Lompat ke konten

8 Saran Untuk Trader Pemula

8 Saran Untuk Trader Pemula

Salah satu konsep yang selama ini disalah pahami oleh trader pemula adalah bahwasanya trading dapat mendatangkan keuntungan besar dalam jangka waktu singkat. Padahal, sama seperti bisnis lainnya, seorang trader juga membutuhkan waktu yang cukup lama dan latihan matang untuk mendapatkan tingkat keuntungan besar.

Berikut ini 8 saran untuk para trader pemula. Saran-saran di bawah ini tidak bisa menjamin kesuksesan seorang trader. Tapi, paling tidak trader tersebut dapat terhindar dari kerugian yang parah. 

1. Mulai Dengan Belajar Trading Saham

Trading adalah salah satu transaksi berisiko tinggi. Oleh karena itu, apabila Anda tidak dilengkapi dengan pengetahuan yang cukup, Anda bisa kehilangan modal investasi Anda sekaligus terjerat utang entah itu utang dari broker (leverage) atau utang lainnya.

Sebagai contoh, seorang trader pemula harus bisa membaca candlestick dalam menganalisa teknikal saham.

Untungnya, saat ini di internet sudah banyak bertebaran materi-materi soal trading yang bisa Anda pelajari. Terdapat banyak cara belajar saham yang bisa dilakukan semua orang. Perusahaan broker juga seringkali menyediakan fasilitas belajar trading untuk pemula yang bisa Anda manfaatkan. 

Salah satu fasilitas edukasi tersebut adalah akun demo. Dimana pada akun ini Anda bisa belajar trading dengan uang virtual tanpa harus mengeluarkan modal langsung. Dengan demikian Anda bisa belajar sambil praktik. 

2. Mulai Dengan Trading Saham

Saran kedua bagi trader pemula adalah dengan mulai trading saham. Alasannya adalah instrumen trading lainnya seperti, forex, options, indeks, komoditi berharga memiliki aspek fundamental yang relatif lebih susah dipelajari dibandingkan saham. 

Dengan membeli saham terlebih dahulu, Anda bisa mempelajari fundamental seperti kondisi keuangan perusahaan, kondisi ekonomi negara Indonesia saja dan lain-lain. Lain halnya dengan forex yang menuntut Anda untuk mempelajari kondisi ekonomi dua negara sekaligus atau komoditas yang notabene sangat bergantung dengan supply dan demand dari perusahaan yang membuat komoditas tersebut. 

3. Pilih Broker Yang Tepat

Tidak semua broker yang menyediakan fasilitas trading non saham adalah broker yang legal beroperasi di Indonesia. Dalam memilih sekuritas, memastikan keabsahan dari segi hukum adalah hal utama.

Jika Anda menggunakan sekuritas yang tidak legal, Anda harus siap menanggung konsekuensinya. Contohnya, tidak ada payung hukum yang siap melindungi Anda jika broker terkait melakukan pelanggaran dan Anda harus mengakses website atau apps milik broker tersebut dengan menggunakan VPN. 

Beberapa broker memang mengklaim telah mengantongi izin dari institusi keuangan terkemuka di dunia seperti FCA (Inggris) atau ASIC (Australia). Namun itu artinya jika ada pelanggaran yang dilakukan pihak broker, maka Anda juga harus melapor ke institusi keuangan tersebut. 

Selain masalah legalitas, faktor lainnya yang harus Anda perhatikan dari sebuah perusahaan broker adalah:

  1. Keamanan data. 
  2. Teknologi yang ditawarkan. 
  3. Rekam jejak broker tersebut. 
  4. Apakah broker memisahkan dana pengguna dengan dana operasi perusahaan. 
  5. Kelengkapan instrumen yang ditawarkan. 
  6. Ada atau tidaknya fasilitas edukasi. 
  7. Biaya transaksi yang dikenakan. 
  8. Minimum deposit. 
  9. Kemudahan pengiriman dana baik dari atau ke broker terkait. 
  10.  Fasilitas margin trading yang tersedia.

4. Belajar Manajemen Risiko

Trading adalah salah satu transaksi berisiko tinggi. Akan tetapi, bukan berarti risiko tersebut tidak bisa diminimalisir. Sebagai seorang calon trader handal, Anda harus tahu cara manajemen risiko. 

Salah satu cara manajemen risiko trading yang cocok untuk pemula adalah memulai trading dengan sedikit modal dan memulai trading dengan menggunakan uang dingin (bukan pinjaman). Bagi sedikit modal tersebut dengan membeli beberapa instrumen sekaligus sehingga ketika harga salah satu instrumen anjlok, Anda masih memiliki keuntungan dari instrumen lainnya. 

Broker memang menyediakan fasilitas leverage yang bisa dipakai pengguna untuk membeli instrumen dalam jumlah yang lebih banyak daripada kemampuan mereka. Namun sebagai pengguna, Anda harus tahu bahwa menggunakan fasilitas ini juga ada biaya dan risikonya. Sebab, Anda harus membayar biaya transaksi yang lebih tinggi dan apabila Anda gagal melunasi leverage tersebut, Aset milik Anda akan dijual secara paksa oleh pihak broker (forced sell).

5. Punya Trading Plan

Perbedaan antara trading dan judi adalah sistem trading bisa di breakdown menggunakan analisis matematis dan relatif lebih bisa diperkirakan dibandingkan judi. Disinilah peran trading plan. 

Tuliskan hasil analisis matematis Anda di dalam trading plan ini lalu simpulkan strategi trading apa yang bisa Anda lakukan untuk menuai keuntungan. Maka dari itu, memiliki trading plan hukumnya wajib bagi para trader pemula. 

Dengan memiliki trading plan, trader akan tahu strategi trading apa yang harus mereka lakukan dan apabila nyatanya strategi tersebut gagal, trader bisa memperkirakan mana strategi yang bisa diperbaiki dan tidak. 

6. Disiplin

Kedisiplinan adalah kunci sukses pada semua aspek kehidupan termasuk pada hal trading. Dalam hal ini, seorang trader harus disiplin pada setiap trading plan yang mereka buat. Memang disiplin itu sulit apalagi jika trader melihat adanya potensi keuntungan lebih pada sebuah instrumen. 

Kedisiplinan pada trading plan mungkin memang akan menghindarkan Anda dari keuntungan besar tapi disiplin juga bisa menghindarkan Anda dari kerugian besar juga. 

7. Belajar Kontrol Emosi

Banyak orang yang mengira kalau antara trading dan emosi tidak memiliki pengaruh. Sayangnya perkiraan ini salah besar. Trading dan emosi memiliki pengaruh satu sama lain. Mudahnya adalah, ketika Anda melihat harga sebuah instrumen yang melonjak tinggi, kemungkinan besar Anda tergesa gesa membeli instrumen tersebut dengan tanpa analisis yang matang. 

Sebaliknya, jika Anda melihat harga sebuah instrumen anjlok maka Anda dengan cepat menjual instrumen tersebut padahal bisa jadi penurunan harga instrumen tersebut belum menyentuh level resistance yang Anda terapkan. 

Sama seperti judi, trading juga berpotensi menimbulkan kecanduan. Sebab baik trading maupun judi dapat membangkitkan sistem rewards dalam otak yang seolah menyuruh Anda melakukan hal tersebut berkali kali sampai berhasil. 

Akibatnya, trading dengan tanpa kontrol emosi yang baik dapat membuat pengguna kehilangan banyak hal di hidupnya seperti harta dan bahkan kesehatan mentalnya. Oleh sebab itu, sebaiknya sebelum Anda mulai trading, pelajari dulu cara mengontrol emosi yang baik. 

Salah satu cara belajar mengontrol emosi adalah dengan memasang target trading yang realistis dan tidak muluk-muluk seperti, menargetkan trading untuk jadi penghasilan utama sehari hari dulu. 

8. Tidak Mudah Menyerah

Sekali lagi, trading bukanlah bisnis yang dapat menghasilkan keuntungan tinggi dalam waktu singkat dan bahkan trading adalah bisnis yang memiliki risiko tinggi. Oleh sebab itu, seorang calon trader handal tidak hanya diharuskan memiliki sifat disiplin yang tinggi tapi juga tidak mudah menyerah. 

Apabila ada strategi trading yang gagal, seorang calon trader handal akan terus mengevaluasi trading plan yang disusun dan terus belajar menjadi seorang trader yang lebih baik. 

Hati-hati dengan pihak yang menawarkan trading dengan keuntungan tinggi dengan tanpa memberi tahu risiko-risiko dan mekanisme trading itu sendiri. Sebab, bisa jadi mereka adalah penipu yang sedang mengincar Anda, seorang trader pemula yang masih awam dengan seluk beluk trading.

nv-author-image

Farichatul Chusna

Setelah lulus dari Ilmu Ekonomi Universitas Gadjah Mada, Farichatul Chusna aktif sebagai penulis artikel ekonomi, investasi, bisnis, dan keuangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.