Lompat ke konten

8 Syarat Pinjaman Online Yang Harus Dipenuhi

persyaratan pinjaman online

Kebutuhan akan dana tunai yang bisa diperoleh di saat darurat tanpa perlu jaminan atau persyaratan yang ribet, membuat fintech pinjaman online menjadi opsi yang menarik dan solutif bagi banyak orang. Dengan syarat yang cukup mudah, tenor yang singkat, dan proses yang cepat, pinjaman online benar-benar menolong saat kondisi butuh dana mendesak.

Sebelum mengajukan kredit, Anda wajib melakukan riset terhadap perusahaan keuangan penyedia pinjaman tersebut. Lembaga pemberi pinjaman online yang kredibel akan terdaftar atau diawasi oleh OJK, dengan demikian mereka akan mengelola pinjaman Anda dengan profesional. Sebaliknya, mengajukan pinjaman online kepada lembaga yang abal-abal tidak hanya riskan terhadap dana Anda, tetapi juga membahayakan data-data pribadi Anda.

Berikut syarat pinjaman online yang harus dipenuhi agar dana Anda dapat segera cair.

1. Warga Negara Indonesia (WNI) dan memiliki KTP-el

Untuk mengajukan pinjaman online di fintech dalam negeri, Anda wajib berstatus sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) yang dibuktikan dengan KTP elektronik yang masih berlaku. Jika warga negara asing ingin menikmati jasa pinjol di Indonesia, maka harus ada WNI pemegang KTP-el yang menjadi penjamin.

Berkas digital KTP wajib disetor agar perusahaan pinjaman online dapat mudah menghubungi Anda atau mengambil langkah-langkah dengan identitas Anda selama diperlukan. Mengingat KTP adalah data pribadi Anda yang paling sensitif, memilih fintech pinjaman online yang benar-benar terpercaya adalah hal wajib.

2. Usia memenuhi kriteria

Persyaratan pinjaman online lainnya adalah Anda berada di usia produktif dan dewasa secara hukum. Batas usia pinjaman online adalah paling sedikit berusia 21 tahun dan paling banyak 60-64 tahun.

Mengapa demikian? Seseorang yang berusia di bawah 21 tahun rata-rata masih berstatus pelajar sehingga belum memiliki pendapatan tetap. Meskipun misalnya Anda telah memiliki penghasilan di usia 17 tahun, namun batas usia untuk dianggap cakap mengambil keputusan sendiri yang berkonsekuensi hukum adalah 21 tahun.

Sedangkan batas maksimal 60-64 tahun didasarkan pada usia rata-rata pensiun di Indonesia, di mana setelah memasuki masa pensiun penghasilan seseorang tidak akan sama dengan semasa produktif bekerja.

Beberapa perusahaan fintech hanya membatasi usia minimal dan tidak menetapkan batas maksimal usia peminjam. Beberapa penyedia pinjol lain menentukan usia minimal peminjam lebih muda dari rata-rata, misalnya 18 tahun.

3. Tidak memiliki riwayat kredit buruk

Perusahaan pinjaman online yang kredibel memiliki sumber daya untuk mengecek performa kredit Anda melalui BI checking. Sering menunggak cicilan, terlambat membayar kredit sampai didenda, tidak mampu membayar kredit, atau bahkan kebangkrutan, adalah bendera merah bagi perusahaan pinjol untuk tidak mengabulkan pengajuan Anda.

Track record kredit yang bersih akan sangat menguntungkan Anda sebagai calon nasabah. Pastikan Anda bebas hutang dan cicilan-cicilan lain aman terkendali sebelum mengajukan pinjaman. Dengan demikian, Anda akan dianggap sebagai pelanggan yang potensial bagi perusahaan pemberi pinjaman, sehingga besar kemungkinan aplikasi Anda akan disetujui.

4. Memiliki pekerjaan dan penghasilan tetap

Pekerjaan dan penghasilan tetap adalah syarat lumrah bagi pinjaman yang tidak menggunakan agunan, seperti kartu kredit dan pinjaman online. Alasannya tentu karena penyedia jasa pinjaman online ingin memastikan dana yang mereka pinjamkan kembali beserta bunganya.

Karyawan tetap dapat melampirkan bukti penghasilannya berupa slip gaji selama 3 bulan ke belakang. Sedangkan wirausahawan, freelancer, pedagang, atau pekerjaan lain yang tidak memiliki slip gaji untuk membuktikan penghasilan, dapat mengajukan ke penyedia pinjaman online yang tidak mengharuskan slip gaji sebagai syarat, umumnya akan diganti dengan persyaratan lain.

5. Dokumen dan data pendukung tersedia

Berkas wajib yang perlu Anda setorkan untuk mengajukan pinjaman online biasanya adalah scan KTP-el, Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), slip gaji, dan swafoto sambil memegang KTP. Beberapa perusahaan pinjol mungkin ada yang mengajukan syarat lain seperti rekening bank. Jika datanya lengkap, maka pengajuan pinjaman yang Anda lakukan akan cepat cair.

Jika Anda mengajukan pinjaman atas nama perusahaan, syarat-syarat lain yang diminta adalah sertifikat pendirian PT/CV dan laporan keuangan 1-2 tahun yang telah diaudit.

Selain dokumen-dokumen yang harus Anda unggah ke aplikasi pinjaman online, Anda perlu juga menyiapkan beberapa data seperti nomor telepon aktif, nomor kontak darurat, hingga alamat email.

6. Pinjaman yang diajukan sesuai kemampuan

Limit atau plafon dana pinjaman yang disediakan perusahaan pinjaman online bervariasi. Selain perusahaannya sendiri yang memiliki batasan, jumlah pinjaman yang Anda ajukan sebaiknya disesuaikan dengan kemampuan penghasilan Anda agar tidak terjadi gagal bayar. Salah satu bahaya pinjaman online yang harus dihindari adalah bunga tinggi yang bisa menjerat Anda.

Perusahaan fintech kecil hingga menengah yang diperuntukkan bagi pribadi diizinkan memberikan pinjaman antara ratusan ribu hingga Rp 50 juta. Sedangkan perusahaan fintech besar yang melayani pinjaman online antar perusahaan, limitnya bisa sampai Rp 2 miliar.

Jika Anda memiliki penghasilan setara UMR Jabodetabek misalnya, kemungkinan Anda akan mendapat plafon pinjaman sebesar Rp 3 juta hingga Rp 5 juta. Jangan lupa, selain pinjaman pokok, Anda juga wajib membayar biaya administrasi dan biaya bunga, serta ada denda jika Anda tidak bisa melunasi tanggungan ketika sudah jatuh tempo.

Sayangnya penyedia pinjol tidak bisa mengontrol jumlah aplikasi pinjaman yang Anda ajukan ke perusahaan lain, sehingga meskipun dibatasi dengan Rp 5 juta di fintech yang satu, Anda masih dapat mengajukan pinjaman di perusahaan lain dengan limit yang hampir sama. Hal ini sangat tidak disarankan karena jumlah pinjaman yang berlipat dapat memberatkan Anda di kemudian hari.

7. Memiliki rekening bank

Rekening bank menjadi syarat pinjaman online yang harus dipenuhi karena pencairan dana pinjaman biasanya akan langsung ditransfer ke rekening nasabah. Sulit untuk mengajukan pinjaman online tanpa rekening bank.

Amat penting pula untuk menggunakan rekening bank dengan nama sesuai KTP di pengajuan, agar perusahaan fintech menilai Anda sebagai calon nasabah yang terpercaya.

8. Responsif saat dihubungi

Beberapa perusahaan pinjaman online menerapkan kebijakan menghubungi calon peminjam terlebih dahulu sebelum mengabulkan permohonan pinjaman. Sebaiknya berikan nomor telepon atau email aktif di aplikasi pengajuan, dan usahakan responsif saat Anda sedang mengajukan sebuah pinjaman.

Selain memudahkan verifikasi, sikap responsif saat dihubungi ini menunjukkan iktikad baik Anda sebagai calon nasabah. Jika Anda tidak responsif, maka mereka akan menganggap Anda berniat kabur dari pinjaman online dengan tidak mengindahkan kontak yang mereka lakukan.

Saat menjelang jatuh tempo cicilan pinjaman, Anda pun sebaiknya responsif jika pihak penyedia pinjaman online menghubungi Anda. Berikan kontak darurat yang juga cepat menanggapi jika sewaktu-waktu Anda sulit dihubungi, misalnya sedang tidak dapat diganggu atau berada di luar jangkauan sinyal.

Demikian berbagai persyaratan harus dipenuhi jika Anda ingin mendapatkan dana dari pinjaman online. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.