Lompat ke konten
Daftar Isi

10 Alat Mining Crypto Yang Harus Dipersiapkan Penambang

Alat Mining Crypto Yang Harus Dipersiapkan Penambang

Cryptocurrency menjadi salah satu instrumen investasi dan trading yang digandrungi oleh generasi muda Indonesia saat ini. Pasalnya, instrumen ini digadang-gadang menawarkan keuntungan investasi yang fantastis dalam waktu yang relatif singkat. 

Terdapat dua cara yang bisa Anda gunakan untuk menjadi seorang trader cryptocurrency. Cara yang pertama adalah dengan memperjualbelikan instrumen ini di pasar sekunder alias melalui crypto exchange, seperti Tokocrypto, Indodax dan lain sebagainya. Cara yang kedua adalah dengan menambang cryptocurrency tersebut langsung dari situsnya. 

Pada artikel kali ini, penulis akan membahas mengenai 10 alat yang harus dipersiapkan oleh trader yang mengambil alternatif trading kedua. Artikel ini cocok untuk Anda yang ingin membangun rig mining sendiri.

1. Crypto Wallet

Crypto wallet alias dompet crypto adalah alat yang digunakan untuk menyimpan cryptocurrency baik dari hasil penambangan atau trading biasa. Dompet aset ini bisa berbentuk aplikasi di handphone, desktop maupun hardware. Alat ini diperlukan penambang, supaya ketika proses penambangan selesai, cryptocurrency hasil penambangan bisa langsung masuk ke wallet pemiliknya.

Pastikan Anda mengetahui cara membuat crypto wallet yang aman dari peretasan. Jangan sampai hasil mining malah dicuri orang yang tidak bertanggung jawab.

2. Graphics Processing Unit (GPU)

Graphics Processing Unit (GPU) adalah sirkuit elektronik khusus yang digunakan untuk merubah data dalam memori menjadi gambar, sehingga bisa tampil ke layar komputer, handphone atau perangkat lainnya. Semakin cepat GPU dalam menyelesaikan algoritma matematika mining, maka semakin bagus pula GPU tersebut.

Dulu saat pertama kali ditemukan, penambangan bitcoin dapat dilakukan dengan Central Processing Unit (CPU) alias komputer rumahan biasa. Namun, seiring banyaknya trader yang melakukan mining dan tingginya supply bitcoin di pasaran, pihak pengembang mulai mempersulit proses penambangan cryptocurrency ini. Akibatnya, sekarang spesifikasi PC minimal untuk penambangan bitcoin minimal menggunakan GPU bagus setingkat Nvidia GTX 1070 atau AMD Vega 56. 

Bahkan dalam perkembangan terbaru, ada GPU yang dibuat khusus  cryptocurrency mining bernama Application-Specific Integrated Circuit (ASIC). Boleh dibilang si-ASIC ini adalah prosesor mining crypto tercepat. Hanya saja, setiap mesin ASIC digunakan secara spesifik untuk menambang cryptocurrency yang berbeda. Oleh karena itu, tidak heran jika harganya bisa sekitar 10.000 USD atau sekitar 140 juta rupiah per unit.

3. Power Supply

Proses penambangan cryptocurrency bukanlah hal yang instan. Menurut Software Testing Help, diperlukan proses selama 1.273,7 hari dan daya listrik kurang lebih sebesar 3.250 watt. Ini artinya, Anda membutuhkan power supply untuk mendukung kinerja laptop Anda. Alat ini juga dibutuhkan untuk berjaga-jaga kalau listrik rumah Anda mati.

Power supply adalah alat yang digunakan untuk mengubah aliran listrik dari sebuah sumber menjadi daya listrik yang telah disesuaikan dengan kebutuhan perangkat penerima daya. Untuk membangun rig mining sendiri, sebaiknya Anda menggunakan power supply yang setara dengan Corsair HX1200i atau EVGA SuperNOVA 1600. 

4. RAM

Random-access memory (RAM) adalah komponen peralatan elektronik yang digunakan untuk meyimpan data dan kode pemrograman. RAM memungkinkan data untuk dibaca dan diedit dalam waktu yang bersamaan. Biasanya, semakin bagus sebuah RAM, semakin cepat pula perangkat yang menggunakannya. 

Dalam kegiatan mining cryptocurrency, RAM memang bukan peralatan utama. Namun, yang akan berhasil mendapatkan keuntungan dari penambangan adalah miner yang berhasil memecahkan kode matematis tercepat. Akibatnya, kalau RAM yang dipakai lemot, komputer Anda juga tidak bisa bekerja maksimal. Adapun RAM yang biasa digunakan untuk kegiatan ini adalah Newegg Patriot Memory 4GB DDR. 

5. Motherboard

Motherboard adalah papan dalam komputer yang menjadi penghubung antara berbagai komponen dalam komputer, seperti RAM, GPU atau CPU, VGA card dan lain sebagainya. Agar proses mining bisa berjalan dengan lancar, Anda juga perlu menggunakan motherboard yang digunakan khusus untuk mining, seperti ASUS B250 Mining Expert. 

6. Pendingin

Laptop atau peralatan elektronik yang digunakan terus menerus akan cepat panas dan gampang rusak. Oleh sebab itu, dalam sebuah laptop atau komputer umumnya terdapat alat pendingin khusus. 

Nah, pendingin ini harus dibuat khusus lagi jika Anda ingin menggunakan gawai Anda untuk jadi rig mining. Sebab, proses penambangan cryptocurrency biasanya berlangsung 24 jam 7 hari seminggu dan seperti yang telah disebutkan di atas, proses ini bisa berlangsung selama lebih dari 1 tahun untuk mendapatkan 1 bitcoin saja.

Jika tidak ingin repot-repot memikirkan solusi pendinginan, Anda bisa mencoba melakukan mining dengan VPS karena perangkat keras akan dikelola oleh penyedia server.

7. Hard Drive

Proses penambangan cryptocurrency kemungkinan besar akan membutuhkan tempat penyimpanan yang besar, sehingga tidak bisa bergantung dengan RAM saja. Untuk melakukan proses ini dengan baik, sebaiknya Anda menyiapkan Hard Drive SSD dengan kapasitas 60-250 GB. 

8. Mining Frame

Mining frame adalah tempat yang akan Anda gunakan untuk meletakkan semua peralatan mining di atas. Biasanya, mining frame ini berbentuk rak terbuka dengan sedikit alas pada setiap bagian rak, sehingga memungkinkan kabel dari setiap komponen dapat terkoneksi dengan baik.

9. Mining Software

Apabila alat nomor 2-8 di atas merupakan hardware, dan alat nomor 1 bisa berupa hardware maupun software, kini saatnya Anda mempersiapkan software yang bisa digunakan untuk mining mata uang crypto. 

Perangkat lunak penambangan crypto dibutuhkan untuk menjaga keamanan, memastikan stabilitas dan kecepatan mining hardware. Dengan menggunakan software ini, Anda bisa memantau suhu hardware, kecepatan dan progress mining dan banyak hal lainnya. Dalam hal perangkat lunak ini, banyak sumber yang merekomendasikan CGMiner, BFGMiner EasyMiner, AwesomeMiner. 

10. Koneksi Internet

Menurut beberapa sumber, hanya diperlukan kecepatan internet sebesar 15 Mbps saja (setara dengan nonton video) untuk sinkronisasi data crypto mining. Hanya saja, kalau koneksi internet device Anda mati, proses sinkronisasi jadi akan tertunda sampai internetnya hidup lagi. Akibatnya, proses mining bisa terganggu sehingga Anda tidak bisa memperoleh keuntungan secepat yang Anda inginkan. Oleh sebab itu, sebaiknya Anda menggunakan layanan internet dengan tingkat kecepatan yang cukup, tapi terus menerus. Tujuannya, supaya proses mining tidak terhambat. 

Membangun crypto mining rig bisa menjadi tantangan tersendiri bagi miner cryptocurrency. Pasalnya, selain mahal, alat-alat di atas juga membutuhkan treatment khusus baik saat pemasangan, maupun saat proses mining berjalan. Salah satu solusi bagi Anda yang ingin menambang crypto sendiri tapi tidak punya cukup waktu dan keterampilan untuk merangkai dan memasang alat-alat di atas adalah dengan menggunakan jasa hosting miner. 

Dengan menggunakan jasa perusahaan hosting miner, investor tinggal membeli mining rig dan biaya perawatannya saja, sementara yang memasang dan merawat kombinasi alat-alat tersebut adalah petugas dari hosting miner tersebut. Belum lagi biasanya perusahaan hosting miner berasal dari negara dengan suhu dingin, sehingga bisa menghemat biaya pembelian kipas dan mesin penambang tidak mudah panas. Dengan demikian, Anda bisa mining crypto dengan tanpa mengorbankan banyak waktu dan melakukan perawatan yang ribet.

nv-author-image

Farichatul Chusna

Setelah lulus dari Ilmu Ekonomi Universitas Gadjah Mada, Farichatul Chusna aktif sebagai penulis artikel ekonomi, investasi, bisnis, dan keuangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *