Lompat ke konten

8 Alasan Pengajuan Pinjaman Online Selalu Ditolak

Kenapa Pinjaman Online selalu ditolak

Meskipun persyaratan pengajuan pinjaman online cukup mudah, namun banyak orang yang pengajuannya selalu ditolak. Kegagalan mendapatkan kredit tentunya bukan hal yang baik, karena itu Anda perlu tahu apa saja alasannya agar bisa memperbaiki hingga berhasil memperoleh pinjaman.

Alasan Pengajuan Pinjaman Online Selalu Ditolak

Proses pengajuan pinjol yang dulunya dikenal berbelit dan membutuhkan waktu yang lama, bisa dilakukan dengan cepat, bahkan tanpa tatap muka sekalipun. Untuk bisa mengajukan pinjaman, seseorang cukup download aplikasi milik penyedia, melakukan registrasi, isi data diri lengkap dengan KTP dan rekening bank saja. Selanjutnya, peminjam perlu menunggu persetujuan peminjaman yang jika disetujui, dana tunai akan ditransfer ke rekening.

Namun sayangnya, tak selalu pengajuan pinjaman ini berjalan dengan mulus. Pada saat menunggu konfirmasi persetujuan inilah biasanya banyak peminjam yang gagal karena berbagai macam alasan.

Berikut 8 alasan pengajuan pinjaman online selalu ditolak:

1. Pengajuan yang melebihi limit 

Hal yang sering kali diabaikan oleh peminjam adalah fakta bahwa pihak pemberi pinjaman akan menerapkan batasan (limit) terhadap nominal yang bisa dipinjam. Biasanya besaran limit ini ditentukan oleh jumlah penghasilan dan lain sebagainya.

Saat nominal pinjaman yang diajukan melebihi limit yang ditaksir oleh penyedia pinjol, besar kemungkinan pengajuan akan ditolak alias gagal.

2. Ada tagihan kartu kredit

Karena layanan keuangan pinjaman online juga terhubung dengan data perbankan, bukan tidak mungkin tagihan kartu kredit juga ikut menjadi penyebab gagalnya pengajuan pinjaman.

Ya, meskipun berbagai persyaratan telah dipenuhi, bisa saja pengajuan pinjaman ditolak karena ada tagihan menunggak yang tidak bisa ditolerir. Hal ini beralasan karena tentunya penyedia layanan tidak bisa mengambil risiko.

3. Riwayat kredit yang buruk

Tak hanya memeriksa tagihan menunggak saja, pihak penyedia pinjaman juga memerlukan data menyangkut riwayat kredit calon peminjamnya. Data ini bisa didapat melalui BI checking.

Apabila tercatat ada banyak denda, telat bayar dan berbagai catatan buruk lainnya, bukan tidak mungkin pengajuan pinjaman akan ditolak. Pihak fintech akan menganggap kemungkinan Anda gagal bayar (galbay) terlalu tinggi sehingga berisiko untuk diberikan kredit.

4. Masuk daftar hitam

Jika seseorang pernah menggunakan data diri, KTP palsu, maupun informasi pendukung lain yang ternyata dipalsukan untuk urusan keuangan, maka kemungkinan besar pengajuan pinjaman online tidak akan disetujui.

Insiden pemalsuan data (fraud) ini tergolong sebagai kesalahan fatal yang berujung pada black list (daftar hitam). Jika identitas masuk ke dalam daftar ini, maka Anda tidak akan pernah bisa mengajukan layanan pinjaman apa pun.

Masuk daftar hitam juga bisa menjadi akibat dari tidak membayar pinjaman online. Karenanya, usahakan selalu melunasi utang yang ada agar pengajuan kredit di lain hari tetap disetujui.

5. Gagal verifikasi

Penyebab yang juga cukup sering terjadi adalah kurang telitinya peminjam pada saat mengisi form pengajuan pinjaman. Dalam kasus ini, peminjam biasanya mengisi formulir dengan tidak jelas, mencantumkan nomor HP atau kontak yang tidak aktif atau bahkan salah. Hal ini bisa saja dikarenakan peminjam yang tergesa-gesa dalam melengkapi data.

Akibatnya, tentu saja pihak pinjol akan kesulitan dalam memverifikasi data yang telah diinput. Misalnya, pada saat hendak menghubungi nomor pribadi, panggilan tidak diangkat atau bahkan salah sambung. Dan masih banyak lagi akibat dari kegagalan verifikasi ini sehingga perlu mendapat perhatian dari peminjam.

6. Gagal verifikasi dokumen  

Masih seputar verifikasi data, item lain yang juga sering memicu gagalnya pengajuan adalah dokumen yang tidak jelas. Meskipun formulir telah dilengkapi dengan baik, namun dokumen yang tidak jelas akan menyulitkan sistem dalam melakukan verifikasi.

Biasanya, masalah dipicu oleh hasil pemindaian (scan) atau foto dokumen seperti KTP dan lainnya yang buram, tidak presisi dan sebagainya.

Verifikasi dokumen semacam ini sering kali dilakukan melalui otomasi sistem komputer. Artinya, sebuah kesalahan kecil pun bisa membuatnya tidak dapat membaca data sebagaimana mestinya. Ini karena sistem telah diprogram sedemikian rupa dan tidak dapat mentolerir kesalahan kecil yang mungkin dianggap sepele oleh manusia.

7. Tidak Mengizinkan Akses ke HP

Biasanya, aplikasi pinjaman online akan meminta akses ke perangkat HP Anda. Umumnya mereka akan mengakses kontak yang akan diteror jika pinjaman tidak dibayarkan.

Memang Anda sebaiknya mengamankan kontak HP dari aplikasi pinjaman online, tapi mereka biasanya tidak akan memberikan kredit jika Anda tidak mengizinkan akses ke smartphone.

8. Faktor lain

Tujuh hal di atas sering kali menjadi penyebab mengapa pengajuan pinjaman online ditolak oleh pihak bank atau penyedia pinjaman. Tak menutup kemungkinan ada pula faktor lain yang juga ikut mempengaruhi kegagalan pengajuan pinjaman, meskipun peluangnya tak terlalu besar. Hal seperti kondisi keuangan bank hingga perekonomian negara juga bisa saja menyebabkan kegagalan pinjaman online.

Trik Agar Pengajuan Pinjaman Online Disetujui

Pada dasarnya ada beberapa kiat yang bisa diterapkan agar seseorang menjadi lebih mudah dalam mengajukan pinjaman online. Nah, apabila Anda juga berencana untuk mengajukan pinjaman online, berikut ini beberapa trik yang bisa dilakukan:

1. Pelajari Syarat dan Ketentuan

Hal pertama yang harus selalu diingat adalah ada syarat pinjaman online yang ditetapkan oleh perusahaan penyedia kredit.

Selain untuk melindungi diri Anda sendiri dan penyedia layanan, dokumen syarat dan ketentuan ini juga bisa memuat berbagai poin yang mempengaruhi berhasil tidaknya pengajuan pinjaman. Jadi, meskipun Anda terdesak, sempatkan untuk mempelajari syarat dan ketentuan layanan pinjaman online pilihan Anda.

2. Sesuaikan nominal pinjaman tidak melampaui limit  

Berkaitan dengan limit pinjaman, tentunya Anda sebagai peminjam sebaiknya memperhatikan kemampuan finansial saat mengajukan pinjaman online. Sementara pihak pinjol akan memperkirakan kemampuan peminjam melalui sistem credit scoring dan informasi penunjang lainnya.

Hal ini bertujuan untuk menghindari risiko gagal bayar dan memastikan bahwa peminjam sanggup menyelesaikan pembayaran sesuai waktunya. Agar pengajuan pinjaman online di-acc, pastikan nominal pinjaman yang Anda ajukan tidak melebihi limit yang ditetapkan.

3. Pastikan Anda memiliki riwayat kredit yang bagus

Dalam menerima atau menolak pinjaman online, perusahaan penyedia pinjaman akan sangat sensitif terhadap riwayat kredit. Maka dari itu, Anda sebaiknya memastikan terlebih dahulu bahwa Anda memiliki riwayat kredit yang bagus atau setidaknya masih bisa ditolerir. Pastikan pinjaman Anda sebelumnya dilunasi dengan baik sesuai perjanjian dan tidak pernah telat bayar.

Riwayat kredit yang bagus dapat mempengaruhi kelancaran pengajuan pinjaman online yang Anda lakukan. Pihak pemberi pinjaman atau bank tentunya enggan berurusan dengan peminjam yang punya karakter buruk bukan? Maka dari itu, jika Anda tidak yakin dengan riwayat kredit ini, sebaiknya lebih bersabar jika proses verifikasi jadi lebih panjang.

4. Siapkan data lengkap

Jika data yang Anda sediakan tidak lengkap, maka pinjaman online yang diajukan pasti ditolak. Anda bisa memulai dari mencermati semua persyaratan dan dokumen yang diperlukan. Setelah semua dokumen siap, lanjutkan dengan pengisian formulir selengkap mungkin dan jangan tergesa-gesa.

Dalam proses upload dokumen data diri seperti halnya KTP dan foto selfie, lakukan sesuai arahan yang diberikan. Pastikan pula kamera smartphone yang digunakan untuk mengajukan pinjaman dalam kondisi baik dan jernih. Begitu pula dengan data rekening bank yang harus sesuai KTP dan diinput secara tepat.

5. Proses verifikasi

Setelah segalanya Anda pastikan telah berjalan dengan baik, berikutnya adalah tahap penentuan, yaitu proses verifikasi. Ini bisa menjadi tahap krusial karena pihak penyedia pinjaman akan melakukan verifikasi dalam berbagai cara, mulai dengan menghubungi calon peminjam, menghubungi orang rumah, kantor atau bahkan saudara yang menjadi kontak. Oleh karena itu, pastikan bahwa kontak Anda memang dapat dihubungi dan bisa berkomunikasi dengan baik.

Dalam proses ini, tak ada salahnya pula apabila Anda menginformasikan kepada orang yang menjadi kontak agar siap apabila dihubungi oleh perusahaan pinjol. Dengan begitu, dapat menekan resiko gagal karena tidak dapat memverifikasi keabsahan data calon peminjam.

Kesimpulan

Dengan mempelajari mengapa pengajuan pinjaman online ditolak, Anda bisa menyusun strategi agar pengajuan di-acc oleh pihak fintech.

Jika riwayat kredit Anda bersih dan menyediakan semua dokumen yang diminta, maka kemungkinan besar aplikasi kredit yang disampaikan akan lolos.

nv-author-image

Pratomo Eryanto

Pratomo Eryanto memiliki motto "Investasi tidak harus membosankan". Sebagai penggiat dunia pasar saham, Pratomo memiliki misi meningkatkan literasi finansial masyarakat Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.