Lompat ke konten

Perbedaan APR dan APY di Dunia Crypto

Perbedaan APR dan APY di Dunia Crypto

Saat ini keuntungan investasi di cryptocurrency tidak hanya bisa diperoleh dari selisih harga beli dan harga jual aset crypto. Dengan perkembangan teknologi, saat ini Anda bisa memperoleh earned annual interest dari crypto dan meminjam aset crypto dari berbagai program yang mirip deposito dan kredit perbankan di aplikasi decentralized finance (DeFi)

Akan tetapi jika Anda tertarik untuk masuk ke dunia crypto lending, Anda harus tahu terlebih dahulu apa itu Annual Percentage Yield (APY) dan Annual Percentage Rate (APR) di dunia crypto karena kedua hal ini berkaitan dengan jumlah keuntungan yang akan Anda peroleh. 

Pengertian APR

Annual Percentage Rate (APR) adalah jumlah suku bunga tahunan yang harus dibayarkan peminjam kepada investor atau pemberi pinjaman. APR ini sudah mencakup seluruh biaya administrasi dan biaya lainnya tetapi tidak mencakup bunga majemuk atau compounding rate

Tujuan dari adanya APR adalah supaya si peminjam bisa membandingkan suku bunga kredit antara satu lembaga pemberi pinjaman seperti bank atau P2P lending dengan lembaga pemberi pinjaman lainnya.

Dalam konteks aset crypto, APR bisa diartikan sebagai suku bunga pinjaman tahunan yang dibebankan kepada peminjam aset crypto untuk dibayarkan kepada investor aset crypto tersebut. Annual Percentage Rate akan Anda peroleh apabila Anda melakukan staking dan harus Anda bayarkan kalau Anda mengajukan pinjaman crypto. 

Pengertian APY

Annual Percentage Yield (APY) adalah suku bunga tahunan yang akan Anda peroleh dengan mempertimbangkan compounding effect atau bunga majemuk. APY bisa diperoleh jika Anda menginvestasikan kembali jumlah keuntungan investasi yang Anda peroleh sebelumnya. 

Ini artinya, jumlah keuntungan yang bisa Anda peroleh akan semakin besar seiring dengan semakin lamanya Anda berinvestasi pada aset tersebut. Misalnya, Anda melakukan staking aset crypto senilai Rp. 1.000.000 dengan bunga 0,5% per bulan. Apabila Anda terus menginvestasikan keuntungan investasi Anda, maka pada akhir periode 1 tahun Anda akan memperoleh keuntungan sebesar 1.061.678 alih-alih hanya 1.060.000 saja. 

Perbedaan APR dan APY

1. Ada atau tidaknya efek compounding

Seperti yang telah dijelaskan di atas, terdapat penghitungan efek compounding dalam annual percentage yield (APY), sedangkan dalam penghitungan annual percentage rate (APR). Selain itu, fokus utama dari APY adalah berapa keuntungan yang akan Anda dapatkan sementara pada APR adalah berapa bunga yang harus Anda bayarkan.

2. Ada atau tidaknya komponen biaya

Di sisi lain, APY tidak memperhitungkan adanya faktor biaya sementara dalam penghitungan APR, faktor biaya dimasukkan. Dengan demikian, APR bisa menjadi acuan bagi calon peminjam untuk mempertimbangkan fasilitas kredit mana yang lebih baik antara satu lembaga atau program dengan lembaga atau program lainnya. 

Cara Menghitung APR vs APY

Annual Percentage Rate (APR)

Rumus APR adalah APR = ((Tingkat suku bunga + biaya / Nilai pokok pinjaman) / Jangka waktu pinjaman dalam satuan hari)) x 365 x 100.

Langkah-langkah menghitung APR:

  1. Hitung jumlah suku bunga yang harus dibayarkan. Caranya menggunakan rumus A = (P(1+RT) dimana A adalah suku bunga yang harus dibayarkan, P adalah pokok pinjaman dan R adalah suku bunga dan T adalah jangka waktu.
  2. Masukkan biaya administrasi ke dalam penghitungan.
  3. Tambahkan hasil poin 1 dan 2 lalu bagi hasilnya dengan nilai pokok pinjaman.
  4. Lalu bagi dengan jangka waktu pinjaman dalam satuan hari.
  5. Kalikan dengan angka 365 hari (1 tahun).
  6. Lalu bagi dengan 100 untuk mendapatkan nilai persentase. 

Contoh menghitung APR

Misalnya, Bapak A meminjam aset crypto dari sebuah aplikasi. Apabila aset crypto tersebut ditukar dengan rupiah, maka nilainya mencapai Rp. 10.000.000. Bunga pinjaman yang harus dibayar oleh Bapak A adalah sebesar 6% setahun sementara nilai biaya administrasinya adalah Rp. 30.000. Jika Bapak A meminjam aset tersebut selama setahun saja, maka berapa nilai APR pinjaman Bapak A?

Jawabannya:

  1. Suku bunga yang harus dibayarkan Bapak A = (P(1+RT) = Rp. 10.000.000 (1+ 0,06 x 1) = 10.000.000 (1,06) = Rp. 10.600.000. Artinya, Bapak A harus membayar bunga Rp. 600.000.
  2. Dengan biaya administrasi sebesar 30.000, maka biaya pinjaman Bapak A adalah sebesar Rp. 30.000 + Rp. 600.000 atau Rp. 630.000. 
  3. (Rp. 630.000/Rp. 10.000.000) x 1 karena utuh 1 tahun= 0,063
  4. 0,063 x 100= 6,3%. 

Arinya, nilai APR pinjaman Bapak A sebesar 6,3%

Annual Percentage Yield (APY)

Rumus APY adalah APY= (1 + (r/n))n.

Keterangan:

“r” = Suku bunga tahunan

“n”= Jangka waktu investasi

Contoh menghitung APY

Untuk lebih memahami konsep APY, Anda bisa melihat pada contoh penghitungan melalui excel sederhana berikut:

n (Jangka waktu)Nilai investasiSuku bungaReturn
11.000.0000,0051.005.000
21.005.0000,0051.010.025
31.010.0250,0051.015.075
41.015.0750,0051.020.151
51.020.1510,0051.025.251
61.025.2510,0051.030.378
71.030.3780,0051.035.529
81.035.5290,0051.040.707
91.040.7070,0051.045.911
101.045.9110,0051,051,140
111.051.1400,0051.051.140
121.056.3960,0051.061.678

Dalam kasus tabel 1 di atas, investor berinvestasi senilai Rp 1.000.000 dalam waktu 1 tahun dengan bunga tahunan 6% (dirubah ke bulanan jadi 0,5% atau 0,005). Terlihat bahwasannya nilai investasi bulan kedua dan seterusnya sama dengan nilai return bulan sebelumnya. Hal ini menandakan bahwa semakin lama Anda berinvestasi, maka semakin tinggi pula nilai APY yang bisa Anda peroleh. 

Apabila Anda masih bingung dalam menghitung APY di atas, Anda bisa menggunakan kalkulator bunga majemuk dari Investbro.

Mengapa APR dan APY Penting di Dunia Crypto

Konsep annual percentage yield  dan annual percentage rate sebenarnya adalah istilah tradisional yang banyak dipakai di dunia perbankan konvensional. Keduanya mulai masuk ke dalam dunia crypto seiring dengan perkembangan konsep earned annual interest (EAR) dalam mata uang digital ini.

Saat ini Anda bisa menyimpan crypto dalam fitur deposit-like savings seperti staking crypto, meminjamkan NFT dengan sistem bagi hasil maupun mendapatkan peluang penambahan aset dengan meminjam mata uang crypto. Seiring dengan semakin berkembangnya sistem decentralized finance (DeFi), maka kemungkinan besar konsep perbankan seperti APY dan APR akan semakin dibutuhkan pada aset crypto.

nv-author-image

Farichatul Chusna

Setelah lulus dari Ilmu Ekonomi Universitas Gadjah Mada, Farichatul Chusna aktif sebagai penulis artikel ekonomi, investasi, bisnis, dan keuangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.