Lompat ke konten

Cara Membeli Saham Apple

Cara membeli saham apple

Tidak dapat dipungkiri bahwasannya Apple adalah salah satu perusahaan teknologi terbesar di dunia. Perusahaan yang didirikan oleh Steve Jobs pada tahun 1976 ini hingga kini masih terus berkontribusi terhadap perkembangan teknologi dunia. Maka dari itu, tidak heran apabila saham Apple Inc banyak diincar oleh trader maupun investor di seluruh dunia. 

Dilansir dari Yahoo Finance dan Company Market Cap, perusahaan ini berhasil menjadi perusahaan dengan nilai kapitalisasi pasar terbesar di dunia dengan jumlah market cap sebesar 2.621 triliun USD.

Cara Membeli Saham Apple

Lalu, bagaimana cara membeli saham perusahaan produsen iPhone ini?

Simak ulasannya berikut:

1. Memilih perusahaan broker

Sama seperti cara membeli saham perusahaan luar negeri lainnya, langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah memilih perusahaan broker terbaik. Saat memilih perusahaan broker terbaik, pastikan Anda memeriksa beberapa hal berikut ini:

  1. Legalitas jelas. Kalau pilih perusahaan nasional, silahkan pilih perusahaan yang telah terdaftar di BAPPEBTI dan OJK, kalau perusahaan internasional usahakan pilih perusahaan yang memiliki izin BAPPEBTI dan OJK atau memiliki lisensi dari Financial Conduct Authority (FCA) UK atau Australian Securities and Investment Commission (ASIC) atau The U.S. Securities and Exchange Commission Amerika Serikat seperti Charles Schwab atau TD Ameritrade.
  2. Pastikan perusahaan tersebut memiliki rekam jejak yang baik dan komitmen untuk menyimpan dana nasabah di rekening yang berbeda dengan rekening tempat penyimpanan dana operasional perusahaan.
  3. Pastikan perusahaan tersebut memiliki aplikasi dan customer service yang patut diandalkan. Meskipun Anda seorang investor, analisis teknis dan analisis fundamental yang komprehensif tetap Anda perlukan untuk memutuskan kapan harus menjual atau membeli saham. 
  4. Baca kebijakan investasi perusahaan secara hati-hati. Beberapa perusahaan sekuritas tidak hanya menerapkan biaya transaksi atau komisi tetapi juga biaya pajak. Biasanya perusahaan broker yang menerapkan kebijakan ini memang perusahaan yang patuh terhadap kebijakan pemerintah Amerika Serikat.

Anda bisa mencari penjelasan lengkap mengenai perusahaan-perusahaan broker tersebut dengan membaca review sekuritas terbaik di Investbro.

2. Membuat rekening saham di perusahaan broker

Langkah selanjutnya adalah dengan membuat rekening saham di perusahaan broker yang Anda pilih. Rekening ini dan rekening dana nasabah diperlukan supaya Anda bisa bertransaksi jual beli saham dengan baik. 

Transaksi di kedua rekening ini bisa Anda pantau melalui akun trading Anda. Biasanya pembuatan akun trading sudah satu paket dengan pendaftaran rekening saham di sebuah perusahaan broker, sehingga Anda tidak perlu melakukan pendaftaran dua kali. 

Membuat rekening saham dan akun trading kini semakin mudah dengan adanya teknologi internet dan handphone. Dengan adanya kedua teknologi tersebut, kini Anda bisa membuat rekening dan akun secara cepat dan mudah.

Perlu Anda ketahui bahwasannya setiap perusahaan broker menawarkan berbagai layanan yang berbeda dalam satu akun. Oleh sebab itu, pertimbangkan aspek layanan dan biaya ini sebelum Anda memilih untuk membuka jenis akun tertentu. 

3. Kirim deposito

Akun Anda bisa aktif digunakan untuk membeli saham apple apabila Anda telah membalas link verifikasi yang dikirimkan oleh perusahaan ke email dan membayar deposito dalam jumlah tertentu. 

Setelah pembayaran deposito yang Anda lakukan dikonfirmasi oleh pihak perusahaan broker, maka itu artinya Anda sudah siap trading.

4. Siapkan modal

Dari pemaparan di atas jelas bahwasannya saat ini harga saham Apple Inc berada pada level 160,62 USD per lembar sehingga untuk membeli saham perusahaan ini 1 lembar saja Anda harus mengeluarkan uang 2 juta lebih.

Untungnya, tidak seperti pasar saham di Indonesia, Anda bisa membeli saham luar negeri dengan jumlah 1 lembar saja. Bahkan, saat ini Anda bisa membeli saham luar negeri dengan modal yang lebih kecil lagi dengan cara membeli CFD, reksa dana global atau membeli indeks saham. 

Aplikasi Jual Beli Saham Apple Terbaik

Terdapat banyak aplikasi di mana Anda dapat membeli saham Apple. Beberapa di antaranya:

1. Bibit

Seperti yang telah tertulis di atas, membeli saham Apple tidak harus membeli satuan. Salah satu cara alternatif yang bisa Anda lakukan adalah dengan membeli reksa dana global. Dalam hal ini, salah satu reksa dana global yang alokasi dananya untuk membeli saham perusahaan teknologi tersebut adalah BNP Paribas Cakra Syariah USD Kelas RK1 dan reksa dana ini telah tersedia di aplikasi Bibit. 

Aplikasi bibit adalah aplikasi yang dirilis oleh PT Bibit Tumbuh Bersama dan telah diregulasi oleh OJK. Saat ini aplikasi ini telah diunduh oleh lebih dari 5 juta pengguna di Indonesia saja dan mendapat review sebanyak 4.6 dari 5 bintang. 

2. Bareksa

Aplikasi lain yang menyediakan BNP Paribas Cakra Syariah USD Kelas RK1 adalah aplikasi Bareksa. Sama seperti reksa dana yang lain, dengan berinvestasi di reksa dana saham tersebut, sebagian dana investasi Anda akan dialokasikan oleh manajer investasi ke Apple inc.

Saat ini aplikasi Bareksa telah diunduh oleh lebih dari 500 ribu pengguna di seluruh Indonesia dan mendapatkan review 4.6 dari 5 bintang.

3. Pluang

Alternatif lain yang bisa Anda ambil untuk membeli saham Apple dengan modal terbatas adalah dengan membeli 1 unit atau lebih indeks saham Amerika Serikat seperti Nasdaq atau S&P. 

Dengan membeli indeks ini, Anda secara tidak langsung bisa berinvestasi di berbagai perusahaan emiten Amerika Serikat sekaligus termasuk Apple inc. Karena jual beli indeks ini termasuk komoditi berjangka, maka aplikasi Pluang tidak hanya terdaftar di OJK, tetapi juga memiliki lisensi BAPPEBTI sehingga terjamin legalitasnya. 

Per Maret 2022, Aplikasi Pluang telah diunduh oleh lebih dari 1 juta orang pengguna dan mendapatkan review 4.5 dari 5 bintang di Google Play Store.

4. Charles Schwab Mobile

Jika Anda ingin membeli saham Apple secara satuan, maka lebih baik Anda menggunakan jasa perusahaan broker yang secara resmi bisa beroperasi di Amerika Serikat. Salah satunya adalah The Charles Schwab Corporation.

The Charles Schwab Corporation adalah perusahaan layanan keuangan yang didirikan oleh Charles R. Schwab, salah satu ahli keuangan terkemuka di Amerika Serikat, pada tahun 1971. Tepat pada usia ke 40-nya, perusahaan ini merilis aplikasi trading online bernama Charles Schwab Mobile. Saat ini aplikasi ini telah diunduh oleh lebih dari 1 juta pengguna Google Play dan mendapatkan rating 3.7 dari 5 bintang.

Selain aplikasi, The Charles Schwab Corporation juga menyediakan layanan trading via website dan aplikasi desktop untuk memudahkan nasabah mengakses pasar saham Amerika Serikat. Anda bisa mengakses info lengkap mengenai perusahaan ini melalui link berikut ini.

Prospek Saham Apple

Sebelum membeli saham Apple, Anda sebaiknya mempertimbangkan prospek masa depan AAPL:

1. Berinvestasi di salah satu market leader industri teknologi

Seolah tidak bisa menyebut Apple dengan tanpa produk ikonik nya yaitu iPhone. Menurut data yang dipublikasikan oleh counterpoint research, per kuartal keempat tahun 2021, iPhone menjadi market leader industri smartphone dunia dengan menguasai pangsa pasar sebesar 22% atau 3% di atas kompetitornya, Samsung. 

Nilai ini diperkirakan akan meningkat seiring dengan peningkatan jumlah pengguna smartphone di seluruh dunia. Diperkirakan jumlah pengguna smartphone di dunia meningkat dari 6,5 miliar orang di tahun 2022, menjadi 7,5 miliar di tahun 2027 (Statista). 

Tidak hanya smartphone, Apple juga unggul di market share smartwatch dengan jumlah kapitalisasi pasar mencapai 30% atau tiga kali lebih banyak dibandingkan Samsung dan Huawei yang berada di urutan kedua dan ketiga. 

Data ini artinya, Apple telah memiliki konsumen loyal yang terus menunggu produk terbaru mereka setiap tahunnya sehingga investasi pada saham perusahaan ini terbilang sangat cocok untuk investasi jangka panjang.

2. Berinvestasi pada perusahaan dengan keuangan yang tahan pandemi

Tidak dapat dipungkiri bahwa pandemi covid19 memukul semua sektor, termasuk sektor teknologi. Namun, hal ini tidak berlaku bagi AAPL. Dilansir dari Investing.com, pada akhir tahun 2021, pendapatan Apple mencapai 123,95 miliar USD atau naik sekitar 12 miliar dibandingkan periode yang sama di tahun 2020. 

Dari sisi laba, laba bersih perusahaan ini pada Desember 2021 naik ke 34.6430 USD setelah pada Desember sebelumnya berada pada level 28.755 USD. Kenaikan ini ditopang dengan tingginya permintaan produk-produk dari Apple khususnya iPhone yang bahkan meningkat hingga 39% dibandingkan permintaan iPhone pada tahun 2020. 

Dari segi rasio keuangan, Yahoo Finance mencatat bahwa P/E ratio untuk perusahaan ini pada tahun 2022 mencapai 26,7. Nilai ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata P/E ratio perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam indeks S&P 500.

Menurut data dari Wall Street Journal, rata-rata P/E ratio perusahaan-perusahaan konstituen indeks tersebut hanyalah 23,68. Ini artinya, investor lebih banyak berharap pada Apple dibandingkan perusahaan lain yang notabene juga merupakan perusahaan blue-chip.

Ketahanan terhadap pandemi ini secara tidak langsung bisa meyakinkan investor bahwa Apple Inc bisa juga menghadapi krisis-krisis lain di masa depan. Apalagi dengan fakta bahwa sejak IPO di tahun 1980, saham Apple beberapa kali berhasil menghadapi krisis termasuk krisis keuangan tahun 2008. Ketika itu harga saham perusahaan ini anjlok hingga 50% namun kemudian dalam 2 tahun selanjutnya harga saham AAPL kembali normal.

3.  Membeli saham perusahaan yang sama dengan Warren Buffet

Mungkin hal ini terdengar menggelikan, namun citra Buffet sebagai investor terkemuka yang sangat menghargai kondisi fundamental perusahaan seolah menjadi jaminan bahwa perusahaan tersebut merupakan perusahan yang baik. 

Buffet dengan menggunakan nama perusahaannya, Berkshire Hathaway, Inc, membeli 5,4% saham perusahaan ini sejak tahun 2016 dan hingga kini belum dijual sama sekali meskipun ada pandemi (CNN). Bahkan, investasi di AAPL merupakan portofolio investasi Berkshire Hathaway, Inc dengan nilai nominal terbesar. Hal ini menunjukkan bahwa beliau percaya pada prospek bisnis perusahaan teknologi satu ini. 

Nah, itu tadi cara membeli saham Apple beserta alternatifnya jika Anda tidak memiliki dana yang cukup untuk membeli saham perusahaan ini secara satuan. Selamat mencoba.

nv-author-image

Farichatul Chusna

Setelah lulus dari Ilmu Ekonomi Universitas Gadjah Mada, Farichatul Chusna aktif sebagai penulis artikel ekonomi, investasi, bisnis, dan keuangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.