Daftar Saham Telekomunikasi Indonesia Terbaik di 2021

  • Saham
Perusahaan Sektor Telekomunasi Terbaik

Saham telekomunikasi adalah saham dari perusahaan yang menawarkan produk dan jasa berupa pengiriman data baik telepon, pesan singkat, internet, layanan broadband, serta infrastruktur pendukung.

Sektor telekomunikasi memperlihatkan fluktuasi bervariasi selama tahun 2021 berjalan. Sebagian menunjukkan kinerja positif dan sebagian yang lain negatif. Kendati demikian, sejumlah analis tetap memandang jika sektor ini punya prospek cemerlang. Paling kentara adalah saham PT Smartfren Telecom dengan kode FREN melejit di atas 100 persen. Bagaimana dengan emiten lain? Simak ulasannya!

Sepanjang teknologi internet terus berinovasi maka masa depan emiten telekomunikasi tentu akan cemerlang. Soalnya, mengikuti kemajuan teknologi, kebutuhan data pasti makin meningkat. Itulah yang menjadi pemicu nomor satu dari pergerakan industri komunikasi jarak jauh. Di Indonesia ada beberapa perusahaan telekomunikasi yang layak untuk dikoleksi sebagai bagian dari investasi jangka panjang.

Berikut rekomendasi daftar saham telekomunikasi Indonesia terbaik yang terdaftar di BEI serta memiliki prospek cerah:

1. Telkom Indonesia (TLKM)

Telkom Indonesia (TLKM)

Saham dengan kode TLKM ini dianggap akan makin memperkukuh posisi sebagai perusahaan sektor telekomunikasi terbesar sejalan dengan aksi perluasan jangkauan digital di seluruh Indonesia. Hal ini diraih lewat anak perusahaan Telkom Indonesia yaitu Telkomsel.

Manuver terakhir TLKM sudah melakukan investasi ke perusahaan aplikasi ojek online Gojek yang seperti diketahui kemudian merger dengan Tokopedia sebagai Goto. Telkomsel melalui Goto akan meningkatkan pendapatan melalui fintech maupun digital marketing sejalan dengan makin tingginya kebutuhan pakat data.

TLKM pun masuk ke sektor B2B di mana korporasi ini menghadirkan layanan cloud, data centers untuk para merchant di Tokopedia. Kapitalisasi pasarnya yang sangat tinggi menjadikannya termasuk sebagai emiten blue chip. Direkomendasikan para investor untuk membeli saham TLKM pada harga Rp4.600/lembar.

2. XL Axiata (EXCL)

XL Axiata (EXCL)

Pada kuartal pertama 2021 dari data diketahui jika pelanggan EXCL mengalami penurunan sebanyak 1,9 juta sehingga menjadi 56 juta. Meskipun begitu, ARPU campuran EXCL tetap meningkat 2,9% dengan besaran Rp35.000/bulan mengikuti peningkatan traffic data sebesar 1,1% dalam empat bulan di 2021. Pendapatan dari data berkurang 1,5% qoq ke Rp5,2 triliun.

Kenyataan itu dikarenakan masih berlangsungnya subsidi kuota bagi pelajar sekaligus sengitnya kompetisi dalam bisnis telekomunikasi. Pendapatan dari data adalah penyumbang terbesar yang menyentuh angka 83% dari keseluruhan pendapatan EXCL. Sejumlah analis memberikan rekomendasi untuk membeli saham telekomunikasi ini pada target Rp.3.250/lembar.

3. Indosat (ISAT)

Indosat (ISAT)

Ada rencana penggabungan atau merger antara ISAT dan PT Hutchinson 3 Indonesia setelah keduanya merampungkan due diligence termasuk persyaratan dan ketentuan perjanjian. Langkah korporasi itu dalam jangka panjang diharapkan bisa menjadi sentimen positif bagi saham ISAT.

ISAT merupakan salah satu saham terbaik se-Indonesia selama tahun 2021 berjalan meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia menunjukkan tren penurunan. Kapitalisasi saham ISAT sebanyak Rp34,23 triliun. Beberapa analis merekomendasikan pembelian saham ISAT pada target Rp7.500/lembar. Jika tertarik memborongnya, pastikan Anda melakukan pembelian di sekuritas terbaik.

4. Smartfren Telecom (FREN)

Smartfren Telecom (FREN)

Kesuksesan FREN menguasai blok B pada lelang pita frekuensi radio 2,3 Ghz seharga Rp176,9 miliar diharapkan makin memperkuat jaringan yang telah ada. FREN dianggap akan makin mempunyai kelebihan dibanding provider telekomunikasi lain yang juga membidik segmen pelanggan bawah.

Para analis merekomendasikan pembelian saham FREN pada level support Rp80 sementara level resistance pada harga Rp88. FREN belum lama merilis kinerja tahunan yang masih mencatat kerugian bersih sejumlah Rp1,52 triliun pada tahun 2020 kemarin.

Dari tahun 2008, FREN belum sekalipun membukukan kinerja positif laba bersih. Kendati masih rugi namun prospek bisnis FREN masih cukup bagus berkat digitalisasi dan industri telekomunikasi yang meningkat selama pandemi Covid-19 masih berlangsung.

5. Tower Bersama Infrastructure (TBIG)

Tower Bersama Infrastructure (TBIG)

Saham TBIG mencetak performa solid di kuartal pertama 2021 ini. Dari data yang ada menunjukkan perusahaan tower telekomunikasi ini berhasil mencatat pendapatan sebesar Rp1,4 triliun yang artinya naik 12,7% yoy. TBIG pun dapat meraup peningkatan laba bersih sebanyak 16% yoy menjadi sebesar Rp266 miliar.

Total tower yang dimiliki TBIG sejumlah 16.501 yang berarti meningkat 5,2% yoy. Penambahan jumlah tower pun dibarengi penambahan penyewa sebanyak 9,2% yoy sehingga kini sebanyak 32.612 tenant. Artinya memberikan tenancy ratio 1,98x yang meningkat dari periode sebelumnya. Di permulaan bulan April lalu, TBIG pun melakukan akuisisi sebanyak 3.000 tower beserta 4.400 penyewa sehingga memberikan dampak angka tenancy ratio sebesar 1,47x.

Diprediksi tahun 2021 ini TBIG dapat meraup pendapatan sampai Rp5,92 triliun dan laba bersih hingga Rp1,32 triliun. Analis merekomendasikan membeli saham TBIG pada target harga Rp3.900/lembar. Jika tertarik namun belum tahu caranya, baca langkah membeli saham di artikel ini.

6. Sarana Menara Nusantara (TWOR)

TWOR terhitung memiliki kinerja yang solid untuk kuartal pertama tahun 2021. Dari data yang ada, emiten dari saham telekomunikasi yang berfokus sebagai kontraktor tower ini sukses mencatat pendapatan sebesar Rp1,96 triliun yang artinya meningkat 7,5% yoy. TOWR pun dapat meraup peningkatan laba bersih sebanyak 52% yoy menjadi Rp.789 miliar.

Total tower yang dikuasai TOWR ada 21.424 unit yang berarti meningkat 2,4% yoy. Penambahan jumlah tower pun dibarengi dengan meningkatnya jumlah tenant sebanyak 8,2% yoy sehingga jadi 39.794 penyewa. Itu berarti memberikan tenancy ratio sebanyak 1,86x.

Di samping performa bagus, TOWR pun memiliki sentimen positif sebagai perusahaan telekomunikasi di tanah air yang berkomitmen mengembangkan jaringan 4G mereka dan merintis layanan 5G.

7. Protech Mitra Perkasa (OASA)

Sumber: upperline.

Protech Mitra Perkasa Tbk merupakan perusahaan yang memiliki usaha pengadaan layanan perdagangan dan kontrak bagi perusahaan telekomunikasi. Emiten ini pun menjual jasanya bagi sektor minyak, gas serta energi.

Memiliki anak perusahaan yaitu PT Telesys Indonesia yang ikut dalam pengadaan layanan yang dikelola bagi sektor telekomunikasi, misalnya perawatan aktif base transceiver station (BTS) atau pengendali stasiun base (BSC), pengoptimalan jaringan & manajemen kapasitas.

8. Surya Citra Media (SCMA)

Performa PT Surya Citra Media Tbk memperlihatkan peningkatan dalam kuartal pertama 2021. Faktor tersebut mengikuti meningkatnya belanja iklan dari berbagai perusahaan untuk media massa.

Meski begitu, prospek saham SCMA pada tahun 2021 ini relatif rendah sebab harus memperkuat audiens share, munculnya lonjakan beban biaya, sampai kenaikan nilai EPS yang rendah. Kinerja SCMA untuk tahun ini secara umum lebih baik dibanding prestasi tahun sebelumnya berkat mulai membaiknya kegiatan perekonomian.

Hanya saja harus diwaspadai, SCMA tahun ini masih konsentrasi memperbanyak koleksi tayangan di Vidio.com yang berakibat memicu peningkatan biaya produksi sehingga mengurangi margin laba yang didapat. Sejumlah analis merekomendasikan agar hold saham SCMA di mana target harga yang diincar sebesar Rp1.550/lembar.

9. MNC Vision Networks (IPTV)

Perusahaan yang memiliki bidang usaha TV berbayar ini sukses memperlihatkan performa positif Q1 2021. Perusahaan yang bergerak di sektor telekomunikasi ini membukukan pendapatan konsolidasi senilai Rp1,03 triliun yang artinya mengalami peningkatan 23% yoy dari semula hanya Rp842 miliar.

IPTV pun berhasil mencetak laba bersih senilai Rp101,3 miliar yang meningkat 148% bila dibanding tahun lalu yang hanya Rp40,8 miliar. Performa bagus itu disupport dengan menguatnya pendapatan dari layanan satelit sebesar Rp668,9 miliar. Sementara dari layanan digital, IPTV dan broadband berhasil meraih Rp327,2 miliar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *