Book Value Per Share (BVPS): Penjelasan dan Cara Menghitung

  • Saham
Book Value Per Share

Dengan tidak mengesampingkan fungsi dari tiap-tiap indikator, Bursa Efek Indonesia ketika merilis laporan kinerja emiten kerap mengadopsi bermacam rasio. Tujuannya adalah agar investor dapat melakukan perbandingan kinerja emiten satu dengan yang lain. Termasuk rasio itu adalah Book Value per Share (BVPS).

Cara Menghitung Book Value per Share (BVPS)

BVPS merupakan kelompok nilai perbandingan harga pasar. BVPS menggunakan formula yaitu modal bersih dibagi total saham beredar. Dalam menentukan nilai buku per saham itu, investor wajib mengetahui nilai buku (Book Value) lebih dulu, lalu membaginya dengan total saham biasa. Pun, dikarenakan ini adalah untuk saham biasa, maka investor pun mesti menguranginya dengan ekuitas pemegang saham preferen dari total saham perusahaan. Bila itu tak dilakukan maka nilai BVPS pasti membengkak dan tak valid. Perlu juga mengambil jumlah rata-rata saham beredar untuk perhitungan tersebut. Kejadian dalam waktu dekat misalnya pembelian kembali saham oleh perusahaan (repo) tentu bisa mengganggu nilai akhir periode yang pastinya akan berpengaruh pada hasil yang tak akurat.

Berikut contoh untuk lebih memudahkan pemahaman. Misalnya PT. Lautan Biru sebagai perusahaan pengalengan ikan tujuan ekspor punya jumlah Aset senilai Rp. 800 juta, dan memiliki utang senilai Rp. 100 juta. Perusahaan ini sendiri telah mengedarkan saham kepada publik sejumlah 2 juta lembar. Sementara harga saham di lantai bursa sekarang mencapai Rp. 600/lembar. Berapa nilai BVPS PT. Lautan Biru?

BVPS = (Aset – Hutang) / Total Saham Beredar

         = (800.000.000 – 100.000.000) / 2.000.000

         = Rp.350

Book Value per Share (BVPS) bisa diterjemahkan sebagai Nilai Buku per Saham. Seperti telah disebutkan di atas, ini merupakan rasio yang diadopsi dalam membandingkan ekuitas pemegang saham dan total saham beredar. Nilai Book Value per Share berguna dalam menghitung nilai uang yang diberikan kepada investor jika sebuah perusahaan terjadi likuidasi atau dibubarkan. Bisa juga dikatakan sebagai nilai uang yang bisa diperoleh oleh investor jika seluruh aktiva atau asset perusahaan dijual senilai nilai buku.

Analisis Book Value per Share untuk Valuasi Saham

Nilai Buku per Saham kerap diaplikasikan dalam membuat perbandingan harga pasar per saham emiten. Sering dikombinasikan dengan metrik lain seperti P/E ratio, Cash Flow Per Share, dan Return on Equity. Bila besaran BVPS lebih besar dibanding nilai pasar per lembar saham, itu artinya harga saham adalah “Undervalued” yang istilah mudahnya sudah murah. Artinya pula dalam perdagangan yang berlangsung, nilai saham lebih murah dibanding harga yang ditetapkan market.

Sebaliknya bila angka BVPS emiten lebih kecil daripada harga pasar per lembar, itu artinya saham itu sudah terlalu mahal yang istilahnya adalah “Overvalued”. Harga saham lebih mahal dibanding harga yang ditetapkan market. Oleh karena itu besaran BVPS tersebut bisa digunakan untuk memastikan saham sebuah emiten itu “Overvalued” alias kemahalan atau “Undervalued” alias sudah murah. Itu bisa memudahkan para trader mengambil posisi beli atau tidak.

Termasuk kelemahan menggunakan Book Value Per Share (BVPS) yaitu tak memberi tahu investor banyak hal. Investor mesti membuat perbandingan nilai BVPS dengan harga pasar saham bila ingin mengetahui bagaimana pengaruhnya. Kelemahan lainnya yaitu nilai BVPS merupakan salah satu bentuk analisis konservatif sebuah perusahaan. Itu cuma mengukur situasi keuangan perusahaan sekarang dan tak memungkinkan untuk memberikan estimasi pertumbuhan perusahaan di masa mendatang

Book Value pun mengaitkan perusahaan dengan aset fisik. Perusahaan yang memiliki inventaris di gudang bisa mengkalkulasi seluruh inventaris itu pada perhitungan Book Value perusahaan. Tetapi, sebuah perusahaan teknologi dengan keahlian menciptakan software tentu tak punya aset yang ditampung dalam sebuah tempat. Perusahaan itu pun tak membutuhkan alat-alat industri canggih dalam memproduksi output atau produk. Perusahaan ini boleh jadi membukukan penjualan ketika menjual software namun tanpa tersedia gudang dengan dijejali berbagai kode pemrograman yang bisa dicek investor dalam memperkirakan berapa volume penjualan di waktu mendatang.

Book Value per Share untuk Saham Preferen

Saham merupakan sebuah surat berharga sebagai bukti bagian kepemilikan dari sebuah perusahaan. Bila investor membeli saham itu artinya membeli sejumlah tertentu kepemilikan dari perusahaan itu. Lalu bila perusahaan itu mampu meraih keuntungan, itu artinya orang yang menanamkan investasi pun berhak mendapatkan bagian laba yang dihasilkan perusahaan itu dengan bentuknya adalah dividen. Pemegang saham pun berhak untuk menghasilkan gain dari meningkatnya harga saham itu dengan berjalannya waktu.

perusahaan dan saham

Saham sebuah perusahaan dibedakan menjadi 2 jenis ialah: saham biasa dan saham preferen. Pengertian saham biasa sama persis dengan yang telah dijelaskan sebelumnya. Sementara saham preferen merupakan surat berharaga yang ditawarkan pihak perusahaan kepada publik yang prosesnya adalah menunjukkan harga nominalnya dengan berbagai denominasi. Saham preferen akan memberikan hasil pengembangan usaha dalam bentuk pendapatan tetap yaitu deviden. Pemegang saham preferen akan menerima deviden atau bagi hasil keuntungan itu tiap tiga bulan sekali.

Jadi mereka yang memiliki saham preferen otomatis mendapatkan bagian dividen lebih dahulu serta punya hak suara lebih kuat bila dibanding pemilik saham biasa. Hak suara itu misalnya ketika menentukan direksi. Wajar jika pihak perusahaan dalam hal ini manajemen mengutamakan para pemegang saham preferen sebab akan menentukan nasib mereka, tetap bertahan atau diganti. Saham preferen adalah jenis saham dengan ciri khasnya sebagai perpaduan obligasi dengan saham biasa. Itu karena saham preferen bisa memberikan pendapatan tetap sebagaimana bunga imbal hasil obligasi. Namun boleh jadi juga sebaliknya seperti saham biasa, tak memperoleh hasil karena perusahaan yang tidak menghasilkan keuntungan.

Kembali ke Book Value per Share (BVPS) , namun ini untuk saham preferen. Apabila pihak emiten mengeluarkan saham biasa dan juga saham preferen, bagaimana menghitung BVPS? Pastinya investor pun mesti mengkalkulasi bagian modal perusahaan dalam bentuk saham preferen. Sedangkan selisihnya adalah saham biasa. Jadi BVPS preferen diperoleh dari modal saham preferen dibagi jumlah yang dikeluarkan. Hanya saja investor mesti memperhatikan berbagai aspek di bawah ini ketika mengkalkulasi bagian modal perusahaan dari saham preferen :

  • Hak dividen, termasuk hak dari pemegang saham preferen yaitu laba ditahan berdasarkan perjanjian dividen. Untuk situasi tersebut, laba ditahan otomatis berhubungan dengan saham preferen.
  • Nilai likuidasi, adalah nilai pembayaran yang diberikan perusahaan ke investor saat perusahaan mengalami likuidasi karena bangkrut misalnya. Besarannya dapat melebihi standar atau kurang dari standar yang diterapkan perusahaan.

Sehingga bisa disimpulkan jika Book Value Per Share (BVPS) atau nilai buku per lembar saham merupakan indikator penting yang mesti mendapat perhatian lebih dari pihak manajemen. Dengan begitu pertumbuhan dan perkembangan bisnis perusahaan pun akan terjaga dengan baik. Sementara bagi investor saham, mengetahui nilai Book Value Per Share (BVPS) dari emiten tentu sangat penting dalam menentukan sebuah saham itu harganya sudah murah hingga harus dibeli atau terlalu mahal sehingga jangan dulu membelinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *