Lompat ke konten

Cara Investasi Untuk Pelajar, Mudah Dilakukan

Hemat pangkal kaya. Falsafah ini tidak hanya bisa diterapkan oleh individu dewasa yang sudah memiliki pendapatan sendiri melainkan juga bisa diterapkan oleh pelajar dan bahkan anak-anak. Tidak hanya itu, kini pelajar SMP maupun SMA yang belum punya KTP tidak hanya bisa menabung lewat celengan saja, melainkan juga bisa berinvestasi. 

Bahkan sejak beberapa tahun lalu sudah ada orang tua yang membelikan obligasi dan sukuk sebagai investasi untuk anak mereka. YouTuber Felicia Putri juga mulai merintis karirnya di bidang ini sejak SMA. Ini artinya, bahkan ketika Anda masih menerima uang saku dari orang tua, Anda juga sudah bisa mulai berinvestasi. Lantas, gimana caranya:

1. Tentukan Tujuan 

Langkah yang pertama adalah menentukan tujuan investasi terlebih dahulu. Tujuan ini nantinya akan membantu Anda untuk menentukan berbagai hal penting dalam dunia keuangan ini.

Misalnya, Anda ingin bisa kuliah dalam 3 tahun lagi dan perlu menabung setidaknya untuk uang UKT dan kebutuhan lain di semester pertama. Karena periode menabungnya lebih dari 1 tahun tapi kurang dari 5 tahun, maka investasi ini bisa digolongkan sebagai investasi jangka menengah sehingga cocok untuk masuk sukuk atau obligasi. 

Tujuan investasi juga bisa membantu Anda menentukan berapa jumlah uang yang harus Anda kumpulkan dalam periode investasi terkait. Katakanlah UKT semester pertama Rp9.000.000 sementara kebutuhan lain di semester pertama seperti buku, uang kos, dan lain-lain membutuhkan uang Rp2.000.000. Maka setidaknya Anda perlu mengumpulkan dana senilai Rp11.000.000 dalam 3 tahun. 

2. Gunakan KTP, NPWP dan Nomor Rekening Orang Tua

Langkah yang kedua adalah berinvestasi menggunakan KTP, NPWP dan nomor rekening orang tua. Pihak perusahaan sekuritas dan aplikasi online trading pasti akan meminta ANda untuk memasukkan nomor KTP, nomor rekening dan (kadang-kadang) NPWP. Masalah data inilah yang seringkali menjadi batu sandungan bagi pelajar yang ingin berinvestasi.

Namun sejak beberapa tahun lalu otoritas pemerintah terkait memperbolehkan pelajar atau mahasiswa yang belum memiliki KTP dan NPWP untuk berinvestasi menggunakan KTP dan NPWP milik orang tua. Aplikasi online tradingnya bisa jadi Anda yang kontrol, namun dengan nomor rekening bank orang tua, mau tidak mau keluar masuknya keuangan juga masih dalam supervisi orang tua. 

Beberapa sumber juga menyebutkan, pelajar kini juga bisa berinvestasi reksa dana dengan cara mencantumkan nomor induk kependudukan (NIK) yang tertera di kartu keluarga dan foto kartu keluarga sebagai buktinya. 

3. Memilih Instrumen Investasi 

Langkah selanjutnya adalah dengan memilih instrumen investasi yang pas. Lalu, bagaimana cara menentukan instrumen yang pas? Berikut ini beberapa hal yang harus dipertimbangkan:

  1. Tujuan investasi Anda. 
  2. Waktu yang Anda miliki untuk melakukan analisis. Sebab, investasi tidak sama dengan judi karena perlu beberapa analisis khusus sebelum membeli sebuah instrumen investasi tertentu. 
  3. Jumlah modal yang Anda miliki. 

Apabila Anda memiliki waktu dan modal yang terbatas, maka instrumen yang direkomendasikan adalah reksa dana. Sebab, 1 unit penyertaan reksa dana bisa dibeli dengan hanya Rp10.000 dan dana dari unit penyertaan tersebut akan dikelola oleh manajer investasi, sebuah perusahaan khusus yang berisi orang-orang yang ahli investasi sehingga Anda tidak perlu menganalisis secara mandiri.

4. Memilih Aplikasi Investasi Yang Kredibel

Setelah tujuan dan instrumen investasi ditentukan, maka kini saatnya Anda membuat akun di aplikasi investasi yang cocok untuk pemula serta kredibel. Sekali lagi, saat membuat akun investasi ini Anda bisa menggunakan KTP, rekening bank dan NPWP orang tua terlebih dahulu jika Anda belum memiliki ketiganya.

Aplikasi yang kredibel itu yang seperti apa? Aplikasi yang kredibel adalah aplikasi yang sudah memiliki izin resmi dari OJK dan Bursa Efek Indonesia serta memiliki track record yang baik. Bahkan kalau perlu, Anda memilih aplikasi yang sudah memiliki fitur robo advisor di dalamnya. 

5. Menyisihkan Uang Investasi Dari Uang Jajan

Salah satu batasan yang dimiliki oleh pelajar dan mahasiswa adalah keterbatasan pendapatan. Namun karena saat ini investasi reksa dana sudah bisa dibeli dengan sangat murah hanya dengan Rp10.000, maka Anda bisa menyisihkan uang jajan untuk investasi dengan mudah. Selain uang jajan dari orang tua, berikut ini sumber pendapatan yang hasilnya bisa Anda alokasikan untuk investasi:

  1. Uang hasil jualan. Misalnya, hasil Anda jualan makanan di sekolah, di booth-booth dan lain sebagainya. 
  2. Uang hasil lomba. Kan di SMA banyak perlombaan yang salah satu hadiahnya adalah uang, nah uang tersebut bisa Anda masukkan ke dalam reksa dana. 

Selain uang di atas, Anda juga bisa menerima bantuan dari orang tua yang ingin berinvestasi bersama Anda.

6. Terus Belajar Investasi dan Disiplin

Kunci keberhasilan dalam investasi adalah bisa mengelola 3M yaitu, money (manajemen uang), method (segala hal yang berbau teknis investasi) dan mind (mental saat investasi). Oleh sebab itu, investor dan trader yang memiliki tingkat kedisiplinan tinggi cenderung lebih berpeluang sukses dibandingkan yang tidak disiplin. 

Disiplin disini berarti Anda setia berpegang pada rencana investasi yang telah Anda buat sebelumnya dan tidak mudah tergoda dengan berbagai promo yang ada di internet maupun televisi bahkan jika promo tersebut masih berkaitan dengan investasi dan dipromosikan oleh influencer dan investor favorit Anda. 

Itu tadi beberapa cara investasi untuk pelajar. Mudah bukan?

nv-author-image

Farichatul Chusna

Setelah lulus dari Ilmu Ekonomi Universitas Gadjah Mada, Farichatul Chusna aktif sebagai penulis artikel ekonomi, investasi, bisnis, dan keuangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.