10 Untung Rugi Investasi Apartemen, Wajib Tahu!

Prospek Investasi Apartemen

Prospek investasi apartemen meningkat tajam karena ketersediaan lahan hunian yang semakin terbatas lantaran pertumbuhan penduduk begitu pesat. Hal ini juga sekaligus membuat penanaman modal di sector properti ini dinilai sebagai aset yang menarik bagi sebagian orang.

Jika Anda tertarik, sebaiknya simak untung rugi investasi apartemen berikut ini.

Keuntungan Investasi Apartemen

Berikut beberapa keuntungan membeli apartemen yang bisa Anda dapatkan.

1. Apartemen Menjadi Tren

Melihat fenomena di masyarakat yang mana lahan saat ini sudah semakin terbatas lantaran pertumbuhan penduduk begitu pesat, membuat harga tanah pun menjadi terus meningkat. Kondisi ini pada akhirnya membuat apartemen menjadi salah satu solusi untuk menggantikan peran rumah tinggal bagi masyarakat.

Bahkan seiring berjalannya waktu, apartemen menjadi gaya hidup baru bagi masyarakat modern. Khususnya yang bertempat tinggal di kota besar dengan ketersediaan lahan terbatas, apartemen mempunyai peminat yang begitu tinggi. Terlebih mobilitas manusia yang semakin meningkat seiring perkembangan zaman, membuat hunian yang dibutuhkan tidak terlalu besar asalkan nyaman. Belakangan, milenial lebih memilih tinggal di apartemen karena alasan kepraktisan.

Tren harga properti juga disinggung dalam buku investasi properti berjudul “Investasi Properti Investasi Abadi” karangan Himawan Chandra.

2. Bisa Disewakan

Keuntungan memiliki apartemen adalah Anda bisa menyewakannya apabila Anda tidak ingin menempatinya sendiri. Di mana Anda dapat menyewakannya dengan sistem tahunan, bulanan, maupun harian. Ini membuka peluang mendapatkan pemasukan tambahan yang cukup besar.

Terlebih saat ini perkembangan harga sewa dan jual apartemen terus meningkat dari waktu ke waktu. Boleh dibilang bahwa nilai jenis hunian ini bahkan cukup baik bila dibandingkan dengan jenis investasi lainnya. Sebagai contoh, sebuah kondonium yang diluncurkan pada tahun 2018 saja yang mempunyai harga jual Rp. 150 juta bisa mencapai Rp. 350 juta hanya dalam satu tahun.

Apabila Anda menyewakan apartemen, sebut saja dengan jangka waktu menengah sekitar 2 atau sampai 3 tahun lamanya. Maka setiap tahunnya Anda akan mendapat pendapatan yang terus meningkat. Langkah ini tentunya bisa menjadi investasi yang sangat menjanjikan bagi pemilik properti berupa apartemen.

Dalam menyewakan properti, pastikan Anda mengikuti rule 1% supaya tidak mengalami kerugian.

3. Bisa dengan Modal Kecil

Jika selama ini stigma yang beredar di masyarakat adalah harga apartemen itu mahal, maka itu tidak selalu benar. Meski memang ada juga apartemen yang dibanderol jauh lebih mahal dibandingkan dengan rumah tinggal biasa, namun bukan berarti Anda tidak bisa investasi apartemen dengan modal terjangkau.

Keuntungan investasi apartemen dengan modal kecil lebih tepat apabila diibaratkan dengan apartemen studio. Pasalnya apartemen studio lazimnya tidak membutuhkan modal besar, namun peminatnya terbilang cukup tinggi. Dalam hal ini, semakin kecil ukuran apartemen yang Anda pilih maka akan semakin murah pula harga belinya.

Karenanya, pemula bisa berinvestasi properti dengan modal yang tidak besar. Yang dibutuhkan adalah kedisiplinan serta kemampuan melakukan penjualan/penyewaan yang baik.

4. Risiko Apartemen Kosong Kecil

Anda mungkin masih ragu karena khawatir jika nyatanya tidak ada orang yang ingin menyewa apartemen Anda. Namun bila berbicara mengenai potensi keuntungan investasi apartemen, berdasarkan pengalaman mereka yang sudah menjajal investasi ini, risiko hunian kosong terbilang kecil atau rendah.

Ketika Anda telah berhasil menyewakan apartemen sekalipun, kemudian masa sewanya habis, Anda tidak perlu khawatir bahwa hunian tersebut akan kosong sampai jangka waktu lama. Karena seperti yang telah disebutkan di awal, apartemen khususnya yang berada di kota padat penduduk, banyak diburu oleh masyarakat. Sehingga orang yang menyewa pun akan selalu ada.

5. Eco Friendly

Tahukah Anda bahwa apartemen, khususnya yang tipe unit studio, jauh lebih ramah bila dibandingkan dengan jenis hunian lainnya? Dikatakan demikian lantaran apartemen tipe unit studio ini mempunyai ukuran yang jauh lebih kecil. Sehingga model ini tidak membutuhkan banyak energi untuk pengelolaannya, misalnya cukup dengan satu pendingin ruangan saja.

Tentu model seperti ini sangat cocok bagi penyewa hunian atau klien yang mementingkan konsep eco friendly. Perlu diketahui bahwa saat ini banyak masyarakat milenial yang sudah mulai sadar pentingnya menjaga lingkungan, sehingga tidak jarang mereka akan lebih memilih model apartemen seperti tipe studio. Menariknya lagi, perawatan model unit ini juga jauh lebih mudah untuk dibersihkan.

Kerugian Investasi Apartemen

Berikut beberapa kerugian membeli apartemen yang bisa membuat modal Anda sirna.

1. Pembangunan Terlambat

Potensi rugi investasi apartemen tentunya juga harus ditinjau dari risiko developer yang tidak menepati janji. Risiko yang pertama yaitu pembangunan yang molor dari jadwal pembangunan.

Lebih parah lagi, pembangunan ternyata nihil hasilnya atau dengan kata lain apartemen tidak jadi dibangun. Tentunya ada sanksi hukum yang menanti bagi pengembang yang tidak tepat janji.

Pasalnya, kebanyakan proses pemasaran dan pembelian apartemen dilakukan saat lahan masih kosong atau propertinya belum jadi. Biasanya yang membeli ketika apartemen masih kosong ini adalah investor, jarang sekali end-user. Meski boleh saja dicoba, namun risiko yang akan menunggu Anda adalah hunian tidak jadi dibangun karena berbagai alasan.

2. Sertifikat Terlambat

Tidak hanya pembangunan apartemen saja yang berpotensi terlambat dan molor dari jadwal pembangunan awal. Namun proses mendapatkan sertifikat kepemilikan biasanya juga bisa sangat lama dan tidak secepat rumah tapak. Urutan proses pembuatan sertifikat apartemen yaitu, pertama bangunan tersebut harus sudah selesai dibangun terlebih dahulu.

Padahal pembangunan apartemen sendiri bisa berlangsung hingga dua sampai 3 tahun lamanya, ini pun asumsi untuk pembangunan yang tidak molor. Kedua, pengembang harus melakukan serah terima dengan seluruh pemilik setelah bangunan jadi. Ini pastinya akan memakan waktu lama, meski setelahnya proses pembuatan sertifikat bisa diselesaikan.

3. Harga Apartemen Turun

Memang benar kebanyakan harga properti seperti rumah dan apartemen cenderung naik seiring berjalannya waktu. Namun apakah Anda pernah benar-benar mengecek harga properti tersebut dari waktu ke waktu ? Faktanya, hal ini sebenarnya tidak selalu berlaku. Bahkan dalam beberapa tahun terakhir, trend properti mengalami penurunan.

Hal ini mungkin dapat terjadi karena pengaruh ekonomi masyarakat akibat inflasi dan resesi atau berbagai faktor lainnya. Namun di luar berbagai faktor tersebut, intinya adalah harga apartemen tetap bisa turun. Dan tentunya hal ini bisa menjadi salah satu risiko investasi properti apartemen.

4. Bunga KPR Naik

Tidak bisa dipungkiri jika hampir 70 hingga 80 persen pembelian properti yang dilakukan di Indonesia, menggunakan pinjaman KPR bank. Ini juga bisa menjadi salah satu kerugian berinvestasi apartemen, karena pinjaman KPR bank sendiri mempunyai risiko yang mana cukup sering dilupakan oleh sebagian besar orang.

Meski sistem KPR memudahkan masyarakat untuk mendapat properti yang tak kunjung bisa dibeli karena kurangnya uang cash, namun risikonya adalah suku bunga KPR bisa meningkat dan berimbas terhadap cicilan kredit per bulan. Bunga floating dari apartemen yang Anda beli secara kredit ini akan menjadi risiko tersendiri dari investasi yang dilakukan.

5. Sulit Disewakan

Memang benar jika apartemen semakin banyak diburu oleh masyarakat saat ini. Namun, pasokan hunian di kota besar yang juga meningkat ternyata dapat menekan harga sewa. Sehingga terkadang bukan keuntungan besar yang diperoleh, bahkan apartemen juga berisiko menjadi sulit disewakan. Inilah kerugian investasi apartemen yang perlu Anda pahami.

Agar mudah disewakan, menurut Mysmartmove, Anda sebaiknya menentukan harga yang wajar dengan kompetisi di daerah sekitar. Tujuannya adalah agar orang lebih tertarik menyewa hunian Anda.

Lazimnya, hampir semua investasi memang mempunyai keuntungan dan risiko tersendiri. Sama halnya jika Anda ingin melakukan investasi dalam bentuk properti seperti apartemen. Meski keuntungannya bisa saja besar, namun risiko di baliknya pun tidak kalah tinggi. Anda bisa mempertimbangkan untung rugi ini sebagai dasar apakah melanjutkan investasi atau tidak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *