Lompat ke konten
Daftar Isi
ForexIMF leaderboard banner ads.

Futures Trading: Pengertian, Cara, Kelebihan, Kekurangan

Apa Itu Future Trading

Ada banyak istilah yang patut untuk Anda pahami dalam trading komoditi berjangka level dunia seperti, forex, cryptocurrency, komoditas seperti emas, perak, sawit dan lainnya. Salah satu istilah tersebut adalah futures contract dan futures trading

Pengertian Futures Trading

Futures adalah kontrak derivatif di mana terdapat perjanjian untuk membeli atau menjual sebuah aset pada harga tertentu di tanggal yang disepakati.

Misalnya, pada bulan September si A dan si B melakukan transaksi jual beli emas yang mana emas tersebut baru akan dikirim pada bulan Desember. Ketika itu, A dan B menetapkan akan menjual dan membeli emas dengan harga Rp. 1.000.000 per gram. 

Jadi, meskipun pada bulan Desember harga emas tersebut naik ke Rp. 1.100.000 atau turun ke Rp. 900.000, A dan B tetap akan memperdagangkan emas tersebut dengan harga Rp. 1.000.000 sesuai dengan kontrak. 

Adapun yang dimaksud dengan aset disini bisa berupa komoditas seperti, emas, perak, minyak, sawit dan lain sebagainya dan bisa berupa instrumen keuangan seperti, saham, obligasi dan lain sebagainya. 

Nah, surat kontrak futures ini bisa diperdagangkan kembali di futures market sehingga pada tanggal yang telah ditentukan, pembeli awal sudah tidak punya kewajiban untuk membeli aset terkait. 

Misalnya, pada bulan Desember A mengalami kecelakaan sehingga tidak jadi membeli emas pada B dan membutuhkan uang dadakan. Untuk mengatasi hal ini, A bisa menjual surat kontrak futures yang telah ditandatangani di pasar sekunder.

Future trading umumnya digunakan oleh perusahaan untuk lindung nilai (hedging). Dengan demikian, perusahaan bisa mengimpor bahan baku atau mengekspor produk jadi dari dan ke luar negeri dengan tanpa harus takut terhadap perubahan harga apalagi di tengah ketidakstabilan ekonomi dunia. 

Namun demikian, future trading juga bisa menjadi instrumen derivatif yang bisa dibeli oleh investor atau trader yang tidak memiliki kebutuhan untuk lindung nilai dan hanya ingin berspekulasi terhadap harga aset terkait saja. 

Cara Kerja Futures Trading

Ada tiga komponen futures trading yaitu orang yang memperdagangkan (penjual dan pembeli), tanggal transaksi perdagangan berlaku secara efektif (expiration date), dan harga yang telah ditentukan. 

Penjual dan pembeli bisa menutup posisi trading tersebut sebelum tanggal yang telah ditentukan. Akan tetapi, harga jual dan belinya harus tetap sesuai dengan nilai yang telah ditentukan dalam kontrak terlepas dari perubahan harga aset pada expiration date tersebut. 

Jika penjual dan pembeli membutuhkan uang atau tidak jadi deal dengan harga yang telah ditentukan, mereka bisa menjual kontrak tersebut kembali ke futures market (bursa). Pihak bursa lantas akan menentukan apakah transaksi ini membutuhkan pengiriman barang fisik atau tidak. 

Untuk trading instrumen derivatif ini, Anda harus memiliki rekening pada perusahaan broker komoditi berjangka. Umumnya, futures trading membutuhkan tingkat leverage yang tinggi. Oleh karena itu, pastikan Anda memilih perusahaan broker yang legal.

Sama seperti instrumen komoditi berjangka lainnya, futures trading di Indonesia juga diregulasi dan diatur oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI). 

Kelebihan Futures Trading

1. Bisa untuk lindung nilai (hedging)

Kelebihan utama futures trading adalah manfaatnya sebagai instrumen lindung nilai (hedging). Dengan kontrak ini, perusahaan yang membutuhkan impor dan ekspor tidak perlu khawatir soal perubahan harga bahan baku akibat perubahan nilai tukar. Aspek lindung nilai ini akan semakin penting kalau barang yang diproduksi oleh perusahaan tersebut merupakan kebutuhan masyarakat luas. 

Minyak misalnya. Dengan hedging di futures trading, perusahaan distributor minyak bumi dan pemerintah Indonesia tidak perlu mengubah harga BBM setiap harinya akibat perubahan harga minyak mentah dunia. 

2. Fasilitas leverage bisa meringankan modal

Instrumen derivatif futures trading bisa dibeli menggunakan fasilitas leverage sebagaimana forex atau crypto. Bahkan, fasilitas leverage untuk transaksi ini cenderung lebih besar karena kemungkinan besar pelaku hedging akan membeli komoditas dalam jumlah besar sekaligus. 

Akibatnya, modal atau margin yang perlu disetorkan oleh trader menjadi lebih minim. Meskipun demikian, pastikan Anda menggunakan fasilitas leverage secukupnya saja sebab penggunaan leverage yang berlebihan juga akan meningkatkan potensi kerugian dan pengurangan modal. 

3. Fleksibel

Sama seperti forex, pasar futures juga fleksibel. Anda bisa trading kapanpun selama 24 jam dan dimanapun asalkan gawai yang Anda pakai terkoneksi dengan internet. Hal ini tentu lain dengan pasar modal atau pasar keuangan biasa yang hanya buka pada jam dan hari kerja saja. 

4. Bisa untuk diversifikasi portofolio

Kontrak futures bisa diterapkan pada komoditas apa saja mulai dari logam mulia, minyak bumi, hingga instrumen keuangan. Ini artinya, Anda bisa membeli aset sekaligus membeli derivatif futures-nya dengan sistem short untuk diversifikasi portofolio. Jadi, ketika harga aset tersebut turun, Anda masih bisa mendapatkan keuntungan dari short selling atas aset tersebut. 

Kekurangan Futures Trading

1. Futures trading bisa membuat perusahaan kehilangan kesempatan untung lebih besar

Misalnya, perusahaan A menjual emas kepada B pada harga Rp. 1.000.000 pada tanggal 31 Desember. Karena satu dan lain hal, perusahaan A percaya kalau harga emas pada tanggal tersebut akan turun ke level Rp. 950.000 per gram. Nyatanya, harga emas justru naik hingga Rp. 1.100.000 per gram. Akibatnya, perusahaan A kehilangan kesempatan dalam bentuk biaya peluang untuk mendapatkan keuntungan Rp. 100.000 lebih besar dari yang seharusnya. 

Bagi spekulan, future trading juga bisa mengakibatkan kerugian kalau harga tidak bergerak sesuai dengan yang diinginkan. Misalnya, Anda membeli futures contract transaksi emas perusahaan A dan B di atas dengan estimasi kalau pada tanggal 31 Desember harga emas akan naik. Namun ternyata harga emas justru turun sehingga membuat Anda merugi. 

2. Leverage adalah pisau bermata dua

Seperti yang sudah tertulis di atas, bahwasanya semakin besar leverage yang Anda ambil, maka semakin besar pula potensi keuntungan sekaligus kerugian yang bisa menambah atau mengurangi nilai margin Anda. 

Apabila kerugian trading ini terjadi secara terus menerus, maka bisa jadi nilai deposit pada akun Anda akan sama dengan 0 atau bahkan minus apabila broker tidak menerapkan kebijakan no negative margin balance. Ini artinya, Anda kehilangan seluruh modal trading. 

Tips Melakukan Futures Trading

1. Tentukan komoditas yang cocok

Futures trading atau contract bisa berlaku untuk komoditas apa saja baik itu instrumen keuangan atau logam mulia dan komoditas lainnya. Masing-masing instrumen pasti memiliki fundamental yang berbeda. 

Harga minyak mentah contohnya, pasti sangat dipengaruhi oleh perang Rusia-Ukraina karena Rusia notabene merupakan salah satu produsen minyak mentah terbesar di dunia. Hal ini tentu lain dengan futures contract pada crypto yang notabene dipengaruhi oleh perkembangan teknologi blockchain. 

2. Pilih broker dengan no negative margin balance

Pastikan perusahaan broker yang Anda pilih memiliki kebijakan nonegative margin balance sehingga ketika pergerakan harga berlawanan dengan yang Anda inginkan dan menggerus margin yang Anda setorkan sampai 0, perusahaan langsung mengirim sinyal margin call kepada Anda. Dengan demikian, Anda bisa mengisi ulang deposit dengan segera dan menutup posisi trading untuk mencegah kerugian lebih lanjut.

nv-author-image

Farichatul Chusna

Setelah lulus dari Ilmu Ekonomi Universitas Gadjah Mada, Farichatul Chusna aktif sebagai penulis artikel ekonomi, investasi, bisnis, dan keuangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *