15 Reksa Dana Syariah Terbaik (2022)

15 Reksa Dana Syariah Terbaik (2021)

Reksa dana syariah adalah instrumen alternatif terbaik bagi investor pemula yang masih belajar investasi tapi ingin semua aset investasinya halal. Sebab, dengan reksa dana syariah, investor hanya perlu mengeluarkan sedikit modal dan modal tersebut akan digunakan untuk membiayai proyek (obligasi) atau saham di perusahaan-perusahaan yang telah diseleksi oleh DSN MUI. 

Proyek dan perusahaan ini dipastikan tidak bergerak dan menjual barang-barang yang diharamkan oleh agama Islam, memiliki standar keuangan tertentu yang menurut MUI aman untuk investasi secara syar’i dan tentu saja legalitasnya jelas. 

Per September 2021, terdapat 286 reksa dana syariah dengan nilai NAB lebih dari 41 triliun rupiah yang beredar di pasar modal Indonesia. Daripada Anda bingung memilih reksa dana syariah yang cocok, berikut ini penulis rekomendasikan 15 reksa dana syariah terbaik tahun 2022.

1. Sucorinvest Sharia Money Market Fund

Sucorinvest Sharia Money Market Fund adalah reksa dana pasar uang yang dikelola oleh Sucor Asset Management, sebuah perusahaan sekuritas yang telah beroperasi di Indonesia sejak tahun 1997. 

Dilihat dari nilai NAB atau jumlah aset yang dikelola dalam reksa dana ini, Sucorinvest Sharia telah dipercayai oleh masyarakat untuk memegang aset sebesar 2.22 triliun rupiah. Lebih dari itu, nilai expense ratio produk reksa dana ini juga hanya sebesar 0,56%.

Artinya, untuk mengelola aktiva sebesar 2 triliun tersebut, perusahaan ini hanya perlu mengeluarkan biaya sekitar 12 milyar yang mana hal ini berarti perusahaan ini cukup efisien dalam mengelola aset. Tidak perlu ragu kualitasnya, karena Sucorinvest adalah salah satu manajer investasi terbaik di Indonesia saat ini.

Untuk memiliki Sucorinvest Sharia Money Market Fund, Anda hanya perlu mengeluarkan uang minimal 10.000 rupiah. Karena reksa dana ini berbentuk RDPU, maka risiko investasi disini boleh dibilang cukup rendah. 

2. BNP Paribas Pesona Syariah

Dilihat dari nilai NAB-nya, BNP Paribas Pesona Syariah adalah salah satu reksa dana syariah dengan nilai NAB tertinggi. Ini artinya, reksa dana ini dipercayai oleh banyak masyarakat sebagai tempat berinvestasi. 

Dengan nilai pertumbuhan tahunan kurang lebih 9.37% per November 2021, BNP Paribas Pesona Syariah menawarkan reksa dana saham dengan nilai expense ratio yang cukup tinggi yaitu sekitar 2,71%. Ini artinya, perusahaan perlu mengeluarkan banyak biaya untuk mengelola aset milik investor secara aktif. 

Terlepas dari itu semua, BNP Paribas Pesona Syariah cocok untuk Anda yang ingin mencoba masuk reksa dana saham. Sebab, untuk 1 unit penyertaan BNP Paribas Syariah, Anda hanya perlu mengeluarkan uang 10.000 rupiah. 

3. Bahana Likuid Syariah Kelas G

Bahana Likuid Syariah kelas G adalah salah satu reksa dana yang dikelola oleh PT Bahana TCW Investment, sebuah perusahaan sekuritas yang berdiri di bawah naungan BUMN. Per Oktober 2021, terdapat 799,65 miliar aset yang dikelola dalam reksa dana ini. 

Menurut fund fact sheet yang dirilis oleh perusahaan, 96% dari total tersebut dialokasikan ke likuiditas atau pasar uang sementara 4% sisanya dimasukkan ke dalam obligasi. Maka tidak heran jika nilai expense ratio Bahana Likuid Syariah kelas G hanya sekitar 0,33%. Hal ini menandakan bahwasanya pengelolaan aset di reksa dana ini terbilang efisien. 

Jika Anda tertarik untuk membeli Bahana Likuid Syariah kelas G, Anda hanya perlu mengeluarkan investasi minimum 10.000 rupiah. 

4. Eastspring Syariah Fixed Income Amanah Kelas A

Eastspring Syariah Fixed Income Amanah kelas A adalah reksa dana syariah berjenis pendapatan tetap yang dirilis oleh PT Eastspring Investment Indonesia pada tahun 2017. Menurut laman resmi dari perusahaan ini, hingga tanggal 29 Oktober 2021 Eastspring Syariah Fixed Income Amanah kelas A elah mengelola aset nasabah sebesar 751,52 miliar rupiah. Dari total nilai NAB tersebut, jumlah yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk segala macam biaya transaksi (expense ratio) adalah sebesar 0,6%. 

Oleh karena jenisnya adalah RDPT atau reksa dana obligasi, maka tingkat risiko Eastspring Syariah Fixed Income Amanah kelas A adalah risiko sedang. Untuk membeli reksa dana ini melalui aplikasi agen reksa dana, Anda perlu mengeluarkan biaya minimum sebesar 100.000 rupiah dalam setiap pembelian. 

5. Sucorinvest Sharia Equity Fund

Kembali ke produk reksa dana syariah dari Sucor Asset Management. Berbeda dari Sucorinvest Sharia Money Market Fund, Sucorinvest Sharia Equity Fund adalah reksa dana saham yang menawarkan keuntungan tinggi tapi juga risiko yang tidak kalah tingginya. 

Apabila dilihat dari total NAB, reksa dana ini dipercaya untuk mengelola 699 miliar rupiah aset investor. Dari total aset tersebut, 4,69% diantaranya digunakan sebagai expense ratio. 

Dilansir dari fund fact sheet Sucorinvest Sharia Equity Fund, 80% sampai 100% aset akan dialokasikan untuk saham syariah sementara 0-20% akan dipakai untuk membeli SBSN atau sukuk korporasi. 

Adapun 5 perusahaan besar yang menerima pendanaan dari instrumen ini per November 2021 adalah Adhi Karya (Persero) Tbk, Buyung Poetra Sembada Tbk, Perusahaan Gas Negara Tbk,PP London Sumatra Indonesia Tbk dan Samindo Resources Tbk. 

6. Majoris Sukuk Negara Indonesia

Sesuai dengan namanya, Majoris Sukuk Negara Indonesia adalah reksa dana obligasi syariah yang dikelola oleh PT Majoris Asset Management. Dirilis sejak tahun 2017, hingga kini perusahaan ini berhasil mengelola aset investor sebesar 281,37 miliar rupiah dengan tingkat expense ratio sebesar 2,04% dalam Majoris Sukuk Negara Indonesia.

80% hingga 100% aset yang dikelola Majoris Sukuk Negara Indonesia akan dialokasikan untuk sukuk sedangkan 20% sisanya akan dimasukkan ke dalam reksa dana pasar uang. Untuk membelinya, Anda hanya perlu mengeluarkan modal awal sebesar 10.000 rupiah. 

7. Manulife Syariah Sektoral Amanah Kelas A

Manulife Syariah Sektoral Amanah Kelas A adalah reksa dana saham yang dikelola oleh PT Manulife Assets Management, sebuah perusahaan sekuritas yang telah beroperasi di Indonesia sejak tahun 1996. 

Menurut fund fact sheet terbaru yang dirilis oleh Manulife, total nilai aktiva bersih (NAB) yang dikelola adalah sebesar 263 miliar rupiah (September 2021). 80-100% dari aset tersebut akan dimasukkan ke saham-saham perusahaan seperti, Adaro, Indofood, Bukalapak, Mayora dan lain-lain. 20% sisanya  akan dialokasikan untuk pasar uang dan obligasi syariah. 

Modal awal yang diperlukan untuk membeli Manulife Syariah Sektoral Amanah Kelas A adalah sebesar 100.000 rupiah. 

8. BNI AM-Dana Pendapatan Tetap Syariah Ardhani

BNI AM-Dana Pendapatan Tetap Syariah Ardhani adalah reksa dana pendapatan tetap (obligasi) yang dirilis oleh PT BNI Asset Management bekerja sama dengan Bank DBS selaku kustodian dan aplikasi agen investasi Bibit. 

Hingga November 2021, total aset yang dikelola dalam reksa dana ini adalah sebesar 258 miliar rupiah dengan biaya expense ratio sebesar 0,67%. 80% hingga 100% dana yang dikelola tersebut akan dialokasikan ke dalam sukuk baik itu sukuk negara maupun sukuk korporasi. Sedangkan sisanya, akan dimasukkan ke dalam instrumen pasar uang. 

Modal awal yang perlu Anda keluarkan untuk membeli BNI AM-Dana Pendapatan Tetap Syariah Ardhani adalah sebesar 10.000 rupiah.

9. Schroder Syariah Balanced Fund

Schroder adalah perusahaan sekuritas internasional yang sudah berdiri sejak tahun 1926 dan masuk pasar Indonesia sejak tahun 1997. Schroder Syariah Balanced Fund sendiri adalah reksa dana campuran berbasis syariah yang dirilis oleh perusahaan ini sejak tahun 2009. 

Per kuartal 3, jumlah dana yang dikelola (NAB) dalam reksa dana ini adalah sebesar 218 miliar rupiah dengan harga  per unit 2.400 rupiah. 55% dari aset tersebut dialokasikan untuk saham syariah, 36% untuk sukuk dan sisanya untuk pasar uang syariah. 

Adapun jumlah biaya yang diperlukan untuk mengelola reksa dana ini adalah sebesar 2,09%. Untuk membeli Schroder Syariah Balanced Fund Anda memerlukan uang sebesar 10.000 rupiah. 

10. BNI-AM Dana Lancar Syariah

BNI-Am Dana Lancar Syariah adalah produk reksa dana  pasar uang syariah yang dirilis oleh BNI Asset Management. Nilai aktiva bersih (NAB) yang dikelola dalam reksa dana ini adalah sebesar 200 miliar rupiah. Jumlah tersebut menjadikannya sebagai salah satu reksa dana syariah dengan nilai NAB terbesar. 

Menurut fund fact sheet terbaru, 62% dari NAB BNI-Am Dana Lancar Syariah dialokasikan untuk deposito perbankan syariah dan 38% sisanya dipakai untuk membeli sukuk baik itu SBSN maupun sukuk korporasi. 

Harga per unit penyertaan BNI-Am Dana Lancar Syariah adalah 1587 per unit. Tapi, untuk membelinya, Anda perlu mengeluarkan minimal 10.000 rupiah dalam setiap pembelian. 

11. Bahana MES Syariah Fund Kelas G

Bahana MES Syariah Fund adalah reksa dana pendapatan tetap (RDPT) yang dirilis oleh PT Bahana TCW Investment Management pada tahun 2016. Hingga Oktober 2021, jumlah aset kelolaan Bahana MES Syariah Fund adalah sebesar 181,98 miliar sementara itu per tanggal  15 November, harga per unit penyertaan reksa dana ini adalah sebesar 1397 rupiah. 

Untuk membeli reksa dana ini, Anda perlu mengeluarkan uang sebesar 100.000 rupiah dalam setiap kali pembelian. Oleh karena Bahana MES Syariah Fund adalah tipe obligasi, maka risiko dan keuntungan yang ditawarkan relatif lebih rendah apabila dibandingkan dengan reksa dana saham. 

12. Trim Syariah Saham

Trim Syariah Saham adalah reksa dana saham dari PT Trimegah Assets Management. Oleh karena itu, 80% dari NAB akan dialokasikan untuk saham. 

Sejauh ini, saham-saham yang banyak menerima pendanaan dari reksa dana ini adalah saham Aneka Tambang (ANTAM), PT Merdeka Copper Gold Tbk, Adaro Energy dan Semen Indonesia Persero Tbk. 

Total jumlah nilai aktiva bersih (NAB) Trim Syariah Saham adalah sebesar 154,5 miliar rupiah dengan nilai expense ratio sebesar 8,28%. Anda perlu merogoh kocek minimal 100.000 rupiah untuk membeli saham ini.

13. Batavia Dana Saham Syariah

Batavia Dana Saham Syariah adalah reksa dana saham syariah yang dirilis oleh PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen pada tahun 2007. PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen adalah perusahaan sekuritas yang telah berdiri di Indonesia sejak tahun 1997. 

14 tahun sejak didirikan, reksa dana saham ini berhasil mengelola  NAB sebesar 130 juta miliar rupiah dengan biaya pengelolaan sebesar 4,31% dan modal pembelian sebesar 10.000 rupiah.

Adapun 80%-100% dari NAB Batavia Dana Saham Syariah akan dialokasikan dalam bentuk saham ke perusahaan di berbagai industri seperti Antam dan Adaro di bidang pertambangan, Emtek (SCTV dan Indosiar) di bidang media, Telkom dan XL Axiata di bidang industri telekomunikasi dan Charoen Pokphand dan Indofood di bidang consumer goods. 

14. Principal Islamic Equity Growth Syariah

Principal Islamic Equity Growth Syariah adalah reksa dana saham yang diluncurkan oleh perusahaan sekuritas internasional Principal Assets Management sejak tahun 2007. Pada Oktober 2021, total nilai aktiva bersih (NAB) yang dikelola dalam reksa dana ini adalah sebesar 122 miliar dengan harga per unit penyertaan kurang lebih 1200 rupiah. 

Principal Islamic Equity Growth Syariah adalah salah satu reksa dana berisiko tinggi karena 80%-100% NAB-nya akan dialokasikan ke saham. Selain itu, nilai expense ratio reksa dana ini juga mencapai 5%. Menurut laman resmi Principal, Principal Islamic Equity Growth Syariah hanya cocok digunakan untuk investasi yang sifatnya jangka panjang (lebih dari 5 tahun). 

Namun demikian, perusahaan-perusahaan emiten Principal Islamic Equity Growth Syariah adalah perusahaan-perusahaan besar seperti Telkom, Emtek, Indofood dan Bank Syariah Indonesia. 

15. Schroder Dana Likuid Syariah

Mari kita masuk ke lini reksa dana pasar uang yang dikelola oleh Schroder yaitu Schroder Dana Likuid Syariah. Pada kuartal 3, jumlah NAB Schroder Dana Likuid Syariah adalah sebesar 109,4 miliar rupiah dan semuanya dialokasikan ke pasar uang syariah yang dalam hal ini termasuk beberapa sukuk yang dirilis oleh korporasi. 

Meskipun memiliki risiko investasi dan modal awal yang rendah (hanya 10.000 rupiah) besaran expense ratio Schroder Dana Likuid Syariah boleh dikatakan cukup tinggi untuk ukuran reksa RDU. Dalam hal ini, Schroder perlu mengalokasikan 1,2% dari total NAB untuk membiayai seluruh proses pengelolaan reksa dana ini. 

Nah, itu tadi 15 reksa dana syariah terbaik yang bisa Anda beli. Dalam membeli sebuah unit reksa dana, pastikan Anda mempertimbangkan hal-hal berikut ini:

  • Profil risiko Anda.
  • Legalitas perusahaan. 
  • Keuntungan yang ditawarkan. 
  • Tujuan investasi Anda. 
  • Nilai NAB setiap reksa dana (nilai ini secara tidak langsung mencerminkan kepercayaan masyarakat atas aset tersebut). 
  • Risiko dan tipe. 
  • Expense ratio (Nilai ini secara langsung mencerminkan efisiensi kinerja perusahaan dalam mengelola aset terkait). 
  • Rekam jejak perusahaan demi mencari perusahaan yang handal. 
  • Perusahaan atau instrumen yang menjadi penerima investasi.
  • Bank yang menjadi bank kustodian. Ini penting sebab apabila Anda memiliki rekening untuk menerima dan mengirim uang hasil investasi di bank lain selain bank kustodian tersebut, maka Anda akan mendapatkan biaya transfer. Artinya, potensi keuntungan investasi Anda akan berkurang.

Biar lebih mantap, bandingkan reksa dana yang Anda incar dengan reksa dana lain yang berjenis serupa dan bandingkan perkembangannya setiap bulan. Karena setiap jenis reksa dana pasti memiliki tingkat risiko, tingkat biaya yang berbeda beda.

Semua data di atas dapat Anda peroleh di lembar fund fact sheet masing-masing reksa dana. Lembar ini akan terus diperbaharui setiap bulannya. Jadi, pastikan Anda membaca lembar fund fact sheet yang terbaru. Selamat mencoba!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.