkan aspek fundamental dan teknikal saham terkait termasuk isu-isu ekonomi yang bisa mempengaruhi kinerja keuangan perusahaan terkait.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.