13 Cara Membeli Saham Online di 2021, Panduan Untuk Pemula!

  • Saham
Panduan Beli Saham

Memiliki saham adalah salah satu cara paling efektif untuk membangun kekayaan. IHSG telah naik 1000% dalam 20 tahun terakhir. Jika dilakukan dengan benar, berinvestasi di pasar modal adalah salah satu jalan terbaik untuk meraih kebebasan finansial.

Membeli saham bagi pemula mungkin kelihatan menakutkan, namun kenyataanya ternyata tidak sesulit yang dibayangkan. Dahulu, Anda harus hadir di bursa efek fisik untuk melakukan transaksi. Sekarang, tak perlu datang ke Bursa Efek Indonesia langsung, Anda hanya memerlukan aplikasi online dari perusahaan sekuritas seperti BRI, BCA, BNI, atau Ipotgo yang tersedia di Android maupun iOS untuk melakukan pembelian instrumen investasi.

Investbro telah merancang 13 cara membeli saham bagi pemula yang bisa Anda lakukan secara online:

1. Tentukan Gaya Investasimu

Sebelum melakukan jual beli saham, pahami terlebih dahulu gaya investasi yang ingin Anda ambil. Terdapat beberapa jenis investor yang mungkin sesuai dengan gaya Anda:

  • Suka melakukan riset saham dan menganalisa pasar modal
  • Tidak suka menghabiskan waktu terlalu banyak untuk menganalisa
  • Suka dengan perusahaan-perusahaan di sektor tertentu
  • Tidak suka berhubungan dengan angka-angka dan rasio-rasio
  • Punya waktu beberapa jam dalam seminggu untuk menganalisa saham

Apa pun gaya yang cocok untuk Anda, terdapat berbagai pilihan yang bisa Anda ambil. Namun, strategi yang dipilih juga harus cocok dengan gaya yang ditentukan.

Jika suka melakukan investasi aktif, belilah saham individu yang menurut Anda akan berperforma baik. Namun, sebaiknya tidak setengah-setengah melakukannya. Anda harus melakukan analisa terhadap setiap emiten yang dipantau, karena kondisi bisnis dapat berubah setiap saat.

Jika tidak mempunyai waktu untuk melakukan analisa, tidak masalah. Belilah ETF (mirip reksa dana) atau Index Funds yang merupakan campuran dari berbagai saham top sehingga risiko Anda dapat menjadi minimal. Mempunyai banyak kesamaan dengan reksa dana, meskipun dikelola secara pasif, bukan berarti performanya menjadi buruk. Bahkan, performanya sering sekali berada di atas saham individual.

Selain itu, pilih juga sektor yang Anda sukai. Bisa jadi hanya merasa nyaman memiliki instrumen investasi di sektor consumer goods, sementara beberapa orang nyaman berspekulasi di emiten teknologi yang baru berdiri. Tidak ada yang baik yang benar, yang ada hanyalah yang cocok dengan gaya investasi.

2. Tentukan Seberapa Banyak Investasimu

Seberapa banyak di sini bukan berarti jumlah uang yang akan disisihkan. Namun, berapa banyak proporsi dari uang Anda yang akan digunakan untuk membeli saham.

Anda bisa menggunakan rule 110 untuk menentukan persentase kekayaan yang akan digunakan untuk diinvestasikan di pasar modal. Kurangi umur Anda dari 110, maka jumlahnya adalah persentase yang bisa Anda gunakan untuk membeli saham. Contohnya Anda berumur 25 tahun, maka 110-25=85, sisihkan 85% anggaran untuk diinvestasikan. Sisanya tempatkan di aset yang lebih aman seperti deposito, reksa dana pasar uang, atau obligasi.

Seiring dengan berjalannya waktu, alokasi anggaran pada saham sebaiknya dikurangi. Hal ini dikarenakan saat sudah tua, Anda tidak dapat menunggangi volatilitas yang terkadang buas. Pada umur uzur, prioritas utama adalah memelihara dana pensiun, bukan menumbuhkannya. Karenanya, alokasi pada saham bukanlah menjadi sesuatu yang atraktif lagi.

Bukan sesuatu yang di luar norma jika pasar turun 30% dalam setahun. Penurunan tajam tersebut bisa mengganggu terjaminnya masa pensiun Anda. Jika sudah mendekati umur pensiun, penempatan investasi di obligasi lebih menarik karena risikonya lebih kecil.

Sementara jika umur sekarang masih muda, Anda memiliki waktu 20-50 tahun untuk menunggangi volatilitas pasar saham. Anda dapat merealisasi keuntungan dari investasi jangka panjang. Harga yang naik turun dengan tajam tidak akan terlalu mengganggu kualitas hidup, karena dalam jangka panjang Anda akan memperoleh keuntungan.

Hal penting lainnya adalah jangan gunakan uang panas dalam jual beli saham. Hanya gunakan uang yang tidak akan Anda gunakan dalam 5 tahun ke depan.

Selain itu, jangan sentuh dana darurat. Pasar saham adalah jenis investasi yang sangat volatil, sementara dana darurat harus selalu tersedia jika ada kejadian yang tidak diharapkan terjadi. Adalah hal yang sangat buruk jika sesuatu yang tidak diinginkan terjadi dan Anda tidak dapat menanganinya karena pasar saham sedang mengalami penurunan.

3. Pelajari Ilmu Saham

Jangan membeli saham seperti ayam tanpa kepala. Berinvestasi buta adalah kesalahan paling umum yang dilakukan oleh pemain saham. Akan menyedihkan jika uang yang sudah Anda raih dengan kerja keras hilang begitu saja karena ketidakcakapan dalam pasar modal.

Belajarlah mengenai saham di situs-situs investasi seperti Investbro, Investopedia, Nerdwallet, dan lainnya. Minimal, Anda dapat menganalisa saham dari segi fundamental. Tidak harus menguasai teknikal, namun setidaknya Anda bisa membaca laporan keuangan dari perusahaan.

Ketahui istilah fundamental saham dasar seperti rasio P/E, PBV, cash flow, ROE, dll. Dengan menguasai istilah-istilah tersebut, Anda dapat melakukan analisa terhadap laporan keuangan dari emiten dengan lebih mudah.

Baca buku-buku investasi seperti The Intelligent Investor oleh Benjamin Graham atau Invested oleh Danielle Town. Dengan membaca buku-buku tersebut, pengetahuan Anda tentang saham dan pasar modal dapat menjadi lebih luas. Anda bisa lebih memahami apa yang menjadi mindset seorang investor dalam menanamkan modal.

Hasilnya, Anda dapat merasa yakin bahwa Anda telah berinvestasi di perusahaan yang mempunyai prospek yang baik. Dengan strategi yang baik, Anda dapat menangkap keuntungan jangka panjang dari investasi saham.

4. Buka Akun Virtual Trading

Sebelum membeli saham yang nyata, ada baiknya Anda mencoba untuk membuka akun “virtual trading”. Anda akan diberikan modal dalam bentuk uang mainan, yang dapat dibelikan saham yang didasarkan dari dunia nyata. Harganya juga mengikuti harga di dunia nyata.

Semuanya identikal dengan trading yang asli, perbedaannya hanya di modal uang “mainan”.

Terdapat banyak aplikasi online yang dapat Anda gunakan untuk belajar. Untuk pasar lokal, Investbro merekomendasikan aplikasi saham online Stockbit.

virtual account saham di stockbit
Halaman virtual account di Stockbit.

Dengan berpartisipasi di virtual trading, Anda dapat menjadi lebih mengerti seluk-beluk dunia saham. Sehingga, jika kemudian memutuskan untuk berpartisipasi di dunia nyata, Anda sudah memiliki modal pengetahuan yang dapat meminimalisir kesahalan.

Lakukan jual beli di akun virtual selama minimal 1 bulan, agar Anda terbiasa dengan naik turunnya harga saham. Perhatikan juga diskusi tentang berbagai emiten dan analisa dari pengguna lain. Hasilnya, pemahaman Anda terhadap perusahaan yang diminati dapat bertambah sebelum membeli secara nyata.

5. Pilih Sekuritas

Jika merasa sudah yakin tentang kemampuan Anda dalam investasi saham, langkah selanjutnya adalah memilih perusahaan sekuritas.

Sekuritas adalah broker yang mengeksekusi order Anda ke bursa efek. Tugas mereka adalah menjadi penghubung antara Anda dan sistem Bursa Efek Indonesia.

Setiap perusahaan sekuritas mempunyai fitur, aplikasi online, biaya transaksi, dan deposit awal yang berbeda.

Dari segi biaya transaksi, tidak terlalu banyak perbedaan. Biasanya berkisar antara 0,15% hingga 0,20% untuk membeli dan 0,25% hingga 0,30% untuk menjual. Jika Anda adalah trader aktif, maka perbedaan kecil ini akan terasa dalam jangka waktu panjang. Namun, jika Anda adalah investor jangka panjang, perbedaan biaya ini tidak akan terlalu berpengaruh.

Pilihlah sekuritas yang sesuai dengan preferensi Anda sendiri, yang aplikasi-nya dapat dipahami dengan mudah, dan minimal deposit yang sesuai dengan kemampuan Anda. Tidak ada sekuritas yang secara jelas lebih baik dari lainnya. Perbedaannya juga minim dari segi fitur.

Berikut adalah daftar perusahaan sekuritas yang terdaftar di OJK:

Daftar perusahaan sekuritas di Indonesia. Sumber: ojk.go.id.

Untuk masalah user interface, menurut Investbro, Stockbit adalah aplikasi yang paling bersahabat untuk pemula. Sekuritas lainnya yang terkenal adalah Mirae Asset, Phillip Indonesia, Mandiri (MOST), Sinarmas, dan BCA Sekuritas.

Namun, di tutorial ini, Investbro akan menggunakan aplikasi Android BNI Sekuritas.

6. Registrasi Sekuritas Saham

Langkah selanjutnya adalah mendaftarkan diri Anda ke sekuritas saham yang Anda pilih.

Ada beberapa perusahaan sekuritas yang membuka pendaftaran online, namun beberapa broker mengharuskan Anda untuk melakukan registrasi offline dengan mendatangi kantor mereka.

Jika melakukan pendaftaran langsung ke kantor, biasanya akan bertemu dengan manajer investasi yang menjadi penanggungjawab Anda. Keuntungannya, Anda dapat bertanya-jawab dengan manajer investasi itu serta memperoleh panduan untuk memulai investasi.

Syarat registrasi sekuritas saham umumnya:

  1. KTP
  2. NPWP
  3. Buku tabungan

Pastikan Anda memiliki ketiganya sebelum mengajukan permohonan. Selain itu, siapkan juga data lengkap mengenai diri Anda jika dibutuhkan oleh perusahaan broker.

Contoh halaman registrasi di aplikasi Stockbit

Untuk tahap ini, proses pendaftaran biasanya memakan waktu berkisar antara 1 hari hingga 2 minggu, tergantung dari sekuritas yang Anda pilih. Sementara pengajuan diproses, gunakan waktu yang ada untuk belajar saham lebih dalam.

Jika permohonan disetujui, Anda akan diberikan akses untuk melakukan jual beli saham.

7. Registrasi Rekening Dana Nasabah

Dalam jual beli saham, dana investasi tidak akan ditempatkan pada rekening yang Anda gunakan sehari-hari. Namun, pihak perusahaan sekuritas akan memberikan rekening khusus untuk aktivitas trading saham. Akun itu dinamai Rekening Dana Nasabah (RDN).

Biasanya, saat mendaftar sekuritas, Anda akan ditawarkan untuk membuat RDN secara berbarengan. Misalnya, jika melakukan registrasi di BNI Sekuritas, maka sebaiknya RDN juga ditempatkan di BNI agar transaksi dapat diproses lebih cepat.

Rekening dana nasabah tidak hanya boleh dipergunakan untuk jual beli saham, namun juga bisa digunakan untuk membeli reksa dana dan deposito. RDN juga tidak dikenanakan biaya administrasi bulanan, saldo minimum, dan biaya dormant account layaknya rekening biasa.

8. Deposit Dana Ke RDN

Setelah seluruh proses registrasi selesai, Anda akan diberikan akses untuk melakukan deposit ke Rekening Dana Nasabah (RDN). Jadi, semua dana harus bersumber dari rekening saham tersebut. Dividen yang Anda dapatkan juga akan ditransfer ke sana.

Lakukan transfer dana dari rekening utama Anda ke RDN yang sudah disediakan. Nomor rekening RDN biasanya diberikan setelah proses registrasi disetujui.

Sesuai langkah no. 2, langsung deposit dana yang sudah disisihkan agar tidak tergoda menggunakannya untuk hal lain. Akan tetapi, hanya depositkan dana yang memang Anda ingin langsung gunakan agar tidak mubazir. Jika masih akan diinvestasikan pada masa yang akan datang, sebaiknya tetap simpan di aset bertumbuh lainnya terlebih dahulu.

9. Download Aplikasi Online Saham

Selanjutnya, sebelum melakukan trading, Anda harus mengunduh aplikasi online saham dari sekuritas Anda. Baik di PC, Android, maupun iOS, install terlebih dulu software yang diperlukan.

Biasanya Anda akan diberikan username dan password yang menjadi kredensial untuk login di aplikasi saham dari sekuritas. Jaga baik-baik data tersebut agar tidak digunakan oleh orang yang tidak bertanggungjawab.

halaman menu BIONS
Halaman utama aplikasi saham BIONS milik BNI Sekuritas.

Utak-atik semua fitur yang tersedia untuk lebih mengetahui fungsi dan fitur yang tersedia. Berbagai aplikasi saham online berbeda dalam segi fitur dan navigasi, untuk itu luangkan waktu menjelajahinya agar semakin terbiasa.

Berikut adalah beberapa aplikasi saham online yang bisa Anda unduh:

10. Pilih Saham Yang Akan Anda Beli

Menggunakan ilmu analisa yang sudah Anda pelajari, langkah selanjutnya adalah membeli saham yang sudah Anda tetapkan.

Jika membeli saham bagi pemula, sebaiknya Anda memilih instrumen investasi berupa perusahaan blue chip yang relatif terjamin dalam jangka panjang. Emiten blue chip memiliki kapitalisasi pasar yang besar. Contohnya: Unilever (UNVR), BCA (BBCA), BNI (BBNI), Gudang Garam (GGRM), Telkom (TLKM), atau BRI (BBRI).

Hindari perusahaan yang baru IPO atau yang diklasifikasikan sebagai ”saham gorengan”. Di awal, aktivitas jual beli saham bagi pemula sebaiknya berfokus pada saham dari perusahaan yang sudah terbukti. Setelah menjadi lebih ahli dalam analisa fundamental dan teknikal, Anda bisa mulai membeli saham yang lebih berisiko dan volatil.

Menyesuaikan kepercayaan, Anda dapat memilih untuk membeli saham syariah saja. Berbeda dengan jenis konvensional, saham syariah berisi perusahaan yang memiliki jumlah utang yang lebih rendah daripada asetnya.

Patokan yang bisa Anda gunakan adalah Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII). Keduanya merupakan indeks berisi perusahaan syariah yang melakukan operasional sesuai syariat Islam. Bahkan, beberapa perusahaan tersebut masuk dalam indeks LQ45 dan IDX30.

11. Tentukan Seberapa Banyak Saham Yang Hendak Dibeli

Langkah selanjutnya dalam perdagangan saham adalah menentukan berapa lembar saham atau lot yang akan Anda beli.

Jumlah paling sedikit yang boleh dibeli adalah 1 lot. Setiap lot berisi 100 lembar saham. Contohnya, jika Anda berminat untuk membeli saham UNVR dan harganya sekarang adalah Rp6.625/lembar, maka dana yang harus Anda siapkan adalah 6.625 x 100 = Rp662.500.

Sebaiknya sesuaikan agar Anda dapat membeli minimal 10 jenis saham. Jangan tempatkan semua dana pada 1 emiten saja. Tempatkan juga pada industri yang beragam, seperti consumer good, pertambangan, keuangan, dan infrastruktur.

Konsep ini dinamakan dengan diversifikasi, yang bertujuan melindungi Anda. Dengan diversifikasi yang baik, jika salah satu saham individu turun harganya, portofolio Anda tidak akan terlalu terpengaruh karena akan diseimbangkan oleh saham lainnya.

Berinvestasi pada sektor yang beragam juga membantu melindungi Anda dari runtuhnya sebuah sektor. Contohnya, jika industri pariwisata sedang lesu, saham yang Anda miliki di sektor perbankan akan menjadi penyeimbang.

12. Lakukan Eksekusi Transaksi

Setelah mempunyai target saham yang akan Anda beli, langkah selanjutnya adalah melakukan jual beli saham dengan melakukan order pada kumpulan saham tersebut. Untuk tutorial di bawah, saya akan menggunakan aplikasi BIONS dari BNI Sekuritas.

Halaman order di BIONS
Halaman order beli saham di BIONS

Cara membeli saham tersebut adalah dengan:

  1. Login ke aplikasi, masukkan username dan password atau menggunakan sidik jari.
  2. Masuk ke menu “Trade”, masukkan kode saham yang ingin dibeli, contohnya “UNVR”
  3. Klik tombol “BUY”
  4. Masukkan jumlah “lot” yang ingin Anda beli
  5. Klik lagi tombol “BUY”

Jangan membeli saham di atas harga yang ditawarkan pasar. Memang, jika Anda membeli di atas harga normal, order akan diproses lebih cepat karena orang akan berlomba-lomba mengambil tawaran Anda. Tidak ada salahnya sabar menunggu harga berfluktuasi untuk turun sedikit agar sesuai dengan harga yang diharapkan.

Jika sudah melakukan langkah-langkah di atas, pengajuan pembelian saham Anda akan diproses oleh broker sekuritas. Untuk settlement transaksi, biasanya dibutuhkan waktu 2 hari kerja agar transaksi Anda bisa selesai seluruhnya.

Selain dari harga saham sesuai dengan jumlah lot yang dibeli, dana Anda akan dipotong berupa transaction fee seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya.

Kemudian, Anda akan dikenakan pajak jika mendapatkan pembagian dividen atau mendapatkan keuntungan kapital. Jangan lupa melaporkan semua keuntungan ini dalam pelaporan SPT setiap tahunnya.

Terkadang, pembelian Anda tidak diproses karena harga tidak kunjung menyentuh angka yang ditetapkan. Hal ini umum terjadi jika pasar sedang bullish. Jika harga telah melebihi angka yang menurut Anda melebihi nilai wajarnya, tidak apa-apa mengalihkan perhatian ke saham lain.

13. Fokus Pada Jangka Panjang

Setelah selesai melakukan transaksi beli saham, hal terbaik yang bisa Anda lakukan adalah menunggu investasi membuahkan hasil.

“Time in the market beats timing the market”, “Someone’s sitting in the shade today because someone planted a tree a long time ago”, begitu 2 kutipan terkenal dari Warren Buffett mengenai perdagangan saham.

Senjata terbesar bagi seorang investor saham adalah waktu. Fokuslah pada jangka panjang. Jika portofolio Anda berkurang nilainya tahun ini, jangan panik. Ingatlah bahwa tujuan awal adalah memegangnya dalam waktu 20+ tahun.

grafik IHSG dari 2000-2021.
Naik turunnya harga saham itu normal. Dalam jangka panjang, IHSG sudah naik 10x lipat. Sumber: google.com.

Nilai yang naik turun selama setahun, bahkan 3-5 tahun, tidak berpengaruh terlalu besar. Jika memang sudah yakin dengan strategi yang Anda tetapkan, percayalah bahwa hasilnya tidak akan mengkhianati.

Kesabaran Anda akan diuji selama masa investasi puluhan tahun. Seseorang pernah berkata bahwa investasi saham adalah 10% skill dan 90% kesabaran. Ada benarnya, mengingat Warren Buffett menghasilkan 99,7% kekayaannya setelah menginjak umur 52.

Jika Anda merasa mudah terpengaruh dengan fluktuasi harga, batasi diri hanya boleh mengecek portofolio sebanyak sekali dalam seminggu. Dengan demikian, Anda tidak akan terkonsumsi oleh emosi serta memiliki pertimbangan yang jernih dalam berinvestasi saham.

Istilah Jual Beli Saham Yang Harus Anda Mengerti

Untuk dapat memahami halaman “order book” di aplikasi saham, pahami beberapa istilah di bawah ini:

IstilahDefinisi
Market orderPerintah untuk membeli saham secepat mungkin pada harga saat itu.
Limit orderPerintah beli saham pada harga tertentu di masa depan. Jika harga menyentuh angka yang ditentukan, order akan dieksekusi.
Ask (offer)Harga yang diminta oleh penjual untuk melepas sahamnya.
BidPembeli bersedia membayar untuk harga tersebut.
Stop-loss orderOrder yang hanya aktif jika harga menyentuh angka yang ditentukan. Biasanya untuk membatasi kerugian.
Stop-limit orderBerisi dua harga di mana perintah menjual hanya akan dieksekusi di rentang tersebut.

FAQ Tentang Membeli Saham

                                                  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *