Lompat ke konten

Weekend Trading: Aset, Tips, Strategi

Weekend Day Trading

Biasanya pasar keuangan beroperasi selama 8 jam sehari. Khusus untuk pasar forex, Anda akan merasa kalau pasar ini buka 24 jam karena ada lebih dari 3 sesi perdagangan yang dibuka (masing-masing 8 jam) di seluruh dunia.

Selain buka 8 jam sehari, pada weekend dan tanggal merah, pasar-pasar ini juga tutup. Namun, hal ini bukan berarti Anda tidak bisa melakukan trading. Beberapa perusahaan broker menyediakan fasilitas weekend day trading, alias buka posisi trading di hari Sabtu dan Minggu.

Apa itu weekend trading dan apa kelebihannya? Simak pembahasannya berikut ini.

Pengertian Weekend Trading

Weekend trading adalah kegiatan jual beli instrumen keuangan seperti, forex dan mata uang kripto yang dilakukan selama hari Sabtu dan Minggu.

Hari Sabtu dan Minggu biasanya pasar keuangan di seluruh dunia tutup. Hal ini mengakibatkan trader harus menunggu Senin berikutnya untuk membuka posisi trading.

Akan tetapi seiring dengan perkembangan teknologi, trader bisa tahu mana pasar keuangan di belahan dunia yang memiliki waktu berselisihan, sehingga bisa membuka posisi trading di hari Weekend atau lebih cepat dibandingkan sebelumnya. 

Karena bursa dan banyak perusahaan sedang libur di kedua hari ini, tidak akan banyak berita ekonomi, bisnis atau keuangan yang bisa berhembus dan mempengaruhi harga pasar saat Weekend. Oleh sebab itu, Weekend day trading memiliki karakteristik dan strategi khusus. 

Aset Yang Bisa Diperdagangkan di Weekend

Adapun beberapa instrumen yang biasa diperdagangkan di kedua hari libur tersebut adalah, forex, mata uang kripto dan beberapa indeks saham berikut:

  • DFM Index – Sebuah indeks di Dubai Stock Exchange, salah satu bursa saham terbesar di Timur Tengah. 
  • Kuwait Stock Exchange – Kuwait Stock Exchange adalah bursa saham nasional negara tersebut. Dalam bursa ini, telah diperjualbelikan saham-saham perusahaan yang beroperasi di negara penghasil minyak ini.
  • Tadawul Index – Bursa saham di Arab Saudi.
  • Tel Aviv 25 Index – Indeks ini merupakan indeks yang terdiri dari 25 perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar di Tel Aviv Exchange, Israel.

Kelebihan Weekend Trading

1. Fleksibel

Kelebihan utama trading di Weekend adalah lebih fleksibel, khususnya untuk trader yang masih bekerja di hari Senin-Jumat. Trading di Weekend memungkinkan trader untuk fokus menganalisis pasar dan mengambil keputusan yang lebih logis. 

Oleh karena itu, trading di Sabtu dan Minggu ini lebih cocok untuk trader dengan gaya swing dan position trading karena mereka memiliki lebih banyak waktu untuk analisis fundamental dan tidak akan terganggu dengan pergerakan harga di layar. 

2. Hedging

Beberapa perusahaan broker yang membuka fitur Weekend day trading menyediakan fasilitas hedging atau lindung nilai. Fasilitas ini digunakan untuk melindungi aset yang dipegang (hodl) oleh trader ketika pasar tutup pada Jumat sore, supaya tidak terlalu jatuh saat harga baru dibuka pada Senin pagi. 

Contohnya, Anda membeli USDIDR pada Jumat sore dan memutuskan untuk memegangnya hingga minggu depan. Namun nyatanya pada Sabtu tersiar kabar kalau transaksi antara Indonesia dan AS menemui jalan buntu. Nah, dengan Weekend trading ini, Anda bisa memilih fitur hedge begitu beritanya keluar, sehingga perubahan apapun pada rupiah dan dolar saat Senin pagi tidak akan mengganggu Anda.

Kekurangan Weekend Trading

1. Volatilitas rendah

Volatilitas dan likuiditas trading di Weekend cenderung lebih rendah dibandingkan hari-hari biasa. Hal ini karena beberapa sebab, seperti minimnya berita ekonomi dan bisnis, tidak banyak broker yang menyediakan fasilitas ini dan minimnya jumlah trader yang membuka posisi trading pada hari Sabtu dan Minggu. 

Maka dari itu, Weekend trading kurang cocok untuk trader dengan gaya scalping atau day trade. Karena kedua gaya trading ini sangat tergantung pada volatilitas harga dan likuiditas pasar instrumen terkait. 

2. Rawan volatilitas saat sesi trading dibuka pada Senin pagi

Mayoritas trader baru akan membuka atau menutup posisi trading pada Senin pagi dan hari kerja lainnya. Jadi, jika Anda membuka posisi terlebih dahulu pada Sabtu dan Minggu, instrumen yang Anda beli atau jual lebih rawan terhadap volatilitas harga yang tidak terduga.

3. Spread yang lebih besar

Broker biasanya menetapkan biaya spread sesuai dengan jumlah likuiditas suatu aset. Semakin likuid sebuah aset, maka semakin rendah spread yang harus dibayarkan oleh trader. Sebaliknya, kalau pasar sedang sepi alias tidak likuid, biaya spread akan naik. Nah, karena pasar sedang sepi saat Weekend, salah satu kekurangan Weekend trading adalah spread-nya yang lebih besar dibandingkan hari-hari biasa. 

4. Aset yang terbatas

Tidak banyak broker yang menyediakan fasilitas trading di hari Sabtu dan Minggu ini, khususnya broker yang berasal dari Amerika Serikat dan Eropa. Kalaupun ada, biasanya aset yang ditawarkan terbatas. Akibatnya, Anda tidak bisa memperdagangkan banyak aset sekaligus dan harus menunggu Senin pagi. 

Jam Trading Weekend

  • Sabtu jam 2 siang sampai Minggu 4.40 pagi  (WIB) untuk indeks.
  • Sabtu jam 2 siang sampai Minggu 2.40 pagi (WIB) untuk perdagangan mata uang Eropa dan Amerika Serikat.
  • Sabtu jam 2 siang sampai Minggu jam 4 pagi (WIB) untuk mata uang kripto.

Menurut Rizki Aditama dalam video di bawah ini, trading tidak harus dilakukan 24 jam per hari.

Tips Sukses Weekend Trading

1. Gunakan bollinger bands

Tips yang pertama adalah menggunakan bollinger bands. Bollinger bands adalah indikator teknis yang menggunakan rata-rata bergerak (moving average) dan standar deviasi untuk memperkirakan pergerakan harga. 

Dengan menggunakan indikator ini pada Weekend day trading, Anda akan tahu bagaimana pergerakan pemain besar dan berita dapat menggeser standar deviasi komponen indikator ini. Dengan demikian, Anda bisa mendefinisikan strategi trading yang lebih akurat dan maksimal. 

2. Manual backtesting

Manfaatkan waktu yang banyak pada hari libur ini untuk menyusun dan mengevaluasi strategi. Untuk menyusun strategi, Anda bisa memakai bollinger bands di atas, sementara untuk menguji strategi Anda bisa melakukan manual backtesting. Tujuannya adalah supaya Anda tahu apakah strategi yang Anda kembangkan manjur atau tidak dan kalau tidak manjur, apa yang bisa diperbaiki. 

3. Menggunakan Weekend Untuk Belajar

Selain melakukan uji coba, Anda juga bisa memanfaatkan hari libur ini untuk terus belajar trading, entah itu dengan membaca buku trading, mengikuti seminar dan lain sebagainya. Sebab, trader yang sukses adalah trader yang mau terus belajar. 

Sabtu dan Minggu mungkin adalah waktu yang berharga bagi Anda untuk keluarga dan diri Anda sendiri. Oleh sebab itu, meskipun trading di hari ini, Anda juga harus memiliki manajemen waktu yang tepat. Tentukan jadwal trading, pastikan emosi stabil dan disiplin, lalu dapatkan hasilnya.

nv-author-image

Farichatul Chusna

Setelah lulus dari Ilmu Ekonomi Universitas Gadjah Mada, Farichatul Chusna aktif sebagai penulis artikel ekonomi, investasi, bisnis, dan keuangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.