Lompat ke konten

Trading Forex vs Crypto, Mana Yang Lebih Menguntungkan?

Trading Forex vs Crypto

Masyarakat mulai banyak yang mengenal instrumen investasi alternatif diluar saham seperti forex dan crypto. Namun demikian, setiap instrumen investasi memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing sehingga perlu bagi calon investor atau trader untuk mengetahui instrumen apa yang cocok untuk mereka dan bagaimana cara membelinya. 

Jika pada postingan yang lalu kita telah membahas perbedaan trading saham dan forex serta saham dan crypto, maka kini saatnya Anda mengetahui perbedaan trading forex dan crypto. Trading forex dan crypto sama-sama memperjualbelikan mata uang dan diregulasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI). 

Keduanya memiliki perbedaan esensial yang wajib untuk diketahui oleh setiap trader yang tertarik untuk masuk pasar ini.

Apa saja perbedaan trading forex dan crypto? Berikut penjelasannya.

Mengenal Trading Forex

Trading forex adalah transaksi jual beli mata uang fiat (currency) yang resmi digunakan oleh suatu negara. Saat ini sudah ada sekitar 164 mata uang fiat yang beredar secara resmi di dunia. Misalnya, jual beli antara rupiah (IDR) dan dolar Amerika Serikat (USD) atau yen Jepang dengan renminbi China (RNB). 

Trading forex dibutuhkan seiring dengan meningkatnya intensitas perdagangan dan perjalanan internasional. Dulunya, trading komoditas ini hanya untuk kebutuhan money changer belaka namun kini setelah ada teknologi trading, trading forex bisa dilakukan atas dasar keinginan untuk mendapatkan keuntungan belaka.

Forex merupakan komoditas trading yang paling banyak diperdagangkan di seluruh dunia. Menurut Triennial Central Bank Survey of FX and OTC Derivatives Markets, volume trading forex harian pada tahun 2019 mencapai 6,6 triliun USD (Investopedia). 

Mengenal Trading Crypto

Cryptocurrency adalah mata uang virtual yang dibangun di atas teknologi blockchain.

Oleh karena itu, trading crypto dapat diartikan sebagai transaksi jual beli mata uang virtual. Saat ini sudah ada lebih dari 10.000 uang crypto yang beredar di dunia. Termasuk diantaranya adalah Bitcoin, Ethereum, Dogecoin, Ripple, dan lain-lain.

Trading crypto menjadi semakin penting seiring dengan peningkatan popularitas teknologi blockchain dan metaverse. Sebab, cryptocurrency baik yang berbentuk coin atau token diperlukan untuk berbagai kebutuhan gaming dan transaksi di metaverse. Bahkan beberapa negara sudah memperbolehkan aset digital ini untuk digunakan sebagai alat pembayaran secara offline. 

Perbedaan Trading Forex dan Crypto

1. Mata uang yang diperdagangkan

Seperti yang telah dibahas di atas, persamaan antara trading forex dan crypto adalah keduanya sama-sama memperdagangkan mata uang (currency). Bedanya adalah, trading forex memperdagangkan mata uang fiat, sementara trading crypto memperdagangkan mata uang virtual. 

Lalu, apa bedanya mata uang fiat dan mata uang virtual? Bedanya adalah, mata uang fiat adalah mata uang resmi yang dirilis dan diregulasi oleh otoritas moneter seperti Bank Indonesia atau The Federal Reserve kalau di Amerika Serikat. Oleh karena itu, mata uang fiat bisa digunakan untuk jual beli di negaranya masing-masing. 

Disisi lain, mata uang virtual seperti cryptocurrency adalah mata uang yang hanya berbentuk aset digital saja (umumnya tidak bisa disentuh). Selain itu, mata uang ini juga diterbitkan oleh perusahaan developer teknologi swasta dan tidak dikontrol oleh otoritas moneter suatu negara. 

Maka dari itu, tidak banyak negara yang memperbolehkan uang kripto digunakan untuk transaksi jual beli secara offline. Di Indonesia sendiri, cryptocurrency tidak sepenuhnya dianggap sebagai mata uang yang sah untuk dijadikan alat tukar dan alat pembayaran. Di negeri ini, cryptocurrency masih dipandang sebagai aset digital yang hanya bisa dibeli atau dijual saja dan tidak bisa dipakai untuk membayar kebutuhan sehari-hari. 

2. Aspek fundamental

Baik trading forex maupun trading crypto menggunakan analisis teknikal yang mirip karena pada dasarnya analisis teknikal membahas mengenai bagaimana riwayat pergerakan harga suatu aset dalam memperkirakan harga aset tersebut kedepannya. 

Akan tetapi, keduanya memiliki aspek fundamental yang sangat berbeda. Aspek fundamental trading forex tergantung pada kondisi ekonomi negara penerbit mata uang fiat yang diperdagangkan dan kondisi ekonomi global secara keseluruhan. Ini karena forex diterbitkan, dikontrol, dan diregulasi oleh otoritas moneter resmi suatu negara. Artinya, trading pada suatu forex tidak akan kolaps kecuali kalau negara penerbit mata uang tersebut kolaps juga. 

Lain halnya dengan trading crypto. Aspek fundamental crypto sangat tergantung pada 3 hal, yaitu teknologi blockchain yang ditawarkan, profil dan pengalaman developer pengembang aset crypto tersebut dan bagaimana perkiraan penggunaannya di masa kini dan masa depan. Ini artinya, trading crypto akan mengalami kegagalan kalau developernya melakukan penipuan atau gagal mengembangkan teknologi terkait. 

3. Stabilitas

Karena perbedaan aspek fundamental di atas, harga forex cenderung lebih stabil dan likuid dibandingkan mayoritas cryptocurrency. Apalagi kalau forex yang diperdagangkan adalah major currency pair seperti USD, GBR (pound sterling), CHF (Swiss Franc), EUR, RNB atau JPY yang notabene diterbitkan oleh negara-negara maju. 

Hal ini bukan berarti semua cryptocurrency tidak stabil. Beberapa cryptocurrency seperti USDT dan USDC didesain sedemikian rupa sehingga nilainya mengikuti nilai tukar dolar. Cryptocurrency jenis ini disebut dengan stablecoin

4. Keamanan dan regulasi

Karena nilai tukar forex secara langsung berdampak pada ekspor dan impor dalam suatu negara, maka trading forex diregulasi dengan ketat oleh pemerintah. Maka dari itu, beberapa perusahaan trading forex mengansuransikan transaksinya untuk berjaga-jaga kalau ada tindak penipuan dan hal lain yang tak diinginkan. 

Di sisi lain, trading crypto sepenuhnya berdiri sendiri dengan tanpa jaring keamanan dari pemerintah. Cryptocurrency memang dibangun di atas blockchain yang disebut-sebut sebagai teknologi yang susah diretas. Namun tak dapat dipungkiri bahwasanya beberapa kali terjadi pencurian cryptocurrency khususnya melalui platform crypto exchange. 

Lebih Menguntungkan Trading Forex atau Crypto?

Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa dari segi keamanan, fundamental serta stabilitas dan likuiditas, trading forex cenderung lebih menguntungkan dibandingkan dengan trading crypto. 

Namun demikian, Anda juga harus mempertimbangkan aspek lain seperti biaya dan penggunaan saat memilih akan trading forex atau crypto. Sebab tidak jarang perusahaan broker memberikan biaya transaksi dan leverage yang berbeda antara trading forex dan crypto secara umum atau trading untuk currency pair tertentu atau coin crypto tertentu.

nv-author-image

Farichatul Chusna

Setelah lulus dari Ilmu Ekonomi Universitas Gadjah Mada, Farichatul Chusna aktif sebagai penulis artikel ekonomi, investasi, bisnis, dan keuangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.