Lompat ke konten

Cara Membuka Rekening Saham

Cara Membuka Rekening Saham

Salah satu alasan mengapa investasi bisa booming dalam dua tahun belakangan ini adalah karena, saat ini pembuatan rekening dana nasabah atau rekening saham bisa dilakukan menggunakan aplikasi di ponsel. 

Sebelumnya untuk membuat rekening tersebut, calon investor diminta untuk datang secara langsung ke kantor sekuritas terdekat atau menghubungi perusahaan tersebut melalui telepon dan surat. 

Sesampainya di kantor, calon investor diminta untuk mengisi dokumen dalam jumlah banyak. Penulis ingat betul, ketika itu salah satu hal yang wajib diisi adalah nomor NPWP calon investor. Kalau calon investor terkait belum punya NPWP atau KTP, maka yang diminta adalah nomor NPWP dan nomor KTP orang tua. 

Tentu hal ini membuat calon investor muda dari kalangan mahasiswa malas untuk membuka rekening. Tapi, kini Anda tidak perlu repot-repot untuk membuka rekening saham dengan cara di atas. Berikut ini cara membuka rekening saham baik secara online maupun offline:

1. Siapkan Dokumen

Baik daftar rekening saham secara online maupun offline, Anda tetap harus menyiapkan beberapa dokumen penting. Dokumen tersebut diantaranya adalah:

  1. Kartu identitas bisa berupa KTP atau Passport. Apabila belum punya keduanya karena masih terlalu muda, Anda bisa menggunakan KTP atau Paspor milik orang tua sehingga investasi tersebut terdaftar atas nama orang tua (Liputan6).
  2. NPWP. Saham dan instrumen investasi lainnya adalah salah satu objek wajib pajak. Jadi, jika Anda ingin berinvestasi di instrumen ini, Anda harus punya NPWP. Kalau Anda masih mahasiswa atau anak SMA, Anda bisa membuka rekening saham dengan membawa Surat Pernyataan Belum Punya NPWP yang ditandatangani di atas materai. 
  3. Scan atau foto halaman depan buku tabungan. Halaman depan buku tabungan ini adalah dokumen penting yang dibutuhkan oleh perusahaan sekuritas untuk memverifikasi kepemilikan rekening. Jika Anda menjual saham, dana hasil penjualan tersebut akan masuk ke dalam rekening ini. Sekali lagi, apabila Anda masih terlalu muda untuk punya rekening tabungan sendiri, Anda bisa menggunakan rekening tabungan milik orang tua. 
  4. Nomor identitas KSEI untuk Anda yang sebelumnya sudah pernah memiliki rekening saham.
  5. Materai 6000. 

Untuk ibu rumah tangga yang tidak memiliki penghasilan sendiri dan NPWP tapi tetap ingin berinvestasi bisa melampirkan foto NPWP dan foto KTP milik suami. 

2. Pilih Saham Yang Anda Inginkan

Saham yang Anda pilih menentukan pada perusahaan sekuritas mana uang Anda akan berlabuh. Sebab, apabila saham yang Anda incar adalah saham yang akan IPO, maka mau tidak mau Anda harus membuka rekening saham di perusahaan yang menjadi underwriter (penjamin emisi efek) perusahaan tersebut. 

Namun, apabila Anda menginginkan saham lain yang sudah ada di BEI, maka Anda bisa langsung memilih perusahaan sekuritas.

3. Pilih Perusahaan Sekuritas

Saat ini, terdapat 123 perusahaan sekuritas nasional dan 1 perusahaan sekuritas daerah yang terdaftar di OJK. Data ini akan terus diperbaharui oleh OJK. Pertimbangkan rekomendasi sekuritas dari Investbro dalam memilih broker saham yang akan Anda gunakan.

Selain pertimbangan fitur, sebaiknya pilih broker dengan fee sekuritas terendah. Semakin rendah biaya transaksi, semakin besar keuntungan yang bisa didapatkan dari trading.

Selain aspek legalitas, Anda juga harus mempertimbangkan rekam jejak sebuah perusahaan sekuritas dan apakah perusahaan sekuritas tersebut menyediakan layanan trading online atau tidak. Sebab, jika tidak menyediakan aplikasi online, itu artinya Anda harus membuka rekening saham secara manual. 

Berikut ini beberapa perusahaan efek yang menyediakan layanan trading online:

  1. BCA Sekuritas.
  2. BNI Sekuritas.
  3. CGS-CIMB Sekuritas.
  4. Ajaib Sekuritas (Ajaib).
  5. BRI Danareksa Sekuritas (D’one). 
  6. Mandiri Sekuritas (MOST).
  7. Indo Premier Sekuritas (IPOT).
  8. MNC Sekuritas. 
  9. Mirae Asset Sekuritas. 
  10. Maybank Kim Eng Sekuritas (KE Trade Pro).
  11. Philip Sekuritas (POEMS).
  12. Trimegah Sekuritas. 
  13. Sinarmas Sekuritas.

3. Download Aplikasi Trading Saham Online

Setelah tahu perusahaan sekuritas mana yang bisa Anda pilih, kini saatnya Anda mengevaluasi apakah mereka memiliki aplikasi saham yang mudah digunakan pemula. Dalam mengevaluasi layanan trading ini, Anda bisa memeriksa beberapa hal seperti:

  1. Jumlah orang yang telah mengunduh aplikasi tersebut. 
  2. Review aplikasi tersebut di Play Store dan App Store. 
  3. Ruang yang dibutuhkan untuk aplikasi tersebut. 
  4. Kelengkapan instrumen saham yang ditawarkan. 
  5. Kemampuan aplikasi atau software untuk menghadirkan layanan trading dengan real time dan kuotasi harga saham terendah. 

Tujuan mempertimbangkan 5 hal tersebut adalah supaya Anda bisa memilih perusahaan sekuritas terbaik yang juga menyediakan layanan digital terbaik. Sebab, ada perusahaan sekuritas bagus tapi aplikasi yang mereka kembangkan masih perlu banyak perbaikan.

Apabila Anda sudah mempertimbangkan 5 hal tersebut di atas, kini saatnya Anda untuk mengunduh aplikasi dan mendaftarkan diri ke perusahaan efek yang merilis aplikasi tersebut. 

4. Isi Formulir

Langkah selanjutnya adalah mengisi formulir pendaftaran rekening. Dalam tahap ini, ada dua rekening yang akan Anda buat yaitu rekening dana investor (RDI) dan rekening saham. Rekening dana investor (RDI) adalah rekening terpisah yang dipakai untuk menyimpan dana nasabah yang tidak dipakai untuk membeli saham sedangkan rekening saham adalah rekening yang digunakan untuk membuka rekening di perusahaan sekuritas dan KSEI. 

Formulir ini bisa Anda unduh di website masing-masing perusahaan sekuritas. Silahkan dokumen tersebut di print dan diisi dengan baik. Beberapa perusahaan sekuritas akan meminta Anda untuk mengirimkan formulir tersebut secara offline baik melalui jasa pengiriman maupun langsung ke kantor. Biasanya, mereka perlu waktu sekitar 1 sampai 2 minggu untuk memproses data yang Anda berikan. 

5. Tunggu Proses Pembukaan Rekening

Setelah proses pembukaan rekening selesai, Anda akan diberi email berisi verifikasi, username dan password sementara untuk membuka aplikasi yang telah Anda unduh. Silahkan username dan password tersebut diubah dan simpan data tersebut baik-baik agar tidak disalah gunakan.

6. Top Up Deposit

Setelah seluruh proses registrasi sekuritas saham selesai, langkah selanjutnya adalah top up dana deposit ke rekening dana investor yang telah dimiliki. Baru setelah top up deposit Anda bisa membeli saham yang Anda inginkan. 

Akan tetapi, jika saham yang Anda inginkan adalah saham perusahaan yang baru IPO, Anda harus membeli saham tersebut dengan cara memesannya terlebih dahulu. Baru ketika perusahaan sudah memutuskan jatah masing-masing investor yang membeli melalui cara ini Anda akan mendapatkan saham tersebut walaupun bisa jadi kurang dari jumlah yang Anda inginkan. 

Apabila ada dana yang tidak dibelikan saham, maka uang tersebut akan tersimpan di RDI Anda. Begitupun halnya jika ada dividen yang dibagikan perusahaan. Baru ketika mencairkan dana tersebut, Anda bisa memakai rekening bank yang biasanya Anda gunakan. 

Nah, itu tadi cara membuka rekening saham baik online maupun offline. Jangan lupa, ketika sudah mendapatkan rekening tersebut, silahkan data-data penting investasi Anda disimpan baik-baik. Karena keamanan data Anda sebagian bukan tanggung jawab perusahaan sekuritas melainkan tanggung jawab diri Anda sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.