Biaya Transaksi Saham, Fee Jual Beli Yang Harus Dibayar

Macam-Macam Biaya Transaksi Saham

Sebelum melakukan investasi, ada baiknya Anda mencari tahu dulu apa saja biaya yang harus dikeluarkan untuk melakukan transaksi saham. Hal ini bertujuan untuk mengetahui pengeluaran apa saja yang harus dibayarkan saat akan menjual atau membeli saham.

Berikut berbagai biaya transaksi saham di pasar modal.

PPh atau Pajak Penghasilan

Biaya pertama adalah PPh atau Pajak Penghasilan. PPh jual beli akan dibayarkan oleh tiap individu yang melakukan transaksi di sektor saham. Umumnya jenis pajak ini tercantum pada PPh pasal 4 ayat 2. Pajak satu ini memiliki sifat yang final dan akan dibayarkan melalui pihak sekuritas.

Untuk besarannya sendiri yakni 0,1% dari nilai keseluruhan transaksi saham yang akan Anda lakukan. Namun, PPh sendiri akan dikenakan saat Anda melakukan transaksi penjualan saham. Apabila Anda melakukan pembelian saham, maka Anda pun tidak akan dikenakan pajak satu ini. 

Sebab, biaya dalam bentuk PPh merupakan pajak yang akan dikenakan sesuai dengan nominal penghasilan dari individu maupun perusahaan dan badan hukum lainnya. Sehingga, dalam membeli saham tidak akan dikenakan PPh. Hal ini dikarenakan saham bukan merupakan golongan penghasilan individu dan juga entitas.

Komisi Broker Saham

Dalam transaksi saham juga diperlukan biaya untuk broker atau sekuritas. Broker adalah pihak yang menyalurkan transaksi dari jual beli saham antara investor ke sistem perdagangan elektronik atau yang dikenal dengan BEI yakni Bursa Efek Indonesia. Untuk itu, Anda pun juga harus membayar komisi ke broker.

Komisi broker merupakan biaya yang telah dibebankan oleh pihak sekuritas kepada investor. Apabila Anda melakukan permintaan untuk transaksi jual beli saham, broker akan memiliki tugas untuk menyampaikan dan meneruskan permintaan tersebut kepada sistem yang ada pada Bursa Efek Indonesia.

Ketika Anda menggunakan jasa perusahaan sekuritas, pastinya Anda pun harus memberikan sejumlah komisi yang wajib untuk dibayarkan. Sehingga jasa broker ini akan bertindak sebagai makelar atau perantara.

Biaya transaksi untuk pembelian online berbentuk komisi broker menjadi salah satu hal yang wajib untuk Anda perhitungkan. Kebanyakan dari broker saham terbaik yang pernah kami ulas menetapkan fee jual beli yang kompetitif sehingga Anda tidak akan rugi dalam melakukan aktivitas trading.

Untuk komisi broker saham, Anda biasanya akan membayar fee transaksi sebesar 0,15% hingga 0,25% kepada perusahaan sekuritas. Beberapa broker memiliki fee transaksi yang lebih tinggi yaitu sebesar 0,25% hingga 0,35% dari total transaksi investasi saham Anda.

Total yang Anda bayarkan untuk broker ini telah termasuk dengan pajak pertambahan nilai atau yang dikenal dengan PPN. Sehingga apabila transaksi yang Anda lakukan dalam jual beli saham hanya dalam nominal yang sejuta, maka biaya tersebut akan sangat ringan dan tidak terasa.

Pajak Pertambahan Nilai atau PPN

Biaya yang harus dikeluarkan dalam bermain saham selanjutnya adalah pajak pertambahan nilai. Biasanya pajak satu ini akan dibayarkan secara langsung ketika Anda membayarkan komisi untuk broker. Di mana di dalamnya telah termasuk juga biaya PPN. Biaya pajak ini memang akan selalu Anda kenakan dalam berbagai macam transaksi jasa dan barang.

Hal ini juga termasuk pada jasa broker dalam transaksi jual beli saham. Untuk itu, bagi Anda yang melakukan jual beli saham, tentunya Anda pun juga akan dikenakan biaya pajak satu ini. Untuk besaran yang harus dibayarkan oleh setiap investor dalam melakukan transaksi jual beli saham berkisar 0,1% dari biaya transaksi. Sementara jika mendapatkan dividen, investor harus membayar pajak penghasilan sebesar 10% dari penghasilan bruto.

Maka dari itu, dasar pengenaan PPN yang ada pada transaksi investasi saham yakni sekitar 0,03% dari total keseluruhan transaksi yang telah dilakukan dalam satu waktu. Untuk itu, jumlah pembayaran pajak satu ini akan sama sekali tidak merugikan investor dalam menjalan pajak. 

Mengingat pendapatan yang didapatkan oleh investor dalam melakukan transaksi jual beli pajak sangat banyak. Mereka akan mendapatkan keuntungan dari hasil investasi tersebut akan jauh lebih banyak. Oleh karena itu, pembayaran pajak tidak akan bernilai apa-apa pada investor saham.

Biaya Transaksi Pada Bursa Efek Indonesia

Selain perpajakan dan broker, ada pula berbagai biaya dalam transaksi saham yang perlu Anda bayarkan saat melakukan transaksi dari Bursa Efek Indonesia. Sesuai dengan cara kerja bursa efek yang pernah Investbro jabarkan, terdapat potongan yang dibebankan pada trader setiap kali melakukan jual beli.

Levy fee adalah biaya transaksi di Bursa Efek Indonesia sebagai imbal jasa dari investor setiap kali melakukan transaksi jual beli saham.

Tak hanya itu saja, penggunaan fasilitas yang disediakan oleh Bursa Efek Indonesia untuk melakukan transaksi saham juga merupakan biaya transaksi yang perlu Anda bayarkan. Sehingga dapat diartikan jika Bursa Efek Indonesia akan membebankan biaya atas jasa yang telah diberikan kepada investor selama melakukan transaksi saham yang lancar.

Berkaitan dengan nominalnya sendiri, biaya transaksi pada bursa efek Indonesia ini dapat dikatakan cukup terjangkau. Bahkan tidak akan memberatkan investor yakni besaran levy telah ditentukan oleh keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia. Untuk transaksi jual beli saham yang dilakukan dengan menggunakan jasa tersebut yakni sekitar 0,04% saja.

Besaran dari persenan tersebut termasuk dari nilai transaksi yang telah dilakukan. Kemudian, untuk rinciannya sendiri, fee transaksi saham kepada BEI adalah sebesar 0,01%. Selanjutnya, sebanyak 0,01%% untuk KSEI, 0,01% untuk dana jaminan KPEI dan juga 0,01% untuk biaya kliring.

Biaya Materai

Berdasarkan keputusan yang telah ditetapkan, sejak 1 Januari 2021 terdapat biaya tambahan yang ditetapkan untuk transaksi jual beli saham yakni adanya tambahan biaya materai. Hal ini pun juga telah disahkan oleh UU Nomor 10 Tahun 2020 terkait Bea Meterai.

Adapun ketentuan yang ada dalam transaksi jual beli surat berharga di bursa, yang mana dalam satu ketentuannya berbunyi banyak UU bea Materai menyatakan jika setiap Trade Confirmation atau TC yang dilakukan tanpa adanya batasan nilai nominal yang diterima oleh investor sebagai dokumen transaksi surat berharga akan diberikan biaya materai yakni senilai 10 ribu per dokumen.

Dengan dikenakannya biaya materai atau Trade Conformation ini nantinya investor akan bertindak sebagai penerima dokumen yang sesuai dengan pasal dan ketentuan yakni Pasal 3 angka 2 huruf e, Pasal 5, Pasal 8 angka 1 huruf b, dan Pasal 9 angka 1 UU Bea Meterai. Untuk itu, pemenuhan dari kewajiban satu ini akan menjadi tanggung jawab dari pihak investor.

Itulah beberapa biaya tambahan yang perlu Anda persiapkan dalam melakukan transaksi jual beli saham. Di dalam melakukan transaksi saham, sebaiknya Anda mengetahui dan menyiapkan dana tambahan tersebut. Sehingga nantinya transaksi yang Anda lakukan akan bisa berjalan dengan lancar dan sesuai dengan peraturan perundangan dan juga hukum yang berlaku. Transaksi saham Anda pun nantinya akan lebih aman ke depannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *