Reksa Dana: Definisi, Manfaat, Cara Memilih

reksa dana

Seiring dengan kemajuan teknologi, persebaran informasi semakin cepat dan tersebar luas. Perencanaan keuangan pun menjadi salah satu topik yang hangat dibicarakan. Masyarakat yang sudah mulai melek informasi pun mulai menggandrungi investasi baik riil maupun non riil. Investasi non riil adalah investasi keuangan yang marak dibicarakan seperti saham, deposito, obligasi dan reksa dana.

Bila diibaratkan semua bentuk investasi adalah makanan penutup, reksa dana adalah kue pie. Diibaratkan demikian karena reksa dana terdiri dari kumpulan bahan-bahan yang berbeda – seperti saham dan obligasi – yang disimpan di dalam portofolio reksa dana. Ketika kita membeli reksa dana itu sama saja dengan kita membeli sepotong kue pie tersebut. Misal kita memiliki 3% reksa dana di Bank Mandiri, hal tersebut tidak sama dengan kita memiliki saham sebesar 3% namun reksa dana yang kita miliki adalah bagian dari dana 3% tersebut. Sebagai salah satu bentuk investasi keuangan, artikel ini akan lebih lanjut membahas reksa dana. Mari kita simak!

Definisi Reksa Dana

Sesuai dengan yang diibaratkan tadi, reksa dana adalah sebuah tempat yang mengumpulkan uang atau dana investasi dari para investor yang selanjutnya akan dikelola oleh manajer investasi dalam berbagai jenis portofolio investasi atau produk keuangan lainnya. Manajer investasi akan dibantu dengan komite investasi dan pengelola investasi.

Reksa dana didefinisikan sebagai badan hukum yang secara teknis disebut sebagai perusahaan investasi atau perusahaan reksa dana. Jadi ketika investor membeli reksa dana, secara teknis investor tersebut membeli kepemilikan saham dan ia dapat disebut sebagai pemegang saham.

Sebelum memilih reksa dana kita perlu memikirkan tujuan investasi sebagai apa yang akan dicapai oleh reksa dana tersebut dan pikirkan strategi investasi agar dengan memilih reksa dana tersebut keuntungan dapat diraup. Tujuan investasi tersebut tak lain adalah jenis investasi yang dipilih manajer investasi untuk menentukan pengelolaan reksa dana tersebut.

Misalnya manajer investasi akan mengelola dana obligasi untuk jangka panjang sedangkan jika obligasi tersebut ditujukan untuk pertumbuhan kapitalisasi, manajer investasi akan menyalurkan modal tersebut ke perusahaan kapital atau perusahaan yang bermodal besar. Merujuk contoh tersebut, reksa dana dapat diinvestasikan di luar aset utamanya untuk memenuhi tujuannya misal dengan penyaluran dana obligasi 80% untuk jangka panjang dan 20% untuk jangka pendek atau aset lainnya. Dengan pembagian seperti itu, dana tersebut akan menjadi lebih dinamis. Namun, kita tetap perlu berhati-hati karena jika terlalu banyak, fund overlap – tumpang tindih dana akibat banyaknya reksa dana yang dimiliki investor sehingga membatasi keragaman portofolio investasi dan sangat mempengaruhi kondisi pasar – akan terjadi.

Rincian dari manajer investasi tentang reksa dana yang kita pilih akan berguna dalam menentukan strategi reksa dana kita. Rincian tersebut dimuat di dalam dokumen yang biasa disebut prospektus reksa dana. Prospektus tersebut biasanya berisi tentang informasi detail reksa dana, dari pembentukan reksa dana hingga informasi tentang penyebarluasan prospektus dan formulir pembelian unit penyertaan dan juga tingkat likuidasi. Dokumen ini bersifat legal yang biasanya diurus oleh penyedia dana dengan komisi sekuritas yang diberikan kepada semua investor baru.

Macam-Macam Reksa Dana

Sebelum memulai investasi, mengenal terlebih dahulu jenis-jenis reksa dana tentu sangatlah penting. Berikut adalah macam-macam reksa dana.

  • Reksa Dana Saham. Reksa dana yang sebagian besar atau sekitar 80% dari portfolionya dikelola ke dalam saham dengan tujuan untuk pertumbuhan harga saham dalam jangka panjang sekitar 5 tahun atau lebih.
  • Reksa Dana Pasar Uang. Reksa dana ini menginvestasikan seluruh dananya pada deposit, sertifikat bank, dan obligasi. Jangka waktu untuk reksa dana ini kurang dari satu tahun dan relatif aman namun keuntungannya lebih sedikit.
  • Reksa Dana Pendapatan Tetap. Jenis reksa dana ini dialokasikan ke obligasi – baik obligasi maupun efek utang – dengan minimal 80% serta keuntungannya lebih besar dibandingkan reksa dana pasar uang. Meski keuntungannya stabil dan besar, resikonya juga relatif lebih besar dibandingkan reksa dana pasar uang.
  • Reksa Dana Alokasi Aset. Jenis ini mengalokasikan dana investasi di saham dan obligasi. Tujuannya untuk mendapat keuntungan yang optimal dan menjaga tingkat risiko investasi.
  • Reksa Dana Komoditas. Reksa dana ini mengalokasikan sebagian besar dananya pada perusahaan komoditas. Contohnya berinvestasi ke perusahaan energi, pertambangan maupun perminyakan.
  • Reksa Dana Alternatif. Jenis ini merupakan jenis reksa dana yang menginvestasikan dananya ke dalam aset keuangan yang tidak termasuk dalam salah satu kategori saham, obligasi, maupun bentuk konvensional lainnya. Dana lindung nilai, properti riil, dan aset yang berwujud adalah contoh jenis reksa dana ini yang strategi perdagangannya cukup kompleks.
  • Reksa Dana Campuran. Reksa dana ini mengalokasikan dana investasinya ke dalam portofolio yang penuh diversifikasi. Instrumen investasinya adalah saham dan obligasi biasanya 60% saham dan 40% obligasi. Risiko reksa dana campuran bersifat moderat dengan potensi mendapat keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan reksa dana pendapatan tetap.
  • Reksa Dana Target Waktu. Reksa dana ini memiliki jangka waktu tertentu yang kebijakan investasinya disesuaikan dengan jangka waktu tersebut. Dengan patokan waktu tertentu, reksa dana ini dapat mengubah komposisi efeknya atau instrumen investasinya dengan tujuan dapat memenuhi kebutuhan investor sesuai dengan siklus perencanaan keuangan. Produk reksa dana ini terbilang cukup fleksibel. Biasanya mendekati waktu yang sudah ditargetkan, alokasi investasi terhadap pendapatan tetap meningkat untuk mengurangi tingkat resiko. Secara konvensional, RDTW dapat dianggap sebagai produk pensiun karena waktu yang sudah ditargetkan dapat membuat investor merencanakan dulu tujuan keuangan dengan kerangka waktu yang ditentukan.

Manfaat Reksa Dana

Investasi reksa dana mendatangkan berbagai peluang keuntungan, investor akan lebih tertarik berinvestasi pada reksa dana karena:

  • Dapat melakukan diversifikasi portofolio efek dengan cepat. Dengan reksa dana, tanpa harus memiliki modal besar investor dapat berinvestasi pada ratusan atau ribuan saham dan obligasi yang disebut juga sekuritas. Keunggulan reksa dana adalah diversifikasi instan. Jack Trifts sebagai professor keuangan di Bryant University mengatakan bahwa untuk mendapatkan diversifikasi yang masuk akal tentu investor harus setidaknya memiliki 40 hingga 50 sekuritas. Hal tersebut akan menjadi tantangan bila dilakukan oleh sendiri dengan keterbatasan sumber daya. Trifts juga mengatakan bahwa dengan reksa dana portfolio akan dengan sangat mudah terdiversifikasi. Dengan begitu, investor tak perlu bersusah payah mengumpulkan portofolio yang terdiversifikasi oleh diri sendiri karena setiap saham di reksa dana akan dialokasikan di semua kepemilikan dana dan saham tersebut akhirnya terdiversifikasi.
  • Batas minimal investasi yang rendah. Meskipun persyaratan batas minimal investasi sebagian besar reksa dana rendah, batas minimal tersebut  cenderung rendah sekitar $1.000 hingga $2.500. Dengan minimal pembelian yang rendah, investor akan mendapatkan kebebasan dalam membelinya yang disponsori tempatnya bekerja dengan rencana investasi yang otomatis dari reksa dana.
  • Dikelola oleh profesional. Pada dasarnya orang lain melakukan pekerjaan untuk kita dengan membuat keputusan investasi reksa dana tersebut. Sehingga manajer investasi yang membuat keputusan apakah dana yang terkumpul akan dikelola secara aktif atau pasif. Manajer investasi profesional tersebut akan memantau kinerja investasi kita.

Reksa Dana Pasif dan Aktif

Reksa dana pasif dan aktif adalah dua jenis strategi pengelolaan investasi reksa dana. Strategi ini didapat dengan menyesuaikan reksa dana dengan profil dan preferensi risiko yang ditoleransi investor. Strategi pengelolaan ini tentu digunakan oleh manajer investasi dalam mengelola portofolio investasi reksa dananya.

aktif vs pasif mutual fund

Reksa dana pasif adalah strategi yang umumnya memberikan keuntungan yang setara dengan pasar atau indeks yang memberikan bunga dan kupon obligasi kepada investor secara periodik. Strategi ini juga memungut biaya pengelolaan yang rendah karena dikelola oleh manajer investasi secara pasif.

Biasanya strategi ini digunakan oleh para investor yang yakin bahwa dalam jangka panjang reksa dana akan sulit mengalahkan return pasar seperti saham dan obligasi dan juga oleh para investor konservatif yang ingin tingkat kepastian return nya tinggi. Singkatnya strategi ini digunakan dengan menyesuaikan tolak ukur kepastiannya bukan untuk mengambil keuntungan yang sangat fantastis.

Reksa dana aktif merupakan kebalikan reksa dana pasif di mana manajer investasi akan mengelola dana investasi secara aktif dan juga memilih investasi mana yang akan dibeli maupun dijual dengan tujuan mendapatkan – biasanya dengan tolak ukur indeks pasar- keuntungan yang sebesar-besarnya.

Strategi ini juga terbagi menjadi dua yaitu growth investing dan value investing. Keduanya adalah strategi investasi yang dipraktikkan oleh investor legendaris seperti Warren Buffet dan Benjamin Graham.

Biaya Yang Berkaitan Dengan Reksa Dana

Baik dikelola secara pasif maupun aktif, investor dapat menyesuaikannya sesuai dengan preferensi dan filosofi masing-masing. Jika bersedia membayar dana pengelolaan yang lebih tinggi karena percaya pada manajer investasi untuk mengelola reksa dana kita secara aktif tentu kita dapat membayar dengan harga yang sudah ditaksir. Namun, jika kurang yakin dapat mengungguli indeks pasar dan menjaga pengeluaran rendah, indeks pasif dirasa lebih cocok dengan kita.

Menentukan biaya yang dikeluarkan untuk reksa dana tentu berbeda-beda karena tergantung dengan reksa dana yang dipilih. Salah satu cara terkenal untuk menghitung biaya yang akan dikeluarkan untuk reksa dana adalah rasio beban atau beban operasi yang dikenal juga sebagai expense ratio yang merupakan perbandingan dalam satu tahun antara rata-rata nilai aset bersih dan beban operasional pengelolaan dana investasi reksa dana.

Biaya tersebut adalah biaya tahunan yang membebankan dana kepada para investor. Jika expense ratio bernilai lebih kecil maka hal tersebut mencerminkan kepiawaian manajer investasi dalam mengelola reksa dana secara efisien.

Rata-rata expense ratio untuk reksa dana saham yang dikelola secara aktif biasanya sekitar 0,55% dan bisa lebih dari 2% untuk dana internasional menurut Investment Company Institute. Rata-rata rasio beban pada indeks saham biasanya mencapai 0,08%.

Tidak semua reksa dana memiliki biaya beban penjualan karena cara yang terbaik adalah menghindarinya dengan memilih reksa dana tanpa beban. Biaya penjualan atau beban penjualan ini adalah biaya yang muncul karena adanya transaksi penjualan atau pembelian dana tersebut. Beban penjualan ini berbeda dengan beban operasional karena ini bukanlah biaya berulang.

Kita juga perlu menghindari reksa dana yang memiliki biaya 12b-1, yaitu biaya berkelanjutan yang dibayarkan ke penasihat atau perusahaan untuk memasarkan dana. Biasanya biaya tersebut tidak boleh lebih dari 1%, namun alangkah lebih baiknya 1% tersebut dimiliki oleh kita dan dialokasikan terhadap instrumen investasi lainnya.

Pajak Reksa Dana

Pajak Reksa Dana

Reksa dana lebih rentan dikenai pajak dibandingkan dengan exchange-traded funds atau ETF yang diperdagangkan di bursa efek karena investor melakukan transaksi jual beli melalui manajer investasi. Disebut demikian karena manajer akan melakukan lebih banyak transaksi jual beli di dalam reksa dana dan pendistribusian keuntungan tersebut dapat menimbulkan adanya tagihan pajak yang tak terduga bagi para investor.

Jika keuntungan didapatkan pada jangka yang lebih pendek artinya kita akan dikenakan pajak lebih besar dibandingkan mengambil keuntungan jangka panjang. Kemudian, apabila reksa dana kita dividen, kita juga masih dikenai pajak. Investor yang memiliki atas hak dan menerima dividen maka wajib membayar pajak jika investor menginvestasikan kembali dividen tersebut.

Terlepas dari itu, kita juga dapat menghindari tagihan pajak atas distribusi reksa dana pada tahun penerimannya. Kita cukup menyimpan dana tersebut di rekening yang memiliki pajak tangguhan seperti rekening pensiun individu. Dengan rekening pajak tangguhan kita tidak perlu membayar pajak sampai kita dapat menarik uang tunai dari rekening tersebut.

Tips Memilih Reksa Dana

Memilih reksa dana bukanlah perkara yang mudah. Kita perlu mmempertimbangkan lebih jauh dan menyesuaikannya dengan tujuan kita berinvestasi menggunakan reksa dana. Selain menentukan tujuan kita juga perlu menentukan jangka waktu yang diharapkan dan preferensi risiko yang bisa kita toleransi.

Jika ingin berinvestasi di saham namun jangka waktu kurang dari lima tahun Anda sebaiknya tidak berinvestasi pada saham. Morningstar sudah meneliti bahwa beban operasional adalah satu-satunya poin penting yang perlu diperhatikan saat memilih jenis yang ingin diinvestasikan.

Tidak semua kinerja reksa dana bagus namun ada juga yang buruk dan penyebab utamanya adalah biaya yang rendah seperti yang terjadi pada reksa dana pasif. Sebaliknya, ada reksa dana dengan pengeluaran tinggi memiliki kinerja yang cukup baik. Namun, hasil penelitian dari Morningstar menunjukkan bahwa investor yang mengeluarkan dana lebih rendah cenderung mengungguli yang lainnya dalam meraup keuntungan.

Sebaiknya Anda mengukur kinerja reksa dana dengan filosofi “semakin panjang rekam jejaknya (jangka waktu) semakin baik pula hasilnya”. Hal tersebut secara tidak langsung menyatakan bahwa kita sebagai investor tidak usah buru-buru mengambil hasil keuntungan reksa dana kita, misal dalam satu tahun karena dirasa lebih baik menunggu sepuluh tahun.

Kita juga perlu mencari manajer investasi yang memiliki riwayat kerja yang baik dalam menghasilkan keuntungan. Reksa dana dengan kinerja yang baik memiliki risiko yang tinggi. Selain memperhatikan kinerjanya kita juga perlu mengukur risiko kita untuk mengevaluasi pilihan reksa dana.

Tingkat risiko reksa dana dapat diukur dengan membandingkan deviasi standar, rasio sharpe dan rekan-rekannya. Deviasi standar ini mengukur seberapa besar pengembalian dana bervariasi yang relatif terhadap rata-rata kinerjanya.

Reksa dana dengan deviasi standar yang rendah tidak mudah berubah dan memiliki sedikit resiko. Rasio sharpe digunakan untuk menentukan seberapa besar risiko yang diambil manajer investasi untuk menghasilkan keuntungan.

Rasio sharpe yang lebih tinggi menunjukkan bahwa manajer investasi mengambil risiko yang lebih sedikit untuk mencapai keuntungan tersebut. Biasanya situs web reksa dana mencantumkan berapa beban operasional, deviasi standar, dan rasio sharpe.

Cara Membeli Reksa Dana

Membeli reksa dana dapat dilakukan secara langsung di lembaga yang mengelola transaksi jual beli dan menerbitkan produk reksa dana itu sendiri yaitu manajer investasi. Sebagai investor reksa dana kita memasuki dunia perdagangan melalui manajer investasi walaupun caranya sama seperti yang dilakukan untuk membeli saham.

Pembelian reksa dana dihitung berdasarkan basis per saham atau dalam jumlah tertentu. Misal kita dapat membeli 100 dana saham atau kita dapat membeli reksa dana seharga 10 juta rupiah. Hal ini biasanya membuat manajer investasi menjual saham dalam pecahan yang diinginkan. Jadi dengan 10 juta rupiah kita mungkin bisa membeli 9,95 saham jika harga per saham adalah Rp1.047.000. Kita juga dapat membeli reksa dana di bank yang memiliki izin sebagai agen penjual reksa dana (APERD).

Harga per saham yang sudah dibagi-bagi tersebut ditentukan oleh nilai aset bersih (NAB) yang merupakan jumlah dana yang dikelola dalam suatu reksa dana isinya mencakup deposito, kas, saham dan obligasi. NAB dihitung dengan menjumlahkan nilai saat ini dari kepemilikan dana dan dikurangi biaya dana. Setelah itu dibagi dengan jumlah saham yang dimiliki investor yang disebut shares outstanding atau saham yang beredar.

Manajer investasi menghitung NAB setiap hari perdagangan saat pasar sudah ditutup. Para investor akan menerima NAB berikutnya yang tersedia. Jadi jika kita berdagang pada pukul 11 pagi, pada penutupan hari itu kita akan mendapatkan NAB tersebut. Begitu pula pada hari-hari berikutnya. Kita tidak akan tahu harga pasti per saham yang dibayarkan untuk reksa dana sampai waktu tutup pasar berikutnya.

Reksa Dana yang Diperdagangkan di Bursa Efek atau Exchange-Traded Funds (ETF)

Meskipun terlihat serupa, ada perbedaan antara reksa dana dan ETF. Disebut serupa karena keduanya mengumpulkan uang investor untuk membeli sekumpulan sekuritas yang disesuaikan dengan tujuan investasi. Jenis reksa dana ini memiliki unit penyertaan yang diperdagangkan di bursa efek. Exchange-Traded Funds (ETF) merupakan hasil pengembangan reksa dana indeks.

ETF ini dapat dibeli melalui pialang/broker berbeda dari reksa dana biasa yang dibeli melalui manajer investasi. ETF juga diperdagangkan seperti saham, sehingga terkadang ETF dibeli dalam jumlah tertentu karena harganya yang berfluktuasi sepanjang hari berdasarkan permintaan investor. ETF tidak perlu menunggu sampai waktu dagang pasar tutup untuk menghitung NAB.

Kendala dari produk ini adalah likuiditasnya. Agar likuid, dealer partisipan sebagai pemain dalam bursa efek perlu menandatangani perjanjian dengan manajer investasi ETF yang berfungsi sebagai market maker. Market maker sendiri memiliki peran sebagai pihak yang bertugas menjual dan membeli ETF pada harga tertentu sehingga ETF menjadi mudah diperdagangkan atau likuid.

Cara Menjual Reksa Dana

Meskipun reksa dana terbilang cukup hebat, pada akhirnya kita perlu menjual kembali sebagian atau seluruh saham yang dimiliki pada perusahaan reksa dana secara langsung yang disebut juga “pencairan” atau penjualan kembali unit penyertaan. Proses pencairan ini sama seperti membeli, kita melakukan transaksi dalam harga tertentu atau jumlah saham tertentu. Sebagai imbalannya, manajer investasi akan memberikan kita uang tunai berdasarkan NAB yang tersedia. Waktu yang dibutuhkan dalam proses pencairan ini ditentukan oleh alokasi aset produk reksa dana yang ingin dijual.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *