Lompat ke konten
Daftar Isi
ForexIMF leaderboard banner ads.

Menentukan Time Frame Trading Terbaik

Menentukan Time Frame Trading Terbaik

Time frame adalah salah satu faktor penting yang menentukan kesuksesan trading. Pasalnya, setiap time frame memiliki gaya trading dan risiko sendiri-sendiri. Misalnya, periode waktu trading yang pendek (menitan atau harian) cenderung akan lebih rentan terhadap perubahan harga/ indikator teknis, tetapi tidak terlalu terpengaruh dengan indikator fundamental. 

Sebaliknya, periode trading yang panjang cukup dipengaruhi oleh kondisi fundamental dan sentimen pasar. Lantas, apakah yang dimaksud dengan time frame dan bagaimana cara memanfaatkannya:

Apa itu Time Frame dalam Trading?

Time frame adalah periode waktu yang digunakan trader untuk trading. Periode waktu ini bisa terdiri mulai dari hitungan menit, jam, minggu hingga bulanan. Penting bagi trader untuk menentukan time frame, sebab tingkat fluktuasi harga aset pada jangka pendek umumnya lebih fluktuatif, sehingga risikonya lebih tinggi. 

Tidak jarang juga sebelum membuka posisi, trader membuka beberapa periode waktu trading sekaligus demi kepentingan analisis. Aplikasi atau software yang bagus biasanya dilengkapi dengan fitur multiple time frame ini. 

Jenis-Jenis Time Frame

Berikut ini beberapa jenis time frame yang paling banyak digunakan:

  • 1 menit (M1). 
  • 5 minutes (M5). 
  • 15 menit (M15). 
  • 30 menit (M30). 
  • 1 jam (1 H). 
  • 4 jam (4 jam). 
  • 1 hari (daily). 
  • 1 minggu (1 week). 
  • 1 bulan (1 month). 

Periode waktu 1 menit hingga 1 hari umumnya dipilih oleh trader dengan gaya scalping, sementara periode 1 hari untuk day trader dan sisanya untuk swing atau position trading

Selain beberapa jangka waktu di atas, beberapa software trading juga menyediakan fitur pengaturan periode waktu khusus yang bisa Anda atur sesuai kebutuhan dan bisa ditampilkan dalam beberapa jendela chart sekaligus (multiple time frame). Fitur ini biasanya terdiri dari dua atau tiga jendela chart. 1 Chart untuk melihat trend jangka panjang dan 1 chart untuk melihat trend jangka pendek. 

Cara Menentukan Time Frame Trading Terbaik

Menentukan time frame terbaik sama saja dengan menentukan gaya trading terbaik. Ada banyak hal yang harus Anda pertimbangkan, yaitu:

1. Tingkat risiko

Faktor pertama yang harus Anda pikirkan adalah tingkat risiko. Pasalnya, semakin singkat periode trading, maka semakin tinggi pula risikonya karena pergerakan harga aset keuangan dalam jangka pendek seringkali tidak  terduga. Selain itu, dalam jangka pendek Anda juga tidak bisa menentukan trend yang sedang berlangsung, sehingga Anda akan kesulitan untuk membuka posisi trading sesuai dengan trend. 

2. Waktu luang

Semakin pendek periode trading yang Anda pilih, semakin penting pula Anda memiliki waktu luang untuk mengamati pasar. Sebab, jika Anda memilih jangka waktu trading 1 menit, Anda harus bisa mengamati pergerakan pasar menitan untuk memilih waktu trading yang presisi. 

3. Gaya trading

Gaya trading juga berperan penting dalam pemilihan time frame. Misalnya, untuk swing trading Anda bisa memilih periode waktu trading harian, mingguan dan bulanan, sementara untuk scalping hanya membutuhkan waktu kurang dari 1 hari. 

4. Instrumen trading yang Anda pilih

Trader berpengalaman tidak jarang menggunakan beberapa gaya trading sekaligus dan bahkan berinvestasi. Hal ini mereka terapkan sesuai dengan jenis dan karakteristik masing-masing instrumen yang dipilih. 

Misalnya, trader A memilih saham B, C dan D. Saham B dipilih karena dalam jangka pendek sedang happening dalam 24 jam terakhir, C dipilih untuk jangka menengah karena ada pergerakan trend jangka yang cukup panjang, sedangkan saham D dipilih karena saham ini adalah saham blue chip, sehingga cocok untuk jangka waktu sangat panjang.

Akan tetapi, multiple trading seperti ini berisiko tinggi karena membutuhkan modal dan konsentrasi yang tinggi pula. Oleh sebab itu, umumnya trader yang menjalankan sistem trading seperti ini membutuhkan pengalaman yang memadai.

Kesalahan Trader Dalam Memilih Time Frame

1. Tidak melakukan analisis yang mendalam

Seperti yang telah disebutkan di atas, kadang trader memberlakukan periode waktu trading yang berbeda untuk instrumen yang berbeda. Untuk menerapkan strategi ini, trader membutuhkan analisis yang mendalam untuk masing-masing instrumen trading. Pasalnya, setiap instrumen memiliki karakteristik masing-masing, sehingga terkadang tidak bisa satu periode trading untuk semua instrumen.

2. Tidak disesuaikan dengan gaya trading dan risiko

Tidak sedikit trader pemula yang memilih periode waktu trading secara asal, tidak disesuaikan dengan gaya trading yang dipilih dan tingkat risiko mereka. Akibatnya, trading yang mereka jalankan pun tidak tepat dan banyak mengalami kerugian.

3. Mudah terdistraksi

Salah satu tantangan trading dengan multiple time frame adalah trader mudah terdistraksi, sehingga bisa mengalihkan fokusnya dari periode trading yang seharusnya diambil. Apalagi kalau trader tersebut memperdagangkan dua instrumen dengan jangka waktu berbeda. Oleh sebab itu, diperlukan konsentrasi dan fokus yang cukup untuk mengendalikan lebih dari satu instrumen trading dalam jangka pendek maupun jangka panjang.  

Apakah Trader Wajib Menggunakan Multiple Time Frame?

Tidak ada time frame yang wajib untuk dilakukan oleh seorang trader. Sebab, setiap trader pasti memiliki ciri khasnya masing-masing. Fitur ini umumnya dipakai hanya untuk keperluan analisis saja, sebab trend jangka panjang cenderung menunjukkan potensi perkembangan harga kedepannya. 

Namun, sekali lagi risiko menggunakannya adalah fokus trader yang tidak menutup kemungkinan terpecah. Maka dari itu, umumnya trading menggunakan multiple time frame dan multiple asset hanya dilakukan oleh trader berpengalaman saja. Trader pemula disarankan untuk menggunakan 1 periode waktu dan 1 aset saja terlebih dahulu supaya bisa lebih fokus, tidak bingung dan mengurangi potensi kerugian.

nv-author-image

Farichatul Chusna

Setelah lulus dari Ilmu Ekonomi Universitas Gadjah Mada, Farichatul Chusna aktif sebagai penulis artikel ekonomi, investasi, bisnis, dan keuangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *