Lompat ke konten

7 Alasan Anda Harus Investasi Saham

Alasan harus investasi saham

Saham adalah salah satu instrumen investasi yang populer di kalangan investor. Dengan berkembangnya teknologi dan media sosial, kini masyarakat bisa mengakses segala hal tentang saham dimana-mana. 

Namun sayangnya, masih banyak orang yang ragu untuk mulai masuk berinvestasi pada instrumen ini. Jika Anda masuk ke dalam golongan ini, berikut ini 7 alasan harus investasi saham yang patut untuk dipertimbangkan:

1. Mempersiapkan Kebutuhan Masa Depan

Hemat pangkal kaya, itulah semboyan yang sudah sering kita dengar sejak kecil. Oleh karena itu, banyak orang tua yang sudah membiasakan anaknya untuk menabung sedari dini. Dengan demikian, ketika ada kebutuhan di masa depan, anak tersebut tinggal mengambil dana tabungan yang sudah ada. 

Sedikit berbeda dengan tabungan biasa, investasi saham cocok untuk mempersiapkan diri terhadap kebutuhan masa depan karena instrumen ini memiliki bunga majemuk. Konsep bunga majemuk ini sederhananya seperti, Anda punya investasi 1.000.000 rupiah dengan bunga bulanan 10%, maka pada bulan pertama total investasi Anda adalah sebesar 1.100.000, tapi pada bulan kedua totalnya menjadi 1.210.000 atau 1.100.000 ditambah 10% kali 1.100.000.

Konsep bunga majemuk inilah yang membuat nilai investasi saham bisa sebanding atau bahkan melebihi inflasi. Dengan demikian, jumlah tabungan Anda nantinya akan setara atau bahkan melebihi harga barang yang Anda butuhkan di masa depan. 

Untuk membantu Anda menghitung jumlah investasi yang Anda butuhkan untuk membeli barang tertentu di masa depan, berikut ini investbro.id sediakan kalkulator bunga majemuk. Lihat berapa dana dan periode investasi yang Anda butuhkan lalu bandingkan dengan tabungan biasa.

2. Mendapatkan Passive Income

Keuntungan investasi saham tidak hanya diperoleh dari adanya bunga majemuk atau capital gain seperti di atas saja. Keuntungan investasi saham juga bisa berasal dari dividen, sebagian keuntungan yang dibagikan secara cuma-cuma oleh perusahaan kepada investor. 

Biasanya, dividen ini dibagikan per saham. Misalnya, Anda memiliki 100 lembar saham di perusahaan A dan perusahaan tersebut membagikan dividen sebesar 150 rupiah per lembar. Maka, nilai investasi Anda bisa bertambah Rp. 15.000 rupiah meskipun Anda tidak menambah setoran modal sama sekali.

Nah, baik dividen maupun capital gain ini bisa menjadi sumber pendapatan pasif yang bisa Anda cairkan di masa depan. 

3. Sumber Belajar Saham Kini Sudah Banyak dan Mudah Diakses

Mungkin orang tua Anda masih bingung apa itu saham dan manfaatnya. Hal ini wajar sebab ketika mereka muda, internet dan smartphone masih belum masif sebagaimana saat ini sehingga informasi tentang saham masih hanya bisa diakses oleh orang-orang tertentu saja. 

Namun saat ini hal tersebut sudah tidak berlaku. Kini Anda bisa belajar saham melalui banyak sumber. Mulai dari sumber audio visual seperti YouTube dan Instagram, sumber audio seperti podcast atau sumber tulisan seperti Investbro.id. 

Banyak juga perusahaan sekuritas terbaik yang memiliki fasilitas pendidikan resmi untuk nasabahnya seperti webinar, buku gratis, blog dan lain sebagainya. Jadi, tidak investasi saham karena tidak tahu ilmunya kini bukan alasan lagi. 

4. Investasi Saham Kini Mudah

Alasan lain mengapa dulu hanya segelintir orang yang bisa investasi saham adalah karena pada dekade 90-an, untuk membeli saham Anda perlu uang puluhan juta rupiah dan memasukkan order langsung ke kantor bursa terdekat. Akibatnya, saham tidak bisa diakses oleh masyarakat yang tinggal di kabupaten dan pedesaan atau masyarakat dengan ekonomi menengah ke bawah. 

Saat ini investasi saham sudah jauh lebih murah dan mudah. Dengan uang Rp. 100.000 dan aplikasi di handphone saja Anda sudah bisa membeli instrumen investasi yang satu ini. Belu lagi fakta bahwa beberapa perusahaan sekuritas menyediakan robo advisor untuk membantu Anda memilih dan menganalisis saham. Mudah bukan?

5. Berinvestasi Di Perusahaan Impian

Jika Anda memiliki saham di sebuah perusahaan, itu artinya Anda turut menjadi pemilik perusahaan tersebut. Pendapat Anda akan didengar oleh manajemen perusahaan dan bisa mempengaruhi kebijakan operasi perusahaan tersebut kedepannya. Apalagi kalau jumlah saham yang Anda miliki di perusahaan tersebut cukup banyak. 

Saat ini ada 780 perusahaan yang listing di Bursa Efek Indonesia. Pilihlah beberapa perusahaan yang sekiranya merupakan perusahaan impian Anda. Tentu menyenangkan bukan jika Anda secara tidak langsung menjadi pemilik Telkom atau Unilever?

6. Investasi Saham Mudah Dikontrol dan Dicairkan

Pada tahun 2022 ini, Anda tidak perlu datang ke bursa atau menunggu berita ekonomi lagi untuk mengetahui pergerakan nilai portofolio investasi saham Anda. Kini, Anda bisa melakukan semua hal yang berbau saham mulai dari mengirim order jual beli, mengamati chart hingga menarik deposito sama hanya dengan smartphone, aplikasi desktop maupun website. 

Proses penarikan dana investasi saham pun kini sudah jauh lebih mudah. Anda hanya perlu klik beberapa menu di aplikasi trading kesayangan Anda dan menunggu selama maksimal 2 hari kerja sampai uang hasil penjualan saham masuk ke dalam rekening bank Anda. Mudah bukan?

7. Investasi Saham Termasuk Aman

Salah satu faktor yang membuat generasi orang tua kita tidak masuk pasar saham adalah karena takut investasi saham tidak aman. Secara garis besar, risiko kerugian pada investasi saham memang besar, apalagi kalau Anda memilih saham secara sembarangan. Akan tetapi, pada dasarnya trading saham itu sendiri legal di Indonesia dan diawasi oleh OJK. 

Lalu, bagaimana cara supaya investasi saham yang Anda lakukan bisa lebih aman dan meyakinkan? Berikut ini beberapa caranya:

  1. Pilih aplikasi trading saham terpercaya yang diterbitkan dan dikelola oleh perusahaan sekuritas yang terdaftar di OJK.
  2. Gunakan aplikasi yang memiliki fitur lengkap dan two-way authentifications.
  3. Jangan bagikan password dan informasi akun Anda pada orang lain termasuk pihak aplikasi itu sendiri. 
  4. Tidak menggunakan pihak ketiga sebagai wakil jual beli saham. Setiap transaksi trading harus Anda lakukan sendiri. 
  5. Tidak membeli saham atas dasar takut ketinggalan atau serakah. 
  6. Terus belajar menganalisis saham. 
  7. Memeriksa laporan keuangan, laporan tahunan dan berita sebuah perusahaan sebelum membeli saham perusahaan tersebut. 
  8. Mengetahui toleransi risiko diri sendiri. 
  9. Memiliki kesadaran kalau investasi saham yang asal-asalan juga bisa merugi.

Apabila Anda takut merugi karena tidak punya waktu untuk menganalisis atau trading secara mandiri, Anda bisa membeli instrumen investasi lainnya seperti obligasi pemerintah atau reksa dana. Jangan tetap nekat membeli saham tapi setiap eksekusinya diwakilkan, bahkan ketika wakil tersebut mengatakan kalau dia adalah orang ahli.

nv-author-image

Farichatul Chusna

Setelah lulus dari Ilmu Ekonomi Universitas Gadjah Mada, Farichatul Chusna aktif sebagai penulis artikel ekonomi, investasi, bisnis, dan keuangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.