Lompat ke konten
Daftar Isi

Tabungan Pensiun Terbaik Dan Tips Untuk Memilihnya

Tabungan pensiun terbaik

Pensiun adalah salah satu masa yang harus dipersiapkan sedari dini. Pasalnya, saat pensiun nanti Anda tidak akan bekerja padahal bisa jadi harga barang kebutuhan sehari-hari naik dan perlu menangani masalah kesehatan. 

Apa Itu Tabungan Pensiun?

Tabungan pensiun adalah program tabungan untuk menyiapkan dana yang akan Anda gunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari ketika Anda pensiun kelak. Terdapat dua opsi untuk menyiapkan dana pensiun yaitu menyiapkannya secara mandiri atau menggunakan jasa lembaga keuangan untuk membantu Anda. 

Kelebihan menyiapkan dana pensiun secara mandiri adalah Anda bisa mencairkan uang yang telah Anda tabung kapanpun. Akan tetapi kekurangannya, besar kecil hasil dana pensiun nanti tergantung dengan tingkat kedisiplinan Anda. 

Cara yang kedua adalah dengan menggunakan jasa lembaga keuangan seperti bank dan perusahaan asuransi. Saat ini ada sekitar 25 bank dan perusahaan asuransi yang menyediakan produk dana pensiun. Uang Anda nantinya akan dialokasikan untuk berbagai instrumen investasi yang bisa Anda pilih.

Kelebihannya adalah, Anda bisa menabung secara autodebet sehingga setiap bulannya tidak akan terasa dan biasanya tabungan pensiun jenis ini memiliki tingkat suku bunga yang lebih tinggi dibandingkan suku bunga tabungan. Kekurangannya, uang tabungan hanya bisa dicairkan ketika telah jatuh tempo atau bisa dipercepat dengan syarat-syarat tertentu.

Tabungan Pensiun Terbaik Di Indonesia

Berikut ini beberapa produk tabungan pensiun terbaik:

1. Mandiri DPLK

DPLK adalah singkatan dari dana pensiun lembaga keuangan. Berbeda dengan produk tabungan lainnya, uang yang ada di DPLK akan disalurkan dalam berbagai instrumen investasi selayaknya reksa dana. Salah satu lembaga keuangan yang menyediakan produk ini adalah Bank Mandiri.

Berikut ini beberapa persyaratan untuk menjadi nasabah Mandiri DPLK:

  1. Usia minimal 18 tahun atau sudah menikah.
  2. Usia pensiun minimal 40 tahun.
  3. Setoran minimal 100.000 per bulan.
  4. NPWP.
  5. KTP.
  6. Mengisi dan menandatangani Formulir Aplikasi Kepesertaan.
  7. Mempunyai rekening tabungan Mandiri. 

Kelebihan tabungan pensiun Mandiri adalah Anda bisa memiliki dua akun DPLK sekaligus, bisa berinvestasi pada satu jenis instrumen saja (pasar uang, pendapatan tetap atau saham) atau kombinasi. 

2. BRI DPLK

Selain Bank Mandiri, institusi keuangan lain yang menyediakan tabungan dana pensiun adalah Bank BRI.

Adapun syarat-syarat untuk membuka tabungan pensiun BRI adalah:

  • Usia 17 tahun atau sudah menikah.
  • Usia pensiun minimal 40 tahun.
  • Setoran minimal Rp 100 ribu.
  • Mengisi dan menandatangani Formulir Aplikasi Kepesertaan.
  • Punya NPWP.
  • Fotokopi KTP atau KITAP (Kartu Izin Tinggal Tetap).
  • Memiliki rekening tabungan Bank BRI.

Bank BRI menawarkan DPLK yang akan dialokasikan ke dalam 3 jenis produk investasi yaitu pasar uang, kombinasi DPLK pendapatan tetap (60% pendapatan tetap, 40% pasar uang) dan kombinasi DPLK saham (60% saham, 40% pasar uang).

Kelebihan dari DPLK BRI adalah manfaat pensiun bisa dibayarkan secara bulanan dan saldo bisa dicek melalui laman resmi bank ini. Anda juga bisa mengecek prospek investasi menggunakan produk ini dengan mengklik tautan berikut:

DPLK BRI

3. BNI Simponi

Berikut cara mendaftar di BNI Simponi:

  • Mengisi Formulir Aplikasi Pembukaan Rekening.
  • Menyertakan Fotokopi KTP.
  • Melakukan setoran awal minimal Rp 250.000 dan berikutnya 100.000.
  • Mendapatkan Buku Tabungan BNI Simponi.
  • Setoran tidak wajib dilakukan secara autodebet sehingga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat dengan berbagai jenis pekerjaan.
  • Minimal usia pensiun 40 tahun. 

Tabungan pensiun BNI ini memiliki variasi produk investasi untuk DPLK sebagai berikut:

  1. SIMPONI LIKUID = 100% pasar uang;
  2. SIMPONI LIKUID PLUS = 75% pasar uang dan 25% obligasi ;
  3. SIMPONI LIKUID SYARIAH = 100% pasar uang syariah atau obligasi syariah;
  4. SIMPONI MODERAT = 50% pasar uang dan 50% obligasi;
  5. SIMPONI BERIMBANG = 50% pasar uang dan 50% reksa dana atau saham;
  6. SIMPONI BERIMBANG SYARIAH = 50% pasar uang atau obligasi syariah dan 50% reksa dana syariah;
  7. SIMPONI PROGRESIF = 50% obligasi dan 50% reksa dana atau saham.

Hal Yang Harus Diperhatikan Dalam Memilih Tabungan Pensiun

1. Tentukan waktu Anda pensiun

Umumnya seorang tenaga kerja bisa dibilang masuk usia pensiun ketika dia telah berusia 65 tahun. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan Anda bisa pensiun dini entah itu karena keinginan Anda sendiri atau karena masalah kesehatan.

Usia pensiun ini penting untuk ditentukan terlebih dahulu karena:

  1. Menyangkut kapan Anda bisa mencairkan tabungan Anda.
  2. Bagaimana kalau Anda mendadak membutuhkan uang tersebut 
  3. Instrumen investasi apa yang bisa Anda pilih.
  4. Berapa uang tabungan yang harus Anda setorkan setiap bulannya supaya memenuhi target. 

Produk dana pensiun lembaga keuangan di atas menyediakan mekanisme pemberian manfaat dipercepat (dari usia pensiun seharusnya). Pastikan Anda menanyakan hal ini ketika Anda melakukan survey produk tersebut kepada bank terkait ya.

2. Toleransi risiko investasi

Hal lain yang harus Anda perhatikan saat memilih produk tabungan pensiun adalah toleransi risiko. Sebagaimana yang telah tertulis di atas, setiap bank menawarkan berbagai instrumen investasi dengan tingkat risiko dan imbal hasil yang berbeda. 

Saham umumnya dikenal sebagai instrumen investasi dengan tingkat imbal hasil tinggi dengan risiko yang tinggi pula. Sebaliknya, instrumen pasar uang seperti deposito dikenal sebagai instrumen dengan imbal hasil rendah tapi relatif lebih aman dibandingkan saham. Pastikan Anda memilih instrumen investasi yang sesuai dengan profil toleransi risiko yang Anda miliki ya. 

3. Biaya, pajak dan potensi keuntungan

Pastikan saat memilih tabungan pensiun, Anda mengunjungi masing-masing bank. Alasannya adalah tidak semua informasi dibuka dalam website bank tersebut sehingga harus ditanyakan kepada customer service secara langsung. 

Beberapa hal tersebut adalah:

  1. Biaya yang harus dibayarkan oleh nasabah ketika membuka tabungan DPLK.
  2. Biaya ketika dia ingin mencairkan dana.
  3. Biaya operasional bulanan.
  4. Pajak. 
  5. Potensi keuntungan.
  6. Cara melihat saldo. 
  7. Mekanisme pencairan dana.
  8. Mekanisme pengalihan dana pensiun.

Anda bisa membandingkan besaran biaya yang dibebankan oleh masing-masing bank serta besaran potensi keuntungan untuk menentukan tabungan pensiun terbaik. 

4. Kemudahan setoran dan penarikan

Hal terakhir yang harus diperhatikan dalam memilih tabungan pensiun terbaik adalah kemudahan mekanisme setoran dan penarikan. Sedikit berbeda dengan deposito biasa, tabungan pensiun bisa di top-up. Hanya saja, tidak semua bank memberikan fasilitas top up yang mudah. 

Pastikan Anda memilih DPLK yang menawarkan kemudahan setoran di luar autodebet entah itu melalui ATM, mobile banking, dompet digital atau merchant. Sebab, tidak semua pengguna tabungan pensiun adalah pegawai yang menikmati gaji. 

Tanyakan juga bagaimana cara Anda bisa menarik dana tersebut ketika jatuh tempo dan apa yang terjadi apabila Anda tidak bisa menyetorkan dana iuran selama beberapa bulan. Semua produk simpanan di perbankan dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan. Namun demikian, pastikan Anda memahami rincian produk keuangan yang Anda pilih untuk menghindari kerugian di masa depan.

Farichatul Chusna

Farichatul Chusna

Setelah lulus dari Ilmu Ekonomi Universitas Gadjah Mada, Farichatul Chusna aktif sebagai penulis artikel ekonomi, investasi, bisnis, dan keuangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *