Lompat ke konten

Mengenal Breakout dalam Trading Saham

Breakout pada saham

Saham adalah salah satu komoditas yang perubahan harganya bisa sangat tajam entah itu naik tajam atau anjlok dalam. Oleh sebab itu, para trader dan investor berpengalaman beramai ramai menciptakan strategi yang dapat mencegah mereka dari kerugian mendalam dan membantu mereka untuk mencapai keuntungan maksimum. 

Selain stop loss, ada hal lain yang bisa membantu Anda untuk meminimalisir kerugian dan memaksimalkan keuntungan. Hal lain tersebut bernama breakout. Berbeda dengan stop loss, breakout adalah momen yang berkaitan dengan batas atas dan batas bawah sebuah saham. 

Memanfaatkan momen ini dengan baik akan membantu Anda mendapatkan keuntungan maksimum dan membantu Anda terhindar dari kerugian yang lebih dalam. Pahami apa itu breakout dan apa saja strateginya dengan membaca artikel di bawah ini.

Pengertian Breakout dalam Saham

Breakout adalah momen ketika harga saham naik hingga menembus batas atas (resistance level) atau turun hingga di bawah batas bawah (support level) yang telah Anda tentukan. Level support dan resistance ini dapat Anda tentukan menggunakan moving average atau indikator teknis lainnya. 

Breakout adalah salah satu fase penting dalam pergerakan harga saham. Sebab, dalam fase ini seringkali ditemukan hal-hal yang mempengaruhi pergerakan harga saham tersebut kedepannya. 

Contoh apabila fase ini terjadi ketika harga saham menembus batas atas dibarengi dengan volume transaksi yang tinggi. Maka itu artinya harga saham tersebut cenderung akan naik terus sampai menemukan titik tertinggi yang terbaru. Begitupun sebaliknya. 

Jenis-Jenis Breakout dalam Saham

Terdapat dua jenis breakout pada saham, yaitu:

1. True Breakout

True breakout adalah jenis breakout yang terjadi ketika harga telah naik menembus garis batas atas atau turun di bawah batas bawah dan trend kenaikan atau penurunan tersebut tidak mengalami pembalikan (reversal)

Grafik candle true breakout
Terlihat candle menembus resistance sehingga menandakan true breakout.

Apabila dilihat secara grafis menggunakan candlestick, momen ini terjadi ketika kenaikan atau penurunan harga tersebut terjadi dalam volume yang besar. Semakin besar volume saham yang diperjualbelikan saat breakout, maka semakin kentara bahwa saat itu yang terjadi adalah true breakout. 

2. False Breakout

False breakout adalah jenis breakout ketika harga saham telah menembus garis batas atas atau batas bawah namun tidak bertahan lama harga saham tersebut mengalami tren pembalikan. 

Ilustrasi candle false breakout.
Candle menembus resistance namun turun lagi, menandakan false breakout.

Umumnya, false breakout ini hanya diikuti oleh sejumlah kecil volume saham sehingga jika diamati menggunakan candlestick, hanya ekor candlestick yang menembus batas sementara badan candlestick tersebut tetap di bawah area resistance dan support.

Strategi Trading Saat Saham Sedang Breakout

Jika saham sedang mengalami breakout, lakukan strategi berikut:

1. Amati Harga Saham Dalam Waktu Yang Cukup Panjang

Mengamati harga saham dalam waktu yang cukup lama akan membantu Anda untuk menentukan batas atas dan batas bawah pergerakan harga yang Anda inginkan. Selain itu, dengan cara ini Anda juga akan mampu mengidentifikasi bagaimana gejala false breakout dan true breakout pada saham tersebut. 

Meskipun gejala umum false breakout adalah kenaikan harga tidak diikuti dengan volume saham yang diperdagangkan, seringkali trader salah mengira bahwa yang terjadi adalah true breakout sehingga mereka salah mengambil keputusan. 

Apalagi pergerakan harga sebuah saham tidak hanya dipengaruhi oleh jumlah permintaan dan penawaran tetapi juga seringkali dipengaruhi oleh hal-hal berbau sentimen ataupun fundamental. 

Kenali gejala kapan sebuah saham diperdagangkan dalam volume yang banyak dan dengan harga tinggi dengan mengamati pergerakan harga saham yang Anda inginkan selama beberapa waktu. 

2. Mengamati Grafik Harga Menggunakan Candle

Instrumen candle memang terlihat tipis. Tapi, jangan salah, instrumen grafis ini dapat secara singkat menunjukkan volume dan volatilitas perdagangan sebuah saham. Seperti yang tertulis di atas, breakout yang hanya terjadi akibat ekor candle menembus batas atas maupun batas bawah, bisa jadi merupakan breakout palsu atau false breakout. 

Sebaliknya, jika badan candle juga turut berada di atas atau di bawah batas, maka itu bisa saja merupakan true breakout. Menggunakan instrumen grafis yang tepat akan membantu Anda menentukan keputusan sebelum terlambat. 

3. Pasang Stop Loss Di Atas Ekor Terpanjang Candle 

Setelah menggunakan candlestick, kini saatnya Anda memasang titik stop loss di aplikasi saham terpercaya yang Anda gunakan. Stop loss, yang merupakan bagian dari strategi cut loss, memang sangat berguna untuk membuat Anda terhindar dari kerugian yang lebih dalam. Akan tetapi, stop loss yang terlalu terburu buru juga akan membuat Anda kehilangan peluang untuk mendapatkan keuntungan maksimum. 

Oleh sebab itu, sebaiknya Anda meletakkan stop loss di bagian atas ekor candle jika Anda memperkirakan bahwa akan ada false breakout yang akan menembus garis batas atas (resistance level) Anda. Dengan demikian, Anda tidak hanya terhindar dari kerugian saja, tetapi juga bisa memperoleh keuntungan yang lebih tinggi. 

Sebaliknya, jika breakout terjadi pada batas bawah (support level), tidak peduli trend akan berbalik (reversed) atau tidak, pemasangan stop loss di atas ekor candle akan membantu Anda untuk menghindar dari kerugian. 

4. Beli Saham Di Kala Breakout

Jika Anda telah mengamati pergerakan harga sebuah saham dalam waktu yang cukup panjang dan menggunakan berbagai indikator teknikal sehingga Anda mampu mengidentifikasi apakah true atau false breakout yang akan terjadi, maka kini saatnya Anda membeli saham. Jika belum tahu caranya, baca artikel cara membeli saham bagi pemula.

Anda bisa membeli saham yang Anda perkirakan harganya akan naik menembus batas resistance (breakout) jika menurut perkiraan Anda tipe breakout yang terjadi adalah true breakout. 

Artinya, trend kenaikan harga saham tersebut diikuti oleh volume jual beli yang besar, tidak akan segera berbalik arah dan terus naik mencari puncak yang baru. Akibatnya, Anda bisa memperoleh keuntungan maksimum. 

Sebaliknya, Anda bisa membeli sebuah saham yang harganya terus turun tapi menurut perkiraan Anda, titik breakout yang akan dialami oleh harga saham tersebut adalah titik breakout yang palsu (false breakout). 

Dengan demikian, Anda bisa membeli saham dengan harga rendah tapi memiliki potensi keuntungan tinggi. Lain halnya jika true breakout akan terjadi di saat harga saham menurun. Jika yang terjadi adalah jenis ini, maka sebaiknya Anda cepat stop loss, karena itu artinya harga saham tersebut sedang mencari titik harga terendah yang baru. 

Namun ingat, strategi beli saham di kala dan sebelum terjadinya momen ini hanya bisa maksimum jika Anda mampu memperkirakan jenis breakout yang akan terjadi. Karena perkiraan yang salah dapat mengakibatkan keputusan yang salah pula. 

Kesimpulan

Breakout ditandai dengan harga saham naik menembus batas atas (resistance level) atau turun menembus batas bawah (support level) yang ditetapkan. Breakout terbagi menjadi dua jenis yaitu true breakout, ketika trend harga saham tidak mengalami pembalikan dan false breakout ketika harga saham mengalami pembalikan pasca terjadinya breakout.

Memanfaatkan strategi breakout yang baik dapat membantu untuk menghasilkan keuntungan yang maksimum dan kerugian minimum dalam trading saham. 

nv-author-image

Farichatul Chusna

Setelah lulus dari Ilmu Ekonomi Universitas Gadjah Mada, Farichatul Chusna aktif sebagai penulis artikel ekonomi, investasi, bisnis, dan keuangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.