Lompat ke konten

Robo Advisor: Pengertian, Cara Kerja, Kelebihan, Kekurangan

Robo Advisor

Jika pada artikel yang telah lalu kita telah membahas mengenai aplikasi screening saham yang bisa membantu investor dalam memilih saham, kini kita membahas teknologi lain yang berfungsi sama tapi memiliki mekanisme yang sedikit berbeda.

Teknologi ini bernama robo advisor. Mari pelajari apa itu robo advisor dan bagaimana teknologi ini bisa membantu investor memilih aset. 

Pengertian Robo Advisor

Robo advisor adalah platform digital yang menyediakan layanan perencanaan keuangan otomatis berbasis algoritma dengan tanpa supervisi dari manusia sekalipun. Robo advisor memberi saran menyesuaikan tingkat risiko dan jangka waktu investasi dari pengguna.

Teknologi ini pertama kali diluncurkan pada tahun 2008 dan pertama kali bisa mengelola dana investor pada tahun 2010 ketika puncak krisis finansial Amerika Serikat. 

Tujuan awal dari pembentukan robot asisten ini adalah untuk menyeimbangkan ulang alokasi investasi secara otomatis sehingga investor tidak perlu menyewa tenaga konsultan keuangan atau mengelola aset investasinya sendiri. 

Kini teknologi ini sudah banyak digunakan oleh aplikasi investasi di seluruh belahan dunia. Di Indonesia, teknologi ini dipakai oleh dua aplikasi agen jual beli reksa dana terkemuka yaitu Bibit dan Bareksa. Diperkirakan dengan perkembangan teknologi ini, pada tahun 2025 investor di seluruh dunia yang menggunakan teknologi ini dapat panen hingga 2,9 triliun USD. 

Cara Kerja Robo Advisor

Berikut ini cara kerja robo advisor secara umum:

Robo advisor mempelajari risiko Anda

Saat pertama kali daftar untuk menggunakan aplikasi atau robo advisor terkait, biasanya Anda akan disuguhi beberapa pertanyaan yang berkaitan untuk menentukan tipe risiko Anda. 

Seperti yang kita ketahui, terdapat 3 tipe investor berdasarkan resikonya yaitu investor konservatif, investor moderat dan investor agresif. Platform ini akan mempelajari jawaban-jawaban Anda untuk menentukan produk reksa dana apa yang cocok dengan Anda. 

Robo advisor mempelajari tujuan portofolio investasi Anda

Selain risiko, robo advisor juga akan mempelajari tujuan portofolio sehingga reksa dana yang direkomendasikan untuk Anda akan sesuai dengan tujuan investasi tersebut. Misalnya, untuk investasi jangka panjang seperti dana pensiun, platform ini akan memberikan rekomendasi investasi produk reksa dana saham dengan porsi yang lebih besar daripada investasi jangka menengah atau jangka pendek. 

Robo advisor menentukan kombinasi aset yang cocok untuk Anda

Seperti yang tertulis pada nomor 2 di atas, setelah Anda memasukkan data risiko dan tujuan investasi, robo advisor akan menentukan kombinasi aset yang cocok dengan tipe risiko dan tujuan investasi Anda tersebut. 

Misalnya, untuk investasi jangka pendek reksa dana pasar uang akan dominan, investasi jangka menengah RDPT lebih dominan dan investasi jangka panjang, reksa dana saham lebih dominan. 

Robo advisor akan memberikan rekomendasi aset untuk Anda

Setelah ketemu kombinasi aset yang cocok, robo advisor akan menampilkan produk investasi apa saja yang patut untuk Anda beli dan berapa porsi yang cocok. Contohnya, untuk investasi jangka panjang RDPU 25%, RDPT 35%, dan RDS 40%. 

Tinggal nantinya Anda mau membeli sesuai dengan rekomendasi tersebut atau tidak. Oleh sebab itu, selanjutnya perhatikan kelebihan dan kekurangan menggunakan robo advisor berikut ini sebagai pertimbangan:

Kelebihan Robo Advisor

Berikut beberapa kelebihan robo advisor yang bisa dimanfaatkan investor:

1. Biaya Minimum

Dibandingkan dengan menyewa jasa konsultan keuangan atau perencana keuangan yang sudah ada di perusahaan sekuritas, biaya minimum yang ditawarkan teknologi ini kepada pengguna lebih rendah sekitar 50%. 

Selain itu, menggunakan robo advisor yang murni tanpa pengawasan manusia juga meminimalisir terjadinya human error. Apalagi jika Anda membeli aset yang berasal dari luar negeri seperti Amerika Serikat yang jam siang dan malamnya berbeda. Tentu platform digital ini jadi pilihan bagus untuk jual beli aset secara otomatis sementara Anda beristirahat. 

2. Rebalancing Strategy

Dalam contoh cara kerja robo advisor di atas, kita tahu bahwa platform ini akan membagi portofolio investor ke dalam beberapa aset dengan porsi tertentu. Katakanlah untuk investasi jangka panjang alokasi RDPU 25%, RDPT 35%, dan RDS 40%. 

Nah, robo advisor akan memiliki rate deviasi tertentu sehingga pencapaian investasi bisa tetap sesuai target. Misalnya, dengan pembagian portofolio seperti di atas, platform ini menetapkan batasan deviasi sebesar 5%. Jadi, alokasi RDPU bisa 30% atau 20%, RDPT bisa 30% atau 40% sementara RDS bisa 45% atau 35%. 

Apabila ternyata harga aset yang dimiliki investor melonjak tajam sehingga porsi RDS lebih dari 45%, robo advisor akan langsung melakukan penyesuaian sehingga porsi RDS tidak akan melebihi batas maksimum tersebut. 

Fitur rebalancing lain yang cukup menggiurkan dari robo advisor adalah bahwa versi terbaru dari teknologi ini bisa menjual aset dalam kondisi rugi untuk menghindari pembayaran pajak. Akibatnya, potensi keuntungan yang bisa diperoleh investor akan meningkat. 

3. Investor tidak perlu repot-repot memilih aset

Dengan menggunakan robo advisor investor tidak perlu repot-repot menyeleksi aset (khususnya untuk reksa dana) satu per satu. Sebab, platform ini secara otomatis akan menyediakan aset rekomendasi untuk investor tersebut setelah mereka mengisi survey. Maka tidak heran jika fitur ini sangat cocok untuk digunakan oleh investor pemula. 

Kekurangan Robo Advisor

Terdapat beberapa kekurangan robo advisor yang harus diperhartikan investor:

1. Investor tidak bisa bisa memilih aset-aset tertentu

Kekurangan menggunakan teknologi ini yang pertama adalah Anda tidak bisa memilih aset-aset tertentu untuk dimasukkan ke dalam salah satu portofolio aset Anda. Artinya, untuk portofolio tersebut, Anda harus membeli aset itu-itu saja. 

Lain daripada itu, untuk menjaga keseimbangan porsi antar masing-masing aset, biasanya Anda harus membeli semua aset pada portofolio yang menggunakan rekomendasi dari robo advisor tersebut. 

Misalnya Anda menggunakan robo advisor dari aplikasi Bibit dengan susunan RDPU 25%, RDPT 35% dan RDS 40%, Anda harus membeli reksa dana sebesar Rp 100.000 dalam satu kali beli untuk didistribusikan sesuai porsi aset. Jadi, untuk portofolio tersebut, Anda tidak bisa hanya membeli RDS saja atau RDPU saja, harus semuanya. 

2. Kurang fleksibel

Kekurangan lain dari platform ini adalah kurang fleksibel. Maksud kurang fleksibel ini adalah robo advisor kurang bisa menyesuaikan rekomendasi sesuai dengan kondisi pasar sehingga beberapa kali investor harus merugi karena menggunakan rekomendasi dari platform ini. 

3. Tidak bisa konsultasi personal

Terakhir, kekurangan dari robo advisor adalah investor tidak bisa bertemu secara langsung dengan robot tersebut dan berkonsultasi secara personal baik untuk memperbaiki portofolio investasi mereka atau untuk sekedar mengembangkan keilmuan diri. 

Di zaman yang serba canggih ini banyak bermunculan teknologi-teknologi yang bisa membantu manusia dalam banyak hal termasuk keuangan dengan robo advisor. Namun, disadari atau tidak kita sebagai manusia tetap butuh berinteraksi dengan manusia lainnya yang dalam hal ini adalah ahli perencana keuangan. Kombinasikan keduanya dan ambil keputusan yang terbaik untuk investasi Anda.

Additional source: Investopedia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.