Lompat ke konten
Daftar Isi
ForexIMF leaderboard banner ads.

Cara Menentukan Support dan Resistance Saham Yang Tepat

Cara Menentukan Support dan Resistance Saham

Harga saham bisa naik maupun turun secara tajam. Oleh sebab itu sebagai calon investor handal, Anda harus tahu kapan harus beli atau kapan harus menjual instrumen ini agar bisa untung. 

Untuk menjadi trader yang handal, salah satu analisis teknik yang penting untuk dikuasai dalam menentukan kapan harus beli jual adalah menentukan titik support dan titik resistance sebuah saham. Apa itu titik support dan apa itu titik resistance dan bagaimana cara menentukan keduanya? Simak artikel ini hingga akhir.

Apa Itu Support Pada Saham?

Support adalah titik terendah harga saham dalam jangka waktu tertentu. Misalnya, fluktuasi harga saham A pada tanggal 21 November 2022 adalah sebagai berikut:

JamHarga
72300
82310
92305
102290
112285
122270
142305
152315
162325
172320
Tabel 1: Contoh mudah untuk memahami level support dan resistance

Maka, titik support saham A pada tanggal 21 November 2022 terletak pada harga 2270. Titik tersebut menunjukkan harga terendah saham A pada periode terkait. Jika dilihat dalam kurva, titik ini berada di ujung paling bawah pergerakan harga saham. 

Fenomena support bisa terjadi karena ketika harga sebuah saham turun, investor lebih banyak membeli saham tersebut karena percaya bahwa saham itu cukup berharga sehingga, adanya titik support mengindikasikan bahwa ada kemungkinan harga saham tersebut akan naik lagi. 

Coba Anda lihat tabel harga di atas. 1 jam setelah menyentuh harga 2270, harga saham A naik lagi ke harga 2305. Hal ini menunjukkan bahwa titik support dalam saham A bisa menjadi sinyal kalau harga saham tersebut bisa naik kembali. 

Akan tetapi, banyak juga harga saham yang turun sampai menembus titik support-nya. Hal ini bisa terjadi jika penurunan harga saham tidak dibarengi dengan jumlah permintaan saham yang menguat sehingga, harga saham yang seperti ini biasanya akan terus turun sampai bisa menemukan titik support baru. 

Fenomena ini disebut sebagai breakdown harga saham yang sering memaksa trader melakukan cut loss. Alternatif lainnya adalah melakukan average down jika investor merasa saham tersebut masih layak dikoleksi.

Dengan mengetahui dimana titik support sebuah saham berada, Anda akan tahu kapan seharusnya membeli sebuah saham.

Apa itu Resistance pada Saham?

Kebalikan titik support adalah titik resistance. Resistance adalah titik yang menunjukkan harga saham tertinggi dalam suatu periode. Dengan mengetahui dimana titik ini berada, Anda jadi tahu kapan harus mengambil profit saham yang Anda miliki. 

Jika melihat kembali pada tabel di atas, titik resistance saham A pada tanggal 21 November terletak pada harga 2325 sebab pada hari itu, harga tertinggi saham A adalah 2325 per lembar. 

Titik resistance juga dapat ditembus. Apabila harga sebuah saham menembus titik ini, maka saham berpotensi mengalami breakout dan sedang mencari titik puncak terbaru. Ini tidak hanya berarti saham tersebut terlalu mahal untuk dibeli tetapi juga potensi keuntungan yang bisa Anda dapatkan juga meningkat. 

Cara Menentukan Support dan Resistance Saham

Untuk menentukan letak kedua titik ini  setidaknya terdapat 3 cara yaitu:

1. Menyambungkan dua atau lebih titik support dan resistance dengan menggunakan garis trend

Harga sebuah aset cenderung berubah ubah dari waktu ke waktu. Oleh sebab itu, untuk menentukan kira-kira berapa level support dan resistance sebuah saham, Anda bisa menggabungkan dua atau lebih titik tersebut ke dalam sebuah garis.

Garis support yang terus naik
Sumber: swingtradesystems.com

Pada gambar tersebut contohnya. Garis titik-titik tersebut adalah garis trend yang menyambungkan harga terendah sebuah saham selama beberapa tahun. Lihat meskipun terus mencapai titik tertinggi (resistance) terbaru, harga saham tersebut akan tetap memantul menuju level support yang baru juga. Hal ini disebabkan oleh tindakan trader yang memperjualbelikan saham dalam waktu pendek. 

Meskipun sederhana, garis ini dapat memberitahu Anda tentang beberapa hal seperti, rentang harga terendah dan tertinggi sebuah saham dari waktu ke waktu dan peringatan sebab, umumnya penurunan dan kenaikan harga instrumen tersebut tidak akan jauh-jauh dari trend pergerakan harga ini. 

2. Moving Averages

Moving averages adalah garis yang menghubungkan harga rata-rata sebuah saham dalam periode tertentu. Garis ini bisa membantu Anda untuk menentukan titik support dan resistance serta menentukan waktu kapan harus jual dan kapan harus beli. 

chart S&P 500 menandakan support
Sumber: Investopedia

Mari kita lihat contoh pada 50 day moving average yang tertera di gambar 2 di atas. Disitu jelas terlihat bahwasanya garis moving average  dapat menyinggung atau memotong level support. 

Garis tersebut juga bisa menjadi sinyal bahwa suatu trend akan membalik. Hal ini terjadi jika kemiringan garis moving average jadi lebih landai sehingga pada suatu level tertentu terlihat seperti telah mencapai titik resistance. Namun demikian, garis ini hanya akan berfungsi dengan baik jika harga saham sedang bergerak ke arah trend tertentu. 

3. Fibonacci Retracement

Indikator teknis lainnya yang sering digunakan dalam menentukan level support dan resistance dalam saham adalah fibonacci retracement. Fibonacci retracement adalah instrumen teknikal yang membagi kemiringan antara harga tertinggi dan harga terendah suatu instrumen dengan bilangan-bilangan fibonacci. 

Indikator ini sering digunakan oleh trader karena dengan menggunakan indikator ini, para trader bisa mengidentifikasi potensi penurunan dan peningkatan harga secara lebih tepat dan akurat sebab mekanisme ini meminimalisir potensi adanya sinyal palsu yang timbul akibat transaksi trading dari trader lain. 

Aspek lain yang perlu Anda pertimbangkan dalam memilih level support dan resistance adalah kecenderungan perubahan harga saham ke level harga dengan angka bulat seperti, 100, 120 dan lain-lain. 

Hal ini karena mayoritas pemain dalam pasar modal adalah investor ritel yang notabene enggan untuk menjual atau membeli instrumen dengan fraksi harga terendah seperti 101, 102, 122 dan lain sebagainya. Akibatnya, harga sebuah instrumen termasuk saham akan lebih sulit menembus level harga tersebut. 

Kesimpulan

Support dan resistance adalah titik terendah dan tertinggi harga sebuah saham pada periode waktu tertentu. Kedua titik ini berguna untuk menentukan kapan investor dan trader harus membeli atau menjual instrumen tersebut. Setidaknya, ada tiga cara untuk menentukan kedua level ini yaitu, menggunakan garis trend, moving average dan fibonacci retracement.

Nah, itu tadi pembahasan mengenai cara menentukan support dan resistance dalam saham. Jika Anda merasa bahwa cara menentukan kedua level ini cukup sulit, Anda kini tidak perlu khawatir. Sebab, indikator-indikator di atas umumnya sudah tersedia di aplikasi saham

Anda hanya perlu belajar cara menggunakan aplikasi tersebut dan sedikit memahaminya supaya Anda bisa membaca hasil indikator terkait dengan baik dan benar. 

Walaupun judulnya adalah cara menentukan support dan resistance dalam saham, sebenarnya cara-cara di atas juga dapat Anda gunakan untuk instrumen lainnya seperti, forex, cryptocurrency, komoditas dan lain-lain. Selamat mencoba.

nv-author-image

Farichatul Chusna

Setelah lulus dari Ilmu Ekonomi Universitas Gadjah Mada, Farichatul Chusna aktif sebagai penulis artikel ekonomi, investasi, bisnis, dan keuangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *