Daftar Saham Bank Terbaik di Indonesia (2021)

  • Saham
Saham Sektor Perbankan Terbaik

Mungkin bagi investor awam masih belum tahu bahwa saham sektor keuangan, terutama perbankan menawarkan kinerja sangat memuaskan. Sejumlah saham bank di Indonesia sukses membukukan pertumbuhan sampai beberapa kali lipat.

Sesuai data yang dirilis Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks saham perbankan meningkat 12,65% dari permulaan tahun 2021 year-to-date (ytd). Peningkatan saham di sektor perbankan malah dapat mengungguli Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang dari awal tahun cuma meningkat 4,39%.

Berikut daftar saham bank terbaik yang berhasil memberikan kinerja apik di tahun 2021 ini.

1. Bank Bumi Arta (BNBA)

Bank Bumi Arta (BNBA)

Melihat kinerjanya, pada kuartal pertama tahun 2021 saham dengan kode BNBA ini membukukan laba bersih tahun berjalan sebanyak Rp15,61 miliar yang artinya meningkat 67,85 % yoy dibanding periode tahun sebelumnya. Bank Bumi Arta pun mencatat penyaluran kredit sebesar Rp4,45 triliun di periode itu atau menurun 2,83 % dibanding tahun lalu yang mencapai Rp4,58 triliun.

Untuk dana pihak ketiga (DPK) bank ini dimonopoli deposito sebanyak Rp4,80 triliun, sementara giro dan tabungan adalah Rp519,12 miliar dan Rp595,03 miliar. Nilai capital adequacy ratio (CAR) sebanyak 26,45 % di mana NPL (kredit bermasalah) gross sebanyak 2,44 % sementara NPL net sebanyak 1,67 %. Nilai net interest margin diraih 4,04 % dan nilai loan to deposit ratio (LDR) sebanyak 77,75 %.

2. Bank Mandiri (BMRI)

Bank Mandiri (BMRI)

Bank Mandiri adalah saham bank BUMN terbaik dilihat dari sisi kinerja. Perusahaan negara dengan kode sahamnya BMRI ini sukses meneruskan performa apik sampai enam bulan pertama 2021. Bank ini membukukan peningkatan pendapatan bunga bersih sebanyak 21,50% yoy ke posisi Rp 35,16 triliun.

Karenanya laba bersih saham perbankan ini pun turut meningkat 21,45% yoy ke posisi Rp 12,5 triliun di enam bulan pertama 2021. Lalu untuk layanan kredit, BMRI pun mencetak peningkatan sebanyak 5,4% (bank-only). Sedangkan  untuk konsolidasi dengan Bank Syariah Indonesia berhasil membukukan peningkatan 16,4% yoy di mana penyaluran kredit dikonsentrasikan untuk beberapa sektor yang dinilai prospektif.

Sejumlah analis memprediksi saham BMRI masih bisa mempertahankan kinerja positif hingga berakhirnya tahun. Selain itu, perusahaan keuangan ini juga memiliki salah satu broker saham online terbaik melalui Mandiri Sekuritas.

Oleh karena itu, target pertumbuhan kredit sebanyak dobel digit sangat mungkin untuk diraih. Karenanya, BMRI bisa dijadikan pilihan investasi untuk masa depan.

3. Bank BRI (BBRI)

Bank BRI (BBRI)

BBRI adalah saham yang cocok dikoleksi untuk jangka panjang. Alasannya adalah fundamentalnya yang solid, berstatus BUMN yang artinya tidak akan bangkrut, dan selalu mencatat laba yang besar.

Peningkatan kinerja saham BBRI kecuali karena faktor fundamental yang memang solid, juga karena pembentukan holding BUMN Ultra Mikro (UMi) sehingga dapat menyatukan dan memperkuat pemberdayaan ekosistem UMKM. Peningkatan kinerja bank BRI tetap positif kendati masih dalam masa pandemi Covid-19.

Perusahaan dapat mencatatkan laba sebanyak Rp 12,54 triliun sampai semester I 2021. Perolehan tersebut meningkat kurang-lebih 22,93% bila dibanding periode sama tahun sebelumnya. Pendorong utama pertumbuhan itu berupa kredit yang meningkat positif melebihi rata-rata sektor perbankan. Pihak perusahaan juga berhasil meluncurkan beragam inovasi digital yang akan memperkuat bisnis di sektor UMKM.

Bank Rakyat Indonesia pun memastikan untuk mencari modal besar lewat hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau istilahnya rights issue. Dengan aksi korporasi itu dimaksudkan bisa berpengaruh positif untuk pengembangan pasar layanan pembiayaan usaha masyarakat kecil dan menengah atau UMKM. Nilai right issue itu diperkirakan akan bisa meraup dana sebesar Rp95,92 triliun.

4. Bank BNI (BBNI)

Bank BNI (BBNI)

Bank Negara Indonesia membukukan laba bersih hingga Rp 4,4 triliun dari Januari hingga Mei 2021. Perolehan tersebut berkurang 6,8% yoy dibanding periode sama tahun lalu. Besaran laba bersih saham perbankan ini menurut sejumlah analis sudah sesuai dengan perkiraan. Pada rentang waktu tersebut pun penyaluran kredit meningkat 3,1% yoy dibanding tahun lalu.

Berkat pesatnya perkembangan perbankan digital di tanah air, BBNI pun langsung meresponsnya dengan memperkenalkan platfrom mobile banking baru. Platform terbaru itu menghadirkan berbagai produk dan fitur lengkap sebagaimana bank digital lain.

Di samping untuk nasabah perorangan, BBNI pun membidik pelanggan institusi, lalu berkolaborasi dengan sejumlah perusahaan fintech dalam menyediakan pinjaman. Pemerintah pun akan menambahkan modal sebanyak Rp 7 triliun ke bank BNI. Namun rencana itu harus memperoleh persetujuan dari DPR terlebih dulu pada APBN 2022.

5. Bank BCA (BBCA)

Bank BCA (BBCA)

Bank Central Asia merupakan saham bank terbaik di tanah air karena reputasinya yang baik, kapitalisasi besar sehingga termasuk saham berstatus blue chip, serta harga saham yang selalu stabil. Bahkan selama pandemi tahun 2020, BBCA terbukti tidak jatuh drastis seperti pesaingnya.

BBCA membukukan kinerja apik dalam semester I tahun 2021. Pendapatan operasional naik 2,4% yoy ke Rp 37,57 triliun. Sementara pendapatan bunga bersih meningkat 8,8% yoy ke Rp 28,27 triliun. Untuk pendapatan non bunga berkurang 1,2% yoy ke Rp 10,21 triliun.

BBCA mencetak laba bersih sebesar Rp 14,45 triliun dalam enam bulan I 2021 yang artinya melonjak 18,1% yoy. Pertumbuhan laba BBCA ditunjang pengaruh low base di kuartal kedua 2020 mengikuti pembebanan biaya provisi yang lebih besar ketika itu. Hingga saat ini kinerja BBCA masih sesuai dengan proyeksi.

Untuk kredit, Bank BCA sedikit turun yaitu sebesar 0,3% yoy yang semula Rp 595,13 triliun kini hanya Rp 593,58 triliun. Sementara dana pihak ketiga (DPK) mengalami peningkatan 17,5% yoy dari semula Rp 761,6 triliun di tahun lalu menjadi Rp 895,23 triliun di tahun ini.

Di tahun ini pihak korporasi pun berhasil me-launching aplikasi mobile Blu by BCA Digital sekaligus aplikasi seluler MyBCA untuk fase permulaan meluncurkan aplikasi super.

6. Bank Syariah Indonesia (BRIS)

Bank Syariah Indonesia (BRIS)

Pemerintah akan selalu mendorong perkembangan ekonomi syariah di Indonesia yang punya potensi yang benar-benar mengesankan. Termasuk pendorong utama dalam menggerakkan perekonomian syariah yaitu berhasil merger-nya antara 3 Bank Syariah BUMN, meliputi Bank Syariah Mandiri, BNI Syariah, dan BRI Syariah. Karena merupakan gabungan 3 perusahaan raksasa dan didukung pemerintah, BRIS merupakan saham syariah terbaik saat ini.

Bank dengan nama Bank Syariah Indonesia ini punya jumlah asset sekitar Rp 234,4 triliun, dimana di kuartal pertama 2021 mampu mencetak kinerja cerah dengan net profit kurang-lebih Rp 741,6 milar. Apabila membandingkannya dengan jumlah asset, harga saham bank syariah ini terhitung sangat murah (1 Juli 2021 harganya hanya Rp.2.280 dengan nilai PBV kurang-lebih 4,1). Dicermati dari sisi fundamental maka tak mustahil jika harga saham BRIS bisa mencapai Rp.10.000 di akhir tahun.

7. Bank Aladin Syariah (BANK)

Bank Aladin Syariah (BANK)

Saham bank swasta ini ini mampu membukukan pertumbuhan pendapatan sebanyak Rp18,46 miliar. Pendapatan tersebut melonjak 8,84 % bila dibanding periode yang sama tahun lalu yang cuma Rp16,75 miliar. Bank Aladin masih menderita kerugian bersih sebanyak Rp3,13 miliar. Kerugian tersebut juga disebabkan kenaikan beban usaha yang meningkat 57 % menjadi Rp37,88 miliar dari tadinya Rp24,12 miliar di periode sebelumnya.

Beban usaha juga meningkat terutama untuk porsi gaji dan kesejahteraan pegawai yang meningkat 140 % ke Rp22,72 miliar dari tadinya cuma Rp9,45 miliar. Beban usaha umum dan administrasi pun meningkat ke Rp13,14 miliar dari sebelumnya di tahun lalu cuma Rp10,1 miliar. Tahun lalu Bank Aladin dapat mencatat laba bersih hinggaRp60,41 miliar. Sementara aset yang dimiliki mengalami kenaikan menjadi Rp1,20 triliun dari hanya Rp721,39 miliar. Utang korporasi menurun ke Rp17,69 miliar dari tadinya Rp39,96 miliar tahun lalu. Sementara, ekuitas meningkat 79 % year to date dari tadinya Rp 641,27 miliar ke Rp1,15 triliun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *