Cara Menghadapi Debt Collector Pinjaman Online, Meresahkan Hingga Datang Ke Rumah

ancaman debt collector

Pada beberapa pemberitaan di stasiun televisi, pinjaman online sering dikaitkan dengan aksi debt collector yang kasar yang mengakibatkan pengutang tak nyaman. Kebanyakan penagih utang itu berbuat kasar dalam hal omongan maupun tindakan. Bagaimana cara mengatasinya?

Cara Menghadapi Debt Collector Pinjaman Online

Penagih utang banyak yang dianggap sebagai musuh utama para pengutang terutama yang menunggak. Tiap debitur pastinya punya pertimbangan tertentu ketika mengajukan pinjaman baik itu Kebutuhan konsumtif maupun yang mendesak.

Terlambat melunasi pinjaman pun bisa mendatangkan teror bagi Anda. Meskipun pinjol ilegal tidak usah dibayar, nyatanya masih banyak debt collector yang tetap melakukan taktik intimidasi.

Oleh karena itu bagi mereka yang belum pernah mengalami kondisi semacam itu, pertimbangkan dengan masak bagaimana kondisi arus kas pribadi dan jangan memperturutkan hawa nafsu. Bagi mereka yang tengah mengalami keadaan berutang uang, baca tips menghadapi debt collector pinjaman online berikut ini jika mereka datang ke rumah Anda:

1. Pahami aturan Otoritas Jasa Keuangan mengenai mekanisme penagihan

Membahas mengenai tata cara penagihan pinjaman dari pinjol, OJK sebagai regulator sudah mengeluarkan aturan. Aturan itu adalah OJK mengharuskan perusahaan pinjol agar tak kembali melakukan penagihan utang sesudah 90 hari dihitung dari jatuh tempo pinjaman itu. Namun, pengutang otomatis ditambahkan ke daftar peminjam yang tak membayar utang yang artinya dia tak akan dapat memperoleh utang lagi dari institusi keuangan.

Dalam masa pandemi ini, dikeluarkan aturan penundaan pembayaran untuk peminjam pinjaman online yang memang terpengaruh pandemi Covid-19. Berarti, penagih utang tak boleh menagih utang sementara waktu.

2. Tanyakan identitas

Jika debt collector pinjaman  online dating ke rumah, sambut dan sapa secara sopan seraya mempersilahkan mereka memperlihatkan identitas diri. Nasabah harus menanyakan keperluannya dan mewakili siapa serta juga meminta nomor kontak pemberi tugas.

3. Tanyakan Kartu Sertifikasi Profesi

Harus dipahami jika tiap penagih utang yang menagih utang pinjaman online kepada nasabah harus mengantongi sertifikasi yang dikeluarkan Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) ketika menjalankan tugasnya. Tidak dapat menunjukkan kartu artinya tak ada penagihan.

4. Berikan penjelasan mengapa terlambat melunasi utang

Nasabah bisa mengemukakan alasan ke debt collector jika mereka akan menghubungi perusahaan pinjol guna mendiskusikan terkait pinjaman tersebut. Namun nasabah tidak boleh memberikan janji apa pun pada debt collector.

5. Persilahkan untuk memperlihatkan Surat Kuasa

Surat kuasa adalah bukti jika barang dimana angsurannya macet boleh ditarik. Surat tersebut wajib dikeluarkan perusahaan pinjol dimana nasabah berutang. Minta penagih utang itu agar memperlihatkan surat tersebut jika mereka hendak menarik barang yang dikredit.

7. Miliki Sertifikat Jaminan Fidusia

Mengatasi debt collector pinjaman online bisa mengandalkan Sertifikat Jaminan Fidusia, baik aslinya atau kopiannya. Pengutang punya hak dalam menolak penarikan atau penyitaan barang bila penagih utang tak bia memperlihatkan sertifikat jaminan fidusia.

Mengenal Financial Technology Pinjaman Online

Perkembangan financial technology (fintech) membawa peluang sekaligus ancaman bagi jasa keuangan yang sudah mapan. Teknologi keuangan adalah salah satu sektor terpanas di dunia keuangan dunia. Dalam hal pendanaan, start-up fintech berkembang dua kali lebih cepat dari perusahaan sejenis di Silicon Valley.

Perusahaan rintisan Fintech sedang meningkat dan mengubah cara orang menabung, meminjam, mengirim uang ke luar negeri, dan membayar barang. Digitalisasi semakin memungkinkan industri jasa keuangan untuk memperkenalkan solusi swalayan, seperti ATM yang telah menggantikan teller.

Di Indonesia popularitas fintech pinjaman online sangat tinggi dalam beberapa tahun belakangan ini. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan data bahwa pinjaman nasabah melalui pinjaman online menembus angka Rp19 triliun hingga Maret 2021. Kredit sebesar itu sudah diberikan untuk 43,56 juta rekening debitur (peminjam). Hingga tanggal 24 Mei 2021, terdapat 131 fintech pinjaman online yang teregistrasi di OJK. OJK pun meminta konsumen agar memanfaatkan layanan perusahaan fintech pinjaman online yang memang telah mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan.

Di bawah ini adalah daftar lengkap fintech resmi yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan hingga 24 Mei 2021:

Fintech Pinjaman Online Berizin

Amartha, Danamas, Investree, Kimo, Dompet Kilat, Toko Modal, Modalku, UangTeman, KTA Kilat, Maucash, Kredit Pintar, Finmas, Akseleran, KlikACC, Ammana.id, KoinP2P, PinjamanGo, Pohondana, AdaKami, Mekar, Esta Kapital Fintek, Fintag, Kreditpro, Rupiah Cepat, Crowdo, Julo,  Indodana, Pinjamwinwin, Taralite, DanaRupiah, Pinjam Modal, Awan Tunai,  Alami, Dana Kini, Singa, Dana Merdeka, Pinjam Yuk, Easycash, FinPlus, PinjamDuit, UangMe, Dana Syariah, Cashcepat, Batumbu, Pinjam Gampang, KlikUMKM, Cicil, 360 KREDI, Lumbungdana, Dhanapala, Kredinesia, ModalRakyat, Pintek, SOLUSIKU, TrustIQ, KLIK KAMI, dan Cairin.

Fintech Pinjaman Online Terdaftar

TunaiKita, Invoila, iGrow, GRADANA, Cashwagon, Findaya, KrediFazz, AKTIVAKU, iTernak, CROWDE,  KREDITO, TaniFund, Indofund.id, AVANTEE, KawanCicil, danabijak, Sanders One Stop Solution, Danacita, KREDIT CEPAT, Danadidik, DANAMART,  Danai.id, samakita, MODALUSAHA.ID, vestia, Asetku, LAHANSIKAM, Modal Nasional, danafix, ShopeePayLater, DanaBagus, UKU, Komunal, gandengtang, JEMBATANEMAS, EMPATKALI, Duha SYARIAH, asakita, qazwa, Restock.ID, One Hope,  SOLUSIKU, Tree+, Adapundi, edufund, FinanKu, dumi, UATAS, Pundiku, OK!P2P, TEMAN PRIMA, DoeKu, KlikCair, BANTUSAKU, AdaModal, ikimodal, kontanku, KAPITALBOOST, ETHIS, PAPITUPI Syariah, Samir, Finteck Syariah, Mikro Kapital Indonesia, BBX FINTECH, Optima, CANKUL, Ringan, PiNBee, Saku Ceria, SolusiKita,  indosaku, IVOJI, KOTAKKOIN, dan pinjamindo.

Tips Memilih Pinjaman Online Terbaik

Anda yang sedang kesulitan memperoleh pinjaman dari bank, dapat menjajal fasilitas dari pinjaman online yang berkembang pesat di Negara kita. Adanya pinjol adalah kejadian penting dalam sektor keuangan dari 2016 silam. Berkat perusahaan fintech maka  ada banyak tawaran pinjaman online  kepada orang-orang yang selama ini susah dalam memperoleh pinjaman dari bank atau institusi finansial konvensional.

Dalam memilih pinjol tentu tak sembarangan. Berikut tips memilih pinjaman online terbaik sebagai kriteria Anda untuk menyeleksi:

Keterbukaan biaya

Dikarenakan layanannya online tak dibutuhkan tatap muka, oleh karena itu kepastian prosedur, syarat-syarat dan biaya adalah faktor yang penting dari awal. Keterbukaan itu mulai dari besaran bunga yang mesti ditanggung, tenor pinjaman dan berbagai biaya terkait merupakan data yang harus ada di situs resmi mereka. Banyak situs pinjol yang tak begitu gamblang memberitahukannya.

Persyaratan yang mudah

Meminjam dengan berbagai peryaratan yang sulit tentu tak akan dilirik konsumen. Pinjaman online dengan syarat yang mudah dan instan cairnya adalah pilihan paling ideal. Termasuk di sini yaitu kelengkapan dokumen. Sebab tidak sedikit orang yang kesulitan mengajukan pinjaman di bank gara gara tak dapat melengkapi syarat-syarat dokumen. Beberapa pinjaman online cuma mengharuskan peminjam menyerahkan foto KTP dan foto selfie sebagai syarat-syarat dokumen. Itu pastinya banyak orang yang dapat memberikannya. Namun ada juga yang  mengharuskan berbagai dokumen lain misalnya kartu keluarga, rekening listrik dan yang sejenisnya.

Pencairan instan

Termasuk kelebihan yang diberikan pinjol yaitu pencairan uang pinjaman yang instan. Yang pasti lebih cepat dibanding bank. Beberapa pinjol ada yang menawarkan dana cair hanya dalam satu hari namun ada pula yang sampai seminggu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *