Lompat ke konten

Daftar Saham Blue Chip Terbaik di Indonesia (2022)

Saham Blue Chip

Saham blue chip adalah saham yang memiliki reputasi baik, kapitalisasi pasar besar, kinerja keuangan stabil, pemimpin dalam sektornya, dan sering membagikan dividen pada investor.

Oleh sebab itu, saham dengan status blue chip sering direkomendasikan untuk investor pemula karena memiliki prospek jangka panjang yang cerah.

Daftar Saham Blue Chip

Jika Anda ingin memulai berinvestasi saham maka sebaiknya memang memulai dengan emiten yang sudah terpercaya dan terjamin keamanannya.

Berikut saham perusahaan blue chip yang ada di Indonesia:

1. Bank Central Asia (BBCA)

Bank Central Asia (BBCA)

Bank swasta terbesar di tanah air ini memang dikenal memiliki reputasi dan kinerja yang bagus. Bank buku 4 dengan jutaan nasabah ini diketahui memiliki Return on Assets (ROA) tertinggi di antara bank-bank yang ada di tanah air baik milik pemerintah maupun swasta.

Jika tertarik membeli maka Anda harus menyediakan dana yang cukup besar karena saat ini harga sahamnya per lembar sudah berkisar Rp30.000,00. Namun, semua itu tentu sebanding dengan keuntungan yang akan diperoleh. Hal itu karena BBCA adalah saham blue chip dari sektor perbankan yang cocok untuk jangka panjang.

2. Telekomunikasi Indonesia Persero Tbk. (TLKM)

Telekomunikasi Indonesia Persero Tbk. (TLKM)

TLKM adalah salah satu saham blue chip termurah karena harganya setahun terakhir mengalami penurunan.

Perusahaan milik negara yang merupakan saham top di sektor telekomunikasi ini diketahui selalu berhasil mendapatkan laba bersih yang cukup menjanjikan setiap tahun dan konsisten membagikan dividen tiap tahun. Meski kondisi perekonomian sedang lesu akibat pandemi tetapi prospek bisnis di bidang telekomunikasi dinilai masih sangat menjanjikan.

3. Indofood CBP Sukses Makmur TBK (ICBP)

Indofood CBP Sukses Makmur TBK (ICBP)

Perusahaan di bidang makanan ini memang dikenal sudah memiliki pengalaman selama lebih dari 30 tahun dan terbukti masih memiliki performa yang menjanjikan. Pertumbuhan laba perusahaan ini cukup konsisten  dan memiliki nilai ROE yang tinggi yaitu 21% dan ROA sebesar 13,7%. Nilai tersebut termasuk yang paling tinggi di antara perusahaan consumer goods lainnya.

4. Astra International Tbk. (ASII)

Astra International Tbk. (ASII)

Perusahaan ini memiliki berbagai bidang bisnis mulai dari otomotif, keuangan hingga infrastruktur dan logistik. Dengan lini usaha yang bervariasi maka tidak heran jika performa perusahaan ini stabil dan layak menjadi salah satu yang wajib dimiliki oleh investor pemula.

5. United Tractor Tbk. (UNTR)

United Tractor Tbk. (UNTR)

Distributor alat berat ini sangat populer dalam bidang pertambangan dan konstruksi sehingga tidak heran jika mampu memberikan kinerja yang memuaskan. Bahkan, tahun lalu saja perusahaan ini diketahui mampu mencatat laba bersih hingga Rp 75 triliun.

6. Aneka Tambang TBK. (ANTM)

Aneka Tambang TBK. (ANTM)

Masih dari perusahaan yang bergerak di bidang tambang dan eksplorasi, ANTAM merupakan salah satu perusahaan dengan nilai fundamental terbaik sehingga cocok dimiliki. Meskipun harga sahamnya kadang naik turun tetapi mengingat prospek tambang di tanah air tampaknya perusahaan ini masih akan sangat menguntungkan.

7. Gudang Garam TBK (GGRM)

Gudang Garam TBK (GGRM)

Meski identik dengan perusahaan rokok tetapi perusahaan ini dalam beberapa tahun terakhir mulai melirik bidang usaha lain sehingga membuat kinerjanya bisa lebih baik lagi. Fundamentalnya juga bagus sehingga layak untuk dimiliki.

8. Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI)

Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI)

Salah satu bank tertua di tanah air ini dikenal karena memiliki banyak anak usaha yang cukup berhasil, salah satunya BNI Syariah yang sudah bergabung dalam BSI. Kebanyakan lini usahanya bergerak di bidang industri keuangan seperti asuransi dan sekuritas.

9. Bank Rakyat Indonesia TBK (BBRI)

Bank Rakyat Indonesia TBK (BBRI)

Harga saham bank ini bisa dikatakan cukup terjangkau meski termasuk golongan blue chip. Harga per lembarnya sekitar Rp 4 ribu saja sehingga cocok bagi Anda investor [pemula yang belum memiliki banyak modal untuk membeli saham-saham dengan nominal besar.

10. Unilever Indonesia (UNVR)

Unilever Indonesia (UNVR)

Produk perusahaan ini sudah sangat lekat dengan kehidupan sehingga tidak heran bisa menghasilkan laba bersih yang cukup tinggi. Fundamentalnya baik serta ROE tinggi sehingga bisa memberikan dividen secara rutin.

Kriteria Saham Blue Chip

Biasanya, yang dikategorikan saham blue chip adalah emiten saham dari perusahaan-perusahaan besar yang sudah berdiri cukup lama serta memiliki pengalaman di industrinya selama bertahun-tahun. Oleh sebab itu, saham berstatus blue chip dikenal juga sebagai kelas atas atau lapis satu karena mampu memengaruhi pergerakan IHSG.

Saham blue chip juga memiliki kriteria khusus sehingga hanya beberapa perusahaan saja yang bisa memiliki julukan ini. Berikut kriterianya:

  1. Perusahaan sudah beroperasi cukup lama.
  2. Kapitalisasi pasar besar.
  3. Perbandingan jumlah utang dan aset stabil.
  4. Rutin membagikan dividen bagi pemegang saham.
  5. Memiliki kinerja yang bagus.

Kami pernah membahas secara mendalam perbedaan saham blue chip, second liner, dan gorengan.

Siapa yang Cocok Membeli Saham Blue Chip?

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, saham-saham blue chip biasanya menjadi pilihan atau rujukan pertama bagi para investor pemula ketika mulai berinvestasi saham. Performa serta fundamental perusahaan yang kuat menjadi alasan mengapa saham perusahaan kelas satu seperti ini dijadikan pilihan karena lebih minim risiko.

Anda juga berpeluang untuk mendapatkan dividen secara rutin dari perusahaan golongan ini sehingga bisa memberikan keuntungan dalam jangka panjang. Jadi, jika Anda ingin mencoba untuk berinvestasi saham maka cobalah memulai dengan membeli saham-saham perusahaan blue chip.

Kelebihan Saham Blue Chip

Dengan reputasi dan pengalaman yang dimilikinya maka tidak heran jika saham perusahaan golongan ini dianggap memiliki kelebihan yang cukup besar. Apa saja kelebihannya? Berikut penjelasannya.

1. Harga stabil dan tidak fluktuatif

Meskipun mengalami penurunan tetapi harga saham golongan ini tidak naik turun secara signifikan. Biasanya perubahan nilai yang cukup drastis bisa diketahui sejak berapa bulan sebelumnya sehingga para investor bisa lebih bersiap-siap dan tidak rugi terlalu besar.

2. Fundamental yang bagus

Fundamental perusahaan menentukan ketahanan dalam menghadapi situasi ekonomi yang tidak stabil. Kondisi keuangannya biasanya bagus dan sering memberikan laba bersih yang cukup tinggi.

3. Risiko Likuiditas relatif kecil

Risiko perusahaan golongan ini untuk mengalami kebangkrutan dan likuiditas cukup kecil sehingga risikonya juga minim. Dengan begitu, risiko Anda mengalami kerugian juga akan diminimalisir. Hal ini lebih baik dibandingkan mencari keuntungan secara cepat.

Kekurangan Saham Blue Chip

Ada kelebihan tentu ada juga kekurangan. Meski saham blue chip dikenal memiliki risiko yang cukup kecil tetapi biasanya modal yang dibutuhkan untuk membeli saham perusahaan-perusahaan ini sangat besar. Tidak hanya itu, pergerakan nilai sahamnya cenderung lamban sehingga lebih cocok digunakan untuk investasi jangka panjang.

Risiko Membeli Saham Blue Chip

Meski direkomendasikan untuk investor pemula tetapi perlu Anda ketahui jika saham blue chip juga tidak lepas dari risiko. Sama seperti investasi saham lainnya, meski membeli saham blue chip Anda tetap memiliki risiko mengalami kerugian meskipun kecil sekalipun.

Risiko yang mungkin dialami para investor saham biasanya adalah capital loss, delisting, dan likuiditas alias bangkrut. Oleh sebab itu, berhati-hati dalam memilih saham yang tepat tetap tidak boleh dilupakan. Bila perlu Anda bisa memperhatikan prospek bidang usahanya pada masa mendatang.

Dengan begitu, Anda bisa memperkecil risiko investasi meskipun membeli salah satu saham dari list saham blue chip di atas. Jangan lupa meskipun sudah berpengalaman sekalipun tetapi Anda juga tetap perlu untuk belajar memilih emiten saham yang bagus.

nv-author-image

Melvern Pradana

Melvern Pradana adalah seorang investor yang aktif menanam modal di pasar saham, cryptocurrency, P2P lending, dan reksa dana. Idolanya adalah Warren Buffett dan Peter Thiel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.